cover
Contact Name
Moh. Zainol Kamal
Contact Email
tafhimilmi@gmail.com
Phone
+6281936427791
Journal Mail Official
tafhimilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Tafhim Al-'Ilmi : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 22524924     EISSN : 25797182     DOI : 10.37459
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Tafhim Al-‘ilmi merupakan jurnal ilmiah dengan terbitan berkala setiap enam bulan yang diterbitkan dengan menggunakan peer review. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil telaah pustaka dan penelitian yang telah dilakukan para akademisi dengan bidang kajian pendidikan dan pemikiran keislaman dalam bentuk artikel ilmiah
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 135 Documents
Konstruksi Kurikulum Lembaga Pendidikan Islam Dasar di Madura Ach. Khatib
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 8 No. 1 (2016): 18 Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Di lembaga pendidikan Islam dasar terdapat di lembaga pendidikan mosala. Musala merupakan lembaga pendidikan tradisional yang dalam sejarahnya menjadi cikal bakal berdiri dan berkembangan lembaga pendidika Islam pesantren. Musala memang bukan satu-satunya lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan dasar, tetapi musala lebih inten dan fokus dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya. Di musala, anak didik tidak hanya diajarkan teori-teoti dasar ajaran Islam, tetapi juga melatih anak didik memperaktikkan guna mencetak anak didik yang berkarater. Selain berbasis karakter, lembaga pendidikan musala juga menerapkan sistem pendidikan yang menyenangkan. Konten pembelajarannya, diantaranya, teknik dan cara membaca al-quran, tauhid, fiqih, dan sejarah Islam. Kata Kunci: Kurikulum, Lembaga Pendidikan Islam Dasar, Madura,
Manajemen Pengorganisasian Dalam Pendidikan Islam Masyhuri Drajat
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 8 No. 1 (2016): 18 Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Pengorganisasian merupakan salah satu bagian dari beberapa fungsi manajemen yang meliputi: Planing, Organizing, Actuating, Controling dan Evaluating. Kelima fungsi manajemen tersebut memiliki pengaruh besar dan saling keterkaitan satu sama lain dalam perjalanan sebuah organisasi, khususnya dalam bidang penyelenggaraan Lembaga Pendidikan Islam. Dengan kata lain, tanpa manajemen, sebuah organisasi, termasuk lembaga pendidikan, tidak akan bias berjalan. Sebaliknya, apabila kelima elemen tersebut berlangsung dengan baik, maka besar kemungkinan tujuan lembaga pendidikan Islam yang telah direncakan dapat tercapai atau terealisasi dengan baik. Kata kunci: Manajemen Pengorganisasian, Pendidikan Islam.
Konsep Pendidikan Multikultural Moh. Nihwan
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 8 No. 1 (2016): 18 Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Jika kita membuka lembar sejarah Indonesia, akan tergambar realitas konflik sosial yang terjadi dalam bentuk kekerasan di negeri ini. Pengalaman peperangan antar kerajaan sebelum masa kemerdekaan telah berhasil membentuk fanatisme kesukuan yang teramat kuat, yang tentunya mengancam terhadap persatuan dan eksistensi bangsa ini. Akibatnya, bara dendam berlangsung turun-temurun. Dendam serupa harta benda yang sangat berharga sehingga penting untuk diwariskan. Tak heran, bila konflik sosial bernuansa etnis, mewarnai permulaan reformasi yang terjadi di berbagai wilayah bangsa ini. Memang tak dapat dipungkiri, keragaman yang dimiliki oleh bangsa ini, berpotensi besar melahirkan konflik sosial. Konflik merupakan sesuatu yang normal terjadi dalam masyarakat multi-etnik, termasuk Indonesia. Untuk mengelola keberagaman sehingga tidak mengalami benturan dengan mengatasnamakan apapun, pendidikan multikultural merupakan hal yangat penting sebagai upaya memperluas wawasan anak didik tentang keberagaman. Dengan pendidikan multikultura, keberagaman tidak akan melahirkan sebuah konflik, tetapi justru menjadi sumber potensi untuk peradaban.
Peran Pondok Pesantren dalam Membentuk Karakter Masyarakat Abduh Abduh
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 8 No. 1 (2016): 18 Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Ada beberapa hal yang harus menjadi bahan renungan sekaligus tantangan bagi pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam. yaitu; tumbuh dan berkembangnya nilai dan sistem westernisasi dan modernisasi yang berdampak negatif pada kehidupan beragama umat Islam, kolonialisme dan imperialism baru sampai pada materilisme dan globalisasi yang menghasilkan benturan keras antara kebudayaan Barat dengan ajaran Islam, hedonisem dan merebaknya falsafah profanistik di dunia Barat dan Erofa pada era globalisasi ini. Falsafah ini akan mengkikis sedikit demi sedikit sisi moralitas dan spiritualitas umat Islam sehingga lahir bentuk-bentuk penipuan, tauran antar pelajar, pergaulan bebas, pesta minuman keras, ketidak jujuran, hilangnya rasa nasionalisme, kedisiplinan sehingga pada akhirnya menggrogoti karakter bangsa yang luhur. Dengan tantangan yang cukup komples dan berat ini, mampukah pondok pesantren membentuk karakter masyarakat menjadi masyarakat yang memiliki kepribadian yang luhur (karakter yang baik)? Dalam menghadapi tantangan dan kebutuhan masyarakat yang kompleks yang berkaitan dengan kemajunan ilmu pengetahuan dan teknologi maka tidak boleh tidak lembaga pendidikan pesantren harus terus berbenah diri dan tetap mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam dan terus menerus melakukn pembimbingan terhadap bangsa ini dalam membangun karakter yang luhur agar bangsa ini tetap menjadi bangsa yang bermartabat, bermoral dan memiliki karakter yang luhur. Sebagai salah satu upaya menjawab dari berbagai tantangan moralitas di atas, maka pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam harus selalu melakukan upaya-upaya pembaharuan dalam pendidikan pondok pesantren. Karena pendidikan itu sendiri dinilai oleh beberapa intelektual muslim sebagai sarana yang cukup strategis untuk mengatasi persoalan moral dan kepribadian bangsa, ketertinggalan, kemunduruan dan kejumudan umat yang selama ini cukup membelenggu kehidupan umat manusia khususnya umat Islam. Kata kunci: Pondok Pesantren, Karakter, Masyarakat
Jawaban Islam Atas Diskursus Pernikahan Antar Orang Beda Agama Safradji Safradji
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 8 No. 1 (2016): 18 Juli 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Mapping the Mainstreaming to Interfaith Marriage Law. This article intends observe the linkage of the implementation of interfaith marriage with the opinion of Islamic jurists’ and to political and social change in a country. Interfaith marriage law—as occurred in (former) North Yemen, Jordan, Algeria. And Iraq—is not influenced by the Islamic school of thought of the majority population. In contary, interfaith marriage in the aforementioned states is not inline with the mainstream opinion of islamic jurists that forbidding softly (makruh) Muslim man to marry a women of Ahl al-Kitab. The regulation is obviously influennced by the rise of Islamism. Such as the Muslim brotherhood in Jordan, Front Islamic Salvation in Algeria, and the growing influence of Shiite movements in Iraq and Noth Yemen in establishing relgious conservatism in matters of interfaith marriage. Thus, it can be understood why those countries prefer to refer text of the Quran that regulate interfaith marriage law. Keywords: Interfaith marriage law, islamic family law, Ahl-Kitab.
Diskursus Turath dalam Pemikiran Arab-Islam Kontemporer: Suatu Pendahuluan Ahmad Effendi
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 1 (2017): 30 Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Turath telah mencakup pelbagai bidang ilmu yang merupakan manifestasi dari pemahaman manusia terhadap wahyu. Pemahaman ulama klasik terhadap wahyu telah melahirkan ilmu rasional keagamaan mahupun ilmu keagamaan murni, sehingga antara wahyu dengan turath mempunyai hubungan yang amat kuat. Tidak ada turath yang berdiri sendiri, melainkan senantiasa berkaitan dengan wahyu dan faktor sosial yang terus melingkunginya. Maka, turath merupakan landasan bagi mencapai kemajuan dan landasan dalam menghadapi tuntutan modern. Kata Kunci: Turath, Pemikiran Arab-Islam, Kontemporer.
Pesantren Sebagai Sub Sistem Pendidikan Nasional Perspektif Sejarah Ahmad Sulton
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 1 (2017): 30 Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang tumbuh sejak datangnya Islam di Indonesia, yakni pada abad ke 13 dan terus mengalami kemajuan sejak abad ke 17 M. Pada abad ke-18 M dan seterusnya, pondok pesantren semakin menunjukkan kematangannya. Pesantren didirikan sebagai lembaga basis tafaqquh fi al-din yang bertujuan untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dengan memprioritaskan moralitas dalam beragama sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Dalam persfektif historis, pondok pesantren dapat dikatakan sebagai training center, sekaligus dijadikan sebagai cultural central Islam yang dilembagakan oleh masyarakat Islam dan secara de facto tidak dapat diabaikan oleh pemerintah. Eksistensi pondok pesantren dalam sub sistem pendidikan Nasional di Indonesia menjadi bagian integral dari lembaga keagamaan berdasarkan konteks Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Kata kunci: pesantren, sistem pendidikan nasional.
Rekonstruksi Filsafat Pendidikan Islam: Analisis Kritis Terhadap Buku Filsafat Pendidikan Islam Muhammad Amin
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 1 (2017): 30 Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Pendidikan Islam selama ini selalu dianggap pendidikan nomor dua dari pendidikan umum. Mulai dari aspek kualitas pendidikan sampai pendanaan pendidikan itu sendiri. Pendidikan Islam dianggap pendidikan yang hanya mengajarkan hal-hal yang bersifat teosentris dan ditengarai tidak memiliki landasan filosofi yang jelas dan bahkan dicurigai menjiplak landasan filsafat pendidikan umum (barat). Dalam tulisan ini penulis menganalisis dengan kritis terhadap buku filsafat pendidikan Islam yang sering dipakai oleh mahasiswa maupun dosen sebagai salah satu rujukan dalam proses pembelajaran filsafat pendidikan Islam untuk menelusuri kejelasan asal usul filsafat pendidikan Islam yang melahirkan ilmu pendidikan Islam itu sendiri yang kemudian diajarkan secara luas pada tiap-tiap lembaga pendidikan Islam baik di kota-kota besar terlebih lagi di desa-desa di seluruh Indonesia. Kata kunci: rekonstruksi, filsafat, pendidikan Islam, pendidikan kritis.
Apresiasi Pondok Pesantren Terhadap Peradaban Modern dan Pengembangannya Sebagai Organisasi Pembelajaran Fathor Rachman
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 1 (2017): 30 Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang apresiasi pondok pesantren dalam menghadapi perkembangan peradaban modern dan pengembangannya sebagai organisasi pembelajaran.Pendekatan kajian dalam artikel ini menggunakan analisis kritis terhadap berbagai macam literatur tentang pondok pesantren dan organisasi pembelajaran. Hasil kajian ini menemukan bahwa sebagai organisasi pendidikan, pondok pesantren memiliki visi, misi dan tujuan yang sangat terbuka dalam mengembangkan potensi organisasinya, dan sangat akomodatif terhadap berbagai perubahan yang dibawa oleh peradaban modern.Pengembangan pondok pesantren sebagai organisai pembelajaran sangat terbuka, karena pesantren mampu melakukan beberapa inovasi dan transformasi diri dalam menghadapi tuntutan peradaban modern yang ditujukan untuk merespons modernitas dan industrialisasi Kata kunci: pondok pesantren, peradaban modern, pengembangan pesantren, organisasi pembelajaran.
Pendidikan Humanisme Ki Hajar Dewantara: (Tinjauan dari Sudut Pandang Pendidikan Islam) Azmi Mustaqim
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 2 (2017): 18 Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Manusia menurut pandangan Ki Hajar Dewantara ialah makhluk yang mulia, karena memiliki akal budi yang berarti jiwa. Jiwa manusia merupakan diferensiasi kekuatan-kekuatan yang disebut “trisakti” jiwa. Kekuatan itu adalah kekuatan pikiran, perasaan dan kehendak. Kekuatan-kekuatan itulah yang disebut dalam Islam sebagai potensi bawaan (fitrah) manusia. Konsep pendidikan humanisme menurut Ki Hajar Dewantara ialah tuntunan terhadap jiwa peserta didik yang memiliki kodrat alami sebagai manusia. Kodrat alami itulah yang menjadikan pendidikan bertujuan untuk menjadikan peserta didik menjadi individu yang merdeka baik lahir dan batin, mandiri dan bermanfaat bagi msyarakatnya. Dengan menggunakan sistem Among dan memegang teguh prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, atau metode keteladanan diyakini akan mampu membawa peserta didik menuju kemerdekaan lahir dan batin serta mampu mengemban misi sebagai manusia yang dalam wujudnya bermanfaat untuk bangsa dan negara. Kata kunci: Pendidikan Humanisme, Pendidikan Islam, Ki Hadjar Dewantara

Page 2 of 14 | Total Record : 135