cover
Contact Name
Rumondang, S.Pi., M.Si
Contact Email
lppmuna123@gmail.com
Phone
+6281262070788
Journal Mail Official
lppmuna123@gmail.com
Editorial Address
Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Asahan Jln. Ahmad Yani Kisaran – 21224 – Sumatera Utara
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PIONIR
Published by Universitas Asahan
ISSN : 25493043     EISSN : 26553201     DOI : 10.36294/pionir.v2i4
Jurnal Pionir merupakan jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Asahan yang bertujuan sebagai sarana komunikasi ilmiah dan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian kepada praktisi dan pengamat ilmu pengetahuan. Jurnal Pionir mencakup berbagai bidang kajian ilmu pengetahuan karena jurnal ini bersifat multidisiplin ilmu. Seperti Ilmu Hukum, Ilmu Pendidikan dan Keguruan, Ilmu Teknologi dan Informatika dan ilmu-ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2017): Juli" : 10 Documents clear
PENGATURAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU DALAM HUBUNGAN KERJA ANTARA PEKERJA / BURUH DENGAN PENGUSAHA Mangaraja Manurung
JURNAL PIONIR Vol 2, No 3 (2017): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.94 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i3.184

Abstract

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) merupakan perjanjian kerja yang hanya didasarkan atas jangka waktu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu dan tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap. Selain itu perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu:1)    Pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya;2)    Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun;3)    Pekerjaan yang bersifat musiman; atau4)    Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.Pengaturan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan aturan organiknya yakni Keputusan Menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor : KEP.100/MEN/VI/2004, telah jelas dan tegas menetapkan syarat-syarat dan sanksi hukumnya. Pengawasan pemerintah dalam hal ini seluruh jajaran Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI mulai tingkat pusat sampai dengan Kabupaten/Kota.Kata Kunci : Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Pekerja/Buruh, Pengusaha
PENGARUH PEMASARAN RELASIONAL DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN HOTEL SAFARI LABUHANBATU UTARA Aris Siregar
JURNAL PIONIR Vol 2, No 3 (2017): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.799 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i3.180

Abstract

ABSTRAK  Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui dan  menganalisis pengaruh “pemasaran relasional dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan Hotel Safari Labuhanbatu Utara” . Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskrptif dan metode analisis statistik. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara,   kuesioner   dan   studi   dokumentasi.   Perumusan   masalah   dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apakah ada pengaruh pemasaran relasional dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan pada Hotel Safari Labuhan batu Utara.Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa hasil uji F dengan nilai 32,833 menunjukkan bahwa variabel pemasaran relasional dan kualitas pelayanan dipakai untuk  mengestimasi loyalitas Pelanggan Hotel Safari Labuhanbatu Utara. Hasil uji signifikan t (Uji t) menyatakan bahwa variabel yang memiliki pengaruh positif dan signifikan adalah variabel Pemasaran Relasional (X1), dengan tingkat nilai 7,631  >  1,99045;  dan  tingkat  signifikan  0,000  <  0,05;  dan  variabel  Kualitas Pelayanan  (X2)  memiliki  korelasi  yang  tidak  signifikan,  dengan  tingkat  nilai 0,706  <  1,99045;  dan  nilai  signifikan  sebesar  0,482  >  0,05.  Hasil  koefisiendeterminan  ( R 2 )  adalah  0,674  memilki  makna  bahwa  variabel  Pemasaran Relasional  dan  Kualitas  Pelayanan  memiliki  hubungan  yang  erat  terhadap Loyalitas Pelanggan (Y) pada Hotel Safari Labuhanbatu Utara. Adjusted R Square sebesar 0,440 berarti nilai 44% peningkatan Loyalitas Pelanggan (Y) pada Hotel Safari Labuhanbatu Utara dapat dijelaskan oleh Pemasaran Relasional dan Kualitas Pelayanan, sedangkan sisanya 66% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata  Kunci:  Pemasaran  Relasional,  Kualitas  Pelayanan,  dan    Loyalitas Pelanggan.
PERANAN VISUM ET REPERTUM PADA TAHAP PENYIDIKAN YANG DILAKUKAN POLRES ASAHAN PADA KASUS TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN SESUAI DENGAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA Muhammad Salim Fauzi Lubis
JURNAL PIONIR Vol 2, No 3 (2017): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.15 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i3.185

Abstract

Pemeriksaan suatu perkara pidana di dalam suatu proses peradilan pada hakekatnya adalah bertujuan untuk mencari kebenaran materiil (materiile waarheid) terhadap perkara tersebut. Hal ini dapat dilihat dari adanya berbagai usaha yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam memperoleh bukti-bukti yang dibutuhkan untuk mengungkap suatu perkara baik pada tahap pemeriksaan pendahuluan seperti penyidikan dan penuntutan maupun pada tahap persidangan perkara tersebut.Proses penyelesaian perkara pidana penegak hukum wajib mengusahakan pengumpulan bukti maupun fakta mengenai perkara pidana yang ditangani dengan selengkap mungkin. Adapun mengenai alat-alat bukti yang sah sebagaimana dimaksud diatas dan yang telah ditentukan menurut ketentuan perundang-undangan adalah sebagaimana diatur dalam Undang-undang No.8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).                Di dalam usaha memperoleh bukti-bukti yang diperlukan guna kepentingan pemeriksaan suatu perkara pidana, seringkali para penegak hukum dihadapkan pada suatu masalah atau hal-hal tertentu yang tidak dapat diselesaikan sendiri dikarenakan masalah tersebut berada di luar kemampuan atau keahliannya. Dalam hal demikian maka bantuan seorang ahli sangat penting diperlukan dalam rangka mencari kebenaran materiil selengkap-lengkapnya bagi para penegak hukum tersebut.Pihak Kepolisian selaku aparat penyidik membutuhkan keterangan ahli dalam tindakan penyidikan yang dilakukannya yaitu pada pengungkapan kasus perkosaan. Kasus kejahatan kesusilaan yang menyerang kehormatan seseorang dimana dilakukan tindakan seksual dalam bentuk persetubuhan dengan menggunakan ancaman kekerasan atau kekerasan ini, membutuhkan bantuan keterangan ahli dalam penyidikannya. Keterangan ahli yang dimaksud ini yaitu keterangan dari dokter yang dapat membantu penyidik dalam memberikan bukti berupa keterangan medis yang sah.Kata Kunci  : Penyidikan, Keterangan Saksi Ahli, Petugas Kepolisian. Undang-undang No.8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidan (KUHAP).
ANALISIS KRIMINOLOGIS TERHADAP PENINGKATAN KEJAHATAN Emiel Salim Siregar
JURNAL PIONIR Vol 2, No 3 (2017): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.887 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i3.181

Abstract

Abstrak Kejahatan, seperti halnya kejahatan penganiayaan merupakan salah satu bentuk masalah sosial yang menarik untuk dibicarakan. Begitu dekatnya persoalan kejahatan penganiayaan ini dengan kehidupan kita, ditambah lagi dengan adanya tendensi peningkatan kejahatan penganiayaan ini, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, sebagai tindak pidana.  Kata Kunci: Penganiayaan Abstract Crime, as well as crime of persecution, is one of the most interesting forms of social problems to discuss. The closeness of this crime of maltreatment to our lives, coupled with the tendency to increase the crime of persecution, both in terms of quality and quantity, as a crime. Keywords: Persecution
PENGARUH CITRA MEREK, HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN KECAP INDOFOOD (STUDI KASUS PADA IBU – IBU RUMAH TANGGA DESA BUNUT SEBERANG KEC. PULO BANDRING) Rosnaida Rosnaida
JURNAL PIONIR Vol 2, No 3 (2017): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.77 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i3.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Citra Merek, Harga Dan Kualitas Produk terhadap Loyalitas Konsumen Kecap Indofood. Penelitian ini menggunakan 91 responden sebagai sampel penelitian dan teknik penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling.Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi, wawancara dan kuesioner yang pengukurannya menggunakan skala semantik diferensial.  Pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan  Citra Merek, Harga Dan Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Konsumen Kecap Indofood. Secara parsial, harga tidak berpengaruh signifikan, sedangkan citra merek berpengaruh signifikan. Citra merek merupakan faktor yang dominan mempengaruhi Loyalitas Konsumen Kecap Indofood. Nilai Adjusted R Square  sebesar 0,222, berarti 22,2% Loyalitas Konsumen dapat dijelaskan oleh Citra Merek, Harga Dan Kualitas Produk, dan sisanya 77,8% dijelaskan oleh faktor-faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci          : Citra Merek, Harga, Kualitas Produk, Loyalitas Konsumen.
PEMBERIAN AIR PERASAN DAUN DEWA (Gynura procumbens) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Erni Dian Fisesa
JURNAL PIONIR Vol 2, No 3 (2017): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.82 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i3.182

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya peningkatan produksi budidaya perikanan, hingga saat ini penggunaan pestisida masih dianggap penting sebagai salah satu  tahapan dalam proses produksi, terutama pada akuakultur skala tradisional dan modern. Pestisida digunakan untuk membasmi hama yang menyerang ikan budidaya, seperti: predator, alga, jamur, parasit, atau ikan lain yang bersifat kompetitor dalam persaingan ruang dan makanan yang dapat mengurangi tingkat produksi.Eksperimen laboratorium adalah penelitian yang dilakukan dalam  ruangan terkontrol, menggunakan 3 perlakuan termasuk kontrol dengan 3 ulangan. Tahapan dalam penelitian ini meliputi, Penelitian Pendahuluan Penelitian ini dilakukan untuk menentukan dosis yang akan digunakan dalam penelitian inti. Dosis yang digunakan dalam penelitian pendahuluan adalah 100 ppm. Terdapat 1 kontrol dan 1 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan.Penelitian ini dilaksanakan selama 96 jam dengan waktu aklimatisasi selama 3 hari. Adapun benih ikan yang digunakan adalah benih ikan nila. Pengamatan penelitian ini meliputi tingkat kelangsungan hidup dan pengamatan organ yaitu insang dan hati. Kata kunci : Oreocromis niloticus, kelulushidupan ,pengamatan organ.
ANALISIS KUALITAS PELAYANANDAN FASILITAS TERHADAP KEPUASAN PASIEN RUMAH SAKIT INDRYA HUSADA PTPN 3 MEMBANG MUDA Sale Malawat
JURNAL PIONIR Vol 2, No 3 (2017): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.579 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i3.187

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah secara simultan dan parsial Kualitas Pelayanan dan Fasilitas berpengaruh terhadap Kepuasan Pasien Rumah Sakit Indrya Husada PTPN 3 Membang Muda. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi tidak terbatas dengan jumlah responden yang sesuai dengan kriteria pengambilan sampel sebanyak 57 responden, sedangkan alat uji yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda dengan bantuan SPSS 17. Hasil uji hipotesis menunjukkan hubungan antara dependen dengan variabel dependen adalah secara parsial variabel kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan ( 0,01 ) < ( 0,05 ) atau nilai thitung 2.661 > 2.005, variabel Fasilitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan 0,043 < 0,05 atau nilai thitung 3.331 > 2.005.                Secara simultan variabel kedua variabel dependen berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien dengan tingkat signifikan ( 0,000 < 0,05 ) atau nilai Fhitung > Ftabel ( 5,845 > 3,15 ). Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Fasilitas, dan Kepuasan Pasien.
UPAYA HUKUM TERHADAP PRAPERADILAN M. Irfan Islami Rambe
JURNAL PIONIR Vol 2, No 3 (2017): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.547 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i3.183

Abstract

Praperadilan adalah wewenang Pengadilan Negeri untuk memeriksa dan memutus:Sah atau tidaknya suatu penangkapan atau penahanan, Sah atau tidaknya penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan. Yang berhak mengajukan Praperadilan adalah dari pihak Tersangka, yaitu apakah tindakan penahanan terhadap dirinya bertentangan dengan ketentuan Pasal 21 KUHAP, ataukah penahanan yang dikenakan sudah melawati batas waktu yang ditentukan Pasal 24 KUHAP.Putusan pra peradilan tidak dapat dimintakan banding (Pasal 83 ayat (1), kecuali terhadap putusan yang menyatakan tidak sahnya penghentian penyidikan dan penuntutan (Pasal 83 ayat (2) KUHAP). Selanjutnya, terhadap putusan praperadilan tidak dapat dimintakan kasasi. Alasan tidak dibenarkannya putusan praperadilan dibanding atau kasasi, adalah adanya keharusan penyelesaian secara cepat dari perkara-perkara praperadilan, yang jika hal tersebut (upaya hukum) dimungkinkan, maka perkara praperadilan akan berlarut-larut dan tidak akan diselesasikan secara cepat. Dalam praktek, upaya hukum peninjauan kembali terhadap praperadilan pernah dikabulkan, dalam Putusan Mahkamah Agung No. 4/PK/Pid/2000 tanggal 28 November 2001.Kata Kunci : Upaya Hukum, Praperadilan
PENGATURAN HUKUM PIDANA TERHADAP CONTEMPT OF COURT Suriani Suriani
JURNAL PIONIR Vol 2, No 3 (2017): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.982 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i3.188

Abstract

Contempt of court dapat menghambat proses persidangan bila dilihat dari banyak kasus yang terjadi di Indonesia. Tindakan pelecehan atau penghinaan terhadap Pengadilan (contempt of court) yang telah terjadi di Indonesia ini belumlah sepenuhnya terselesaikan. Ini dapat dilihat semakin meningkatnya tindakan contempt of court di Indonesia, hal ini disebabkan karena kurang tegasnya aparat penegak hukum dan pemerintah dalam hal menanggulangi kasus contempt of court yang terjadi.Dalam contempt of court, keadilan (justice) itu sendiri yang dicemoohkan, bukan pengadilan sebagai sebuah badan, bukan hakim. Jadi, yang dimaksud dengan contempt of court adalah sikap-sikap yang dapat dikategorikan dan dikualifikasikan penghinaan terhadap lembaga peradilan. Dalam Sistem Hukum Pidana di Indonesia belum ada peraturan perundang-undangan yang khusus mengatur tentang contempt of court. Saat ini terdapat beberapa pengaturan yang dapat diklasifikasikan sebagai bentuk dari contempt of court, terdapat dalam KUHP Indonesia yang pasalnya masih tersebar secara parsial, yaitu dalam Pasal 207, Pasal 210 Ayat (1) dan Ayat (2), Pasal 212, Pasal 216 Ayat (1), Pasal 217, Pasal 220 dan Pasal 317, Pasal 221 dan Pasal 223, Pasal 224, Pasal 231 dan 232 serta Pasal 233, Pasal 242 Ayat (1) dan Ayat (2), Pasal 316, Pasal 393 bis, Pasal 420, dan Pasal 522. Kemudian bentuk perbuatan contempt of court juga terdapat dalam beberapa pasal undang - undang hukum pidana di luar KUHP.Kata kunci : Pengaturan Hukum Pidana, Contempt of Court
PENGARUH DISIPLIN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN PENEMPATAN PEGAWAI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KAB. BATUBARA”. Abdul Rahman
JURNAL PIONIR Vol 2, No 3 (2017): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.828 KB) | DOI: 10.36294/pionir.v2i3.179

Abstract

ABSTRAK Variabel disiplin kerja harus menempati segala peraturan dan kebijakan ketenagakerjaan maupun peraturan organisasi yang berlaku serta pegawai dapat melaksanakan perintah manajemen dengan baik.Rumus regresi berganda yang digunakan adalah Y =a+b1 +b2+x2+x3+e agar peniliti mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.Kata Kunci : disiplin kerja, lingkungan kerja, penempatan pegawai, produktivitas pegawai Rumus : Y=,11,253+0,100X1+0,190X2+0,026X3+e. ABSTRACT Job discipline variables must occupy all applicable labor and employment regulations and policies and employees can execute management orders properly.The multiple regression formula used is Y = a + b1 + b2 + x2 + x3 + e so that the researcher knows the effect of the independent variable on the dependent variable. Keywords  : work discipline, work environment, employee placement, employee productivity Formula : Y =, 11,253 + 0,100X1 + 0,190X2 + 0,026 X3 + e.

Page 1 of 1 | Total Record : 10