cover
Contact Name
Abdul Jalil, SP
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6285334599691
Journal Mail Official
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata Sumbersari No, 49 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
The Indonesian Journal of Health Science
ISSN : 20875053     EISSN : 24769614     DOI : 10.32528/ijhs
Core Subject : Health, Science,
The Indonesian Journal of Health Science merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan dan diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember, dengan nomor p- ISSN: 2087-5053; e-ISSN: 2476-9614. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2010.
Articles 355 Documents
UPAYA PENANGANAN NON FARMAKOLOGIS KECEMASAN PADA PERSALINAN Wahyuningsih, Sri
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.023 KB) | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1545

Abstract

Kehamilan dan persalinan merupakan suatu periode yang special bagi wanita dan keluarganya. Periode ini dapat menghadirkan berbagai macam emosi pada wanita. Salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan dan rasa takut yang dialami oleh ibu bersalin sangat bervariasi, sehingga perlu mengatasinya dengan hal-hal yang non farmakologis. Tujuan yaitu mencoba menggali lebih banyak informasi mengenai hal-hal dalam penanganan non farmakologis kecemasan pada persalinan. Metode yang digunakan dalam hal ini tinjauan literatur dari 6 jurnal. Hasilnya peningkatan prevalensi kecemasan dalam persalinan dikaitkan oleh berbagai macam faktor dapat dikurangi yang diungkapkan melalui banyak penelitian yaitu bidan perawat dapat menerapkan non-farmakologis dengan langkah-langkah efektif, sederhana, murah, nyeri persalinan dapat dikurangi, meningkatkan kepuasan wanita, dan menghindari efek samping dari obat-obatan. Simpulannya Tenaga kesehatan diharapkan dapat menerapkan upaya non farmakologis sebelum upaya farmakologis untuk mengurangi kecemasan ibu bersalin. Kata kunci: Kecemasan Persalinan, Terapi Non Farmakologis
DUKUNGAN SOSIAL DAN KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS Jauhari, Jauhari
The Indonesian Journal of Health Science Vol 7, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.025 KB) | DOI: 10.32528/the.v7i1.386

Abstract

Patients with diabetes mellitus may arise anxiety that needs treatment in a comprehensive physical, psychological and social. Social support can affect the psychological anxiety by regulating the process. The purpose of research was analyze the relationship between social support and the level of anxiety in patients with diabetes mellitus. Croos sectional study design used by the respondents as many as 30 patients with purposive sampling technique. Data was collected by using a questionnaire DSKS  and KMKS. The results showed that nearly half of respondents have a social support in both categories by 40% and the level of anxiety in the category was 56.7%. Based on the test results of Spearman's correlation p value = 0.000, r = 0.737, which means there was a strong relationship between social support and anxiety in patients with diabetes mellitus. Social support involves emotions and a positive assessment on the individual in the face of the problem. This support is very influential for individuals to adapt and interact with their environment. Social support can be obtained from family members, friends, relatives and caregivers who are external sources that can provide relief to the patient in dealing with and facing an issue especially concerning the illness.
FAKTOR RESIKO RETINOPATI DIABETIKA : A CASE – CONTROL Noventi, Iis; Damawiyah, Siti
The Indonesian Journal of Health Science Vol 10, No 2 (2018): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.525 KB) | DOI: 10.32528/ijhs.v10i2.1851

Abstract

Retinopati Diabetika adalah komplikasi okular umum Diabetes Mellitus dan dianggap sebagai salah satu penyebab utama kehilangan penglihatan. Tujuan penelitian menentukan faktor ?faktor resiko pengembangan DR di RSMM Jawa Timur Surabaya. Metode yang digunakan studi kasus-kontrol pengumpulan data dilakukan ada atau tidaknya DR ditentukan oleh dokter mata. Hasil menunjukkan DR NPDR pasien perempuan dominan (60%), pada PDR pasien laki-laki dominan (60%). DR NPDR pasien dengan tidak mempunyai hipertensi dominan (53,3%), pada PDR pasien dengan hipertensi dominan (73,3%). DR NPDR pasien dengan dislipidemia dominan (60%), pada PDR pasien dengan dislipidemia dominan (63,3%). Umur terendah pasien DR NPDR ditemukan adalah 39 tahun, dan tertinggi 82 tahun. Pada PDR umur terendah adalah 40 tahun dan umur tertinggi adalah 63 tahun. Gula darah terendah pada pasien NPDR adalah 94 mg/dl, dan tertinggi 571 mg/dl. Pada PDR gula darah terendah adalah 108 mg/dl, dan tertinggi 453 mg/dl. Lama menderita DM terendah pada NPDR adalah 1 tahun, dan terlama 50 tahun. Pada PDR terendah 1 tahun dan terlama 20 tahun. Dengan demikian pasien diabetes perempuan, dengan dislipidemia, umur > 30 s.d < 85 tahun, dengan lama menderita 1 s.d ? 50 tahun mempunyai resiko NPDR. Sedangkan pasien diabetes laki-laki, hipertensi dan dislipidemia, umur ? 40 s.d <65 tahun, dengan lama menderita 1 s.d ? 20 tahun mempunyai resiko PDR.Kata Kunci: Retinopati Diabetes, faktor resiko, NPDR, PDR
PENGARUH PSIKOEDUKASI KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT PENDERITA SKIZOFRENIA Sasono, Tri Nuhudi; Rohmi, Faizatur
The Indonesian Journal of Health Science Vol 8, No 2 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.543 KB) | DOI: 10.32528/the.v8i2.864

Abstract

The presence of stigma and discrimination against with mental disorders encourage some parties either form government or non goverment organization develops several methods to improve healing in people with mental disorders. The act of them is mentoring the family with mental disorders. The nursing intervension that can be given to the family is psychoeducation. The purpose of this study is to detemine the influence of family psychoeducation on the ability of families in caring for schizophrenia patients. The kind of research used is that of quasi-experiment by pre- and post-test controll group design. Data were collected of research subjects consisted of 24 divided into control group and treatment group. Psychoeducation performed for 5 weeks with a frequency of 5 times with the duration of each time 45-60 minutes. Based on test results with Mann Whitney obtained p value <0.05 which means that comparison between the control group and treatment group showed significant improvement ability. The conclusion in this study is that psychoeducation has been proven to be effective in improving ability of family in treating people with schizophrenia. The nursing implications in this study are expected that psychoeducation becomes one part of promotive health efforts Keywords: Psikoedukasi, family, skizofrenia
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DALAM RUMAH TANGGA Ibnu, Faisal; Windartik, Emyk; Yulianti, Indra
The Indonesian Journal of Health Science Vol 10, No 2 (2018): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.951 KB) | DOI: 10.32528/ijhs.v10i2.1856

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan cara membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan, bina suasana dan pemberdayaan masyarakat. Status ekonomi sangat erat berkaitan dengan penerapan PHBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status ekonomi dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam rumah tangga di  Dusun Muteran Desa Wonodadi Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua kepala keluarga di Dusun Muteran Desa Wonodadi Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto sebanyak 112 orang menggunakan teknik sistematik random sampling hingga didapatkan sampel 88 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan menggunakan lembar observasi dengan cara menggunakan editing, coding, scoring, tabulating dan rank spearman. Hasil uji Rank Spearman menunjukkan nilai ? sebesar 0,000, dimana ? = 0,000 < 0,05 maka artinya terdapat hubungan antara status ekonomi dengan perilaku hidup bersih dan sehat di Dusun Muteran Desa Wonodadi Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi status sosial ekonomi maka semakin baik pula perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil ini menunjukkan bahwa status ekonomi sangat erat berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Kata Kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Status Ekonomi
PENGALAMAN ODHA DALAM MENGHADAPI STIGMA DAN DISKRIMINASI TERKAIT PENYAKITNYA Carsita, Wenny Nugrahati
The Indonesian Journal of Health Science Vol 8, No 2 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.08 KB) | DOI: 10.32528/the.v8i2.869

Abstract

HIV AIDS is a global problem where every country reports that HIV AIDS is the greatest health challenge. In Indonesia, the number of people living with HIV AIDS  (PLWHA)  from  year  to  year  is  increasing.  HIV  AIDS  disease  affects physical and psychosocial problems where one of the causes is stigma and discrimination. Stigma and discrimination have a negative impact on the life of PLWHA including health behavior. The aim of this study is to explore the experience of PLWHA in the face of stigma and discrimination related to the disease. This study used a qualitative research design using interpretive phenomenological approach. Data were collected by in-depth interviews in 6PLWHA who were able to express their experiences and were willing to be participants. The results were analyzed by Van Manen method. Five themes were identified in this study namely: (1) Suffering from a scary disease (2) Avoided (3) Experiencing negative emotional response (4) Want to be accepted (5) Ignoring stigma and discrimination. The experience of PLWHA in the face of stigma and discrimination effect misery and hope for PLWHA. All the processes faced by PLWHA in the form of suffering scary disease and avoidance generate negative emotional response. The negative emotional response experienced by the PLWHA raises hope that PLWHA can be accepted although the attitudes and actions done by PLWHA is avoided. It is hoped for health workers to increase promotive efforts through AIDS education activities to minimize stigma and discrimination in PLWHA,  and  the  health  workers  also  understanding  about  the  suffering  of PLWHA not limited to physical problems due to illness, but also psychological and social consequences of stigma and discrimination. Keywords: experience, PLWHA, stigma, discrimination.
PENGARUH STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS SIDOTOPO WETAN Anggasari, Yasi; Anggraini, Fitria Dwi
The Indonesian Journal of Health Science Vol 10, No 2 (2018): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.051 KB) | DOI: 10.32528/ijhs.v10i2.1861

Abstract

Kehamilan merupakan proses alami bagi seorang wanita, namun pada kenyataannya kehamilan saat ini banyak sekali diiringi dengan komplikasi dalam kehamilan salah satunya dengan preeklampsia yang lebih banyak pada ibu  dengan status gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi dengan kejadian preeklampsia ibu hamil trimester III di Puskesmas Sidotopo Wetan. Desain penelitian ini adalah analitik observasional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III pada bulan juni di Puskesmas Sidotopo Wetan Surabaya sebesar 65 orang, sampel sebesar 30 responden diambil dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Variabel independen yaitu status gizi, variabel dependen yaitu kejadian preeklampsia. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, pengolahan data melalui editing, scoring, coding, tabulating. Data dianalisis melalui uji staistika Mann Whiney dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hassil penelitian menunjukkan bahwa setengah (50%) responden mempunyai status gizi lebih, dan sebagian besar (60%) responden tidak mengalami preeklampsia. Hasil uji Mann Whitney ? (0,079) >? (0,05), maka H0 diterima artinya tidak ada pengaruh status gizi dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil trimester III Puskesmas Sidotopo Wetan Surabaya. Simpulan dari penelitian ini adalah tidak ada pengaruh status gizi dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil trimester III. Petugas kesehatan terutama bidan lebih meningkatkan upaya pencegahan terhadap kejadian preeklampsia.Kata Kunci : Status Gizi, Preeklampsia
PENGETAHUAN DAN STIGMA TERHADAP PASIEN HIV/AIDS DI LINGKUNGAN KESEHATAN, INDONESIA Urifah, Siti
The Indonesian Journal of Health Science Vol 8, No 2 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.259 KB) | DOI: 10.32528/the.v8i2.874

Abstract

Background: Lack of knowledge and misunderstanding about HIV transmissioncan influence the attitude toward patients with HIV or AIDS among health care providers. Negative attitude or stigmatizing attitude toward HIV or AIDS patients can create barriers to the provision of quality care. In healthcare settings in In- donesia, nurses are the majority group of health personnel. Thus, lack of knowledge about HIV transmission and poor attitudes of nurses may result in poor  health  care  services  for  these  patients.  This  study  to  examine  the stigmatizing attitude and knowledge about HIV transmission among nurses in Indonesia Methods: A cross sectional study was conducted with 400 nurses providing care to patients with HIV or AIDS in eight public hospitals in Jakarta selected by using convenience sampling method. Knowledge about HIV transmission was measured by using Knowledge of HIV/AIDS questionnaire, and Provider Attitude Toward PLHIV questionnaire was used to assess nurses? stigmatizing attitude toward patients with HIV or AIDS. Data were analyzed by frequency, percentage, mean, standard deviation, and Pearson correlation. Results: The results of this study showed that approximately 17.5 % of nurses had poor knowledge about HIV transmission. Among all nurses in this study, 27.7 % and 40.0 % of them answered that sweat and urine can transmit HIV, respectively. It was found that only 24.3 % of the nurses had a good attitude toward patients with HIV or AIDS. More than half of the nurses agreed and strongly agreed that patients with HIV or AIDS should be isolated and that hospital facilities for these patients  must be kept separate from  other  facilities.  Moreover,  28.8% of  the nurses believed that HIV and AIDS was punishment from God. In addition, this study also revealed that there was a significantly negative correlation between knowledge about HIV transmission and stigmatizing attitude toward patients with HIV and AIDS patients (r = -.171, p < .01). This finding revealed that the nurses who had poor knowledge about HIV transmission were more likely to have stigmatizing attitude toward HIV/AIDS patients. Conclusion: It is important for nurses to have accurate information about care for patients with HIV or AIDS patients  and  knowledge  about  HIV  transmission.  The  results  of  this  study suggested that knowledge about HIV transmission is still needed for nurses in Jakarta. Therefore, continuing education and training related to HIV and AIDS should be implemented in hospitals to enhance nurses? HIV and AIDS knowledge, so that they can provide quality nursing care to patients with HIV or AIDS in the hospitals.Keywords: Knowledge, Stigmatizing Attitude, HIV/AIDS Patients, Nurses
RISIKO ASFIKSIA NEONATORUM BERDASARKAN KEADAAN AIR KETUBAN DI RSU Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO TAHUN 2018 Palupi, Jenie; Widada, Wahyudi; Fitrianingsih, Ayu Agustina
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 1 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.256 KB) | DOI: 10.32528/ijhs.v11i1.2235

Abstract

Asfiksia neonatorum adalah kondisi bayi baru lahir tidak segera bernafas secara spontan dan teratur. Salah satu penyebab dari asfiksia neonatorum ialah keadaan air ketuban yang bercampur dengan mekonium atau keruh. Tujuan penelitian untuk mengetahui besar risiko asfiksia neonatorum berdasarkan keadaan air ketuban di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel yaitu sebagian ibu bersalin. Besar sampel 100 responden. Instrumen yang digunakan adalah checklist dari data yang diambil di rekam medik RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso tahun 2018. Analisa data menggunakan odds ratio. Hasil penelitian didapatkan 49% bayi mengalami asfiksia dan 82% ibu bersalin dengan keadaan ketuban keruh serta 46% ibu bersalin dengan keadaan air ketuban keruh melahirkan bayi dengan asfiksia. Hasil analisis bivariat menggunakan komputer dengan SPSS didapatkan  hasil odds ratio yaitu sebesar 6,389 yang artinya keadaan air ketuban keruh 6,389 kali lebih berisiko bayi lahir mengalami asfiksia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan perawat atau bidan dapat memberikan pelayanan serta mampu mendeteksi secara dini risiko bayi dengan asfiksia
Analisis Perkembangan Anak Usia Balita Di Desa Suci Anggraeni, Zuhrotul Eka Y; Widada, Wahyudi
The Indonesian Journal of Health Science Vol 9, No 1 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.26 KB) | DOI: 10.32528/the.v9i1.1260

Abstract

Perkembangan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif dan kualiatif. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ, dan sistem organ yang berkembangan sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Penelitian yang bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sample 167 Balita tersebar di 5 posyandu melalui teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan pengukuran menggunakan KPSP. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan analisis multivariat regresi linier. Variabel yang berpengaruh terhadap perkembangan berdasarkan hasil analisis uji statistik diatas menunjukan variabel variabel yang berpengaruh adalah  IMT ( indeks Massa Tubuh) dengan nilai p-value 0.17 faktor tersebut memiliki kontribusi lebih besar dibandingakan dengan faktor faktor lain dalam mempengaruhi perkembang. Status gizi anak memiliki peran penting peran penting dalam perkembangan anak. Gizi balita akan membantu optimalisasi dari perkembangan otak yang akan berdampak pada disemua semua aspek perkembangan. Aspek perkembangan meliputi: perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosial pada balita.Kata kunci : Perkembangan, Balita , Faktor dominan

Page 2 of 36 | Total Record : 355