cover
Contact Name
Abdul Jalil, SP
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
+6285334599691
Journal Mail Official
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata Sumbersari No, 49 Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
The Indonesian Journal of Health Science
ISSN : 20875053     EISSN : 24769614     DOI : 10.32528/ijhs
Core Subject : Health, Science,
The Indonesian Journal of Health Science merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan dan diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember, dengan nomor p- ISSN: 2087-5053; e-ISSN: 2476-9614. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2010.
Articles 355 Documents
Analisis Hubungan Perilaku Caring dengan Tingkat Kepuasan Pelayanan Kesehatan Rahmania Ambarika; Lingga Kusuma Wardani
The Indonesian Journal of Health Science Vol 13, No 1 (2021): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v13i1.5273

Abstract

Rendahnya perilaku caring menjadi  salah satu  penyebab dari ketidakpuasan pasien di unit pelayanan kesehatan.Penelitian ini di lakukan di UPTD Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan correlasional. Sample penelitian ini adalah 38 responden yang memenuhi criteria inklusi. Tehnik pengambilan sampling yang di gunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data dengan quisioner selanjutnya data di analisa dengan menggunakan uji Statistik Spearman’s rho.Hasil penelitian sebagian besar responden menunjukkan bahwa Perilaku Caring adalah Baik yaitu sebanyak 27 responden ( 71,05 % ). Kepuasan menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan puas dengan pelayanan yang ada yaitu sebanyak 26 responden( 68,42 % ).Hasil analisa didapatkan terdapat hubungan perilaku caring dengan tingkat kepuasan pelayanan kesehatan. Perilaku caring akan berpengaruh terhadap kepuasan pasien, perilaku caring yang baik akan menjadikan kepuasan pasien kearah positif, karena pasien memiliki kepercayaan yang tinggi dalam menilai pelayanan pusat kesehatan sehingga berdampak pada kunjungan ulang pasien, dan rasa percaya pada rumah pelayanan hesehatan.Rendahnya perilaku caring menjadi  salah satu  penyebab dari ketidakpuasan pasien di unit pelayanan kesehatan.Penelitian ini di lakukan di UPTD Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan correlasional. Sample penelitian ini adalah 38 responden yang memenuhi criteria inklusi. Tehnik pengambilan sampling yang di gunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data dengan quisioner selanjutnya data di analisa dengan menggunakan uji Statistik Spearman’s rho dengan variable independent perilaku caring perawat dan variable dependent Kepuasan.[l1] Hasil penelitian di UPTD Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang [l2] sebagian besar responden menunjukkan bahwa Perilaku Caring adalah Baik yaitu sebanyak 27 responden ( 71,05 % ). Kepuasan menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan puas dengan pelayanan yang ada yaitu sebanyak 26 responden( 68,42 % ).Hasil analisa dari penelitian hubungan perilaku caring dengan tingkat kepuasan pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Poncokusumo Kabupaten Malang  di peroleh dari hasil Ujistatistik Spearman’s rho di dapatkan nilai signifikasi atau nilai p = 0,000. Karena nilai p α ( 0,05 ), maka H0 ditolak artinya hipotesis penelitian di terima[l3] Perilaku caring akan berpengaruh terhadap kepuasan pasien, [l4] perilaku caring yang baik akan menjadikan kepuasan pasien kearah positif, karena pasien memiliki kepercayaan yang tinggi dalam menilai pelayanan pusat kesehatan sehingga berdampak pada kunjungan ulang pasien, dan rasa percaya pada rumah pelayanan hesehatan.  [l1]Delete saja [l2]Delete saja [l3]Delete saja, mohon bisa diganti dengan bahasa penelitian bukan bahasa statistik, jadi tidak ada Ho ditolak, melainkan apa hasil dari bahasa statistik itu dijabarkan di sini [l4]Delete saja
HUBUNGAN STATUS PERNIKAHAN DENGAN STRES IBU YANG MEMILIKI ANAK KANKER Resi Putri Naulia
The Indonesian Journal of Health Science Vol 10, No 1 (2018): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v10i1.1458

Abstract

Diagnosis dan pengobatan kanker anak dapat menimbulkan stres pada anak kanker dan orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status pernikahan dengan stres ibu yang memiliki anak kanker. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden ibu yang memiliki anak kanker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara status pernikahan dengan stres ibu yang memiliki anak kanker (p value = 0,008). Perlu dioptimalkan dukungan sosial dan manajemen stres untuk dapat meningkatkan koping ibu sehingga tercapai kualitas hidup yang lebih baik. Kata kunci     : Kanker Anak, Status Pernikahan, Stres Ibu
Full Paper Edisi Khusus September 2018 TIJHS T
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1570

Abstract

Full Peaper Edisi Khusus September 2018 berisi kover, halaman awal dan semua artikel yang dimuat dalam edisi ini.
STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN KELUARGA SEBAGAI PRIMARY CAREGIVER DALAM MERAWAT LANSIA DENGAN DEMENSIA DI KABUPATEN JOMBANG Muhammad Rosyidul‘Ibad* Ahsan** Retno Lestari***
The Indonesian Journal of Health Science Vol 6, No 1 (2015): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v6i1.35

Abstract

Primary family caregiver is the closest person whose main function is thecare of elderly dementia at home. They not only take care of elderly dementia alone,but also they have other roles and functions within the family. Primary familycaregivers often feel a negative impact such as psychological, social, and financialdisorders with the elderly dementia at home. Their dillemas conditions andconsequences as a result of caring for elderly people with dementia at home developresearcher’s spirit to explore the experience of the family as the primary caregiverin caring for the elderly with dementia in Jombang. The researchers used aqualitative design with interpretive phenomenological approach, the retrieval ofdata using in-depth interviews with semi-structured interview guide and field notesinvolve 5 participants. This research resulted in four themes (1) an overview of theprimary family caregivers to elderly dementia (2) the condition of elderly dementia(3) consequences of elderly dementia at home (4) act of primary family caregiver.Primary family caregiver get an overview from the ability to think and feel deeply,it is important to establish a sense of empathy as a foundation in performingmaintenance actions despite obstacles during the treatment process. Negative effectthat primary family caregiver receives makes them vulnerable to the risk of mentaldisorders. Caring for elderly dementia is difficult to do if only rely on experiencealone, therefore primary care giver need for strength.
GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA SURABAYA Muhamad Khafid; Nur Ainiyah; Siti Maimunah
The Indonesian Journal of Health Science Vol 11, No 2 (2019): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v11i2.2960

Abstract

Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan agama yang berkembang di masyarakat, serta mempunyai peranan penting dalam mengembangkan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia tidak lepas dari peran pemimpin dan pengelola serta santri di pondok pesantren. Seluruh penghuni pondok pesantren diharapkan kompeten dalam aspek pembangunan moral, spiritual dengan intelektual yang bernuansa agamis, juga menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, termasuk teladan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Pondok Pesantren Nurul Huda Sencaki Surabaya merupakan salah satu pondok pesantren yang belum optimal dalam melaksanakan PHBS sehingga muncul beberapa masalah kesehatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan yang bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami oleh subyek penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari dari separoh santri belum melaksanakan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu 54,7%. Tingkat pengetahuan tentang PHBS masih rendah yaitu 59.4%. Santri mempunyai sikap  terhadap PHBS sebesar 75%, dan kurangnya peran guru terhadap PHBS sebesar 56.3%.
PERUBAHAN KADAR β ENDORPHIN PADA PASIEN PRIMIGRAVIDA INPARTU KALA I FASE AKTIF DENGAN PENERAPAN “COMFORT FOOD: SLOW-STROKE BACK MASSAGE” BERBASIS TEORI KENYAMANAN KOLCABA DI RSUD KABUPATEN KEDIRI Dwi Rahayu; Yunarsih Yunarsih
The Indonesian Journal of Health Science Vol 7, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v7i1.381

Abstract

Pain in the first stage of labor occurs due to ischemia in uterine corpus and dilatation of the cervix (Sarwono, 2002). These sensations of pain is individual, because many factors affect, among others, the environment and cultural background (hamnah, 2003). For primiparous labor pain is a very unpleasant feeling and misery is more, because primiparous no experience and how to cope the pain (Cohen, 1991). Slow-Stroke Back Massage is an alternative therapy to reduce pain because it is easy to do. The purpose of this study is Proving β endorphin levels through Slow-Stroke Back Massage with Comfort Theory approach in patients primigravidas Inpartu Kala I Active Phase. The study design was cross sectional with quasy Experiment Design of Post Test Only with Control Group Design. Collecting data by checking β endorphins. Data Analysis  used statistical test Mann Whitney and obtained significant value of 0.000 means there is a difference between the control group and the treatment group. Average production of endorphins control group amounted to 7.46, and amounted to 19.54 endorphin treatment groups. Slow stroke back massage easily done by anyone and effective in terms of the economy and easy method to reduce pain intensity, it needs to be socialized.
Efektifitas Community Education System (CUBES) dengan Pendekatan Peer Group Education terhadap Kemampuan Bystander CPR Nove Lestari; Vela Purnamasari
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i2.4874

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Kejadian henti jantung ditandai dengan tidak adanya tanda – tanda sirkulasi seringkali ditemukan terjadi diluar rumah sakit yang membutuhkan pertolongan pertama dari orang – orang yang berada di sekitar korban (Bystander). Community Education System (CUBES) dengan pendekatan Peer Group Education merupakan pemberian pendidikan kesehatan yang diberikan  sasaran dengan jumlah yang banyak dengan karakteristik sasaran yang hampir sama, yang dilaksanakan secara kontinue dan dalam periode tertentu yang dalam rentang waktu yang telah direncanakan tersebut ada evaluasi hasil secara berkala.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adayaitu sejumlah 8 respondenbulannya efektifitas Cubes dengan pendekatan peer grup education terhadap kemampuan bystander CPR. Metode: Metode penelitian yang digunakan quasy eksperiment melalui pendekatan  Pre dan Post Test Without Control dengan teknik Non Probability Sampling tipe Purposive Sampling dengan populasi 41 orang dan didapatkan sejumlah 8 responden. Hasil: Dari hasil uji T-Test berpasangan tersebut didapatkan hasil Significancy  0,000 dimana nilai p-value 0,05. Simpulan dan Implikasi: Terdapat perbedaan rerata kemampuan responden dalam melakukan CPR  yang bermakna sebelum dan sesudah dilakukan intervensi Community Education System (CUBES) dengan pendekatan Peer Group. Diharapkan masyarakat selaku bystander CPR lebih berinsiatif serta berperan serta dalam pemberian bantuan hidup dasar kepada pasien henti jantung sehingga komplikasi bisa diminimalisir.
PENGALAMAN RESPON KLIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KELURAHAN SRENGSENG SAWAH JAKARTA SELATAN Rusdianingseh R
The Indonesian Journal of Health Science Vol 10, No 1 (2018): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v10i1.1447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arti dan makna pengalaman respon klien dalam mengendalikan penyakitnya. Desain penelitian ini menggunakan fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui deep interview atau wawancara mendalam. Partisipan dalam penelitian ini adalah klien diabetes mellitus tipe 2 sejak minimal 2 tahun terakhir. Data yang dikumpulkan berupa rekaman wawancara dan catatan lapangan. Hasil wawancara dibuat transkrip verbatim dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Penelitian mengidentifikasi 2 tema yaitu  respon fisik terhadap DM dan respon psikososial terhadap DM. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program peningkatan pengetahuan dan keterampilan klien diabetes mellitus tipe 2 dalam perawatan respon fisik dan psikososial yang dihadapi. Kata kunci: Pengalaman, DM tipe 2, Respon
LATIHAN GERAK MATA UNTUK KESEHATAN MATA: STUDI KASUS PADA KELUARGA BINAAN DI DESA KEMUNINGSARI LOR KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER Misbakhul Anwari; Rita Vidyawati; Ropickhotus Salamah; Mashila Refani; Nur Winingsih; Dwi Yoga; Rizka Inna; Tantut Susanto
The Indonesian Journal of Health Science 2018: Edisi Khusus, September: The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v0i0.1540

Abstract

Kebiasaan buruk ini dapat berpengaruh pada sistem-sistem tubuh pada anak sekolah usia 6-12 tahun.  Kebiasaan buruk yang dapat mengakibatkan kerusakan pada mata yaitu seperti aktivitas melihat dekat meliputi waktu dan jarak yang dihabiskan untuk membaca, penggunaan komputer, menonton televisi dan bermain TV game atau handphone, serta lamanya pajanan terhadap cahaya. Hal ini paling banyak disebabkan oleh semakin bertambah usia pada saat perkembangan bola mata maka panjang aksial bola mata juga akan bertambah sehingga cahaya akan jatuh di depan retina. Sarana media visual antara lain televisi, komputer dan video game, dan aktivitas melihat dekat yang terlalu banyak seperti melihat layar komputer, bermain video game, dan menonton televisi yang dapat melemahkan otot siliaris mata dan mengurangi ketajaman mata/visus. Pemeriksaan secara dini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah pada mata, tetapi dengan menggunakan teknik non farmakologi berupa latihan gerak mata dapat dilakukan. Peelitian ini adalah penelitian kualitatif pada keluarga Ny. I dengan responden An. A dengan dilakukan pretest dan postest pengukuran visus/ketajaman mata. Hasil akhir penelitian didapatkan bahwa perubahan visus pada An. A terjadi secara bertahap yaitu pada pertemuan pertama sebesar 20/60 dan pada pertemuan ke-12 didapatkan hasil 39.4/60. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan gerak mata terhadap kesehatan mata pada An. A di Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Panti Kabupaten Jember. (p-value = 0,001)Kata Kunci :Anak sekolah, Visus/ketajaman mata, latihan gerak mata.Kebiasaan buruk ini dapat berpengaruh pada sistem-sistem tubuh pada anak sekolah usia 6-12 tahun.  Kebiasaan buruk yang dapat mengakibatkan kerusakan pada mata yaitu seperti aktivitas melihat dekat meliputi waktu dan jarak yang dihabiskan untuk membaca, penggunaan komputer, menonton televisi dan bermain TV game atau handphone, serta lamanya pajanan terhadap cahaya. Hal ini paling banyak disebabkan oleh semakin bertambah usia pada saat perkembangan bola mata maka panjang aksial bola mata juga akan bertambah sehingga cahaya akan jatuh di depan retina. Sarana media visual antara lain televisi, komputer dan video game, dan aktivitas melihat dekat yang terlalu banyak seperti melihat layar komputer, bermain video game, dan menonton televisi yang dapat melemahkan otot siliaris mata dan mengurangi ketajaman mata/visus. Pemeriksaan secara dini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah pada mata, tetapi dengan menggunakan teknik non farmakologi berupa latihan gerak mata dapat dilakukan. Peelitian ini adalah penelitian kualitatif pada keluarga Ny. I dengan responden An. A dengan dilakukan pretest dan postest pengukuran visus/ketajaman mata. Hasil akhir penelitian didapatkan bahwa perubahan visus pada An. A terjadi secara bertahap yaitu pada pertemuan pertama sebesar 20/60 dan pada pertemuan ke-12 didapatkan hasil 39.4/60. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan gerak mata terhadap kesehatan mata pada An. A di Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Panti Kabupaten Jember. (p-value = 0,001)Kata Kunci :Anak sekolah, Visus/ketajaman mata, latihan gerak mata. 
STUDI FENOMENOLOGI : PENGALAMAN KESEPIAN PADA LANSIA YANG TINGGAL DIRUMAH SEORANG DIRI DI DESA TUNGGUL WULUNG – PANDAAN Evy Aristawati* Retty Ratnawati** Fransiska Imavike***
The Indonesian Journal of Health Science Vol 5, No 2 (2015): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v5i2.5

Abstract

Loneliness experienced on the elderly bring meaning and different expectations. Elderly sometimes not able to actively interact with their environment and adapt more slowly because of the conditions they experience so that researchers interested in using a qualitative approach to the design of phenomenology. According Streubert Carpenter (1999) The study design used is qualitative interpretative phenomenological approach .indepth interviews using semistructured questions involving four elderly people who experience loneliness and in daily living at home alone. Data were collected and analyzed using thematic analysis approach based Braun Clark. This study resulted in five themes namely the feeling of loneliness, self-assessment, emotional, situational, quality of life, the pattern of life and views on illness and death from the seventh Where the theme converging on the main themes, namely the meaning of life alive. The results of the overall interview participants showed one of things that support the achievement of the meaning of life in the elderly living at home alone is a change in the spiritual aspect, in this aspect there was an increase in integrated religion and belief in life where the elderly increasingly mature in their religious life. Spiritual terms generally expect condition, elderly healthy physical, longevity, zest for life, remain authoritative and face death in tranquility with spiritual provisions that they have.