cover
Contact Name
Rusmin Abdul Rauf
Contact Email
tahdis@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282344228117
Journal Mail Official
tahdis@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Gowa, Sulawesi Selatan Kampus II Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis
ISSN : 20867891     EISSN : 27162109     DOI : 10.24252/tahdis
Tahdis : Jurnal Kajian Ilmu Hadis adalah jurnal Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar yang berisi artikel ilmiah dan hasil penelitian berkaitan tentang Hadis dan Ilmu Hadis.
Articles 125 Documents
KEGELISAHAN DOSA DALAM PERSPEKTIF HADIS Andi Darussalam Tajang
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.23 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i2.11292

Abstract

Kegelisahan merupakan konstruksi psikologis yang sudah mulai mendapat perhatian para sarjana di bidang psikologi. Teori-teori yang ada dan kerangka kerja konseptual mengenai kegelisahan terutama merujuk pada para sarjana barat. Namun, teori dan kerangka kerja konseptual yang diusulkan oleh para sarjana Barat tidak cocok untuk digunakan sebagai tolok ukur dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan demikian, tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis konsep kegelisahan khususnya yang disebabkan karena dosa berdasarkan perspektif hadis menggunakan metode analisis konten (content analysis) dengan mengidentifikasi hadis dan pendapat para ulama yang relevan dan terkait. Studi ini menemukan bahwa perbuatan kebaikan (sesuatu yang berpahala), akan membawa kepada ketenangan jiwa, akibat rahmat yang dicurahkan kepadanya. Begitupun sebaliknya, jika seseorang berbuat keburukan (dosa), maka ketenangan jiwanya akan terganggu, membawa kepada kegelisahan, karena mengingkari sifat naluriahnya (fitrah)
INOVASI DALAM PERSPEKTIF HADIS Aisyah Aisyah
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.433 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v8i1.4009

Abstract

Inovasi itu memikirkan dan melakukan sesuatu yang baru untuk menambah atau menciptakan nilai-nilai yang bermanfaat, baik manfaat sosial maupun ekonomi. Untuk menghasilkan perilaku inovatif seseorang harus melihat inovasi secara mendasar sebagai proses yang dapat dikelola. Islam sangat mendukung adanya inovasi dalam hal apapun terkecuali dalam rana Aqidah yang merupakan fondasi mutlak dan mengharuskan mengikuti petunjuk Nabi saw. Inovasi merupakan hal yang sangat urgent dalam dunia bisnis, karena suatu usaha tidak dikatakan berhasil ketika hanya jalan di tempat, tanpa menghasilkan suatu perubahan. Inovasi itu sangat terorganisir, memilki proses, prinsip, tipe, sumber, tujuan, dan siklus agar mencapai hal yang lebih baik.
The Power of Niat Sebagai Landasan Etos Kerja Perspektif Hadis Muhammad Ali
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.576 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v9i2.7536

Abstract

Hadith of the Prophet is one of the main sources of Islamic teaching, by which Muslims all over the world are firmly referring to in all their activities. Thus, Muslims undeniably and unquestionably follow all the rules structured within the Prophetic hadith in their day to day life. Hadith stating that all actions should be based on their intention (niat) is sound (s}ah}i>h}), on both its chain of transmission and its content. This article will explore the meaning containing within the hadith which states that all human deeds should be based on their intentions. This article will also explore the role of intention in establishing work ethos and its implication in human life.
MANHAJ AL-RAMAHURMUZI DALAM KITAB AL-MUHADDIS AL-FASIL BAIN AL-RAWI WA AL-WA’I Rahmat Sandi
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.776 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v7i2.2780

Abstract

Al-Ramahurmuzi merupakan ulama hadis dan ilmu hadis terkemuka pada abad ketiga dan keempat hijriyah. Bahkan bukan hanya ilmu hadis, dia pun terkenal sebagai seorang sastrawan dan sejarawan pada masanya, meskipun dominannya dikenal sebagai ulama ilmu hadis karena karyanya yang tercatat sebagai karya pertama dalam bidang ilmu hadis. Kajian yang digunakan pada artikel ini adalah library research sehingga kajiannya mengumpulkan beberapa literatur yang terkait. Perkembangan ilmu hadis telah ada sejak Rasulullah saw. dan terus berkembang hingga menjadi sebuah ilmu yang mandiri. Para ulama yang berkecimpung di bidang hadis dan ilmu hadis harus terus mengembangkan metodologi ilmu hadis, agar tidak terjadi stagnan seperti yang pernah dialami pada abad ketigabelas dan empatbelas awal.  Berbagai karya yang ditulis oleh Al-Ramahurmuzi harus menjadi salah satu pijakan untuk memunculkan karya-karya agar memperkaya pengetahuan cendikiawan masa kini khususnya pada bidang hadis dan ilmu hadis.
MENUJU FIKIH GENDER: ANALISIS HADIS TENTANG PERINTAH MENGUMUMKAN PERNIKAHAN Aisyah Arsyad
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.72 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v8i2.7223

Abstract

Fenomena Nikah siri kembali mencuat diawali dengan gugatan Machica Mukhtar yang menuntut hak atas anaknya (Muh. Iqbal Ramadan yang merupakan hasil dari nikah sirinya dengan Moerdiono). Lalu pada awal tahun 2015 nikah siri online  marak dan menjadi sorotan publik, tokoh agama dan nasional. Respons yang begitu tinggi terhadap nikah siri online membuat model pernikahan ini langsung dapat diredam. Berbeda halnya dengan nikah siri yang selama ini telah lama dipraktekkan oleh masyarakat muslim di Indonesia dan tak kunjung mendapatkan solusi. Hal tersebut disebabkan oleh dualisme hukum perkawinan antara hukum negara dan hukum agama, di mana secara agama pernikahan tetap dianggap sah sekalipun tidak tercatat, di mana tindakan tersebut oleh hukum negara dianggap illegal. Hadis Nabi mengenai perintah mengumumkan pernikahan dalam pandangan penulis dapat dianalogikan sebagai kontrol sosial di masa Rasulullah saw. Karena perkawinan merupakan institusi sosial yang menjadi puncak ekspresi manusia dalam berkehidupan. Oleh sebab itu di masa sekarang ini yang dibatasi oleh hukum negara maka perintah mengumumkan pernikahan sebagai kontrol sosial di masa Rasulullah saw, dapat berubah menjadi kontrol politik dari negara sebagai pemilik kewenangan secara teritorial bagi setiap warganya. Implementasi dari analogi tersebut dapat dilihat dalam bentuk adanya kewajiban pencatatan bagi setiap peristiwa perkawinan. Status hukum pencatatan kemudian menjadi embrio munculnya nikah siri yang menimbulkan mudarat di kalangan masyarakat terutama bagi perempuan dan anak.
KEADILAN SAHABAT (Telaah Historis dalam Perspektif Metodologis) Tasmin Tangngareng
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.769 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v6i2.7178

Abstract

This article examines the equitableness of the Prophet’s companion (‘adalah al-sahabah) through historical and methodological perspective. The term of ‘adl means ‘straight’, ‘balance’,  ‘impartial’ or ‘put something on the right place’. In the Hadith perspective, ‘adl (equitably) is a man who constantly commands the right and forbids the wrong. Thus, its clear that ‘adl is a nature or a character of somebody which lead him to the right action. The term of ‘sahabah’ rooted from sa-hi-ba means ‘owner’ or ‘accompany’. In Hadith perspective, sahabah is a man who had been living along with The Prophet Muhammad for a or several years or involved once or several times in a war together with The Prophet Muhammad. Sahabah also means a man who met The Prophet Muhammad in the belief circumstances. Majority of ulamas (muslim scholar) said that the ‘adalah al-sahabah is guaranteed, so that they do not have to be criticized. However, the debate of ‘adalah al-sahabah among ulamas can be deal with redefinition of ‘adl as this article aims.
MELACAK AKAR KESEJARAHAN HADIS NABI PRA-KODIFIKASI Muhammad Abduh Wahid
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.726 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v6i1.7142

Abstract

Banyak asumsi-asumsi yang menyeruak dan menggema dalam tubuh umat Islam maupun di luar Islam. Misalnya Goldziher dan Sprenger yang menyatakan secara eksplisit bahwa hadis tidak ditulis pada masa Nabi dan mulai diciptakan pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz.Sayyid Hasan al-Shadr dengan sedikit terbelenggu dengan fanatisme mazhab mengatakan bahwa kodifikasi hadis paling awal dari golongan Syiah dengan menyebutkan shahifah milik Ali bin Abi Thalib dan dipelihara oleh Rafi’ maula Rasullullah. Ada riwayat yang menyatakan bahwa Umar bin Khattab yang melarang penulisan hadis dan membakar kitab-kitab sunnah, memukul Abu Hurairah karena meriwayatkan banyak hadis dari Nabi, dan memenjarakan sebagian sahabat karena penulisan Hadis. Al-Azhami tak luput dari kritiknya yang tajam dengan meneliti asal usul riwayat tersebut  dan menyimpulkan bahwa hadis yang diperpegangi larangan periwayatan hadis pada masanya adalah tidak berdasar. Justru dalam pelbagai riwayat, Umar bin Khattab membolehkan dan menuliskan hadis Nabi seperti hadis tentang pemakaian kain sutera, dan kitab tentang shadaqat, dan tuhan beserta Rasulnya sebagai wali bagi mereka yang tidak memiliki wali. Demikian juga didapati banyak riwayat yang mengisahkan bahwa beliau berpegang pada hadis ahad bahkan pada persoalan genting sekalipun
Kualitas Digitalisasi Hadis: Analisis SWOT pada Aplikasi OOH Andi Darussalam Tajang
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.081 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i1.9796

Abstract

Facing the digital era and industrial revolution 4.0, the development of the quantity and quality of information services, especially in the development of hadith science in Indonesia is expected to increase significantly in order to reach all communities, especially for people who live in 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar). However, at present the quantity and quality of information technology in the development of hadith science in Indonesia has not been satisfactory, especially by people living in the 3T area. This research, trying to answer the challenges through a SWOT analysis of the One Day One Hadith (OOH) application on the Android operating system. The results of the study show that there are advantages and opportunities that are owned, but there are some weaknesses and threats to be followed up as early as possible in advancing literacy and understanding of Islam, especially in the science of hadith to Muslims in Indonesia.
LARANGAN MENGGUNAKAN BARANG HARAM SEBAGAI OBAT Muhammad Abduh Wahid
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.222 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v8i1.3998

Abstract

Dalil merupakan petunjuk Nabi Muhammad saw. menjadi petunjuk bagi umat Islam untuk menjalani hidup. Jika ada petunjuk dari Nabi bahwa itu haram maka hal itu tidak boleh. Jika ada petunjuk dalil membolehkan maka itu boleh dilakukan. Pada dasarnya segala sesuatu memiliki manfaat menggunakan hal yang haram sebagai obat ada yang menerangkan bahwa khamar memiliki manfaat, akan tetapi dosanya lebih besar dari pada manfaatnya. Oleh karena itu Rasulullah melalui sabdanya mengatakan bahwa khamar bukanlah obat, melainkan penyakit dan melarang orang mukmin untuk berobat dengan sesuatu yang haram, salah satu di antaranya dengan khamar
Tekstualitas Hadis Nabi saw.: Telaah Kritis atas Pemikiran Kassim Ahmad Hendri Hendri
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.506 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v9i1.7522

Abstract

Hadis Nabi telah ada sejak awal perkembangan Islam adalah sebuah kenyataan yang tak dapat diragukan lagi. Memperlakukan hadis Nabi sebagai teks sejarah seperti yang dilakukan oleh banyak pemikir kontemporer maupun klasik sangatlah menarik. Tulisan ini mengkaji pemikiran Kassim Ahmad dalam kaitannya hadis sebagai teks sejarah, serta implikasinya. Bagi Kassim, hadis sebagai teks sejarah artinya ia berbeda dengan al-Qur‘an dan hadis berada pada posisi kedua setelah al-Qur’an, dalam istilah lain hadis tidak berbeda dengan buku-buku lainnya, yaitu tidak mutlak kebenarannya (bukan wahyu). Bagi Kassim, dengan menempatkan hadis sebagai teks sejarah, maka implikasi positif yang muncul adalah pentingnya sebuah kajian hermeneutika terhadap teks hadis tersebut. Dengan kajian ini, akan lebih mudah membongkar dan mendeteksi kepentingan-kepentingan tertentu yang menyelimuti hadis dalam bentuk teks tersebut. Karena, dalam hermeneutika hadis ada empat hal penting yang perlu direkonstruksi, yaitu pertama, dunia pengarang (the world of the outher), kedua, dunia teks (the world of the texs), ketiga, dunia rawi atau penyampai hadis (the world of transformator), dan keempat, dunia pembaca (the world of the reader). Masing-masing element ini menjalani suatu keterbukaan satu sama lain sehingga ada unsur saling memberi dan menerima yang kemudian memungkinkan bagi lahirnya mediator yang mengantarai masa lalu dan masa kini atau antara yang asing dan yang lazim sebagai bagian dalam usaha memahami.

Page 4 of 13 | Total Record : 125