cover
Contact Name
Rusmin Abdul Rauf
Contact Email
tahdis@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282344228117
Journal Mail Official
tahdis@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Gowa, Sulawesi Selatan Kampus II Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis
ISSN : 20867891     EISSN : 27162109     DOI : 10.24252/tahdis
Tahdis : Jurnal Kajian Ilmu Hadis adalah jurnal Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar yang berisi artikel ilmiah dan hasil penelitian berkaitan tentang Hadis dan Ilmu Hadis.
Articles 125 Documents
GENDER PERSPEKTIF HADIS Abdul Mutakabbir
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.219 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v7i2.2779

Abstract

Gender merupakan bahasan aktual dan menjadi bahan diskusi di setiap pertemuan ilmiah. Para pemikir atau kaum feminis khususnya “mengabdikan diri” untuk menjadikannya sentral kajian dan memperkenalkannya secara luas. Sebahagian masyarakat tidak tahu dan tidak ingin mengetahuinya, sementara sebahagian lainnya mendalaminya dan tidak jarang “kebablasan” dalam memaknai makna gender dalam menjalani kehidupan. Bahasan tentang gender bukanlah sesuatu yang baru, melainkan telah diungkap dalam al-Qur’an, misalnya dalam persamaan keimanan, ibadah dan beberapa aktifitas lainnya. Lebih spesifik, nabi Muhammad saw. memisi misi tentang gender. Ia hadir untuk mengangkat derajat sekaligus memuliakan kaum wanita. Memberikan peran dalam berbagai lini kehidupan, memberikan hak yang diiringi dengan kewajiban. Wanita harus memiliki peran dalam segala lini kehidupan selama tidak menyimpang dari kodratya sekaligus tidak menghianati penghormatan yang telah diberikan oleh nabi Muhammad saw. melauli tetesan air mata dan aliran darah. Oleh karenanya, tulisan ini lahir untuk menginformasikan bahwa perdebatan gender dewasa ini merupakan salah satu konsen Nabi saw. dalam menebar kedamaian di alam ini dan menggunakan hak serta melaksanakan kewajiban masing-masing dengan tidak melampau batas sesuai dengan keinginan syahwat dan akal-akalan belaka.
WAWASAN HADIS TENTANG SILATURAHMI Andi Darussalam
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.834 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v8i2.7222

Abstract

Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial pada dasarnya tidak mampu hidup sendiri di dalam dunia ini, mereka harus berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial yang merupakan hubungan sosial dalam suatu masyarakat mendapat perhatian dalam ajaran Islam. Interaksi sosial tersebut dalam Islam dikenal dengan istilah silaturrahmi. Salah satu sumber ajaran Islam adalah hadis, yang merupakan perkataan, perbuatan, taqrir, dan hal ihwal Rasululllah saw. Melalui metode analisis kualitatif dengan pendekatan ilmu hadis tulisan ini membuktikan bahwa silaturrahmi merupakan interaksi sosial yang mempunyai banyak manfaat bagi manusia demi untuk mewujudkan kebahagian di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu Rasulullah Saw. sangat menekankan pentingnya silaturrahmi dan larangan memutuskannya.
KAJIAN SANAD Muhammad Ali
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.698 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v6i2.7177

Abstract

Pada tradisi awal Islam Sanad  hadis sudah dipergunakan sejak  para dan merupakan tradisi ilmiah dan sistem periwayatan yang dapat dipertahankan dan dipertanggung jawabkan. Unsur-unsur sanad dalam periwayatan hadis adalah  bagian yang sangat penting baik dalam menentukan kualitas hadis maupun dari segi kuantitasnya. Metodode yang digunakan pada karya ilmiah ini adalah analisis teori. Pada tinjauan historis, sanad digunakan oleh agama Yahudi atau terdapat dalam kitab yahudi, Mishnah, termasuk  masyarakat Jahiliyah dalam menuturkan silsila dan syair-syair mereka juga menggunakan metode sanad meskipun  tidak jelas sejauh mana metode itu diperlukan. Para ulama hadis Sanad hadis merupakan bagian dari agama. 
TEORI MENGENAI PENCIPTAAN MANUSIA DALAM HADIS NABI; KAJIAN MA’ANIL HADIS Muhammad Abduh Wahid
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.42 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i2.12462

Abstract

The discourse between religion and science (science) is a classic issue that is still developing in the Western world in the form of secularism. However, Islam does not approach this scientific problem from that perspective because Alquran and Sunnah have provided a complete and perfect system that covers all aspects of human life. This includes the process of human creation. This paper will examine the Hadith Text About the Process of Man's creation and How the Interpretation of the Hadith according to Science. The author found that the Creation of man after the prophet Adam was created through several fertilization phases.
KORELASI LINEARITAS ILMU DOSEN TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA Studi atas Pembelajaran Ilmu Hadis pada UIN Alauddin Makassar Arifuddin Ahmad
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.703 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v6i1.7141

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara linearitas ilmu dosen terhadap hasil belajar, baik menyangkut prestasi belajar maupun tingkat kepuasan mahasiswa  UIN Alauddin Makassar dalam pembelajaran Ilmu Hadis tahun akademik 2014/2015. Penelitian ini menggunakan mix method, yakni penelitian yang mengkombinasi pendekatan kuantitatif korelasional dan kualitatif deskriptif-elaboratif. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik inferensial melalui analisis korelasional antara variabel X (Linearitas Ilmu Dosen) dan variabel Y (Hasil belajar) yang dibagi kepada prestasi belajar mahasiswa (Ya) dan tingkat kepuasan mahasiswa (Yb). Obyek penelitian adalah dosen Hadis dan Ilmu Hadis pada Program Pasacasarjana dan Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Filsafat, dan Politik UIN Alauddin Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara linearitas ilmu dosen dengan hasil belajar mahasiswa pada Program Pascasarjana, baik pada tingkat S2 maupun S3 namun hal yang berbeda pada Program Studi Ilmu Hadis (S1) atau terdapat korelasi yang signifikan antara linearitas ilmu dosen dengan hasil belajar mahasiswa, yakni bagi yang memiliki latar belakang pendidikan S1 memeroleh nilai rata-rata ‘sangat baik’  sedangkan yang tidak memiliki latar belakang pendidikan S1 memeroleh nilai rata-rata ‘baik’. Adapun korelasi antara kompetensi dosen dengan hasil belajar mahaisswa PPs adalah ‘sangat kuat’, yakni prestasi mahasiswa memeroleh nilai 0.90 dan tingkat kepuasan mahasiswa memeroleh nilai 0.85 dan demikian pula halnya korelasi antara kompetensi dosen dan hasil belajar mahasiswa Prodi Ilmu Hadis adalah ‘sangat kuat’, yakni prestasi belajar memeroleh nilai 0.92 dan tingkat kepuasan memeroleh nilai 0.84. Hasil penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi dosen Prodi Ilmu Hadis dan perlunya mempertimbangkan latar belakang pendidikan S1 yang linear dengan bidang keilmuan dalam perekrtutan dosen pada strata satu (S1).
HAJI BUDAYA DAN BUDAYA HAJI Abdullah Thalib Thalib
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.221 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i1.9856

Abstract

Haji sebagai budaya dan budaya dalam berhaji perspektif sosio-filosofis, menjadi tradisi yang serius diteliti dalam kehidupan keberagamaan dewasa ini, sebab dalam upacara ritual berhaji terkadang sebagian jamaah melupakan makana substansi atau ontologism dalam berhaji itu sendiri. Seharusnya para pelaksana haji sedapat mungkin memahaminya secara dhahiriyah dan bathiniyah atau teks dan konteks dalam pelaksanaan haji. Dalam peneluusuran tulisan ini menemukan Pertama, Haji budaya adalah pelaksanaan haji yang dilakukan oleh setiap umat Islam yang berkemampuan totalitas, secara hakiki ritualistik, spiritualistik dan nilai-nilai sosialistik yang dilakukan oleh orang-orang yang berhaji adalah sebuah budaya. Kedua, Para pelaksana haji baik yang berkemampuan lebih atau yang memaksa diri dalam rangka meraih tingkatan mabrur sebatas pada ritualisme belaka dan tidak memberikan nilai implikasi dari ke-hajiannya, merupakan budaya haji yang hura-hura mengejar prestise bukan prestasi dan kualitas. Hal inilah yang merusak kehidupan kemanusiaan secara individu dan kelompok seperti melakukan penyimpangan sepulang dari melaksanakan haji antara lain korupsi, kolusi dan nepotisme yang tidak wajar untuk dilakukan oleh para haji-haji.
PERNIKAHAN ENDOGAMI PERSPEKTIF ISLAM DAN SAINS Andi Darussalam; Abdul Malik Lahmuddin
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.742 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v8i1.3997

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pernikahan endogami perspektif Islam dan Sains.  Adapun tujuan penelitian ini, yaitu, 1. Bagaimana pernikahan endogami menurut Islam, dan 2. Bagaimana pernikahan endogami menurut sains.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan ilmu-ilmu keislaman seperti ilmu Alquran dan ilmu Hadis dan sains khususnya ilmu biologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1. Terdapat banyak nash-nash dalam Alquran dan hadis yang melarang pernikahan endogami dalam arti nasab atau hubungan kekerabatan, walaupun terdapat juga nash yang membolehkannya seperti nikah dengan sepupu. 2. Terdapat kenyataan-kenyataan ilmiyah yang membuktikan bahwa pernikahan endogami membawa dampak negatif terhadap kehidupan keluarga, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan.Implikasi penelitian ini diharapkan mendorong masyarakat untuk melakukan pernikahan eksogami atau diluar kekerabatan untuk menciptakan generasi berkualitas.
"Dirasat fi al-Hadits al-Nabawiy wa Tarikh Tadwinih": Analisis Terhadap Pemikiran Hadis Muhammad Mushthafa al-Azamy Sitti Syakirah Abu Nawas
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.999 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v8i2.7229

Abstract

Pemikiran Orientalis tentang otentisitas hadis, diakui atau tidak, mempengaruhi pandangan sejumlah pemikir Muslim tentang hadis Nabi. Hal ini tentu mengandaikan adanya kemungkinan banyak hadis yang otentitasnya perlu dipertanyakan, diragukan, atau bahkan ditolak sama sekali.Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Azamy dalam menanggapi pemikiran orientalis tersebut dalam bukunya Dirasat fi al-Hadits al-Nabawiy wa Tarikh Tadwinih. Bagaimana metode penulisannya, serta bagaimana historisitas sistem isnad dan otentisitas hadis. Berdasarkan penelusuran penulis, karya Azamy tersebut dilatari oleh keinginannya membantah pandangan sejumlah pemikir, khususnya para sarjana Barat (orientalis), yang menilai bahwa keberadaan hadis tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hadis merupakan sesuatu yang a-historis. Di sisi lain, karya tersebut juga dimaksudkan sebagai suatu usaha penting untuk membuktikan otentisitas hadis. Dalam penyajian materi, Azamiy menyusunnya dengan sistematis. Uraiannya terdiri dari dua juz, delapan bab, dan enam fashl. Dalam karyanya ini, Azami menunjukkan berbagai kekeliruan yang dilakukan oleh orientalis dalam melihat historisitas sistem isnad dan otentisitas hadis.
SEJARAH DAN KEDUDUKAN SANAD DALAM HADIS NABI Muhammad Ali
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.152 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v7i1.7191

Abstract

Sanad hadis dipergunakan sejak para Sahabat Nabi merupakan suatu tradisi ilmiah dan sistem periwayatan yang dapat dipertahankan dan dipertanggung jawabkan. Unsur-unsur sanad dalam periwayatan hadis adalah bagian yang sangat penting baik dalam menentukan kualitas hadis maupun dari segi kuantitasnya. Dalam tinjauan sejarah, sebelum Islam sanad telah digunakan oleh agama Yahudi atau terdapat dalam kitab Yahudi, Mishnah, termasuk masyarakat Jahiliyah dalam menuturkan silsila dan syair-syair mereka juga menggunakan metode sanad. Namun setelah Islam datang sanad dalam hadis jauh lebih metodologis dalam penggunaan periwayatan hadis. Pernyataan ini telah di tahqiq oleh para ulama hadis “Sanad hadis merupakan bagian dari agama”
ISTIHSAN DAN PEMBARUAN HUKUM ISLAM Darmawati Hanafi
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.027 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v6i2.7172

Abstract

Ishtisan is one source ijtihad, which means assuming something better to achieve a kemaslahatan. Ishtihsan be used as evidence because they are more able to realize the objectives of shari'ah. Scholars who use ishtihsan as a source of Islamic law of which the Imam Abu Hanifah, Imam Malik and some followers of Imam Ahmad bin Hanibal.Kaitan ishtihsan with legal reform lies in the maqasid Islamic Shari'a, which aims to realize and maintain the benefit of mankind.

Page 3 of 13 | Total Record : 125