cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
Factors Influencing Utilization of Chronic Disease Management Programs among Adults with Diabetes in Primary Care: A Scoping Review Shofiyana Shofiyana; Sutopo Patria Jati; Farid Agushybana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52376

Abstract

Chronic disease management programs (CDMPs) in primary health care aim to improve outcomes and reduce avoidable utilization for people with type 2 diabetes, yet enrollment, engagement, and sustained use vary widely across settings. Objective: To map factors influencing utilization of CDMPs among adults with diabetes in primary care and identify leverage points to improve uptake and sustained participation. Methods: We conducted a scoping review of 12 original studies across diverse health systems, synthesizing patient-, program-, provider-, system-, and technology-level determinants of utilization. Results: Utilization was shaped by insura nce coverage and costs, care access and convenience, service quality, referral processes, provider capacity, health literacy, motivation, social support, and fit with clinic workflows. Evidence from Indonesia’s Prolanis linked program engagement to national insurance membership, primary care use, and glycemic monitoring, with active participation associated with fewer outpatient visits (Putra et al., 2024). Family support and perceived service quality strongly predicted active participation (Cahyaningrum et al., 2024). Technology-enabled programs such as remote patient monitoring (RPM) and telemedicine showed promise for widening access when adequately resourced and integrated, but sites reported variable delivery strategies and implementation barriers (staffing, leadership buy-in, reimbursement, and EHR workflows) (Kirkland et al., 2023). Conclusions: Multi-level, context-adapted strategies are needed to optimize CDMP utilization, including streamlined EHR-enabled referrals, aligned incentives, family-engaged care, provider training, and flexible digital options that fit clinic workflows and patient preferences.
The Effect of a Culture-Based mHealth Application “Bersama Peduli” on Pain, Sleep, and Fatigue Among Cancer Patients Joko Supriyanto; Nur Chayati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52570

Abstract

Cancer patients commonly experience complex clusters of psychological and physiological symptoms, particularly pain, sleep disturbances, and fatigue. These symptoms require comprehensive and continuous management. This study introduced an innovative, non-pharmacological approach using a culture-based mobile health (mHealth) application Bersama Peduli to support primary symptom management. The study aimed to evaluate the effect of the Bersama Peduli mHealth application on pain, sleep quality, and fatigue among cancer patients. A quasi-experimental design with a one-group pre-test–post-test approach was employed. The sample consisted of 36 patients aged 18–75 years, selected through purposive sampling. Pain intensity was assessed using the Visual Analog Scale (VAS), sleep disturbances using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and fatigue using the Functional Assessment of Chronic Illness Therapy–Fatigue (FACIT–F). Measurements were taken over a four-week intervention period. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The findings demonstrated significant improvements in pain, sleep disturbances, and fatigue, with all outcomes showing p-values of 0.001 (p < 0.05). These results indicate that the culture-based mHealth application Bersama Peduli effectively reduces pain, improves sleep quality, and decreases fatigue among cancer patients. Integration of this intervention into comprehensive cancer care strategies is strongly recommended.
Pengaruh Foot Reflexology Terhadap Kecemasan Pada Pasien Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan Tahun 2025 Siska Ndruru; Karolina Dhuka; Shayla Octaviana Salsabilla; Cindy Faulina Silaban; Ramanisah Sahputri Sigalingging; Elis Anggeria
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52824

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi maupun pemanfaatan insulin. Penderita diabetes melitus kerap mengalami kecemasan akibat penyakit kronis, komplikasi, dan terapi jangka panjang. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengatasinya adalah foot reflexology, yaitu pijatan pada titik refleksi telapak kaki yang terhubung dengan organ tubuh. Terapi ini membantu relaksasi, memperlancar sirkulasi darah, serta mengurangi ketegangan fisik maupun psikis. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh foot reflexology terhadap kecemasan pada pasien diabetes melitus. Metode: penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pasien diabetes melitus yang dirawat di RSU Royal Prima. Sebanyak 50 responden dijadikan sampel penelitian dengan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank, diperoleh nilai 0,00<α0,05. Kesimpulan: Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh foot reflexology terhadap penurunan kecemasan pada pasien diabetes melitus di RSU Royal Prima.
Hubungan Self Esteem Dengan Tingkat Stress Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSU Royal Prima Medan Tahun 2025 Defani Hadispa Siregar; Elhani Ayu Purnama Zega; Rita Try Yanti T; Nirawati Ndruru; Riska Darwinanti; Tiarnida Nababan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52826

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) mengacu pada penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) yang berkelanjutan dan berlangsung lebih dari tiga bulan, yang menyebabkan gangguan fungsi ginjal dalam mengelola limbah metabolik (Brunner & Suddart, 2022). Kondisi ini berkontribusi terhadap perkembangan uremia dan azotemia (Inayati, 2020). PGK berkembang secara bertahap dan ditandai dengan kerusakan jaringan ginjal yang lambat, sering disertai gejala seperti mual, muntah, nafsu makan berkurang, kelelahan, gangguan tidur, kram otot, edema pada ekstremitas bawah, dan tekanan darah tinggi. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menilai harga diri pada pasien gagal ginjal kronis di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Metode pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang digunakan. Populasi penelitian terdiri dari 130 individu yang didiagnosis gagal ginjal kronis, dengan 50 partisipan dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diberikan kepada responden, dan analisis dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis statistik menghasilkan nilai p sebesar 0,001, yang menunjukkan signifikansi pada tingkat 0,05. Kesimpulan temuan ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara harga diri dan tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat untuk penelitian lebih lanjut mengenai harga diri, stres, dan manajemen penyakit ginjal kronis.
Pengaruh Kompetensi Tenaga Medis Terhadap Kepuasan Pasien : Literature Review Aliyya Rahma Sari; Eni Mahawati; Slamet Isworo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50973

Abstract

Abstrak Kompetensi tenaga kesehatan yang holistik menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan medis yang berkualitas dan berorientasi pada pasien. Kompetensi tenaga medis sangat penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berkualitas dan meningkatkan kepuasan pasien. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dimensi-dimensi kompetensi tenaga medis dan pengaruhnya terhadap mutu layanan kesehatan dan tingkat kepuasan pasien, dengan mempertimbangkan faktor pendukung seperti kepemimpinan klinis dan lingkungan kerja. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis sembilan penelitian terdahulu dalam rentang tahun 2019 - 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi tenaga medis yang mencakup keterampilan klinis, komunikasi, dan empati terbukti meningkatkan mutu layanan dan kepuasan pasien. Kepemimpinan klinis serta lingkungan kerja yang mendukung memperkuat dampak positif tersebut. Kesimpulannya, peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh kompetensi tenaga medis yang bersifat holistik, mencakup aspek teknis, interpersonal, dan kepemimpinan Kata Kunci: kompetensi tenaga medis, kepemimpinan, mutu pelayanan kesehatan, kepuasan pasien. Abstract Holistic healthcare worker competency is a crucial foundation for delivering quality, patient-centered medical services. Medical worker competency is crucial for ensuring quality healthcare and improving patient satisfaction. This literature review aims to comprehensively analyze the dimensions of medical worker competency and their impact on healthcare service quality and patient satisfaction, considering supporting factors such as clinical leadership and the work environment. The method used was a literature review, analyzing nine previous studies conducted between 2019 and 2025. The results of the study indicate that medical worker competency, encompassing clinical skills, communication, and empathy, has been shown to improve service quality and patient satisfaction. Clinical leadership and a supportive work environment reinforce this positive impact. In conclusion, improving healthcare service quality and patient satisfaction is strongly influenced by holistic medical worker competency, encompassing technical, interpersonal, and leadership aspects. Keywords: competence of medical personnel, leadership, quality of health services, patient satisfaction.
Uji Aktivitas Antidiabetes Secara In Vivo Ekstrak Buah Averrhoa bilimbi Tikus Jantan Diabetes Devi Arista; Margareta Pratiwi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51942

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting, karena jumlah kasus dan prevalensi diabetes melitus terjadi peningkatan dihampir semua provinsi di Indonesia. Penatalaksanaan diabetes melitus tipe 2 melibatkan tindakan farmakologis maupun nonfarmakologis. Penderita diabetes memerlukan pengobatan sepanjang hidupnya, namun pengobatan farmakologi memiliki efek samping yang tidak diinginkan serta biaya yang cukup dalam penggunaan jangka panjang . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak Averrhoa bilimbi memiliki efektifitas antihiperglikemik dibandingkan dengan penggunaan obat antihiperglikemik oral pada tikus diabetes yang diinjeksi streptozotocin dan pada dosis berapa ekstrak tersebut berpengaruh paling baik dalam penurunan kadar glukosa darah. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan Randomized Post Test Only Control Grup Design. Hewan coba tikus jantan sebanyak 20 ekor dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu control (metformin), perlakuan dosis ekstrak buah belimbing wuluh dosis 0,75 gr/kgBB, 1,5 gr/kgBB dan 2,25 gr/kgBB. Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak buah belimbing wuluh memiliki potensi antidiabetes. Terdapat perbedaan yang signifikan p < 0,001 antara kelompok control dengan dosis 1,5 mg/kgBB. Ekstrak etanol 70% buah belimbing wuluh dengan dosis 1,5 gr/kgBB merupakan dosis yang paling efektif terhadap penurunan kadar glukosa darah dibandingkan dengan kelompok control (metformin).
Pengaruh Pemberian Jus Pisang Ambon (Musa Paradisiaca L.) dan Senam Yoga terhadap Penurunan Nyeri Dismenore pada Remaja Putri Gustien Siahaan; Lailatul Badriyah; Fifi Mulyaningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51943

Abstract

Dismenore adalah nyeri menstruasi yang umum dialami oleh remaja putri dan berdampak pada kualitas hidup, konsentrasi belajar, serta kehadiran di sekolah. Penggunaan obat pereda nyeri konvensional sering kali menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi non-farmakologis berupa pemberian jus pisang Ambon dan latihan yoga dalam menurunkan nyeri dismenore. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Two Group Pretest-Posttest with Control Group, melibatkan 30 remaja putri berusia 15–18 tahun. Kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa jus pisang Ambon 1 kali per hari dan senam yoga 3 kali per minggu selama 30 hari, sementara kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat nyeri dismenore yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Kandungan kalium, magnesium, dan vitamin B6 pada pisang Ambon, serta efek relaksasi dari yoga, berperan dalam meredakan nyeri. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian jus pisang Ambon (Musa paradisiaca L.) yang dikombinasikan dengan latihan yoga efektif dalam mengurangi nyeri haid pada remaja putri. Hasil ini menunjukkan potensi penggabungan intervensi gizi dan aktivitas fisik sebagai alternatif alami, aman, dan ekonomis dalam manajemen dismenore.
Hubungan Antara Regulasi Emosi dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RST II dr. Soepraoen Septa Jaya Amanda; Indari Indari; Dion Kunto Adi Patria
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52050

Abstract

AbstrakKanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan prevalensi tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Proses kemoterapi sering menimbulkan efek samping fisik dan psikologis yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Regulasi emosi memiliki peran penting dalam membantu pasien mengatasi stres selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan kualitas hidup pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RST II dr. Soepraoen Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional dan melibatkan 80 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner ERQ dan EORTC QLQ-C30, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki regulasi emosi dan kualitas hidup dalam kategori baik. Terdapat hubungan positif signifikan antara regulasi emosi dan kualitas hidup dengan nilai r = 0,289 dan p = 0,009 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan mengatur emosi dapat membantu individu beradaptasi terhadap stres akibat pengobatan. Oleh karena itu, intervensi psikologis yang berfokus pada penguatan strategi regulasi emosi disarankan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara.Kata Kunci: Kanker Payudara, Regulasi Emosi, Kualitas Hidup. AbstractBreast cancer is one of the most prevalent cancers worldwide, including in Indonesia. Chemotherapy often causes physical and psychological side effects that can significantly reduce patients’ quality of life. Emotional regulation plays a crucial role in helping patients cope with stress during treatment. This study aimed to analyze the relationship between emotional regulation and quality of life among breast cancer patients undergoing chemotherapy at RST II dr. Soepraoen Malang. The study employed a quantitative correlational approach with a cross-sectional design involving 80 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) and the EORTC QLQ-C30, then analyzed using the Spearman Rho correlation test. The results showed that most respondents had good emotional regulation and quality of life levels. A significant positive correlation was found between emotional regulation and quality of life (r = 0.289; p = 0.009, p < 0.05). These findings indicate that the ability to regulate emotions helps individuals adapt to treatment-related stress. Therefore, psychological interventions focusing on strengthening emotional regulation strategies are recommended to enhance the quality of life of breast cancer patientsKeywords: Breast cancer, Emotional regulation, Quality of life.
The Effectiveness Of Coaching And Counseling Strategies In Improving Nurses' Attitudes In Communication, Teamwork And Stress Management At RSUD M. Natsir Solok Febrian Rahmat Suwandi SN; Masyitah Fadhani; Nurul Rusma
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52261

Abstract

Background: Maintaining quality of care and patient safety is the responsibility of healthcare workers, and nurses play a crucial role in this regard. This role extends beyond cognitive and technical skills; interpersonal skills are essential for delivering excellent healthcare. These interpersonal skills include effective communication, teamwork, and stress management. Purpose: To determine The effectiveness of coaching and counseling strategies in improving nurses' attitudes in communication, teamwork and stress management at RSUD M. Natsir Solok Methods: This research will be conducted for 1 year, the research method used is quantitative with a quasi-experimental design with a pre- and post-test design without a control group which aims to test the influence of leadership coaching and counseling strategies by measuring nurses' attitudes in communication, teamwork and stress management before (pre-test) and after (post-test). The intervention in this research is to provide coaching and counseling on communication, teamwork and stress management.. Results: Nilai P Value = 0.001 < 0.005 dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh Coahing dan Couseling Stategi terhadap peningkatan Sikap dalam Komunikasi, Kerjasama Tim dan Manajemen Stres. Dengan Masing-masing nilai Selisih Mean +2.5, + 2.0 dan + 2.0. Conclusion: Practically, the results of this study can provide implications for hospital management, particularly in the nursing field, to develop the potential of nursing human resources with a focus on improving interpersonal skills through the implementation of coaching and counseling strategies. Ultimately, nurses can contribute significantly to improving the quality of nursing services in hospitals Keywords: Leadership Coaching; Counseling; Nurse Attitudes; Teamwork; Stress Management.
Evaluasi Dampak Intervensi Peningkatan Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan: Studi Kuasi-Eksperimental Pada Sebuah Rumah Sakit Swasta Jakarta Selatan Lily Herawati; Agung Sulthonaulia Utama; Florencia Irena; Qhomariyatus Sholekah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52375

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator utama mutu pelayanan rumah sakit, menjadi refleksi dari efektivitas sistem kesehatan. Dalam konteks rawat jalan, kepuasan dipengaruhi oleh ketepatan jadwal dokter, efisiensi farmasi, dan penyelesaian administrasi. Untuk mengatasi ketidakefisienan ini, digunakan pendekatan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) guna mengidentifikasi area berisiko tinggi dan menentukan prioritas intervensi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak intervensi peningkatan mutu pelayanan berbasis FMEA terhadap kepuasan pasien rawat jalan di rumah sakit swasta di Jakarta Selatan dengan metode kuasi-eksperimental pre-post dengan kelompok kontrol non-ekuivalen. Survei kepuasan dilakukan pada Juli 2024 (pra intervensi) dan Juli 2025 (pasca intervensi) di Rumah Sakit A, serta RS B sebagai kontrol eksternal. Intervensi mencakup penegakan ketepatan waktu praktik dokter, optimalisasi waktu tunggu farmasi, dan penyederhanaan proses administrasi pembayaran. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil dari 3.655 responden, ditemukan peningkatan signifikan pada seluruh domain kepuasan pasien. Peningkatan tertinggi pada proses administrasi pembayaran (0,65 poin), diikuti waktu tunggu farmasi (0,63 poin), dan ketepatan waktu dokter (0,39 poin), seluruhnya bermakna (p<0,001). Intervensi berbasis FMEA terbukti meningkatkan kepuasan pasien rawat jalan secara bermakna. Pendekatan manajemen risiko proaktif ini efektif dalam memperbaiki efisiensi dan persepsi mutu pelayanan, dapat diadaptasi di rumah sakit lain untuk penguatan mutu berkesinambungan.

Page 10 of 36 | Total Record : 351