cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
The Relationship Between Self-Care Management and Blood Pressure Status of Hypertension Patients Rara Puspita Anjarwati; Fahrun Nur Rosid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52005

Abstract

Background : Hypertension is a condition where systolic blood pressure increases to more than 140 mmHg and diastolic blood pressure increases to more than 90 mmHg. Hypertension is currently a problem in developing and developed countries. If not treated properly, high blood pressure can trigger complications of various diseases. Patients with high blood pressure and hypertension can do self-care management to optimize factors that specifically affect hypertension and increase the risk of complications. Objective : In this study, the researcher aims to analyze the relationship between self-care behavior and blood pressure status in hypertensive patients at the Health Center. Method : In this study, the researcher used a quantitative research type with a cross-sectional design. The data collection method used the Self-Care Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) questionnaire and blood pressure measurement using a Sphynomanometer. Benefits : This study can be useful for hypertension patients and the health professional team that serves them. This study is also expected to be a foundation for previous researchers Keywords: Self Care, Blood Pressure, Hypertension.
Motivational Interview (Mi) Terhadap Status Oral Hygiene Index – Simplified (Ohi-S) pada Ibu Hamil di Puskemas Sipatana, Kota Gorontalo Vivie Indahwati; Herlina Jusuf; Widysusanti Abdulkadir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52034

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan merupakan aspek penting yang sering diabaikan, padahal perubahan hormonal dapat meningkatkan risiko gingivitis dan penurunan kebersihan mulut. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penerapan MI sebagai strategi promotif berbasis empati dalam bidang kedokteran gigi maternal di Indonesia, khususnya pada populasi ibu hamil dengan risiko tinggi gangguan mulut. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan motivasi intrinsik untuk perubahan perilaku berkelanjutan. MI berpotensi diintegrasikan sebagai model edukasi gigi dan mulut di layanan primer guna menurunkan insiden penyakit periodontal selama kehamilan serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Motivational Interviewing (MI) terhadap peningkatan pengetahuan dan perbaikan status Oral Hygiene Index – Simplified (OHI-S) pada ibu hamil di Puskesmas Sipatana, Kota Gorontalo. Desain penelitian menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan Pretest–Posttest Nonequivalent Control Group Design melibatkan 30 responden (15 kelompok intervensi dan 15 kontrol). Intervensi MI diberikan empat sesi selama dua bulan dengan pendekatan konseling empatik yang menumbuhkan motivasi intrinsik untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan status kebersihan mulut kelompok intervensi dibandingkan kontrol (p<0,05). Setelah intervensi, 60% responden kelompok perlakuan mencapai tingkat pengetahuan baik, dan 60% memiliki status OHI-S baik, sedangkan pada kelompok kontrol peningkatan bersifat minimal. Kesimpulannya temuan ini menegaskan bahwa pendekatan MI lebih efektif dibanding edukasi konvensional karena membangun kesadaran internal dan rasa tanggung jawab terhadap perilaku kesehatan.
Autokorelasi Spasial Air Minum Layak di Indonesia pada Tingkat Provinsi Tahun 2023 Ahmad Khumaidi Annaja; Martya Rahmaniati Makful; Zainul Khaqiqi Nantabah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52043

Abstract

Akses air minum layak merupakan indikator penting dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Kesenjangan akses antarwilayah di Indonesia masih signifikan, sehingga analisis spasial diperlukan untuk mengidentifikasi pola pengelompokan yang membutuhkan intervensi terarah. Penelitian studi ekologi ini menggunakan data agregat proporsi rumah tangga untuk tujuh jenis sumber air minum layak dari 38 provinsi (SKI 2023). Analisis spasial menggunakan Indeks Moran's I global dan LISA, dengan matriks pembobot K-Nearest Neighbors (k=4). Analisis Moran’s I menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif yang signifikan untuk mayoritas jenis sumber air layak (p ≤ 0,05), mengindikasikan bahwa pola penggunaannya cenderung mengelompok. Klasterisasi terkuat teridentifikasi pada Sumur Terlindung (I=0,4103) dan Air Kemasan (I=0,3942). Lebih lanjut, analisis LISA mengungkap ketergantungan regional yang spesifik: Hotspot ketergantungan tinggi pada Air Kemasan dan Sumur Bor terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Bali, sementara Coldspot kekurangan sumber air tanah terlindungi (Sumur) dominan di Kawasan Papua, dengan anomali keberhasilan Hotspot Ledeng/Perpipaan di NTT dan NTB. Klasterisasi ini mengidentifikasi ketergantungan regional spesifik yang menuntut penyesuaian dan intervensi kebijakan berbasis bukti spasial untuk menjamin akses air minum yang adil.
Hubungan Kualitas Tidur dan Performa Akademik Siswa Sekolah Menengah Pertama Perguruan Advent Bandung Rainier Saerang; Monalisa Sitompul
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52124

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan fisiologis dasar yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan fisik, mental, dan kognitif seseorang. Kualitas tidur yang buruk pada remaja dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan belajar, sehingga menurunkan performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan performa akademik siswa Sekolah Menengah Pertama Perguruan Advent Bandung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP sebanyak 28 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Adolescent Sleep–Wake Scale (ASWS) untuk menilai kualitas tidur dan nilai rata-rata sebagai indikator performa akademik. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kualitas tidur dalam kategori cukup (85,7%) dan performa akademik dalam kategori baik (75%). Hasil uji korelasi sebesar 0,011 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan performa akademik. Dengan demikian, semakin baik kualitas tidur siswa, semakin tinggi pula performa akademik yang dicapai. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Performa Akademik, Siswa
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Herba Cyperus Rotundus L. Terhadap Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus Sunariati Sunariati; Masfria Masfria; Panal Sitorus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52125

Abstract

Rumput teki (Cyperus rotundus L.) family Cyperaceae dikenal sebagai gulma yang mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Data ilmiah pada bagian herba rumput teki masih terbatas. Penelitian ini menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak etanol terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Ekstraksi herba rumput teki (Cyperus rotundus L.) dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro menggunakan metode difusi dengan konsentrasi 400, 300, 200, 100, 50, 40, 30, 20, 10, 5, 2.5, dan 2 mg/mL serta penentuan konsentrasi hambat minimum (KHM). Hasil menunjukkan kadar air pada simplisia herba rumput teki (Cyperus rotundus L.) sebesar 6,63%. Skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, glikosida, serta steroid/triterpenoid. Hasil uji menunjukkan ekstrak etanol herba rumput teki memiliki aktivitas antibakteri yang efektif pada konsentrasi 400 mg/mL dengan zona hambat 14.6 ± 0.07 mm untuk Escherichia coli dan 13.2 ± 0.07 mm untuk Staphylococcus aureus. Konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak etanol herba rumput teki terhadap terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus diperoleh pada konsentrasi 2,5 mg/mL. Penelitian ini mendukung bahwa herba rumpu teki (Cyperus rotundus L.) berpotensi sebagai sumber antibakteri alami.
Pengaruh Self Awareness Terhadap Kepatuhan Pemeriksaan KGD Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Royal Prima Medan Tahun 2025 Endang Simangunsong; Vina Irma Sulistina; Lamsiana Lamsiana; Qania Anazsya Lubis; Desniar Pandiangan; Karmila Br Kaban
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52251

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus dikategorikan sebagai kondisi kesehatan jangka panjang (kronis) yang menuntut adanya manajemen diri yang baik, salah satunya dengan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin. Kesadaran diri (Self Awareness) diduga berpengaruh terhadap kepatuhan mereka dalam menjalani pemeriksaan tersebut. Tujuan penelitian: menganalisis dampak Self Awareness (Kesadaran Diri) berkaitan dengan ketaatan pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 dalam melaksanakan pemantauan (KGD) di RSU Royal Prima Medan, tahun 2025. Metode Penelitian: Studi ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif, khususnya dengan rancangan cross-sectional.Adapun hasilnya, dari total 44 subjek penelitian, ditemukan bahwa mayoritas partisipan memiliki tingkat Kesadaran Diri (Self Awareness) yang rendah, yaitu sebanyak 28 responden (63,6%) dan minoritas mengalami Self Awareness baik sebnayak 16 responden (36,4%). Kepatuhan pemeriksaan kadar gula darah yang tidak patuh sebanyak 27 (61,4%) dan patuh sebanyak 17 (38,6%). Hasil Chi-square didapatkan P-value sebesar 0,001 (<0,05) oleh karena itu, HO ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: tingkat Self Awarenesspasien kondisi Diabetes Melitus Tipe 2. mayoritas kesadaran kurang, serta memiliki pengaruh signifikan antara Self Awareness dengan Kepatuhan Pemeriksaan Kadar Gula Darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 Kata kunci: Diabetes Mellitus tipe 2, Self Awareness, Kepatuhan Abstract Background: Diabetes Mellitus (DM) is defined as a long-term condition which leads to requires good self-management, one of which is through regular blood sugar level checks. Patient self-awareness is thought to influence their compliance with these checks. Research objective: This study aims to examine the influence of self-awareness on the compliance rate of blood sugar level checks among individuals Type 2 diabetes receiving ongoing care at Royal Prima General Hospital in Medan in 2025. Research Method: The investigation employed a quantitative approach with a cross-sectional study structure. Results: Self-Awareness among 44 respondents A strong prevalence of poor Self-Awareness level Based on the data collected from 44 individuals, the assessment of Self-Awareness indicated that most respondents were found to have insufficient Self-Awareness levels, with 28 respondents (63.6%), while a minority had good Self-Awareness levels, with 16 respondents (36.4%). Non-compliance with blood glucose level checks was found in 27 respondents (61.4%), while compliance was found in 17 respondents (38.6%). The Chi-square result yielded a P-value of 0.001 (<0.05), therefore, HO was rejected and Ha was accepted. Conclusion: The analysis determined that most patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) at Royal Prima General Hospital in Medan exhibited poor self-awareness. Furthermore, a statistically significant relationship was established, showing that self-awareness directly influences compliance with regular blood sugar level monitoring among T2DM patients.
Family Support Interventions in Hemodialysis Patients :A Systematic Review Nur Kasan; Yunie Armiyati; Chanif Chanif
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52383

Abstract

Introduction: Patients undergoing hemodialysis in hospitals are often faced with a variety of complex physical, psychological and social challenges. Family support has been identified as a key factor in improving patients' quality of life and adherence to therapy. Family support interventions for hemodialysis patients can help address issues related to the decline in quality of life. Objective: This study aims to examine the relationship between family support interventions and self-care behaviors and the quality of life of chronic kidney patients undergoing hemodialysis. Methods: This study was conducted using nine articles obtained between April 2 and May 18, 2025. Results: A total of nine relevant research articles were identified and analyzed, revealing a positive relationship between family support interventions and both self-care behavior and the quality of life of chronic kidney patients undergoing hemodialysis. Several factors were found to influence the effectiveness of these interventions, including patient characteristics, family conditions, the type and intensity of the intervention, socioeconomic factors, and the role of healthcare professionals. However, some aspects remain underexplored, such as family emotional intelligence, multigenerational family dynamics, the role of technology in family support, family spirituality, caregiver burnout, and family perceptions and expectations regarding treatment outcomes. Conclusion: Family support interventions can enhance self-care behavior and improve the quality of life of hemodialysis patients.
Efektifitas Relaksasi Benson dan Teknik Guided Imagery Terhadap Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di RSU Royal Prima Medan Tahun 2025 Chris Yanti Hia; Marni Elprita Sinaga; Elprina Silaban; Ladiya Fitri; Merisa Giawa; Tiarnida Nababan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52417

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kondisi menurunnya fungsi ginjal secara bertahap dan konsisten minimal tiga bulan yang dapat memberikan dampak buruk terlebih kelangsungan hidup penderita. Secara global, GGK mengalami peningkatan yang signifikan, dengan tingkat kematian meningkat 95% pada tahun 2000-2021 sehingga WHO menjadikan GGK sebagai penyebab kematian urutan kesembilan di dunia. Hemodialisis menjadi salah satu metode utama untuk menangani GGK. Tetapi, dalam jangka waktu yang lama, pasien yang menjalani hemodialisis dapat mengalami kecemasan. Terapi relaksasi benson dan guided imagery merupakan terapi nonfarmakologis yang bisa diterapkan untuk mengurangi tingkat kecemasan pasien hemodialisis. Dengan menggunakan metode teknik relaksasi pernapasan dan menciptakan imajinasi yang memberikan rasa nyaman dan tenang, membuat pasien merasakan sensasi tenang dan nyaman. Tujuan untuk menganalisis kombinasi relaksasi benson dan guided imagery dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini 50 orang dengan sampel yang diambil sebanyak 33 sampel. Data dikumpulkan melalui observasi kepada responden maupun diperoleh dari rekam medis pasien hemodialisis. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil hasil yang diperoleh di penelitian ini adalah p value 0,000<0,005. Kesimpulan setelah diberikan intervensi, terjadi penurunan signifikan dengan mayoritas responden beralih ke katergori kecemasan rendah.
Studi Kasus Tinjauan Aspek Ontologi, Epsitemologi dan Aksiologi Efektivitas Terapi Musik Klasik terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Pendengaran pada Pasien Skizoafektif Musfardi Musfardi; Ulia Nelma; Nana Nathania; Issa Masri Anof; Dwi Astuti; Lukas Sri Widodo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52443

Abstract

Gangguan skizoafektif merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa berat yang ditandai oleh kombinasi gejala psikotik dan gangguan suasana hati, di mana halusinasi pendengaran sering menjadi gejala dominan. Terapi non-farmakologis, seperti terapi musik klasik, telah memperoleh perhatian sebagai intervensi potensial untuk menurunkan intensitas halusinasi pendengaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien skizoafektif di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau di tinjau dari aspek Ontologi, Epsitemiologi dan Aksiologi. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus dengan analisis deskriptif dan pendekatan kualitatif menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Analisis data bersifat deskriptif-kualitatif, dilengkapi dengan narasi dari observasi dan kutipan wawancara. Hasil menunjukkan skor AHRS menurun dari 7 (tingkat intensitas tinggi) menjadi 3 (tingkat intensitas sedang) setelah intervensi. Wawancara mendalam mengungkap bahwa pasien melaporkan perasaan emosional yang lebih tenang, frekuensi suara “yang didengar” menurun, dan fungsi sosial serta konsentrasi meningkat. Secara ontologis, halusinasi pendengaran terbukti merupakan realitas psikis yang dapat dimodifikasi melalui stimulasi eksternal berupa musik klasik; secara epistemologis, efektivitasnya dapat diukur secara empiris melalui observasi sistematis dan wawancara; secara aksiologis, terapi ini memberikan nilai kemanusiaan dengan meningkatkan ketenangan emosional dan kapasitas fungsional pasien.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Anak Speech Delay Melalui Metode Bermain Nurmayanti Nurmayanti; Atien Nur Chamidah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51268

Abstract

This study aims to: (1) examine the learning process through the play method in improving the communication skills of children with speech delay at Tunas Bangsa Kindergarten, East Kutai Regency; and (2) identify the outcomes of applying this method to enhance children's communication abilities. The study used a Classroom Action Research (CAR) approach combining qualitative and quantitative methods. This independent CAR involved the teacher as both the implementer and the researcher. The research was conducted to directly improve the learning process, particularly in addressing the low communication skills of children with speech development disorders. The subjects were 4 children with speech delay out of a total of 15 students in the class. The primary instrument was the researcher (human instrument). Data were collected through classroom observations, field notes describing teacher and student activities, tests (evaluations and final assessments) to measure progress in communication skills, and documentation of the children’s development during the learning process. The results show that the success indicators were met, with 60% to 75% of students showing positive engagement and enjoyment during play-based learning, and 75% to 80% achieving minimum to maximum levels of improvement. Additionally, there was a noticeable increase in the number of words and sentences used by children with speech delay, demonstrating that play-based media is effective in enhancing their communication abilities. This finding confirms that a fun, interactive, and child-centered learning approach can positively impact the language development of children with special needs.

Page 4 of 36 | Total Record : 351