cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018" : 10 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEJADIAN FIBROADENOMA MAMMAE (FAM) PADA PASIEN WANITA YANG BERKUNJUNG DI POLIKLINIK SPESIALIS BEDAH UMUM RSUD BENGKALIS ALINI ALINI; LISE WIDYA
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.761 KB) | DOI: 10.31004/jn.v2i1.183

Abstract

Fibro Adenoma Mammae (FAM) adalah tumor jinak pada payudara dengan karakter tidak  nyeri,  dapat digerakkan, berbatas tegas dan berkonsistensi   padat   kenyal. Angka kejadian   FAM  di RSUD Bengkalis meningkat dari tahun ke tahun, tahun 2013 sebanyak 262 kasus (28,38%), tahun 2014 menjadi 276 kasus (29,90%), dan tahun  2015  terjadi  kenaikan  sebanyak 385 kasus (41,71%). FAM merupakan salah satu dari lima penyakit payudara dengan jumlah penderita terbanyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kejadian FAM pada pasien wanita yang berkunjung di Poliklinik Spesialis Bedah Umum RSUD Bengkalis. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien wanita yang berkunjung di Poliklinik Spesialis Bedah Umum RSUD Bengkalis. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah sampel 40 orang pasien wanita, instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Dari hasil penelitian ini diketahui ada hubungan bermakna antara faktor riwayat tidak menyusui anak(p value 0,028 ≤ 0,05), riwayat keluarga(p value 0,022 ≤ 0,05), dan faktor penggunaan alat kontrasepsi hormonal (p value 0,025 ≤ 0,05) dengan kejadian FAM. Diharapkan bagi wanita agar memberikan ASI (air susu ibu) eksklusif kepada bayi atau anak, menghindari penggunaan alat kontrasepsi hormonal dalam waktu yang lama, melakukan deteksi dini pemeriksaan payudara sendiri(SADARI) terhadap penyakit FAM.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PEKERJA DI PT.PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN BANGKINANG TAHUN 2016 MILDA HASTUTY
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.496 KB) | DOI: 10.31004/jn.v2i1.184

Abstract

Research surveillance in the United States states that 80% of occupational dermatitis is irritant contact dermatitis characterized by the presence of erythema (redness), edema (swelling) mild and cracked after the exposure of contents material from outside.Research to know the relationship of personal hygiene with incidence of disease skin (irritant contact dermatitis) to workers in PT. Industry and Trade Bangkinang in 2016. Cross Sectional research design, this research was conducted in Desember 2016 at PT. Industry and Trade Bangkinang.Sampel in this study are workers in PT. Industry and Trade Bangkinang numbering 92 people. Sample technique used Simple Random Sampling .. The data obtained were analyzed by chi square test. The results showed there was a personal hygiene relationship with irritant contact dermatitis on workers obtained p value = 0,036. For PT. Industry and Trade Bangkinang is expected to be a reference especially in designing rules, and policies for workers to prevent the occurrence of skin diseases (irritant contact dermatitis) by improving good personal hygiene and achieving a healthy work environment for its workers.
PERBANDINGAN RELAKSASI BENSON DAN RELAKSASI KESADARAN INDERA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KANKER SERVIKS DI RSUD BANGKINANG TAHUN 2018 YENNY SAFITRI; ERLINAWATI ERLINAWATI; FITRI APRIYANTI
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.069 KB) | DOI: 10.31004/jn.v2i1.185

Abstract

Beberapa therapy relaksasi yang dapat digunakan oleh pasien dalam menurunkan kecemasan seperti relaksasi benson dan relaksasi kesadaran indera, dimana proses ini  akan menghambat aktifitas saraf simpatik yang akan menurunkan konsumsi oksigen oleh tubuh dan selanjutnya otot-otot tubuh menjadi relaks sehingga menimbulkan perasaan tenang dan nyaman. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperiment, dengan pendekatan pretest-posttest design with control group, dengan teknik sampel accidental sampling maka ditetapkan 10 orang sebagai sampel kasus dan 10 orang sebagai sampel kontrol. Untuk pengukuran kecemasan pada relaksasi benson dan relaksasi kesadaran indera dilakukan sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan dengan menggunakan skala Hamilton Anxiety Ratting Scale (HARS) dengan intervensi diberikan selama 1 minggu. Penelitian dilakukan mulai dari pra terapi, terapi, pasca terapi, dan follow-up. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji t independent. Berdasarkan hasil penelitian, relaksasi kesadaran indera lebih efektif mengurangi kecemasan dibandingkan dengan relaksasi benson dengan p Value 0,00 , 0,005. Oleh karena itu, dianjurkan kepada pihak rumah sakit untuk dapat menerapkan relaksasi ini sebagai alternatif dalam penurunan tingkat kecamasan pada pasien dengan kanker serviks atau tidak yang disertai dengan komplikasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG AKAN MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RUANGAN HEMODIALISIS RSUD BENGKALIS TAHUN 2016 ERMA KASUMAYANTI; MISWADI MISWADI
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.882 KB) | DOI: 10.31004/jn.v2i1.186

Abstract

Ansietas atau kecemasan adalah suatu keadaan emosional yang tidak menyenangkan yang ditandai oleh rasa takut serta gejala fisik yang menegangkan serta tidak diinginkan, gejala tersebut merupakan respons terhadap stres yang normal dan sesuai, tetapi menjadi patologis bila tidak sesuai dengan tingkat keparahan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang akan menjalani terapi hemodialisis di ruangan hemodialisis. Populasi penelitian ini seluruh pasien gagal ginjal kronik yang akan menjalani terapi hemodialisis di ruangan hemodialisis RSUD Bengkalis dengan sampel sebanyak 30 orang Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Nopember s.d 03 Desember 2016. Jenis Penelitian ini bersifat analitik  dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat (central tendency) dan bivariate (uji chi square). Hasil univariat lebih dari separuh responden mengalami cemas yaitu sebanyak 18 orang (60,0%), pengetahuan kurang sebanyak 20 orang (66,7%), pengalaman yang kurang sebanyak 21 orang (70%), dan tidak mendapat dukungan keluarga sebanyak 18 orang (60,0%) dan hasil bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value 0,045), pengalaman ( p value 0,015), dan dukungan keluarga (p value 0,024) dengan kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruangan hemodialisis di RSUD Bengkalis. Di harapkan pihak rumah sakit terutama petugas agar memberikan dukungan pasien seperti memperbolehkan 1 orang keluarga terdekat untuk menemani pasien selama cuci darah berlangsung dan mendengarkan keluhan agar dapat membatu psikologis pasien yang akan menjalani terapi hemodialisis dan memberikan informasi berupa pengetahuan yang akan menjadikan pengalaman yang berharga bagi pasien sehingga secara emosional pasien tidak mengalami kecemasan
HUBUNGAN CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN APRIZA APRIZA
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.710

Abstract

Perawat dalam meningkatkan asuhan keperawatan untuk kebutuhan rasa kepuasan pasien hendaknya menerapkan penggunaan caring. Caring merupakan inti atau fokus dalam keperawatan sebagai bentuk praktik keperawatan profesional. Salah satu indikator mutu pelayanan keperawatan adalah kepuasan pasien dan caring perawat menjadi jaminan apakah layanan perawat tersebut bermutu atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat dengan kepuasan pasien di RSUD Puri Husada Tembilahan Tahun 2016. Penelitian ini dilaksanakan pada 04 s/d 25 April 2016, bersifat analitik dengan desain cross sectional dengan menggunakan data primer. Tehnik Sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 127 responden yaitu pasien yang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariatdengan uji chi square. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil univariat menunjukkan bahwa 88 (69%) responden mengatakan caring perawat baik dan 84 (66,1%) responden mengatakan puas. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara caring perawat dengan kepuasan pasien, dibuktikan dengan nilai p value = 0,020 atau p < 0,05. Oleh karena itu diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk dapat memasukkan peningkatan perilaku caring perawat dalam pemberian rasa kepuasan ke dalam perencanaan dan tujuan pelayanan keperawatan sekaligus dibuat kebijakan terkait caring dan rasa kepuasan pasien.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA BAGIAN KANDANG DI PT CHAROEN POKPHAND JAYA FARM 3 KECAMATAN KUOK INDRAWATI INDRAWATI; KHAIRUN NUFUS
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.711

Abstract

Kelelahan kerja cenderung menurunkan prestasi maupun motivasi pekerja. Kelelahan kerja bersifat fisik dan psikis dan lebih banyak kaitannya dengan penurunan kinerja fisik, perasaan lelah, penurunan motivasi, dan penurunan produktivitas kerja. Faktor-faktor yang mepengaruhi kelelahan kerja yaitu faktor pekerjaan terdiri dari waktu kerja, beban kerja, shift kerja, sikap kerja, faktor individu terdiri dari usia kerja, masa kerja, jenis kelamin, status gizi dan faktor lingkungan terdiri dari kebisingan dan pencahayaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan antara masa kerja, waktu kerja, status gizi dengan terjadinya kelelahan kerja pada tenaga kerja bagian kandang di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm 3 Kecamatan Kuok tahun 2018. Desain penelitian adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bagian kandang berjumlah 45 orang, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data yang diperoleh menggunakan analisis chi-square diperoleh hasil tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja dengan p=value 0,126 ≥ 0,05, ada hubungan antara waktu kerja dengan kelelahan kerja dengan p=value 0,008 ˂ 0,05 dan tidak ada hubungan antara status gizi dengan kelelahan kerja dengan p=value 0,090 ≥ 0,05 pada pekerja Caretaker dan PL. Kandang PT. Charoen Pokphand Jaya Farm 3 Kecamatan Kuok tahun 2018. Direkomendasikan perusahaan dapat memberikan batasan jam kerja maksimal 7 jam/hari, menjalankan program shift kerja dan meningkatkan pengetahuan tentang pengolahan gizi kerja melalui pelatihan tenaga gizi kerja pada pekerja untuk mengurangi terjadinya kelelahan kerja.
HUBUNGAN RESPONSE TIME PELAYANAN INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RSUD BANGKINANG TAHUN 2018 GUSMAN VIRGO
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.712

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan penanggulangan medik penderita gawat darurat adalah kecepatan memberikan pertolongan yang memadai kepada penderita gawat darurat baik pada keadaan rutin sehari-hari atau sewaktu bencana. Keberhasilan waktu tanggap atau response time sangat tergantung kepada kecepatan yang tersedia serta kualitas pemberian pertolongan untuk menyelamatkan nyawa pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan response time pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD Bangkinang tahun 2018. Jenis penelitian analitik dengan rancangan cros sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang datang ke IGD dengan jumlah 80 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling.alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar respon time perawat IGD adalah lambat (> 5 menit) yaitu 51 orang (63,8%), sebagian besar pasien tidak puas dengan pelayanan IGD yaitu 47 orang (58,8%. Berdasarkan uji statistik ada hubungan Response Time Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Dengan Tingkat Kepuasan Pasien di RSUD Bangkinang tahun 2018 dengan p value 0,002. Diharapkan diharapkan kepada perawat agar menerapkan respon time pada pasien dengan cepat terhadap kegawatdaruratan di Instalasi Gawat Darurat.
PENGARUH PEMBERIAN DAUN SERI TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KELURAHAN BANGKINANG KOTA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINANG KOTA MUHAMMAD NURMAN; REZA MARDIAN
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.841

Abstract

Ektrak etanol daun seri mampu menurunkan kadar gulukosa darah. penurunan kadar glukosa darah disebabkan oleh adanya senyawa plavonoid yang dapat meningkatkan sensitivitas sel ß-pankreas untuk melepas insulin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh pemberian rebusan daun seri terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM tipe II di Kelurahan Bangkinang Kota Wilayah kerja Puskesmas Bangkinang Kota Tahun 2018. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest- posttest. Populas dalam penelitian ini adalah penderita Diabetes Mellitus tipe II yang berada di Kelurahan Bangkinang kota yang berjumlah 133 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 orang penderita Diaberes Mellitus Tipe II. Tenik pengambulan sampel yang di gunakan yaitu non problilitas dengan metode purposive sampling. Data kadar gula darah dikumpulkan memggunakan glukometer dengan uji strip. Data konsumsi daun seri dikumpul melauli lembar observasi. Analisa data dalam penelitian ini adalah analisa bivariat dan univariat. Hasil dari perbandingan diperoleh dari pemberian rebusan daun sari sebelum pada penderita Diabetes Melitus Tipe II adalah 222.93 dan pemberian rebusan daun sari sesudah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II adalah 187.47 dengan selisih mean 35.467. hasil uji statistk di dapati nilai p value 0.000 (≤0.05), Diharapkan bagi Responden hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi masyarakat untuk selalu mengontrol kadar gula darah di Puskesmas, selalu berolahraga dan menjaga makanan yang di konsumsi, menjaga berat badan serta mengupayakan terapi herbal sebagai terapi untuk menurunkan kadar gula darah. Kesimpulan dari pnelitian ini adalah daun seri dapat menurunkan kadar gula darah di Kelurahan Bangkinang Kota Wilayah Kerja Bangkinang Kota Tahun 2018.
HUBUNGAN KEBERSIHAN DIRI (PERSONAL HYGIENE) DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DERMATOFITOSIS DI DESA LERENG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK RIDHA HIDAYAT
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.713

Abstract

Prevalensi penyakit dermatofitosis di Asia mencapai 35,6%, sedangkan di Indonesia penyakit dermatofitosis mengalami peningkatan sebanyak 65% hal ini disebabkan personal hyegine yang buruk. Insiden dari penyakit dermatofitosis menyatakan 20% orang dari seluruh dunia mengalami infeksi kutaneus dengan infeksi tinea korporis yang merupakan tipe yang paling dominan dan diikuti dengan tinea kruris,tinea pedis, dan onikomikosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan kebersihan diri (personal hygiene) dengan kejadian penyakit dermatofitosis di desa lereng wilayah kerja puskesmas kuok tahun 2018. Jenis penelitian ini adalahanalitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua masyarakat usia 46-55 tahun di desa lereng wilayah kerja puskesmas kuok tahun 2018 yang berjumlah 107 orang, adapun sampel berjumlah 85 orang, dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple randomsampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan kebersihandiri (personal hygiene) dengan kejadian penyakit dermatofitosis di desa lereng wilayah kerja puskesmas kuok tahun 2018 dengan p value 0,010< 0,05. Diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan (personal hygiene) sehingga mengurangi kejadian dermatofitosis pada pekerja
HUBUNGAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KUALU WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2018 RIANI RIANI
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v2i1.1151

Abstract

Konsumsi makanan merupakan salah satu faktor yang secara langsung berpengaruh terhadap status gizi seseorang terkhusus pada balita sebab kesehaan balita salah satu indikator kualitas sumber daya manusia. Gangguan gizi pada tahap ini bersifat permanen, tidak dapat dipulihkan walaupun kebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi. Keluarga dengan kategori miskin berisiko mengalami masalah kekurangan gizi pada balita kondisi ini berefek pada rendahnya daya beli keluarga dalama memenuhi kebutuhan gizi khususnya pada balitanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini 86 orang ibu yang memiliki balita dengan tehnik pengambilan sampel total sampling atau sampling jenuh. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi balita dengan nilai p-value 0,002. Diharapkan kepada institusi kesehatan terutama puskesmas tambang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada ibu balita khususnya tentang alternative pemenuhan kebutuhan gizi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10