cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI KENAGARIAN BALINGKA KABUPATEN AGAM TAHUN 2021 MARISA AMALIA; YULIZA ANGGRAINI; DEDI SATRIA
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.3872

Abstract

Stunting adalah kondisi yaitu pada balita yang memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur.Kondisi ini dapat diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari(WHO) World Health Organization. Banyak faktor yang dapat menyebabkan stunting pada balita diantaranya yaitu karakteristik ibu, faktor ibu, faktor balita dan faktor lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan stunting pada balita usia 12-59 bulan. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di Kenagarian Balingka Kabupaten Agam. Sampel yang diambil yaitu sebanyak 54 balita dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan pendidikan ibu ( p = 0,001) , Pekerjaan ibu ( p = 0,000), Penghasilan ( p = 0,097), Pemberian ASI ( p = 0,170), Pemberian MPASI ( p = 0,102), Berat badan lahir ( p = 0,304), Tinggi badan ( p = 0,000), Sanitasi ( p = 0,655) Personal hygiene ( p = 0,408). Terdapat hubungan pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan tinggi badan balita dengan stunting. Perlunya program yang terintegrasi dan multisektoral untuk meningkatkan pendidikan ibu , pekerjaan ibu dan tinggi badan balita untuk mengurangi kejadian stunting. Kata kunci :Pendidikan ibu, Pekerjaan ibu , Balita , dan Stunting
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI PMB HJ NIDAUL HASNA AMd.Keb KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2021 YENI LETRIANI TANJUNG; MEGA ADE NUGRAHMI; PAGDYA HANINDA
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.3873

Abstract

Keluarga berencana (KB) merupakan suatu upayamengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Keluarga berencana memiliki peranan dalam menurunkan resiko kematian ibu melalui pencegahan kehamilan, menunda kehamilan atau membatasi kehamilan.Pelayanan keluarga berencana merupakan upaya pelayanan kesehatan preventifyang dasar dan utama (Roza Dkk, 2016). Tujuan utama program (keluarga berencana) KB nasional adalah untuk memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi yang berkualitas, menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi dalam rangka membangun keluarga kecil yang berkualitas (Arum, 2019).
GAMBARAN MOTIVASI KADER DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN POSYANDU DI DESA BUKIT KEMUNING WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SUKARAMAI TAHUN 2021 ERMA KASUMAYANTI; NIA APRILLA; SITI HOTNA
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.3884

Abstract

Kader Posyandu merupakan salah satu faktor penentu dalam posyandu yang bertugas mengatur jalannya program posyandu, kader harus lebih menguasai tentang kegiatan yang harus dijalankan atau dilaksanakan, Motivasi yang tinggi dalam kegiatan Posyandu akan meningkatkan kinerja kader Posyandu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi kader dalam memberikan pelayanan posyandu di Desa Bukit Kemuning Wilayah kerja UPT Puskesmas Sukaramai tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling yaitu mengambil keseluruhan populasi yaitu kader posyandu di Desa Bukit Kemuning yang berjumlah 20 orang. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisa Univariat. Dari hasil penelitian pada analisa univariat didapatkan bahwa dari 20 Responden sebagian besar tingkat pendidikan responden adalah SMA yaitu sebanyak 10 orang (50%), sebagian besar umur responden berada pada rentang 36 – 45 tahun yaitu sebanyak 10 orang (50%) dan pekerjaan responden 100 % adalah ibu rumah tangga, sebagian besar responden dengan masa menjadi kader yaitu lebih dari 5 tahun sebayak 16 kader ( 80%). Sebagian besar responden tidak ada mengikuti pelatihan kader sebanyak 12 orang (60%) sebagian kader memiliki motivasi tinggi dalam memberikan pelayanan posyandu di desa Bukit Kemuning yaitu 11 kader (55%). Dengan diketahuinya hasil penelitian ini diharapkan pihak puskesmas dapat memberikan pelatihan kader secara berkala agar kader lebih termotivasi dan meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan sesuai dengan peran dan tugas kader pada kegiatan posyandu.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DAN KOMUNIKASI KELUARGA MENGENAI PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA PENYANDANG DISABILITAS DI KOMUNITAS UMBRELA DISABILITY PROJECT (UDP) KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2021 RESI OKTAVIA; LIZA ANDRIANI; CHYKA FEBRIA
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.3889

Abstract

Menurut WHO (2018), remaja adalah penduduk dalam rentang usia 12-19 tahun, menurut hasil survei penduduk antar sensus 2018 menunjukan bahwa penduduk usia 12-19 tahun mencapai 1,2 milyar atau 18% dari jumlah penduduk dunia Remaja adalah penduduk dalam rentang usia 12-18 tahun dan menurut badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Tujuan penelitianDiketahui gambaran tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan komunikasi keluarga mengenai prilaku seksual pada penyandang disabilitas di komunitas Umbrela Disability Project (UDP) Kota Bukittinggi tahun 2021. Metode Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh gambaran secara kuantitatif, tentang karakteristik responden di dapatkan hasil bahwa lebih dari setengah (60.0) responden memiliki tingkat pendidikan tamat SMA, kemudian hampir semua responden mendapatkan pendidikan kesehatan (), dan setengan dari responden mendapatkan pendidikan dari internet (50.0%). Keterbatasan pada penelitian ini yaitu responden tidak hadir semua dan harus melakukan penelitian door to door dengan di damping oleh pengurus komunitas bapak Robert dan selain itu kurangnya tingkat komunikasi antara responden dan peneliti sehingga dalam melakukan pengisian kuesioner penelitian dibantu oleh pihak komunitas untuk menjelaskan beberapa pertanyaan yang di rasa sulit untuk dipahami oleh responden. Kata kunci : Tingkat Penegetahuan , Seksual Remaja
Gambaran Tingkat Kepuasan Dan Persepsi Tentang Pelayanan Antenatal pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Komunitas Umbrella Disability Community Project (UDP) Bukittinggi SHINTYA ADELLA; LIZA ANDRIANI; YULIZA ANGGRAINI
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.3910

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Hak Penyandang Disabilitas khususnya pasal 25 bahwa mereka berhak memperoleh jaminan kesehatan. Ketidakmampuan perempuan penyandang disabilitas untuk menjadi ibu menyebabkan mereka enggan untuk melakukan kunjungan antenatal. Selain itu faktor komunikasi saat memberikan pendidikan kesehatan tentang kehamilan membuat pelayanan antenatal tidak berkualitas sehingga memiliki persepsi dan tingkat kepuasan yang kurang terhadap pelayanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan dan persepsi tentang Pelayanan Antenatal PUS Disabilitas pada Komunitas Proyek Payung Disabilitas Kota Bukittinggi. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Populasinya adalah seluruh PUS di komunitas disabilitas sebanyak 12 responden dan pengambilan sampel secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2021 dengan teknik wawancara menggunakan angket dan lembar observasi. Saat melakukan wawancara, peneliti didampingi oleh pengurus komunitas UDP sebagai penerjemah. Hasil penelitian ini lebih dari separuh (58,3%) responden memiliki tingkat pendidikan SMA, lebih dari separuh (66,7%) menerima pelayanan antenatal care, lebih dari separuh (75,0%) puas dengan pelayanan Antenatal Care dan lebih dari separuh (58,7%) memiliki persepsi baik terhadap pelayanan Antenatal Care. Berdasarkan asumsi peneliti, faktor komunikasi informatif yang paling berpengaruh dalam memberikan kepuasan dan persepsi yang baik terhadap pelayanan kehamilan bagi wanita disabilitas adalah didampingi oleh keluarga atau suaminya. Kata Kunci : pelayanan antenatal, tingkat kepuasan, persepsi dan disabilitas
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KESIAPAN REMAJA PUTRI PRA-PUBERTAS DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI PANTI ASUHAN AISYIYAH BUKITTINGGI TAHUN 2021 FRE MENA DEADE; LISA ERNITA; MEGA ADE NUGRAHMI
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.3911

Abstract

Remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, yaitu mereka yang berumur 10 sampai 19 tahun. Masa remaja adalah masa peralihan dari anak kedewasa baik secara jasmani maupun rohani. Remaja adalah masa peralihan dari masa anak anak menuju dewasa, pada periode ini remaja mengalami pubertas, selama pubertas remaja mengalami perubahan dramatis dalam bentuk perubahan fisik. Tujuan : Mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan kesehatan terhadap kesiapan remaja putri pra-pubertas dalam menghadapi menarche di Panti Asuhan Aisyiyah Bukittinggi. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian jenis quasy eksperimen dengan desain penelitian pre test and post test with control group design. Hasil : remaja putri di Panti Asuhan Aisyiyah Bukittinggi tahun 2021 berusia ≥ 12 tahun yaitu 95,5%, sebagian besar remaja putri di Panti Asuhan Aisyiyah Bukittinggi tahun 2021 yaitu 75% telah siap menghadapi menarche. Kesimpulan : Distribusi frekuensi kesiapan remaja putri pra-pubertas dalam menghadapi menarche di Panti Asuhan Aisyiyah Bukittinggi tahun 2021 remaja yang siap dalam meghadapi menarche sebanyak 15 orang (75,0%) dan yang tidak siap sebanyak 5 orang (25,0%). Kata kunci : tingkat pengetahuan, kesiapan, menarche
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI NAGARI TANJUANG BUNGO FITRI RIZKIA; PAGDYA HANINDA NUSANTRI RUSDI; RANTIH FADHLYA ADRI
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.3947

Abstract

Stunting adalah keadaan paling umum dari bentuk kekurangan gizi , yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin. Menurut WHO tahun 2018 stunting merupakan masalah kesehatan di dunia yang belum teratasi hingga saat ini. Diperkirakan 22,2 % atau 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Pemberian Asi Ekslusif dengan Kejadian Stunting pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun di Nagari Tanjuang Bungo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Penelitian dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara acak (probability/random sampling). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi balita usia 6 bulan sampai 5 tahun yang ada di Nagari Tanjuang Bungo. Pengambilan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah mengggunakan teknik Slovin sebanyak 59 sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian bahwa ada hubungan Pemberian Asi Ekslusif (p- value=0,00) dengan kejadian stunting.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR TIRIS GUSMAN VIRGO; NUR CHOLISAH; INDRAWATI INDRAWATI
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.3990

Abstract

Good nutritional status will have a very important value for maintaining body processes in growth and development, especially guarding the body against various infectious diseases.Acute Respiratory Tract Infection (ARI) is the cause of 2/3 of under-five deaths due to infectious diseases worldwide. In Indonesia, under-five deaths due to ARI have increased by 20.6% from 2019 to 2020. In Kampar Regency, the incidence of ARI in 2020 was 46,496 cases with the highest incidence at the Air Tiris Health Center as many as 1840 cases. In the Air Tiris Health Center area, Batu Belah village is the highest incidence of ARI with 450 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and the incidence of ARI in children under five in Batu Belah Village, Air Tiris Health Center Working Area in 2021. Design This research is an analytic survey with a cross sectional research design. The population of this study were all medical records of children under five who experienced ARI at the Air Tiris Health Center. The sampling technique used a total sampling of 94 people. Research instrument with checklist sheet. The data analysis used is univariate and bivariate with chi square test. The results showed that poor nutritional status was associated with the incidence of ARI in the frequent category, namely 45 people (47.9%), and for the rare category, 3 people (3.2%). Measure the test X2 = 44.168 with a value of p = 0.000 (p < 0.05). So there is a significant relationship between nutritional status and the incidence of ARI in children under five in Batu Belah Village, Air Tiris Health Center Work Area 2021. It is recommended that this study recommend that the provision of information on ARI to be further improved by health workers.   
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN ANAK USIA 0-12 BULAN DI DESA RIDAN PERMAI TAHUN 2021 PUTRI EKA SUDIARTI; MARINI ARIESTA; ZURRAHMI ZR
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.4023

Abstract

Masa bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang yaitu pada usia 0-12 bulan. Stimulasi atau rangsangan yang baik untuk anak dapat diberikan oleh orang tua untuk perkembangan potensinya secara maksimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan anak usia 0-12 bulan di Desa Ridan Permai tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan quasi eksperiment pre and post test with control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah anak yang berusia 0-12 bulan yang bertempat tinggal di Desa Ridan Permai. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian menggunakan lembar identitas responden, timbangan dengan gram (gr) yang sudah dikalibrasi. Lembar identitas digunakan untuk mencatat data identitas responden. Meteran centimeter sebagai alat pengukuran panjang badan bayi. Timbangan bayi yang sudah dikalibrasi sebagai alat pengukuran berat badan bayi. Pengolahan data menggunakan Analisis bivariat dilakukan dengan uji-t independen. Hasil penelitian di dapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pijat bayi p value = 0,000 dan berat badan p bahwa nilai p value pada kelompok intervensi dengan pretest dan posttest yaitu 0.001 dengan selisih 1.088 dan untuk kelompok kontrol dengan pretest dan posttest nilai p value 0.000 dengan nilai selisih 0.101. Dengan nilai tingkat kepercayaan α = 0.05 maka didapatkan hasil ada hubungan pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan anak usia 0-12 bulan di Desa Ridan Permai. Peneliti mengharapkan agar dalam pasangan suami istri yang baru saja memiliki bayi usia 0-12 bulan, hendaknya menerapkan treatment pijat bayi paling tidak selama 15 menit setiap minggunya. Kata Kunci : bayi, pijat bayi dan berat badan
ANALISA HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN NIPPLE TRAUMA PADA IBU MENYUSUI DI DESA LABOI JAYA WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS LABOY JAYA FITRI APRIYANTI; SYUKRIANTI SYAHDA
Jurnal Ners Vol. 6 No. 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v6i1.4080

Abstract

Nipple trauma bisa terjadi oleh banyak aspek, ialah infeksi bakteri, puting yang datar, kuatnya isapan bayi, puting terbalik, serta kesalahan metode menyusui yang dicoba oleh ibu. Metode menyusui yang salah pada ibu merupakan aspek sangat berarti yang tingkatkan kejadian nipple trauma. Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI dimana bila teknik menyusui tidak benar, dapat menyebabkan puting susu lecet dan menjadikan ibu enggan menyusui sehingga bayi tersebut jarang menyusu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisa hubungan teknik menyusui dengan kejadian nipple trauma pada ibu menyusui di Desa Laboy Jaya wilayah kerja UPT Puskesmas Laboy Jaya. Desain penelitian adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang menyusui di wilayah kerja UPT Puskesmas Laboy Jaya sebanyak 41 orang ibu dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat pengumpulan data yaitu berupa lembar ceklis yang terdiri dari kuesioner. Pengolahan data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil uji statistik Chi-Square yaitu hubungan teknik menyusui dengan kejadian nipple trauma p-value = 0,000 (p < 0,05) artinya ada hubungan teknik menyusui dengan kejadian nipple trauma pada ibu menyusui. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi tenaga kesehatan agar mau meningkatkan penyuluhan atau pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui yang baik dan benar dalam mencegah terjadinya nipple trauma pada ibu menyusui.

Page 13 of 242 | Total Record : 2415