cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Analisis Implementasi Rekam Medis Elektronik Terhadap Pemenuhan Standar Akreditasi Rumah Sakit Pada Aspek Mutu Dokumentasi dan Patient Safety di Instalasi Rawat Inap Bedah RSUP Dr M. Jamil Padang Tahun 2025 Almidawati Almidawati; Yanuar Jak; Eka Yoshida
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56424

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) memiliki peran strategis dalam mendukung rumah sakit memenuhi standar akreditasi, khususnya pada aspek mutu dokumentasi dan keselamatan pasien. Dalam standar akreditasi rumah sakit, mutu dokumentasi dinilai berdasarkan kelengkapan, ketepatan waktu, serta akurasi dan konsistensi data klinis. Sistem RME memungkinkan pemantauan pengisian rekam medis secara real time oleh perawat maupun dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), sehingga kekurangan dokumentasi dapat segera teridentifikasi. Selain itu, fitur digital dalam RME mendorong pencatatan tepat waktu dan menyediakan mekanisme validasi otomatis untuk meminimalkan kesalahan input dan duplikasi data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan, kemanfaatan kualitas sistem, dan ketersediaan infrastruktur RME terhadap pemenuhan standar akreditasi rumah sakit berdasarkan aspek mutu dokumentasi dan keselamatan pasien, baik secara langsung maupun melalui motivasi pengguna sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik. Responden terdiri dari tenaga kesehatan profesional pemberi asuhan (PPA). Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Selain itu, penelitian ini dilengkapi dengan telaah dokumen data sekunder dan observasi lapangan untuk memperkuat interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden didominasi oleh laki-laki (54,8%) dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah spesialis (29,6%). Kemudahan penggunaan dan ketersediaan infrastruktur RME tidak berpengaruh langsung terhadap pemenuhan standar akreditasi (p>0,05), sedangkan kemanfaatan kualitas sistem (p=0,021) dan motivasi pengguna (p=0,000) berpengaruh signifikan. Motivasi terbukti memediasi pengaruh kemudahan dan ketersediaan infrastruktur terhadap pemenuhan standar. Telaah dokumen dan observasi menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam pengisian identitas pasien, asesmen awal medis, dan CPPT, serta belum optimalnya audit mutu rekam medis. Motivasi pengguna merupakan faktor kunci dalam pemenuhan standar akreditasi rumah sakit melalui pemanfaatan RME. Optimalisasi RME perlu difokuskan tidak hanya pada aspek teknis sistem, tetapi juga pada penguatan motivasi, audit mutu dokumentasi, dan tata kelola rekam medis untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.
Analysis of Factors Related To Quality of Life in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis: A Cross-Sectional Study Aurellia Firstania; Mesya Mesya
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56567

Abstract

Abstract Chronic kidney disease (CKD) and hemodialysis (HD) therapy can reduce quality of life due to the burden of symptoms, activity limitations, and psychological and social problems. This study aims to analyze factors associated with quality of life in CKD patients undergoing HD at Sekayu Regional Hospital. A descriptive-analytical survey with a cross-sectional design was conducted among 44 respondents purposively selected from May 1 to June 1, 2025. Quality of life was measured using the WHOQOL-BREF and categorized into good and poor based on the median total score. Bivariate analysis used the chi-square test, while multivariate analysis used multiple logistic regression. The results showed that the majority of respondents were aged >45 years (56.8%), male (52.3%), and on HD for <2 years (77.3%). There was a significant association between age (p=0.001), gender (p=0.002), and duration of HD (p=0.004) with quality of life. Education (p=0.523), marital status (p=0.624), employment (p=0.510), and income (p=0.319) were not associated. Logistic regression showed that age >45 years was the dominant factor associated with a lower odds of good quality of life (p=0.024; OR=0.089). Comprehensive nursing interventions are needed, especially for elderly and female patients, to improve the quality of life during HD.
Pengaruh Keselamatan Pasien Terhadap Beban Kerja Pada Perawat Rawat Inap di RSUD I.A Inche Abdul Moeis Samarinda Cahya Rio Nur Rahman; Nurhasanah Nurhasanah; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56736

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit karena berkaitan langsung dengan mutu dan keamanan pelayanan kesehatan. Namun di sisi lain juga menghadapi tuntutan kerja yang tinggi, penerapan standar keselamatan pasien sering diasumsikan dapat menambah beban kerja perawat karena adanya kewajiban prosedural serta dokumentasi yang harus dipenuhi. Permasalahan tersebut melatarbelakangi penelitian ini untuk mengetahui apakah keselamatan pasien berpengaruh terhadap beban kerja perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keselamatan pasien terhadap beban kerja perawat rawat inap di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi selama periode penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan keselamatan pasien berada pada kategori sedang sebesar 73,6%. Uji statistik korelasi Spearman menghasilkan nilai korelasi −0,129 dengan p-value 0,221, sehingga H0 diterima. Hal dapat di simpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara keselamatan pasien dan beban kerja perawat.
Inovasi Digital dalam Manajemen Hipertensi:Pengembangan Aplikasi Mobile Berbasis Edukasi dan Monitoring Kepatuhan Pada Penderita Hipertensi Musmuliadin Musmuliadin; Nikmah Saro
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56771

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal jantung. Di wilayah pesisir seperti pesisir Buton, pengelolaan hipertensi menghadapi tantangan besar akibat keterbatasan fasilitas kesehatan, minimnya tenaga medis, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Teknologi digital seperti mobile health (mHealth) berpotensi meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien melalui edukasi dan monitoring yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aplikasi mobile berbasis edukasi dan monitoring dalam meningkatkan pengetahuan, kepatuhan pengobatan, dan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah pesisir. Penelitian ini menggunakan desain post-test only control group design. Sampel berjumlah 60 responden yang dipilih secara purposive sampling. Kelompok eksperimen menggunakan aplikasi mobile dengan fitur edukasi, pengingat minum obat, dan pencatatan tekanan darah harian selama delapan minggu, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan edukasi tatap muka. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dan Wilcoxon, serta dilengkapi dengan analisis kualitatif menggunakan thematic analysis dari wawancara dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada pengetahuan, kepatuhan minum obat, dan pengendalian tekanan darah dibandingkan kelompok kontrol. Peserta FGD menyatakan bahwa aplikasi mudah digunakan, membantu pemantauan kesehatan, serta meningkatkan motivasi dalam menjalankan pengobatan. Kendala yang ditemui meliputi rendahnya literasi digital pada pasien usia lanjut dan masalah teknis dalam fitur alarm serta pencatatan tekanan darah, namun dapat diatasi melalui pelatihan dan komunikasi yang baik. Kesimpulannya, aplikasi mobile ini efektif dalam meningkatkan manajemen hipertensi dan memiliki potensi sebagai solusi inovatif di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Hubungan Basal Metabolic Rate dengan Tekanan Darah pada Mahasiswa Jurusan Fisioterapi Kiki Rezki Faradillah; Rabia Rabia; Fidyatul Nazhira; Harvina Mukrim; Solagracia Sukatno Putri; Fadhira Citra Surya Anjani; Muhammad Syukran Haydar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56847

Abstract

Latar belakang: Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Basal metabolic rate (BMR) berperan penting dalam mempertahankan fungsi fisiologis tubuh pada kondisi istirahat dan diduga berhubungan dengan tekanan darah. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara BM dengan tekanan darah sistolik dan diastolik pada mahasiswa fisioterapi. Metode: Penelitian analitik menggunakan desain cross-sectional pada 212 mahasiswa fisioterapi yang telah memenuhi kriteria penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan agustus hingga september 2024 di ruangan laboratorium jurusan fisioterapi UPN Veteran Jakarta. Data yang dikumpulkan terdiri dari jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, BMR. pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer elektronik omron. Nilai BMR diukur menggunakan Body Composition Analyzer InBody 570. data dianalisis menggunakan statistik IBM SPSS versi 25 dengan uji korelasi Spearman. Hasil: mayoritas responden perempuan (80.7%), berusia 17-19 tahun (88.7%) dan memiliki kategori tekanan darah normal (71.69%). Hasil rerata BMR yaitu 1207.2 kcal/hari. Rerata tekanan darah sistolik yaitu 114.6 mmHg sedangkan rerata tekanan darah diastolik yaitu 77.7 mmHg. Berdasarkan uji korelasi spearman terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara BMR dengan tekanan darah sistol. selain itu, terdapat hubungan negatif yang sangat lemah yang menandakan tidak ada hubungan yang berarti antara BMR dan tekanan darah diastolik. Kesimpulan : adanya hubungan yang signifikan antara BMR dengan tekanan darah sistolik dan tidak ada hubungan antara BMR dengan tekanan darah diastolik.
Formulasi, Evaluasi Fisik, dan Uji Antibakteri Ecoenzym Kombinasi Mangifera Indica Dan Ananas Comosus Terhadap Pertumbuhan Cutibacterium Acne Shabira Aliyah; Qori Fadillah; Frenky Jones Manurung; Juli Elisabet Mayen Br Meliala; Linda Chiuman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56938

Abstract

Acne vulgaris merupakan gangguan inflamasi kronis yang umumnya terjadi pada folikel pilosebasea yang disebabkan oleh peningkatan produksi sebum, hiperkeratinisasi, inflamasi, dan abnormalitas mikroba pada duktus pilosebaseus. Peran Cutibacterium acnes dalam patogenesis Acne vulgaris menjadi dasar pemberian antibiotik. Ecoenzym sendiri adalah suatu produk fermentasi yang berasal dari gula dan limbah buah serta memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat membunuh bakteri karena kandungan asam asetat dalam larutan ecoenzym mampu membunun bakteri. Kami memutuskan untuk menganalisis aktivitas antibakteri ecoenzym kombinasi kulit mangga harum manis (Mangifera indica L.) dan kulit nanas (Ananas comosus L.) terhadap Cutibacterium acne. Metode yang digunakan dalam pembuatan ecoenzym adalah fermentasi sedangkan untuk pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi kertas cakram. Formula dibuat dengan konsentrasi ecoenzym 20%, 40%, dan 60%. Dilakukan uji organoleptis, uji pH, uji fitokimia. Kami membandingan lama waktu fermentasi 30,60, dan 90 hari. Ecoenzym kombinasi dari kulit mangga harum manis (Mangifera indica L.) dan kulit nanas (Ananas comosus L.) menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acne.
Pemaafan, Kebermaknaan Hidup, dan Resliensi pada Single Mother Yang Hamil di Luar Nikah Nabila Israela Nazharani Lay Lado; Arthur Huwae
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53476

Abstract

Ibu tunggal yang hamil di luar nikah, seringkali mendapat tekanan emosional dan label yang buruk, serta mendapat diskriminasi dari masyarakat sehingga memengaruhi resiliensi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemaafan, kebermaknaan hidup dan resiliensi pada ibu tunggal yang hamil di luar nikah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis regresi berganda. Partisipan merupakan ibu tunggal yang hamil di luar nikah dengan rentang usia 18-30 tahun. Berjumlah 107 partisipan dengan menggunakan teknik insidental sampling. Pengukuran menggunakan Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18) (α = 0,920), Meaning in Life Questionnaire (MLQ) (α = 0,856), Connor-Davidson Resilience Scale (CD RISC) (α = 0,925). Hasil dari penelitian membuktikan bahwa pemaafan dan kebermaknaan hidup berpengaruh terhadap resiliensi pada ibu tunggal yang hamil di luar nikah (F = 43,300 dan sig. = 0,000; p)
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Bantuan Hidup Dasar Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan BHD Siswa SMA YPPK Taruna Dharma Jayapura Kristiyani Herda Rophi; Jems K R Maay; Ellen R V Purba; Isak J H Tukayo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.53646

Abstract

Keselamatan pasien pada kondisi henti jantung sangat ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan penanganan awal yang diberikan pada fase gawat darurat. Sebagian besar kejadian henti jantung terjadi di luar fasilitas pelayanan kesehatan atau dikenal sebagai Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA). Kondisi ini berkontribusi terhadap tingginya angka kematian akibat henti jantung yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan global maupun nasional. Salah satu faktor utama penyebab tingginya mortalitas adalah keterlambatan dalam pemberian pertolongan pertama serta rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan tindakan penyelamatan awal. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok remaja, menjadi sangat penting dalam upaya penanganan henti jantung secara dini. Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan serangkaian tindakan pertolongan pertama yang bertujuan untuk mempertahankan dan mengembalikan fungsi sirkulasi serta pernapasan pada korban henti jantung. Tindakan BHD dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk masyarakat awam, selama telah memperoleh pendidikan dan pelatihan yang memadai. Pendidikan kesehatan BHD menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan Bantuan Hidup Dasar terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan BHD pada siswa SMA YPPK Taruna Dharma Jayapura. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pre-test and post-test with delayed evaluation. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata pengetahuan sebesar 30,31 poin, dari 55,22 menjadi 85,53. Pada aspek keterampilan, seluruh responden berada pada kategori kurang saat pre-test, namun meningkat pada post-test. Secara statistik, pendidikan kesehatan BHD berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa (p=0,001). Oleh karena itu, diperlukan pendidikan kesehatan BHD yang berkelanjutan dan lebih luas untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada henti jantung
The Role Of Organizational Support On The Mental Health Of Lecturers And Education Staff At Mohammad Husni Thamrin University Atikah Pustikasari; Mahyar Suara
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54611

Abstract

Background: Organizational support, also known as Perceived Organizational Support (POS), plays a crucial role in maintaining the mental health of lecturers. When lecturers feel valued and receive attention from the institution, it enhances work engagement, satisfaction, and mental health. Perceptions of organizational support have a significant impact on increasing emotional commitment and work engagement, helping them maintain psychological balance, reduce work stress, and minimize the risk of burnout. Objective: This study aims to analyze the relationship between organizational support and the mental health of lecturers and academic staff at Universitas Mohammad Husni Thamrin. Organizational support was measured using the Perceived Organizational Support (POS) model developed by Eisenberger et al. (1986), while mental health was measured using the Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF), which assesses psychological, emotional, and social well-being. The research method employed a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 101 respondents selected using simple random sampling. Results: The results showed that the majority of respondents (62.4%) perceived organizational support as high, and most respondents (52.5%) were categorized as flourishing in terms of mental health, while only 5.9% were categorized as languishing. Bivariate analysis using the chi-square test revealed a significant relationship between organizational support and mental health among lecturers and academic staff, with a p-value of 0.034. These results indicate that the higher the perception of organizational support, the greater the likelihood that lecturers and academic staff experience better mental well-being. Conclusion: The study concludes that organizational support has a significant influence on the mental health of lecturers and academic staff in higher education. Therefore, it is recommended that universities strengthen organizational support policies by enhancing welfare programs for lecturers and academic staff, such as stress management training, psychological counseling services, and work-life balance policies.
Relationship Between Patients' Level of Knowledge About Caesarean Section Surgery and Pre-Operative Anxiety in The Operating Room Karunia Kasih Hospital Ryani Susanti; Kusnanto Kusnanto; Achmad Fauzi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54612

Abstract

Cesarean section is the most appropriate alternative to ensure the safety of the mother and fetus, such as in cases of placenta previa, preeclampsia, or abnormal fetal presentation. However, prior to undergoing a cesarean section, some pregnant women experience feelings of fear and anxiety. These feelings are influenced by various factors, including level of knowledge, educational background, support from a partner, economic circumstances, and psychological aspects. Limited understanding of a condition can increase a person's vulnerability to anxiety. Ignorance about medical procedures is often perceived as a threat or pressure, which in turn triggers stress and fear. This situation is often experienced by pregnant women who do not understand the process of childbirth, especially the stages of a cesarean section and its consequences. This increases the risk of anxiety prior to childbirth.This study used a correlational analytical design with a cross-sectional approach. It was conducted in the Operating Room of Karunia Kasih Hospital, Indonesia, from November to December 2025. A total of 48 respondents were selected using total sampling. Data were collected using a combined Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) and State-Trait Anxiety Inventory (STAI) questionnaire to measure the respondents' anxiety levels and a questionnaire on the respondents' level of knowledge that had been adapted to assess the respondents' knowledge of caesarean section. Data analysis included univariate and bivariate analysis using the Chi-square test with a significance level of 0.05.The results showed that 8 respondents (25.8%) of the 31 respondents had low knowledge of preoperative anxiety and did not experience anxiety, while 23 respondents (74.2%) experienced anxiety. Among the 17 respondents with a good level of knowledge about preoperative anxiety, 10 respondents (58.8%) did not experience anxiety, while the other 7 respondents (41.2%) experienced preoperative anxiety. The statistical test results between the level of knowledge and preoperative anxiety obtained a P value of 0.051. Respondents with a good level of knowledge tended not to experience preoperative anxiety about cesarean section.This study shows a significant relationship between knowledge level and preoperative anxiety in cesarean section patients. Insufficient knowledge can exacerbate patients' preoperative anxiety. These findings highlight the importance of effective communication by health workers and also the importance of patients' curiosity to gain more knowledge to reduce preoperative anxiety.