cover
Contact Name
Nurul Izzah Lubis
Contact Email
redaksijurnalupu@gmail.com
Phone
+6281260999253
Journal Mail Official
redaksijurnalupu@gmail.com
Editorial Address
Kantor Redaksi PROPORSI Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif
ISSN : 26150247     EISSN : 27152995     DOI : 10.22303
Core Subject : Art, Social,
PROPORSI adalah sebuah jurnal ilmiah dalam bidang desain, multimedia dan industri kreatif. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Potensi Utama Medan. PROPORSI diterbitkan setahun dua kali yaitu pada bulan November dan Mei. Jurnal ini terbuka untuk umum dan tujuan utamanya adalah untuk berbagi pengetahuan kajian dalam bidang desain, multimedia dan industri kreatif.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020" : 10 Documents clear
PERANCANGAN BRANDING LOGO “FADILLAH FOOD” Titin Setiawati; Isnaini Hamid Damanik; Triadi Sya'dian
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.5.2.2020.198-208

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan utama setiap orang yang harus dipenuhi. Dalam kebutuhan premier manusia. Makanan terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu makanan berat dan makanan ringan. Makanan ringan, Cemilan atau snack adalah istilah bagi makanan yang bukan merupakan menu utama atau sebagai selingan antara makan besar yang dimakan hanya untuk dinikmati rasanya. Fadillah Food adalah cemilan buatan rumah yang di dirikan oleh ibu Tri. Fadillah Food menyediakan berbagai cemilan Home made yang sehat dan harga terjangkau yang sudah mulai banyak dikenal oleh masyarakat. Namun masih banyak permasalahan yang hadapi oleh Fadillah Food, diantaranya seperti identitas visual yang belum terlalu dikenal oleh konsumennya, membuat konsumen memilih produk pesaing yang terlebih dahulu ada di pasaran. Berdasarkan hal tersebut, Fadillah Food perlu membuat sebuah perancangan logo sebagai identitas visual untuk menegaskan citra perusahaannya. Bersamaan dengan itu, Fadillah Food juga harus memiliki media promosi yang sesuai dengan citranya. Sehingga nantinya diharapkan akan menguatkan citra produk Fadillah Food.
REPRESENTASI “NAZAR” DALAM FILM INSYA ALLAH SAH KARYA BENNI SETIAWAN Giovani Giovani
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.2.1.2016.59-70

Abstract

Pada saat ini kebudayaan dan sebuah realitas sosial adalah seuah ideologi yang sering direpresentaikan dalam sbuah film atupun media lainnya, tidak terlepas itu hanya untuk kepentingan individu maupun kelompok.  Representasi adalah sbuah penggambaran, perwakilan atau gambaran. Secara sederhana, representasi dapat diartikan sebagai gambaran mengenai suatu hal yang terdapat dalam kehidupan yang digambarkan melalui suatu media.Film Insya Allah Sah adalah salah satu dari sekian banyak film dan media televisi lainya yang  mengadopsi dan memasukan nilai-nilai dari sebuah realitas sosial, yang  mana di dalam film Insya Allah sah menggambarkan ulaung konsep Nazar yang terdapat di tengah masyarakat untuk dijadikan sebuah representasi dalam film. Penggambaran ulang Nazar yang muncul dan konsep pelaksanaan Nazar yang muncul dalam film Insya Allah Sah memberikan sebuah pesan terhadap masyarakat dalam menepati dan merealisasikan Nazar yang telah diucapan. Dalam kasus Representasi Nazar pada film Insya Allah Sah karya Benni steiawan , representasi yang di munculkan melibatkan karakter wanita yang memberikan efek hijrah pada seorang wanita dan memberikan pesan bahwa Sangat penting dalam menepati sebuah Nazar
TINJAUAN KONSEP GREEN DESIGN PADA INTERIOR FORE COFFEE MEDAN Ivo Ramadhani
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.5.2.2020.138-147

Abstract

Perkembangan teknologi industri 4.0 yang terjadi saat ini ternyata juga mempengaruhi terhadap perkembangan pembangunan di Indonesia menjadi begitu pesat, sehingga banyak  para pelaku usaha terdorong untuk ikut mengembangkan bisnisnya. Selain kualitas rasa dari makanan mereka juga memperhatikan gaya bagunan dan interior tempat usahanya. Desain interior merupakan kegiatan merencanakan, menata dan merancang ruang dalam bangunan. Green design merupakan sebagai salah satu bentuk penerapan konsep pembangunan secara terus-menerus  yang ramah lingkungan dan merupakan salah satu wujud peduli masyarakat untuk turun langsung memperdulikan  lingkungannya. Kota Medan merupakan Kota terbesar ke-3 di Indonesia dan banyaknya tempat kuliner. Salah satu tempat publik usaha kuliner berada di Kota Medan yang mengusung konsep green design adalah  Fore Coffee. Fore Coffee merupakan sebuah startup kopi retail menyajikan high quality cofee serta menyediakan tempat yang berkonsep green design  untuk para pelanggannya dan sudah berdiri sejak tahun 2018. Gaya desain interior dengan suasana yang terkesan peduli lingkungan, disebut juga dengan istilah green design atau eco design. Green design  awalnya dikenal dengan gaya natural. Metode penelitian yang dilakukan dalam hal peninjauan konsep green design yaitu menggunakan metode pengumpulan data dengan melakukan kegiatan Observasi, Wawancara dan Studi Dokumentasi.
PEMANFAATAN MODEL 3 DIMENSI UNTUK INFORMASI WISATA KOTA MEDAN (Studi Kasus: Kawasan Medan Heritage) Joko Bintarto
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.5.2.2020.209-216

Abstract

Kota Medan memerlukan informasi kawasan wisata dalam bentuk visualisasi Model 3 dimensi. Model 3 dimensi sangat penting untuk memberikan informasi keadaan wilayah dan fasilitas yang ada di tempat wisata serta untuk mempersiapkan diri dalam melakukan wisata. Proses penelitian melibatkan proses perancangan yaitu pembuatan media informasi wisata kota medan dengan merancang model 3 dimensi pada kawasan wisata Medan Heritage,  dimana pada kawasan tersebut  terdapat bangunan bersejarah yang  memiliki nilai historis tinggi  yang dapat memberikan ciri khas dan keunikan kota Medan dan membangun citra wisata heritage. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Desain (Desain Komunikasi Visual) melalui tahapan Analisis, Sintetis dan Evaluasi. Hasil dari penelitian ini adalah karya model 3D kawasan Medan Heritage sebagai kawasan wisata dengan bangunan bersejarah di kota medan seperti Istana Maimun, Masjid Raya Al Mashun, PT. PP London Sumatera, dan Kantor Pos agar seperti aslinya.
INFOGRAPHIC SILSILAH SULTAN YANG PERNAH MEMERINTAH DI KESULTANAN DELI Rinanda Purba; Irwansyah Irwansyah
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.5.2.2020.148-161

Abstract

Kesultanan Deli adalah salah satu dari empat Kesultanan Besar yang ada di Sumatera Utara. Nama Deli sendiri diambil dari sejarah Raja Deli I yakni Tuanku Gotjah Pahlawan yang merupakan keturunan dari Raja Delhi Akbar (Hindusta, India). Deli merupakan sebuah kerajaan dengan konsep Kesultanan, dimana pewarisan tahta akan dilanjutkan oleh keturunan laki-laki dari Sultan sebelumnya. ini dirasa penting untuk dipecahkan dan diberikan solusi dengan membuat sebuah buku infographic wisata sejarah Sultan-Sultan yang pernah memerintah di Kesultanan Deli. Tujuannya dapat digunakan oleh wisatawan dan masyarakat untuk lebih mengenal dengan baik dan mengetahui informasi tentang Sultan yang pernah memerintah di Kesultanan Deli dari Sultan pertama hingga Sultan saat ini. Dalam melakukan analisis penelitian ini menggunakan Teknik analisis 5W+1H. Dengan menggunakan media infographic lebih menarik dan kreatif agar dapat menarik minat masyarakat sehingga dapat dijadikan media promosi untuk memperkenalkan sejarah Istana Maimoon.
ANALISIS ORNAMEN PADA BANGUNAN MASJID AL OSMANI MEDAN Rendy Prayogi
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.5.2.2020.217-226

Abstract

Di Kota Medan banyak terdapat bangunan bersejarah, salah satunya adalah Masjid Al Osmani, yang berfungsi sebagai tempat beribadah umat muslim sejak zaman kesultanan Melayu Deli pada abad ke-19 dan juga sebagai tempat pertemuan Sultan dengan rakyatnya. Bangunan Masjid Al Osmani memiliki arsitektur yang unik perpaduan dari budaya China, Eropa, India, Timur Tengah dan Melayu Deli. Seperti pintu masjid berornamen China, ukiran relief pada pilar bangunan bernuansa Eropa, kubah mencirikan nuansa India, serta tampilan kaligrafi mencirikan nuansa Timur Tengah dan ornamen Melayu Deli. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dan pendekatan estetika. Pendekatan sejarah akan menyangkut pembahasan tentang sejarah bangunan Masjid Al Osmani dan perkembangan fungsi bangunan sejak didirikan hingga sampai sekarang. Pendekatan estetika akan menyangkut pembahasan tentang bentuk ornamen pada bangunan Masjid Al Osmani, bagaimana bentuk ornamen dan bangunan Masjid Al Osmani tersebut terbentuk sehingga memiliki ciri khas dan dapat menarik perhatian publik?. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa bangunan Masjid Al Osmani tidak seutuhnya bercirikan budaya Melayu Deli tetapi juga memiliki alkulturasi estetika bentuk dari kebudayaan China, Eropa, India dan Timur Tengah.
PERANCANGAN DESAIN INTERIOR KLINIK KECANTIKAN LANTAI 1 MENARA MAIMI Sri Wahyuni Panjaitan
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.5.2.2020.162-171

Abstract

Perkembangan bisnis klinik kecantikan di kota besar seluruh Indonesia berkembang pesat dan memiliki jumlah yang banyak. Salah satu perkembangan bisnis klinik kecantikan di kota besar adalah Kota Medan. Kondisi ini membuat semakin bertambah pesaing produsen klinik kecantikan. Para pebisnis klinik kecantikan bersaing ketat untuk mencerminkan kelebihan masing-masing usaha klinik kecantikan. Setiap pebisnis klinik kecantikan berusaha untuk menarik perhatian dari setiap konsumen dan akan memberikan rasa kepuasan terhadap konsumen. Para pebisnis klinik kecantikan memiliki strategi dalam pemasaran bisnis klinik kecantikan agar dapat berjalan dan sukses untuk menghadapi persaingan bisnis klinik kecantikan tersebut, mendapatkan dan menambah konsumen, serta dapat mempertahankan konsumen tersebut. Strategi pemasaran yang bisa digunakan oleh pebisnis klinik kecantikan salah satunya adalah layanan lingkungan fisik (servicescape). Maka dari itu akan dirancangan desain interior Klimik Kecantikan.
KONSEP BUDAYA BATAK DALAM FILM MURSALA SUTRADARA VIVA WESTI (ANALISIS SEMIOTIKA) Sri Wahyuni
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.5.2.2020.172-183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep budaya batak pada masyarakat dalam film Mursala serta mengungkap pandangan masyarakat khususnya masyarakat batak terhadap film Mursala karya Viva Westi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk kualitatif. Kerangka teoritis dibangun berdasarkan data yang di dapat dari lapangan kemudian disesuaikan dengan objek penelitian yaitu film Mursala. Untuk melihat kesesuaian antara realitas yang ada pada masyarakat maka digunakan teori Semiotika Roland Barthes yang mengungkap berdasarkan penanda, petanda dan mitos serta teori resepsi Hans Robert Jauss dam Wolfgang Iser untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap film Mursala. Hasil yang diperoleh dalam penelitian bahwa terdapat mitos-mitos pada masyarakat Batak sehingga membuat masyarakat tersebut mengikuti tradisinya. Konsep budaya dimunculkan dalam film Mursala melalui penanda dan petanda dan membentuk mitos yang bermakna pewarisan tradisi. Tradisi tersebut menggambarkan sistem kekerabatan pada masyarakat Batak yaitu Dalihan Na Tolu. Kekerabatan tersebut seperti larangan menikah semarga pada masyarakat Batak dan telah diwariskan secara turun temurun.
ANALISIS KARAKTER TOKOH FILM 5 CM SUTRADARA RIZAL MANTOVANI DENGAN KAJIAN SEMIOTIKA Surya Darma
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.5.2.2020.184-197

Abstract

Film 5 cm adalah film drama Indonesia, dirilis pada 12 Desember 2012. Film 5 cm disutradarai oleh Rizal Mantovani dengan perusahaan produksi Soraya Intercine Films  merupakan adaptasi dari novel 5 cm karya Donny Dhirgantoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam film 5 cm dengan teori semiotika model Roland Barthes. Objek Penelitian dan Fokus Utama penelitian ini adalah “Analisis Karakter Tokoh Film 5 cm Sutradara Rizal Mantovani dengan Kajian Semiotika”. Sedangkan unit penelitian yaitu analisis karakter tokoh film 5 cm dibedah dengan teori semiotika Roland Barthes. Tahap pemaknaan film 5 cm tidak hanya dilakukan secara denotatif namun juga secara konotatif yaitu sebagai tanda yang muncul pada karakter tokoh pada film 5 cm. Makna tersebut dapat dilihat dalam film 5 cm berdasarkan struktur pembentuk film. Struktur film 5 cm didukung petanda yang dimunculkan pada karakter tokoh. Karakter tokoh film 5 cm yang dianalisis pada penelitian ini yaitu Zafran (Herjunot Ali), Arial (Denny Sumargo), Ian (Saykoji), Riani (Raline Shah), dan Genta (Fedi Nuril). Hasil Analisis Karakter Tokoh Film 5 cm Sutradara Rizal Mantovani dengan Kajian Semiotika yaitu karakter yang ditunjukan dari sosok Arial adalah karakter dengan cowok maskulin, dengan postur tubuh yang proporsional, dan macho, selanjutnya sosok Ian adalah sosok yang humoris, kemudian sosok Arini adalah satu-satunya wanita dalam persahabatan tersebut yang dengan pola pikir dewasa, berjiwa keibuan, dan peduli. Interpretasi dari sosok Genta adalah seorang yang karismatik, bertanggung jawab, pola pikir realistis, dan giat bekerja. Karakter Zafran yaitu seorang yang puitis, humanis, idealis, dan fantastis berdasarkan simbol-simbol yang muncul pada film 5 cm.
Identitas Budaya Batak Toba Dalam Struktur Mise En Scene Pada Film Lamaran Muhammad Ali Mursid Alfathoni; Dani Manesah
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 5, No 2 (2020): PROPORSI Mei 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/proporsi.5.2.2020.123-137

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bentuk identitas budaya Batak Toba yang terdapat dalam sturuktur mise en scene pada film Lamaran. Struktur mise en scene merupakan merupakan segala sesuatu yang terlihat di depan kamera yang siap diambil gambarnya. Melalui struktur mise en scene tersebut akan didapat bentuk wujud dari identitas budaya Batak Toba yang ada pada film Lamaran. Film Lamaran merupakan sebuah film dengan genre drama komedi. Film Lamaran disutradarai oleh Monty Tiwa yang diproduksi pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara kualitatif dengan teknik mendeskripsikan objek penelitian dan semua data yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas budaya Batak Toba terdapat pada tiga unsur yang ada dalam struktur mise en scene. Unsur tersebut adalah setting dengan latar motif ukiran gorga, kostum dan tata rias tokoh yang mengenakan kain ulos dengan tata rias yang natural, dan pemain dan pergerakan yang mencerminkan sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba.

Page 1 of 1 | Total Record : 10