cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023" : 63 Documents clear
A comparative evaluation of osteoprogeterin and receptor activator of nuclear Kappa B ligand during orthodontic movement: Evaluasi komparatif osteoprogeterin dan aktivator reseptor ligan Kappa B nuklir selama gerakan ortodontik Norman Hidajah; Ketut Virtika Ayu
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v12i3.856

Abstract

Orthodontic tooth movement is a continuous and balanced process characterized by bone deposition and bone resorption res-pectively on tension and compression sites. This article is aimed to show the comparative of osteoprogeterin (OPG) and receptor activator of nuclear kappa B ligand (RANKL) during orthodontic tooth movement. Literature review was conducted by collect-ing various information regarding the topic and perform the synthesis. Several studies have shown the ratio concentration of RANKL to that OPG in gingival crevicular fluid was significantly higher than control sites. It was concluded that the OPG and RANKL expression during orthodontic movement varies at different time intervals and according to the type of force delivery system.
Effect of solvent temperature and dissolving time on the amount of yield from moringa (Moringa oleifera) leaf extractions: Pengaruh suhu pelarut dan waktu pelarutan terhadap jumlah rendemen dari hasil ekstraksi daun kelor (Moringa oleifera) Wulan Anggestia; Natasya Shenia Utami; Netta Anggraini
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yang berhubungan dengan antibakteri, yaitu senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid dan tanin. Senyawa metabolit sekunder tersebut dapat terekstraksi dengan maksimal dengan pemilihan metode ekstraksi, pelarut yang digunakan dan optimasi suhu pelarut dan waktu pelarutan ketika melakukan ekstraksi agar diperoleh hasil rendemen ekstrak yang baik. Penelitian eksperimental laboratorium dengan ekstraksi metode maserasi untuk melihat pengaruh suhu dan waktu pelarutan terhadap hasil ekstraksi daun kelor. Diperoleh variasi suhu adalah T1= 30±2°C, T2=40±2°C, T3=50±2°C dan variasi waktu adalah t1=36 jam, t2= 48 jam, t3=60 jam yang terdiri atas 3 tingkatan dengan tiga kali pengulangan sehingga diperoleh 27 sampel. Rendemen ekstrak daun kelor dihitung berdasarkan berat sampel setelah proses ekstraksi terhadap berat serbuk awal sampel. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rendemen yang tinggi diperoleh dari perlakuan ekstraksi pada suhu T2=40±2°C selama t3=60 jam sebesar 4,93%. Disimpulkan bahwa suhu pelarut dan waktu pelarutan berpengaruh terhadap jumlah rendemen yang dihasilkan, rendemen ekstrak dapat meningkat diikuti dengan suhu yang tinggi dan waktu ekstraksi yang semakin lama hingga mencapai batas optimal.
Antibacterial activity of longan seed extract (Dimocarpus longan L.) to P.gingivalis: Aktivitas antibakteri ekstrak biji kelengkeng (Dimocarpus longan L.) terhadap P.gingivalis Gisela Alvina Murdany; Henry Y Mandalas; Vinna Kurniawati Sugiaman
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri. Biji merupakan bagian dari tanaman kelengkeng yang mengandung senyawa antibakteri berupa fenolat, tanin, flavonoid, dan triterpenoid. Artikel ini membahas efek antibakteri biji kelengkeng terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis ATCC 332277 penyebab periodontitis kronis dengan menghitung rata-rata diameter zona hambat. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen laboratorik dengan kelompok eksperimen pada konsentrasi 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 75%, 100%. Sebagai pembanding, klorheksidin 0,2% sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Berdasarkan metode difusi sumur, tampak bahwa pada kelompok eksperimen, konsentrasi 100% menghasilkan zona hambat 10,07 mm namun tidak lebih besar dari klorheksidin 0,2% sebesar 11,94 mm. Sedangkan zona hambat terkecil dihasilkan oleh biji kelengkeng dengan ekstrak 25% yaitu 3,15 mm. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh ekstrak biji kelengkeng dalam menghambat pertumbuhan bakteri P.gingivalis.
The hardness of bulkfill nanofiller composite resin is higher compared to non bulkfill: Kekerasan resin komposit nanofiller bulkfill lebih tinggi dibandingkan dengan non-bulkfill Putu Rusmiany; Dewa Made Wedagama; Ida Ayu Siwi Gayatri
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resin komposit merupakan bahan restorasi yang paling sering digunakan saat ini, karena merupakan salah satu bahan tumpatan yang menyerupai warna gigi. Disamping itu faktor kekerasan menjadi hal yang sangat diperlukan untuk ketahanan tumpatan. Kekerasan komposit dapat dipengaruhi oleh cara pengaplikasian bahan. Penelitian ini membandingkan resin komposit nano-filler bulk-fill dan non-bulk-fill dengan ketebalan 2 mm, 4 mm dan 6 mm. Penelitian eksperimen laboratorium dengan posttest with control group design menggunakan 24 sampel resin komposit yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu resin komposit nano-filler bulkfill dan non bulkfill yang masing-masing dibuat dengan ketebalan 2 mm, 4 mm, dan 6 mm. Kekerasannya diuji dengan alat vicker hardness tester. Uji least significant difference menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kekerasan yang signifikan antar 6 kelompok perlakuan (p<0,05). Kekerasan tertinggi didapatkan oleh resin komposit nanofiller bulkfill dengan ketebalan 2 mm sebesar 27,82 VHN dan resin komposit non bulkfill menunjukkan nilai kekerasan yang rendah terutama pada ketebalan 6 mm sebesar 6,75 VHN. Disimpulkan bahwa resin komposit nanofiller bulkfill memiliki kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan resin komposit non bulkfill.
Effectiveness of inhibition of telang flower (Clitoria ternatea L.) against the growth of Candida albicans: Efektivitas daya hambat bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans Ni Nyoman Gemini Sari; Intan Kemala Dewi; Pande I Putu Andika Prasetiawan
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandidiasis oral adalah infeksi oportunistik yang paling umum memengaruhi mukosa mulut. Dalam sebagian besar kasus, lesi disebabkan oleh Candida albicans. Banyak obat antijamur yang telah banyak diproduksi dan dijual di pasaran untuk mengobati kandidiasis, namun obat-obatan tersebut memiliki efek samping. Salah satu tumbuhan yang dapat dibudidayakan sebagai tanaman hias dan tanaman obat adalah kembang telang (Clitoria ternatea L.). Diketahui daya hambat bunga telang terhadap C.alcans disebabkan oleh zat antosianin. Penelitian eksperimental ini dirancang dengan post-test only control group. Uji KruskalWallis menunjukkan perbedaan yang signifikan efektivitas ekstrak bunga telang 50%, 75%, 100% dalam membunuh koloni C.albicans. Uji Mann Whitney tidak mendapatkan perbedaan yang signifikan ekstrak bunga telang 50%, 75%, 100% dalam membunuh koloni C.albicans; keduanya pada media SDA. Konsentrasi bunga telang yang terus ditingkatkan mengalami penurunan efektivitas. Disimpulkan bahwa makin tinggi konsentrasi daya difusi ekstrak ke dalam media berkurang sehingga semakin rendah kelarutannya.
The effect of interactive counselling method on dental and oral health knowledge among islamic boarding school students: Pengaruh metode penyuluhan interaktif terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada santri pondok pesantren Edy Machmud; Ade Am; Nurul SM; Taqwim A; Eri Hendra Jubhari
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Derajat Kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan laporan Rikesdas 2018 hampir 70% masyarakat Indonesia mengalami penyakit gigi dan mulut, utamanya gigi berlubang dan penyakit periodontal. Penyakit gigi dan mulut ini paling banyak dialami oleh anak-anak usia sekolah karena tingkat pendidikan dan pengetahuannya tentang kesehatan gigi dan mulut masih rendah. Upaya memperkenalkan kesehatan gigi dan mulut kepada anak sekolah harus dilakukan sedini mungkin. Pada penelitian ini dilakukan penyuluhan interaktif kepada santri Pondok Pesantren Moderen Islam Shohwatul Is’ad Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep dengan menggunakan dental simulator untuk mengukur efektivitas penyuluhan kesehatan gigi dan mulut secara interaktif pada perilaku santri menggunakan metode eksperimental semu dengan pre and posttest design approach. Hasil penelitian ada pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode interaktif terhadap tingkat pengetahuan santri di Pondok Pesantren Moderen Islam Shohwatul Is’ad sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan metode interaktif terhadap tingkat pengetahuan santri di pondok pesantren.
The relationship between nutritional status and persistence cases of primary teeth: Hubungan status gizi dengan kasus persistensi gigi sulung Cynthia; Dion Leonardo; Ignatius Setiawan; Grace Monica; Ivana Abigayl; Miranti Hakim
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan gambaran ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutrisi (nutriture). Persistensi gigi merupakan gigi sulung yang tidak tanggal ketika seharusnya sudah tanggal. Banyak faktor penyebab persistensi, salah satunya adalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kasus persistensi gigi sulung di BLUD UPTD Puskesmas Banjar 2. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat retrospektif dengan melakukan pengamatan terhadap data sekunder berupa data yang diambil dari buku catatan register dan rekam medis pasien yang melakukan pencabutan gigi dengan diagnosa persistensi gigi sulung pada bulan Juni hingga Desember 2022 kemudian data berat badan dan tinggi badan dihitung untuk mendapatkan status gizi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan kasus persistensi gigi sulung di Puskesmas Banjar 2.
An endodontic emergency situation with airborne contagious diseases around: Situasi darurat endodontik dengan penyakit menular melalui udara sekitar Noor Hikmah; Lestari Hardianti Sugiaman; Nurhayaty Natsir; Juni Jekti Nugroho; Wahyuni Suci Dwiandhany; Christine Anastasia Rovani
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endodontik emergensi mencakup sepertiga dari semua keadaan darurat gigi. Sebagian besar kasus hanya dapat diselesaikan jika dokter gigi dapat berinteraksi langsung dengan pasien. Salah satu penyakit menular melalui udara yang perlu menjadi perhatian adalah Covid-19. Prosedur perawatan gigi memiliki risiko tinggi untuk menularkan penyakit sehingga endodontik emergensi selama pandemi merupakan tantangan besar. Kajian ini mengulas bagaimana menangani keadaan darurat endodontik di era pandemi. Teledentistry merupakan salah satu pilihan sebagai langkah awal untuk menyelesaikan dan membantu masalah pasien. Untuk intervensi endodontik emergensi, setelah telekonsultasi, dokter gigi dapat merencanakan perawatan endodontik seperti pulpotomi, pulpektomi, atau insisi dan drainase, dengan protokol kontrol yang tepat untuk mencegah penularan pada waktu kunjungan. Disimpulkan bahwa endodontik emergensi memiliki risiko penularan yang jauh lebih tinggi. Mengurangi waktu perawatan dan kontrol paparan adalah cara untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona selama perawatan endodontik. Mengikuti prosedur protokol yang tepat dalam merawat pasien adalah suatu keharusan, sehingga dapat melindungi banyak orang.
Management of submandibular abscess extending to the temporal space in a child: Tatalaksana dari abses submandibula yang meluas ke spasia temporal pada anak Moh. Gazali; Abul Fauzi; Ochtavianus Kano T
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses odontogen (AO) adalah infeksi pada daerah maksilofasial yang berasal dari gigi yang bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mengancam jiwa. Pada anak, AO merupakan salah satu tantangan bagi dokter gigi karena harus dilakukan secepat mungkin, namun pasien tidak kooperatif bila tindakan dilakukan dengan anestesi lokal. Jarang dilaporkan perluasan abses ke spasium temporal pada anak. Seorang anak umur 10 tahun mengeluh pipi kanan bengkak yang meluas ke daerah kepala sebelah kanan dan mata sebelah kiri disertai rasa sakit dan keterbatasan membuka mulut. Pemeriksaan klinis, pembengkakan regio submandibula kanan meluas ke bukalis kanan dan infratemporal kanan konsistensi lunak, nyeri palpasi. Radiografi panoramik menunjukkan karies profunda perforasi pada gigi 46. Dilakukan pemberian antibiotik, analgesik, insisi drainase ekstra oral regio submandibula dan temporal dalam anestesi umum, dan latihan membuka mulut. Setelah perawatan, pasien dapat membuka mulut lebih lebar sehingga asupan nutrisinya lebih baik. Disimpulkan bahwa abses pada regio temporal umumnya disebabkan oleh infeksi dari gigi rahang atas dan jarang disebabkan oleh infeksi gigi rahang bawah ; penyebaran infeksi ini dapat dipengaruhi oleh tingkat virulensi bakteri dan asupan nutrisi pasien. Manajemen infeksi odontogen harus dilakukan secepat mungkin untuk mencegah perluasan infeksi yang dapat mengancam jiwa.
Effectiveness of avocado peel extract (Persea americana Mill) on the growth of Porphyromonas gingivalis bacteria: Efektivitas ekstrak kulit alpukat (Persea americana Mill) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis Mayona Adisti Bastian; Netta Anggraini; Widya Puspita Sari
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porphyromonas gingivalis adalah bakteri anaerob gram negatif yang terlibat dalam patogenesis penyakit periodontal yang dapat menyebabkan kehilangan gigi. Pengendalian P.gingivalis salah satunya dengan menggunakan klorheksidin, namun penggunaan secara terus menerus dapat menghilangkan sensasi rasa asin pada lidah. Salah satu cara untuk mengurangi hal tersebut dengan menggunakan tumbuhan obat. Alpukat (Persea americana Mill) merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat dan antibakteri karena mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Penggunaan kulit alpukat sebagai antibakteri P.gingivalis belum diketahui secara pasti sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah alpukat terhadap P.gingivalis. Ekstrak diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan metode maserasi, kemudian diuji aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit buah alpukat terhadap P.gingivalis dengan konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, kloramfenikol 30?g/?L sebagai kontrol positif dan dimethyl sulfoxide sebagai kontrol negatif. Pengujian ini dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap P.gingivalis. Konsentrasi 20% memiliki rata-rata diameter daya hambat 9,92 mm dan daya hambat konsentrasi 100% 16,36 mm.

Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Issue 1 April 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue