cover
Contact Name
Irfan Habibie Martanegara
Contact Email
jurnalpls@uika-bogor.ac.id
Phone
+6285220494930
Journal Mail Official
jurnalpls@uika-bogor.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Sholeh Iskandar km 2 Bogor 16162
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 18583628     EISSN : 27153363     DOI : 10.32832/jpls
Fokus Jurnal: Kajian tentang pendidikan dalam masyarakat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
Karakter ideal seorang ayah dalam Surat Yusuf Muhammad Suaidi Yusuf; Humam Fikri Muzafar
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v14i1.3321

Abstract

The research studied the family education message contained in the surah of Yusuf consisting of the characters possessed by the father. Recognizing the ideal characteristics of fathers in the Quran can make a valuable contribution in the study and practice of family education. The study was conducted by the method of tafsir maudhu'i by examining the interpretation of parts of the verse in the letter of Yusuf which contains a dialogue between father and son, namely between the Prophet Yaqub and his sons, Yusuf. The study found that there were 9 characters of a father in the Prophet Yaqub, namely 1) love and affection for, 2) good listeners, 3) patience with children, 4) avoiding and maintaining family conflicts, 5) trusting for the difficulties experienced by the family, 6) Not Desperate, 7) complaining about difficulties and difficulties only to God, 8) forgiving of family and 9) protecting family AbstrakPenelitian mengkaji pesan pendidikan keluarga yang terkandung dalam surat Yusuf berupa karakter-karakter yang dimiliki seorang ayah. Mengenali karakter-karakter ideal seorang ayah dalam al Quran bisa memberikan sumbangan teoritis berharga dalam kajian dan praktek pendidikan keluarga. Penelitian dilakukan dengan metode tafsir maudhu’i dengan mengkaji tafsir bagian-bagian ayat dalam surat Yusuf yang berisi dialog antara ayah dan anak, yakni antara Nabi Yaqub dan putra-putranya. Penelitian menemukan ada 9 karakter seorang ayah dalam diri Nabi Yaqub yaitu 1) cinta dan sayang terhadap, 2) pendengar yang baik, 3) sabar terhadap anak, 4) menghindari dan menjaga konflik keluarga, 5) tawakal atas kesulitan yang dialami keluarga, 6) Tidak Putus asa , 7) mengadukan kesulitan dan kesusahan hanya kepada Allah, 8) pemaaf terhadap keluarga dan 9) pelindung bagi keluarga. 
Lembaga tahfizh Al-Qur’an dalam sejarah pendidikan Islam Muhammad Jakfar; Abdul Rauf Haris; Fahmi Zulfikar
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v14i1.3320

Abstract

This paper studies a number of questions about the Quran recitation, including the background that encouraged the birth of the Quran recitation activities in the history of Islamic education, since when it emerged and how the history of the development of educational institutions. The research was conducted by library research method by reading a number of historical books on the development of Islamic education during the time of Rasulullahah PBUH until the current development. From the results of the study it was concluded that first, the emergence of the activities of the Tahfizh al Quran was motivated by oral traditions which were more dominant in the Arabs during the time of the Prophet's preaching. Thus, the revelations that came down and were taught by the Prophet were memorized more. Secondly, the memorizing of al Quran appears with the start of the Islamic preaching by the Messenger of Allah. Under the direct guidance of the Messenger, the Companions who were dominated by ahlush shuffah memorized the Quran and make their readings. In further developments, as a special educational material, the tahfizh al Quran grew even more when the function of the mosque as a community education institution was greater and with the emergence of kuttab during the Umayyad era. Third, the tahfizh al Quran has become a scientific tradition that continues to exist even though its institutional form has evolved from the form of mosque schools, kuttab, palace schools, madrasas to universities. AbstrakArtikel ini meneliti beberapa pertanyaan tentang tahfizh al Quran mencakup latar belakang yang mendorong lahirnya kegiatan tahfizh al Quran dalam sejarah pendidikan Islam, sejak kapan muncul dan bagaimana sejarah perkembangan lembaga pendidikannya. Penelitian dilakukan dengan metode riset kepustakaan dengan membaca beberapa buku sejarah perkembangan pendidikan Islam pada masa Rasulullaah saw hingga perkembangan saat ini. Dari hasil kajian disimpulkan bahwa pertama, munculnya kegiatan tahfizh al Quran dilatarbelakangi tradisi lisan yang lebih dominan pada bangsa Arab pada masa dakwah Rasulullah. Sehingga, wahyu yang turun dan diajarkan oleh Rasulullah lebih banyak dihafal. Kedua, tahfizh al Quran muncul seiring dimulainya dakwah Islam oleh Rasulullah. Di bawah bimbingan langsung Rasulullah, para shahabat yang didominasi ahlush shuffah menghafal al Quran dan memperdengarkan bacaannya. Dalam perkembangan selanjutnya, sebagai materi pendidikan khusus, tahfizh al Quran semakin berkembang ketika fungsi masjid sebagai lembaga pendidikan masyarakat semakin besar dan seiring munculnya kuttab pada masa Umayyah. Ketiga, tahfidz al Quran menjadi tradisi keilmuan yang tetap ada meskipun bentuk kelembagaannya mengalami perkembangan dari mulai bentuk sekolah masjid, kuttab, sekolah istana, madrasah hinga perguruan tinggi.
Pengaruh rutinitas di rumah terhadap kemandirian anak Rosi Karmila; Siti Khosiah; Fahmi Fahmi
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v14i1.3348

Abstract

This study aims to determine the effect of routine home activities on the independence of children aged 4-5 years in PAUD in Gunung Kencana sub-district, Lebak-Banten. The research used by researchers is quantitative research with survey research type with a sample of 32 teacher children aged 4-5 years who are in the Gunung Kencana sub-district. the results of the correlation coefficient of routine activities at home with independence of children aged 4-5 years showed a figure of 0.797 which means it has a strong level of relationship because it is in the category interval 0.60 to 0.779. Which means that routine activities at home affect the child's independence. While the visible number of probabilities of routine activities at home to the independence of children aged 4-5 years is at a significant level of 0,000 <0.05 so that it can be said that the relationship between the two variables is significant. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan rutin di rumah terhadap kemandirian anak usia 4-5 tahun di PAUD se-kecamatan Gunung Kencana, Lebak- Banten. penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survei dengan sampel 32 guru anak usia 4-5 tahun yang berada di kecamatan Gunung Kencana. hasil koefisien korelasi kegiatan rutin di rumah dengan kemandirian anak usia 4-5 tahun menunjukkan angka sebesar 0,797 yang berarti memiliki tingkat hubungan yang kuat karena berada pada interval kategori 0,60 s/d 0,779. Yang Artinya kegiatan rutin di rumah berpengaruh terhadap kemandirian anak. Sedangkan terlihat angka probabilitas kegiatan rutin di rumah terhadap kemandirian anak usia 4-5 tahun adalah dalam taraf signifikan sebesar 0,000 < 0,05 sehingga bisa dikatakan bahwa hubungan kedua variabel signifikan.
Tahsin Al-Qur’an untuk orang dewasa dalam perspektif Islam Endin Mujahidin; Ahmad Daudin; Imam Ikhsan Nurkholis; Wahyudin Ismail
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v14i1.3216

Abstract

The Quran is the word of Allah which was revealed to the prophet Muhammad saw gradually through the intermediary Angel Jibril and is a worship by reading it that begins with surah Al-Fatihah and ends with surah An-Nas. In the process of learning the Quran there are some methods that can be applied including the Tilawati method, Tahsin Tilawah method, Iqra method, Qira’ati method, Baghdadiyah method, and Ummi method. The Quran is also a scripture that is used as guidelines by Muslims, therefore everyone who is Muslim must be able to read it according to the rules that already exist. But in fact, there are still many Muslims who can not read the Quran. The research results of the Institute Ilmu Al-Qur’an (IIQ) shows that 65 percent of Indonesians are illiterate in the Quran (Republika). The purpose of this article is to find out how the Islamic perspective is to look at the study of Tahsin in the Quran for adults and to find out what obstacles might occur in the study of Tahsin for adults. This study uses the study library method. AbstrakAl-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw secara bertahap melalui perantara Malaikat Jibril dan merupakan sebuah pahala dengan membacanya, yang diawali surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas. Dalam proses pembelajaran Al-Qur’an terdapat beberapa metode yang bisa diterapkan diantaranya metode Tilawati, metode Tahsin Tilawah, metode Iqra, metode Qira’ati, metode Baghdadiyah, dan metode Ummi. Al-Qur’an juga merupakan kitab suci yang dijadikan pedoman oleh umat Islam, oleh karena itu setiap orang yang beragama Islam harus mampu membacanya sesuai dengan kaidah yang sudah ada. Namun pada kenyataannya, masih banyak umat Islam yang tidak bisa membaca Al-Qur’an. Dilansir dari Republika, hasil riset Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) menunjukkan bahwa 65 persen masyarakat Indonesia buta huruf Al-Qur’an. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana perspektif Islam dalam memandang pembelajaran tahsin Al-Qur’an untuk dewasa dan untuk mengetahui apa saja hambatan yang mungkin terjadi dalam pembelajaran tahsin untuk dewasa. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka.  
Media pembelajaran Word Wall dalam meningkatkan kemampuan mengingat kosa kata bahasa Arab Fauzia Turohmah; Elsa Mayori; Resna Yuliana Sari
Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpls.v14i1.3176

Abstract

There are a lot of individuals who have a hard time learning Arabic because teaching methods have not yet reached the point of performing other methods that could be applied in its learning. To achieve in this ability to speak Arabic must be associated with media that can make it easier for students to study or understand. One way to develop a vocabulary in this Arabic. Is to use a wall media. Word wall media is the proper and effective medium to improve Arabic memory. Research methods we use are literature study methods. The objective of this study is to increase the quantity and quality of learners in remembrance of the Arabic vocabulary. AbstrakMasih banyak individu yang kesulitan dalam mempelajari bahasa Arab dikarenakan metode atau cara mengajar dari seorang guru belum mencapai tahap melakukan metode-metode lain yang mungkin bisa diterapkan di dalam pembelajarannya. Untuk mencapai dalam kemampuan berbahasa arab ini haruslah diikuti dengan media-media yang dapat memudahkan para pelajar agar lebih mudah untuk dipelajari atau dipahami. Salah satu cara untuk dapat mengembangkan kosakata dalam Bahasa arab ini adalah dengan menggunakan media Word Wall. Media Word Wall adalah media yang tepat dan efektif adalah metode studi kepustakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas peserta didik dalam mengingat kosa kata bahasa Arab.

Page 1 of 1 | Total Record : 5