cover
Contact Name
Norsita Agustina
Contact Email
norsita.agustina@gmail.com
Phone
+6282240498865
Journal Mail Official
norsita.agustina@gmail.com
Editorial Address
Ruang Jurnal FKM Lt.3 Gedung C Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24424986     EISSN : 24424986     DOI : -
Core Subject : Health,
An-Nadaa adalah publikasi ilmiah sebagai wadah informasi di bidang kesehatan masyarakat berupa hasil penelitian orisinal dalam bahasa Indonesia atau Inggris yang mencakup rumpun ilmu : ? Administrasi Kebijakan Kesehatan ? Biostatistik dan Kependudukan ? Epidemiologi ? Gizi Kesmas ? Kesehatan Kerja ? Kesehatan Lingkungan ? KIA – Kesehatan Reproduksi ? Promosi Kesehatan
Articles 260 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN TAHUN 2021 Dea Yulianda Watulingas; Norsita Agustina; Mahmudah Mahmudah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.7168

Abstract

Menurut Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dari 26 Puskesmas di Kota Banjarmasin, kasus diare tertinggi pada tahun 2020  yaitu berada pada Puskesmas Pekauman dengan total kasus sebanyak 159 kasus diare pada balita. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadan diare di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan  rancangan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Populasi penelitian adalah semua ibu yang mempunyai balita Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman.Sampel 98 orang balita dengan teknik pengambilan sampel Purpose Sampling. Analisis bivariat  menggunakan uji statistic chi square. Hasil Penelitian di dapatkan dari 98 responden dari uji square faktor-faktor kejadian diare dengan tingkat kepercayaan 95 % , ASI Eklusif nilai P value 0,001< α 0,05, kondisi jamban keluarga nilai P value 0,002< α 0,05, kualitas air bersih nilai P value 0,000< α 0,05, kualitas air minum nilai P value 0,000< α 0,05. Kesimpulan Semua faktor kejadian diare (Ha) hipotesis diterima atau semua analisis faktor kejadian diare berhubungan
ANALISIS PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT UNISKA MAB BANJARMASIN Putri Maulidawati Ikhsan; Khairul Anam; Achmad Rizal; M. Bahrul Ilmi
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.6864

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA merupakan salah satu isu kesehatan yang sangat diperhatikan di seluruh dunia, dengan akses internet yang mudah diakses pun membuat permasalahan semakin serius. Tahun 2019, Kalimantan Selatan memiliki prevalensi penyalahgunaan narkotika diusia populasi 10-59 tahun sebanyak 55,598 Jiwa (1,98%). Jumlah pengguna Instagram di Indonesia pada November 2019 sebanyak 61 juta terdiri dari 50,8% perempuan dan 49,2% laki-laki. Sebanyak 41% pengguna media sosial berumur dewasa awal memiliki koleksi foto dan pesan membahas NAPZA. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara media sosial, pengetahuan dan sikap terhadap penyalahgunaan NAPZA di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin Tahun 2021. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari berjumlah 1.391 orang dengan sampel sebanyak 95 orang menggunakan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah google form, dianalisis menggunakan uji chi square (p <  0,05). Hasil penelitian menunjukkan media sosial tidak memiliki hubungan terhadap penyalahgunaan NAPZA (p value = 1,000), tidak ada hubungan antara pengetahuan dan penyalahgunaan NAPZA (p value = 0,345), serta tidak ada hubungan antara sikap dan penyalahgunaan NAPZA (p value= 1,000). Mahasiswa diharapkan untuk menghindari menggunakan NAPZA maupun berhenti menggunakan dengan pergi ke orang yang memiliki profesi sesuai seperti psikiater.
HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DIWILAYAH KERJA KLINIK BASECAMP PT KIDECO KECAMATAN BATU SOPANG Chandra Chandra; Husnul Khatimatun Inayah; Heni Yeni
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.7095

Abstract

Kejadian ISPA di wilayah kerja Klinik BaseCamp PT Kideco Jaya Agung yang terjadi di masyarakat terutama pada balita baik dari penyebab, gejala serta pengobatannya. Beberapa gejala seperti hidung tersumbat, batuk, suara serak dan demam. Tujuan penelitian mengetahui hubungan , status imunisasi dan kebiasaan merokok dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) anak balita 1-5 tahun di wilayah kerja Klinik BaseCamp PT kideco Jaya Agung. Penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sasaran balita 1-5 tahun sebanyak 88 balita.Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian dilakukan dengan wawancara melalui kuesioner. Hasil analisis univariat balita yang tidak mengalami ISPA 53 orang (39,8%),status imunisasi dasar balita lengkap 54 orang (61,4%), Anggota keluarga yang merokok 50 orang (56,8%). Berdasarkan uji statistik ada hubungan ada hubungan status imunisasi (p-value = 0,000), ada hubungan kebiasaan merokok (p-value = 0,014) dengan kejadian ISPA pada balita. Bagi Klinik BaseCamp PT Kideco Jaya Agung  diharapkan lebih meningkatkan program kesehatan khususnya program pemberantasan penyakit ISPA dapat lebih diperbaiki dan memberikan penyuluhan mengenai bahaya asap rokok terhadap balita dan  faktor-faktor yang dapat menyebabkan ISPA sehingga dapat mengurangi kejadian terjadinya penyakit  ISPA.
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya Linn) SEBAGAI LARVASIDA Aedes aegypti Muhammad Maulana; Nurul Hidayah; Dyan Fitri Nugraha; I Ketut Gunawan Kusuma
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.6060

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang dapat disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan family Flaviviridae. Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk dari larva Aedes, terutama Aedes aegypti. Mengatasi kondisi tersebut secara empiris dengan menggunakan Carica papaya Linn yang memiliki potensi sebagai Larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun papaya (Carica papaya Linn) sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan larva uji sebanyak 525 ekor. Larva uji dipilih secara acak kemudian dibagi dalam 7 kelompok. Perlakuan tiap kelompok terdiri dari kelompok kontrol negative (Aquadest), kontrol positif (abate), konsentrasi 0,2%, konsentrasi 0,4%, konsentrasi 0,6%, konsentrasi 0,8%, dan konsentrasi 1%. Terdapat perbedaan yang signifikan pada konsentrasi 0,2% jika dibandingkan dengan kontrol positif dan kontrol negatif, konsentrasi 0,2% adalah dosis terendah  yang mampu membunuh larva Aedes aegypti dengan persentase kematian 77,38% dengan nilai signifikansi (p<0,05). Konsentrasi ekstrak daun papaya berpengaruh terhadap kematian larva aedes aegypti dengan nilai LC50 dalam rentang waktu 24 jam didapatkan pada konsentrasi 0,194%.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN METODE DARING MENGGUNAKAN MEDIA PHANTOM TENTANG CARA MENYIKAT GIGI YANG BAIK DAN BENAR DI MASA PANDEMI COVID-19 DI SMPN 5 ALALAK HANDIL BAKTI Widia Utami; Ida Rahmawati; Fahmi Said
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.6869

Abstract

Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran COVID, dijelaskan bahwa proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyuluhan metode daring menggunakan media phantom terhadap tingkat pengetahuan tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar dimasa pandemic COVID-19. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan one group pretest posttest. Pengambilan sampel penelitian menggunakan total  sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Pengolahan data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan dengan media phantom 20,03 dan sesudah diberikan penyuluhan dengan media phantom nilai pengetahuan siswa meningkat menjadi 27,43. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test didapatkan nilai ρ = 0,000 dengan α = 0,05 sehingga ρ<α artinya Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulannya ada perbedaan sebelum dan sesudah penyuluhan dengan media phantom pada siswa. Disarankan agar dilakukan kegiatan pelayanan asuhan pada SMPN 5 alalak terutama pada kegiatan promotif yaitu penyuluhan dengan media agar membantu siswa dalam memahami masalah kesehatan gigi dan mulut.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN TENTANG STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PULAU KUPANG KABUPATEN KAPUAS TAHUN 2021 Rizcewaty Rizcewaty; Eddy Rahman; Deni Suryanto
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.7184

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Kurangnya pengetahuan ibu tentang keragaman bahan dan keragaman jenis makanan akan menimbulkan terganggunya proses pertumbuhan dan pekembangan balita terutama perkembangan otak, oleh karena itu penting untuk ibu dalam memberikan asupan makanan yang bergizi kepada anaknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Tentang Status Gizi Dengan Kejadian Stunting Anak 12-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Kupang Kabupaten Kapuas Tahun 2021. Jenis penelitian ini merupakan desain penelitian analitik dengan metode Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 12-59 bulan.  Sampel sebanyak 55 responden yang diambil dengan meggunakan teknik Random sampling dengan menggunakan Uji statistik yaitu Uji Chi-Square, Dari penelitian ini diperoleh hasil dari 55 responden, sebagian besar responden mengalami kejadian stunting pendek sebanyak 33 responden (60%), dan mempunyai pendidikan dasar sebanyak 40 responden (72,7%) , dan memiliki pengetahuan kurang sebanyak 45 responden (81,1%). Hasil penelitian ini tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian stunting (p-value 0,757 > 0,05), dan ada hubungan antara pengetahuan tentang status gizi dengan kejadian stunting (p-value 0,004 < 0,05). Diharapkan dari hasil penelitian ini, Puskesmas Pulau Kupang mampu bekerja sama dengan lintas sektor terdekat dalam upaya penanggulangan penyakit stunting.Kata Kunci : Pendidikan, Pengetahuan, Stunting
HUBUNGAN KONSUMSI AIR MINERAL DAN AIR SUNGAI DENGAN INDEKS DMF-T DI KALIMANTAN SELATAN Naning Kisworo Utami; Metty Amperawati; Siti Salamah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.6904

Abstract

AbstrakAir merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia di bumi ini (Wardhana,2001). Di dalam air terkandung berbagai unsur-unsur mineral sekalipun jumlah dan kandunganya berbeda-beda seperti, kalsium, fluoride, magnesium, sulfat. Kekurangan dan kelebihan dari unsur-unsur mineral tersebut diatas dapat berakibat terganggunya kesehatan gigi dan mulut (Murni, 2001). Karies gigi adalah suatu  proses kerusakan yang terbatas pada jaringan keras gigi dimulai dari lapisan email, dentin dan menjalar ke pulpa (Kidd dkk.,1992). Kalimantan Selatan penyakit karies gigi masih termasuk 10 (sepuluh) penyakit terbanyak yang ada dipuskesmas-puskesmas yaitu urutan ke 4 dan 5 dan secara geografis merupakan daerah gambut dimana dengan keadaan lingkungan terutama kandungan airnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan  konsumsi air mineral dan air Sungai dengan  indeks DMF-T Di SDN Rantau Kanan dan SDN Sungai Bahalang  Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV dan Kelas V. Pengambilan sampel secara Purposive Sampling.  Hasil penelitian menunjkkan konsumsi air minum yang berasal dari air sungai dengan  indeks DMF-T  di SDN Rantau Kanan  diperoleh sebanyak 8 (20,5%) baik dan  sebanyak 31 (79,5%)  buruk, dan SDN Sungai Bahalang Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan 43 (84,3%) murid yang mengkonsumsi air mineral  indeks DMF-T baik dan 8 (15,7%) buruk. Berdasarkan hasil uji statistic diperoleh nilai p=0,000, maka dapat disimpulkan ada hubungan konsumsi air minum dengan indeks DMF-T  Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 0.048.
HUBUNGAN KETAKSAAN DAN KONFLIK PERAN DENGAN STRES PADA TENAGA KERJA DI LABORATORIUM K3 PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ari widyarni; Gt. Jhorgi Syahidan; Nuning Irnawulan Ishak; Akhmad Fauzan
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.6898

Abstract

Hasil survei CFO Innovation Asia Staff bahwa tingkat stres kerja di negara Asia termasuk Indonesia yaitu sebanyak 73% berpotensi terjadi stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketaksaan dan konflik peran dengan stres pada tenaga kerja di Laboratorium K3 Propinsi Kalimantan Selatan. Jenis penelitian obsevasional analitik dengan pendekatan cross sectional,  dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang menggunakan metode pengambilan sampel dengan accidental sampling. Variabel penelitian ini adalah stres kerja, ketaksaan peran, dan konflik peran. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres kerja sedang sebesar 26 responden (52%), sebagian besar responden dengan ketaksaan peran sedang sebesar 30 responden (60%) dan sebagian besar responden mengalami konflik peran sedang sebesar 30 responden (60%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan ketaksaan peran (p=0,019) dengan stres kerja dan tidak ada hubungan konflik peran (p=0,124) dengan stres kerja pada tenaga kerja di Laboratorium K3 Propinsi Kalimantan Selatan. Saran bagi instansi perlu dilakukan langkah pengendalian diantaranya kepastian tugas-tugas untuk produktifitas pekerja, memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja dan mengadakan family gathering sebagai upaya pencegahan terjadinya stress kerja pada tenaga kerja.
ANALISIS STRESS KERJA PADA KARYAWAN DITINJAU DARI BEBAN KERJA, MASA KERJA DAN PERAN ORGANISASI DI PT. X KAB. TAPIN KALIMANTAN SELATAN Jaka Sumanta; Meilya Farika Indah; Zuhrupal Hadi
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.7375

Abstract

Kesehatan mental menjadi perhatian bagi perusahaan, mengingat beberapa kasus ditemukan stress kerja yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja. Kondisi emosi yang tidak stabil dapat menurunkan konsentrasi ketika mengoperasikan mesin produksi. Permasalahan stres kerja juga berdampak pada tingginya tingkat absensi, menurunnya produktifitas kinerja hingga kecenderungan bunuh diri pada tenaga kerja. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan beban kerja, masa kerja dan peran organisasi dengan stress kerja pada karyawan di PT X tahun 2021. Desain penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua karyawan yang bekerja pada tahun 2022 di PT X sebanyak 364 orang dan sampel menggunakan teknik stratified propotional random sampling sebanyak 191 responden. Instrumen menggunakan kuesioner, teknik analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapat sebagian besar stress kerja pada karyawan ringan sebanyak 82 responden (42,9%), masa kerja pada karyawan didapat baru (≤ 10 tahun) sebanyak 75 responden (39,3%), beban kerja pada karyawan sedang sebanyak 100 responden (52,4%), peran organisasi pada karyawan didapat kurang mendukung sebanyak 116 responden (60,7%). Ada hubungan masa kerja dengan stress kerja pada karyawan dengan p-value=0,013. Ada hubungan beban kerja dengan stress kerja pada karyawan dengan p-value=0,005. Tidak ada hubungan peran organisasi dengan stress kerja pada karyawan dengan p-value=1.000. Disarankan bahwa karyawaan membuat rencana kerja yang teratur, target kerja atau program-program kerja yang dapat dijangkau.
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT INCO SOROWAKO KABUPATEN LUWU TIMUR Muhammad Rifai; musfirah musfirah; Muhammad Syafar; muliati muliati
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.5316

Abstract

Rumah sakit sebagai lembaga pelayanan kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan baik secara kuratif dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Inco Sorowako. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional study. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik total sampling yaitu seluruh pasien rawat inap dewasa yang menjalani perawatan selama penelitian berlangsung. Data diperoleh dengan teknik wawancara Data yang diperoleh, diolah, dan dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan aspek tangible (p = 0,008), aspek reliability (p = 0,000), aspek assurance (p = 0,000), aspek empathy (p = 0,000), dan aspek responsiveness (p = 0,000) secara siginifikan berhubungan dengan kepuasan pasien rawat inap RS Inco Sorowako Kabupaten Luwu Timur. Dari semua aspek kualitas pelayanan yang berhubungan dengan kepuasan pasien, responsivenesss merupakan aspek kualitas pelayanan yang paling kuat hubungannya dengan kepuasan pasien rawat inap di RS. Inco Sorowako Kabupaten Luwu Timur Tahun 2021 dengan Odds Ratio = 20,061. Saran dari penelitian ini adalah agar RS Inco Sorowako, berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dari aspek reliability, assurance, and empathy agar tercapai kualitas pelayanan yang lebih optimal dari capaian kualitas pelayanan pasien rawat inap yang lebih optimal.