cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 98 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 4 (2023): October-December" : 98 Documents clear
Contextual Teaching and Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPAS dan Keterampilan Berpikir Siswa Kelas IV SD Anastasya Yolanti; Adi Winanto
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan belajar selama masa pandemi, yang memerlukan pembelajaran online dengan dominasi guru dalam proses belajar dan siswa hanya sebagai penerima materi, telah menimbulkan ketidakpartisipasian siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada menurunnya kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil belajar yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPAS dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Tingkir Tengah 02 Salatiga dengan menerapkan model Contextual Teaching and Learning berbasis kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan di SD N Tingkir Tengah 02, semester 1 tahun 2023/2024, pada siswa kelas IV sebanyak 27 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes untuk mengukur hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis serta observasi untuk mengukur keterlaksanaan pembelajaran CTL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah menerapkan pendekatan CTL, hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dalam setiap siklus. Pada siklus I, hasil belajar mencapai 70,3, kemudian meningkat menjadi 75,56 pada siklus II, dan mencapai 80,74 pada siklus III. Keterampilan berpikir kritis siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada siklus I, keterampilan berpikir kritis mencapai 70%, kemudian naik menjadi 75% pada siklus II, dan mencapai 81% pada siklus III.. Metode CTL mampu untuk meningkatkan hasil belajar IPAS dan keterampilan berpikir kritis karena melibatkan pembelajaran dalam konteks nyata, mendorong pengalaman aktif siswa, dan melibatkan mereka dalam berpikir kritis. Ini meningkatkan pemahaman siswa dan hasil belajar dengan cara yang progresif melalui siklus pembelajaran berkelanjutan.
Peran Pendidikan Agama Dalam Membentengi Remaja dari Pergaulan Bebas Juwinner Dedy Kasingku; Alan Hubert Frederick Sanger
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6061

Abstract

Pergaulan bebas adalah perilaku sosial yang memiliki potensi merusak, dimana individu dapat terlibat dalam hubungan interpersonal tanpa komitmen yang formal atau keterikatan dalam hubungan pernikahan. Faktor-faktor pendorong pergaulan bebas termasuk pengawasan orang tua yang terbatas, pengarun dari media dan teknologi, serta tekanan teman sebaya. Adapun dampak dari melakukan hubungan yang tidak sehat ialah risiko kesehatan fisik dan mental, prestasi akademik yang menurun, serta adanya gangguan dalam hubungan sosial maupun keluarga. Pendidikan agama Kristen memiliki peran penting dalam mengatasi pergaulan bebas. Dalam pendidikan Kristen ini mengajarkan nilai-nilai kerohanian, dasar moral dan etika yang kuat, serta dapat memberikan pandangan terkait dengan harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan. Pendidikan dengan model ini juga dapat memberikan dukungan kepada para remaja untuk menjauhi perilaku pergaulan bebas dan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik menurut ajaran agama Kristen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan untuk mencari tahu peran pendidikan agama dalam membentengi remaja dari pergaulan bebas. Sehingga tujuan dari artikel ini adalah untuk menyediakan pandangan tetnang faktor-faktor pendorong pergaulan bebas, dampak negatifnya dan peran dari pendidikan agama Kristen dalam mengatasi masalah ini.
Media Buku Mathstory Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Matematika Materi KPK Siswa Kelas 4 SD Winda Ayu Puspaningrum; Yohana Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6084

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa untuk mempertahankan kreativitas dan kemampuan berpikir cepat dalam mengikuti perkembangan teknologi. Kreativitas memiliki tahapan proses yang melibatkan permasalahan, konsep, ide, dan implementasi. Literasi, termasuk literasi matematika, menjadi fokus penting dalam mencapai berpikir kreatif siswa. Meski demikian, literasi matematika di Indonesia masih rendah. Penelitian ini menggunakan model RnD dan model ADDIE dengan tujuan mengembangkan buku MATHSTORY dalam pembelajaran Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) pada siswa kelas 4 SD. Penilaian oleh ahli materi, media, dan sastra anak menunjukkan buku ini memiliki kriteria sangat baik dalam aspek fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Respon siswa juga positif, menunjukkan keberhasilan buku dalam pembelajaran. Uji coba dengan pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan dalam berpikir kritis siswa setelah menggunakan buku MATHSTORY. Kesimpulannya, buku MATHSTORY layak digunakan sebagai inovasi efektif dalam pembelajaran matematika materi KPK kelas 4 SD, mendorong kreativitas dan peningkatan berpikir kritis siswa. Diperlukan perbaikan pada aspek tertentu, seperti perapihan penulisan dan penambahan latar belakang pada buku, tetapi secara keseluruhan, buku ini berpotensi sebagai alat yang berguna dalam pendidikan.
Nilai Budaya Nias Dalam Teks “Hikaja Duada Hiya” Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Servina Br Halawa; Sadieli Telaumbanua; Dian Syahfitri
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6095

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis nilai budaya dalam teks “Hikaja Duada Hiya” sebagai penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis teks hoho HDH untuk mengungkapkan nilai-nilai budaya Nias dan penerapannya sebagai penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan menengah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis keberadaan dokumentasi dan analisis interaktif. Data diperoleh dari teks hoho HDH yang dikumpulkan oleh Martin Thomsen pada tahun 1979. Teknik analisis data yang digunakan adalah semiotika Rifaterre dan manual data analysis prosedur. Dari hasil penelitian, bahwa adanya peranan semiotika riffaterre dalam pembacaan pada teks HDH, dimana terdapat penekanan dari pembacaan heuristik untuk memudahkan pembaca dalam menerapkan keterampilan berbahasa pada teks HDH tersebut. Kemudian terdapat nilai budaya antara lain nilai kebenaran, keindahan, moral dan religius sebagai penguatan daripada nilai pendidikan karakter seperti nilai kejujuran, nilai toleransi, nilai cinta damai, nilai displin dan nilai tanggung-jawab dalam mengkaji teks HDH sesuai fungsi dan ketetapannya.
Nilai Moral Pada Legenda Danau Lau Kawar Dan Legenda Pawang Ternalem Ditinjau Perspektif Posmodernisme Lasmi Sihaan; Jusrin Efendi Pohan; Esra Perangin-angin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral dan nilai-nilai budaya dalam legenda Danau Lau Kawar dan Pawang Ternalem dengan perspektif posmodernisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan deskriptif dengan mengumpulkan data dari buku cerita rakyat "Danau Lau Kawar" karya Lie Nuralia dan IIM Imadudin tahun 2009 serta buku cerita "Pawang Ternalem" karya Anantra Barun dan Eva Barus tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Danau Lau Kawar menceritakan tentang hubungan keluarga dan pentingnya komunikasi, sementara cerita Pawang Ternalem menggambarkan perjuangan seorang anak yang tidak diakui oleh masyarakat. Keduanya mengandung nilai moral seperti kejujuran, kerja keras, penghargaan, dan toleransi.Penelitian ini menunjukkan bagaimana nenek yang ditinggalkan di rumah saat acara syukuran oleh keluarganya merasa kesepian dan lapar. Konflik muncul saat nenek hanya menemukan tulang dalam bungkusan makanan yang akhirnya membuatnya murka dan mengutuk desa tersebut, menyebabkan bencana alam dan desa tenggelam menjadi danau. Pawang Ternalem, anak yang dianggap membawa sial, diperjuangkan kelangsungan hidupnya oleh bibinya, meskipun diinginkan dibunuh oleh masyarakat karena keyakinan akan kesialan yang dibawanya. Pawang Ternalem bertahan hidup, membantu banyak orang, dan akhirnya menikahi putri kepala kampung yang awalnya menolaknya. Dalam keduanya, nilai moral seperti kejujuran, kerja keras, penghargaan terhadap orang tua, dan keberanian dalam menghadapi kesulitan tercermin. Hal ini menunjukkan pentingnya melestarikan warisan budaya dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Nilai Edukasi Dan Nilai Budaya Cerita Rakyat Putri Hijau Karya Farizal Nasution Dan Cerita Rakyat Lau Kawar Karya Lie Nuralia & Iim Imadudin Vanny Wiranata; Jusrin Efendi Pohan; Sartika Sari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui gambaran nilai edukasi dalam cerita rakyat Putri Hijau karya Farizal Nasution dan lau kawa karya Lie Nuralia & Iim Imadudin. (2) Memahami gambaran nilai budaya dalam cerita rakyat Putri Hijau karya Farizal Nasution dan lau kawa karya Lie Nuralia & Iim Imadudin. pendekatan yang diperlukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Hal ini disebabkan objek penelitian yang akan diteliti merupakan objek yang memerlukan studi lapangan sehingga berkaitan dengan investigasi dan interaksi langsung dengan narasumber. Penelitian kualitatif adalah salah satu metode penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang kenyataan melalui proses berfikir induktif. Dalam penelitian ini, peneliti terlibat dalam situasi dan setting fenomenanya yang diteliti. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian ini adalah Nilai pendidikan dalam kedua cerita rakyat tersebut memiliki struktur yang membangun sebuah karya sastra, maka di dalamnya juga terdapat nilai-nilai pendidikan yang dapat diambil oleh pembaca. Nilai yang terkandung dalam cerita tersebut adalah sebagai berikut (1) nilai kebenaran, (2) nilai agama, (3) nilai moral dan (4) nilai sosial. Adapun nilai budaya yang terdapat pada kedua cerita rakyat tersebut adalah sebagai berikut, (1) Hubungan Manusia dengan Tuhannya, (2) hubungan manusia dengan manusia, (3) hubungan manusia dengan alam, (4) hubungan manusia dengan karyanya.
Kemampuan Higher Order Thinking Skill Melalui Model Contextual Teaching and Learning Berdiferensiasi Ai Halimatus Salamah; Jujun Ratnasari; Setiono Setiono
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6101

Abstract

Abstrack The research conducted was motivated by the demands of the school curriculum in improving learning with students who had difficulty doing HOTS questions, so that students' HOTS abilities were still low. This study aims to determine the ability to think higher order (hots) in CTL is distinguished by looking at the increase in students' higher order thinking skills (hots) based on student learning styles. The method used in this study is quantitative descriptive. The subjects of the study were 30 students of SMP Negeri 1 Kota Sukabumi. The sampling technique used is purposive sampling using the Multiple Choice HOTS test instrument. The results showed that the percentage of students' HOTS ability averaged 72.87 ± 18.26% with good criteria, with the average pretest and posttest results of the linguistic learning group were 43.37 ± 8.34% and postest 70.89 ± 6.29 %. While in the visual-auditory learning style, the pretest value was 43.64 19.10%, and the postest value was 78.64 ± 9.33%. Furthermore, the percentage of N-gain scores on the ability of HOTS students in the linguistic and visual-auditory learning groups was in the medium category, namely in the linguistic learning group with a value of 0.48 and in visual-auditory learning got a value of 0.62. Therefore, learning using the CTL model is well differentiated to improve HOTS seen from the increase in the percentage of HOTS ability and N-Gain value of each linguistic and visual-auditory learning style group, with the highest value obtained by the visual-auditory group. Thus, the HOTS ability of the visual-auditory group is superior to the HOTS ability of the linguistic learning group. Abstrak Penelitian yang dilakukan dilatar belakangi oleh tuntutan kurikulum sekolah dalam meningkatkan pembelajaran dengan siswa yang kesulitan mengerjakan soal HOTS, sehingga kemampuan HOTS siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi (hots) melalui model belajar CTL dibedakan melalui peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (hots) siswa berdasarkan kebutuhannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa SMP Negeri 1 Kota Sukabumi yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling menggunakan instrumen tes HOTS Pilihan Ganda. Hasil penelitian menunjukkan persentase kemampuan HOTS siswa rata-rata 72,87 ± 18,26% dengan kriteria baik, dengan rata-rata hasil pretest dan posttest kelompok pembelajaran linguistik adalah 43,37 ± 8,34% dan postest 70,89 ± 6,29%. Sedangkan pada gaya belajar visual-auditory nilai pretest 43,64 19,10%, dan nilai postest 78,64 ± 9,33%. Selanjutnya persentase skor N-Gain pada kemampuan HOTS siswa kelompok pembelajaran linguistik dan visual-auditory berada pada kategori sedang yaitu pada kelompok pembelajaran linguistik dengan nilai 0,48 dan pada pembelajaran visual-auditory mendapat nilai 0,62. Oleh karena itu, pembelajaran melalui model CTL berdiferensiasi baik untuk meningkatkan kemampuan HOTS dilihat dari kenaikan persentase kemampuan HOTS dan nilai N-Gain setiap kelompok gaya belajar linguistik dan visual-auditory, dengan nilai tertinggi diperoleh oleh kelompok visual-auditory. Sehingga, kemampuan HOTS kelompok visual-auditory lebih unggul dibandingkan kemampuan HOTS kelompok belajar linguistik.
The Impact of Artificial Intelligence on Education: Opportunities and Challenges Sri Rahayu
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6110

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in education, particularly in learning assessments, presents a notable paradigm shift, promising advancements in learning methodologies. Numerous studies advocate for AI's potential to enhance students' quality by refining evaluations and furnishing precise, measurable feedback. It stands out in mitigating errors, enhancing evaluation accuracy, identifying individual needs, and fostering more effective teaching. Traditional educational approaches, fraught with subjective human judgment and limited forms of assessment like written or oral tests, often fail to capture individual abilities comprehensively. AI's implementation demonstrates the ability to reduce bias, enhance efficiency, and provide tailored assessments, addressing these limitations. Methodologically, this article employs a literature review to synthesize various perspectives on AI's impact on education. It explores AI's potential benefits such as objectivity, efficiency, consistency, analytical capabilities, developmental programs, personalization, flexibility, and anti-cheating measures. Furthermore, it delves into challenges, notably AI's validity, high costs, technological dependency, data security, and the potential influence of behavioral changes on assessment outcomes. The results reveal multifaceted advantages of AI technology, including objectivity in assessments devoid of human bias, efficiency in time and cost, consistent evaluations, enhanced analytical skills, assessment program development, flexibility, and fraud mitigation. However, challenges exist, ranging from ensuring AI's validity and reliability, addressing technological dependency and cost hurdles, securing data, to mitigating biased discrimination. In conclusion, while AI presents a plethora of advantages, its integration into education demands meticulous consideration of associated challenges. The technology's efficacy and reliability, coupled with the cost and security aspects, necessitate thorough scrutiny and rigorous testing before implementation.
Sarana Prasarana, Media Pembelajaran, dan Metode Pembelajaran Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Yola Pramai Shela; Dea Mustika
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6127

Abstract

Pendidikan memengaruhi perkembangan individu dan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti sarana prasarana, media pembelajaran, dan metode pembelajaran. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara variabel-variabel ini dengan motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri 004 Ujung Batu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan survey dengan angket sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana prasarana yang kurang memadai di sekolah dapat menurunkan motivasi belajar siswa, demikian pula dengan media pembelajaran dan metode pembelajaran yang kreatif dan bervariasi. Analisis regresi linier berganda mengungkapkan hubungan linear yang signifikan antara variabel sarana prasarana, media pembelajaran, metode pembelajaran, dan motivasi belajar siswa. Uji statistik menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial maupun simultan dari variabel-variabel ini terhadap motivasi belajar. Koefisien determinasi menegaskan bahwa variabel yang diteliti memberikan sumbangan sebesar 97,5% terhadap motivasi belajar siswa. Kesimpulannya, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya sarana prasarana, media pembelajaran, dan metode pembelajaran yang memadai dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, memberikan dasar untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif, serta menyoroti perlunya perhatian pada faktor-faktor tersebut dalam lingkungan pendidikan.
Bahan Ajar Menulis Teks Prosedur Kompleks Dengan Model Tipe Kooperatif Jigsaw Samsul Mustika; Panigoran Siburian; Christin Agustina Purba
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam menulis teks prosedur kompleks di SMP Swasta Pangeran Antasari. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari tahap studi pendahuluan, pengembangan produk, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan terbatas. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan informasi melalui angket, tes, serta validasi ahli materi, ahli desain, dan guru bahasa Indonesia. Tahapan pengembangan bahan ajar melibatkan validasi materi, desain, dan penilaian guru Bahasa Indonesia. Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar memiliki kriteria "sangat baik" dalam aspek keterbantuan, kemudahan, dan ketertarikan. Pengembangan bahan ajar menulis teks prosedur kompleks ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi guru dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa bahan ajar ini sangat praktis digunakan dalam pembelajaran, meningkatkan keterbantuan, kemudahan, dan ketertarikan siswa terhadap materi. Uji keefektifan modul menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan bahan ajar memiliki peningkatan hasil belajar yang signifikan dibandingkan dengan yang tidak menggunakan. Hal ini menegaskan bahwa penggunaan modul ini berpotensi meningkatkan pemahaman siswa dalam menulis teks prosedur kompleks. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bahan ajar menulis teks prosedur kompleks dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Penggunaan modul ini sebagai alat pembelajaran memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan keterbantuan, kemudahan, dan ketertarikan siswa terhadap materi pembelajaran Bahasa Indonesia.

Page 8 of 10 | Total Record : 98