Jurnal Educatio FKIP UNMA
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles
1,180 Documents
Efektivitas Media Kartu Bergambar Dengan Teknik Scramble Pada Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar
Dinda Sekar Kinasih;
Siti Rohana Hariana Intihana;
Dyah Indraswati
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5586
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media kartu bergambar dengan teknik scramble pada keterampilan membaca permulaan siswa kelas II SDN 11 Praya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen jenis pretest-posttest control group design. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas II di SDN 11 Praya dimana kelas II A sebagai kelas kontrol dengan jumlah 21 siswa, sedangkan kelas II B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 19 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Tes Awal (Pretest) dan Tes Akhir (Posttest). Teknik analisis data diawali dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov dengan taraf signifikansi 5% (0,05) dan dilanjutkan dengan uji homogenitas dengan menggunakan uji leneve test. Berdasarkan perhitungan pengujian hipotesis pada taraf signifikansi 5% diperoleh nilai sig. 2 tailed 0,000 < 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Artinya media kartu bergambar dengan teknik scramble efektif pada keterampilan membaca permulaan siswa kelas II SDN 11 Praya.
Optimalisasi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa
Abdurrahman Abdurrahman;
Moh. Marsuki
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5587
Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi dalam lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi dan peranan dalam mensukseskan lembaga yang dikelolah melalui beberapa strategi, metode, model pembelajaran maupun optimalisasi yang harus dilakukan guna meningkatkan prestasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi kepala sekolah dalam meningkatkan pretasi siswa SMA Tunas Luhur. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai pendekatan pengumpulan data dalam penelitian ini. Sedangkan analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman untuk reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Optimalisasi yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Tunas Luhur dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa sebagai berikut. Pertama, menumbuhkan minat siswa dalam membaca melalui tersedianya perpustakaan yang memiliki beberpa koleksi buku mulai dari mata pelajaran, buku fiksi dan lainnya. kedua, menyediakan sarana prasarana yang dibutuhkan siswa dalam menunjang kesuksesan meraih prestasi belajar. Ketiga, memberi motivasi terhadap siswa dan juga pendidik. Keempat, mengalokasikan sumber daya manusia yang ada. Kelima, mengadakan evaluasi terkait perolehan prestasi siswa dalam belajar.
Hubungan Antara Kecerdasan Interpersonal Dengan Hasil Belajar IPS Kelas V SD Negeri 03 Cakranegara
Yuyun Wahyu;
Nurhasanah Nurhasanah;
Setiani Novitasari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5589
Permasalahan yang sering dihadapi dalam pembelajaran di sekolah dasar meliputi kurangnya kepedulian antar sesama teman, rendahnya rasa saling tolong-menolong, serta kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya beretika baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai pentingnya memiliki kecerdasan interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah ada hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan hasil belajar IPS pada siswa kelas V di SD Negeri 03 Cakranegara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasi. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas V di SD Negeri 03 Cakranegara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan interpersonal pada siswa kelas V SD Negeri 03 Cakranegara, berdasarkan persepsi siswa, termasuk dalam kategori sedang. Demikian pula, hasil belajar IPS siswa juga termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan, terbukti bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan hasil belajar IPS pada siswa kelas V di SD Negeri 03 Cakranegara. Dengan demikian, peningkatan kecerdasan interpersonal siswa berpotensi meningkatkan hasil belajar yang dicapai oleh mereka. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengidentifikasi pentingnya kecerdasan interpersonal dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih terhadap pengembangan kecerdasan interpersonal siswa sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan prestasi akademik mereka.
Model Pembelajaran Living History Berbasis PjBL Untuk Meningkatkan Keterampilan Histografi Mahasiswa
Mukhlis Lubis;
Siti Maryam;
Salman Alparis Sormin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5595
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang berfokus untuk mengembangkan model pembelajaran Living Histroy berbasis PjBL dalam melatih keterampialn Histrografi Mahasiswa. Keterampilan Histografi merupakan salah satu kecakapan yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam memahami fenomena Sejarah. Model pengembangan yang dipilih adalah model Tessmeer, yang disesuaiakan dengan kebutuhan proses pengembangan yang dilakukan untuk mengahsilkan model pembelajaran yang valid efektif dan praktis. Pemenuhan indikator dasar disesuaikan dengan elemen dasar yang bertujuan untuk mengembangkan unsur yang sesuai dengan pola pengembangan. Data kevalidan diukur berdasarkan indikator yang telah dikembangkan pada berbagai aspek yang merupakan dasar dalam mengembangkan model pembelajaran. Proses selanjutnya dilakukan pengumpulan data praktikalitas dan efektivitas penggunaan model pembelajaran pada samepl yang telah dipilih dan bersedia untuk mengisi angket yang telah disebarkan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi setiap syarat pengembangan setleha dilakukan proses evaluasi secara bertahap, sehingga dapat digunakan untuk melatih keterampilan Histografi mahasiswa.
Model Pembelajaran Think Pair Share Dengan Media Video Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa
Easter Valupi Putri;
Adi Winanto
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5597
Peran pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar sangat penting agar para siswa mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar, baik secara lisan maupun tertulis. Oleh karenanya, guru sekolah dasar harus memperhatikan capaian belajar siswa dalam mata pelajaran ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think Pair Share dan penggunaan media video terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Salatiga 03 dan di SD Negeri Salatiga 05 pada bulan Mei 2023 Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design. Subjek pada penelitian ini yakni 27 siswa di SD Negeri Salatiga 03 dan 25 siswa di SD Negeri Salatiga 05. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar siswa yang berjumlah 12 butir pilihan ganda. Hasil penelitian menggunakan uji Independent Sample T Test untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Think Pair Share dan media video terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa. Hasil pengujian rata-rata hasil tes dengan Independent Sample T Test menunjukkan bahwa hasil belajar siswa di kelas yang menggunakan model pembelajaran Think Pair Share dan media video lebih baik dibandingkan siswa di kelas konvensional. Dari hasil ini maka model pembelajaran Think Pair Share dan penggunaan media video berpengaruh terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas III SD. Dengan demikian kesimpulan dari peneltian ini adalah Model Pembelajaran Think Pair Share dengan media video dapat meningkatkan hasil belajar bahasa indonesia siswa.
Perubahan Budaya Sekolah Penggerak Ditinjau Dari 2 Standar Nasional Pendidikan di SDN Kabupaten Sukabumi
Muthia Hamduuna;
Dyah Lyesmaya;
Iis Nurasiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5608
Sekolah penggerak merupakan program yang berupaya meningkatkan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan profil pelajar pancasila dan menjamin kualitas pendidikan melalui peningkatan kapasitas kepala sekolah untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas. Dengan adanya program baru ini di sekolah akan memunculkan perubahan budaya yang ada di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan perubahan budaya sekolah penggerak ditinjau dari 2 standar Pendidikan Nasional di SDN Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang menggambarkan subjek tentang situasi dan data yang diperoleh dengan observasi dan pertanyaan. Pendekatan fenomenologis didasarkan pada minat untuk mengkaji lebih dalam fenomena yang dialami oleh informan. Penelitian ini dilakukan di salah satu sekolah di Kabupaten Sukabumi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan komite sekolah. Penelitian ini menjelaskan perubahan sebelum dan sesudah menjadi sekolah penggerak yang disesuaikan dengan 2 Standar Nasional Pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program sekolah penggerak membuat guru di SDN Kabupaten Sukabumi mengalami perkembangan. Sarana dan prasarana yang ada di sekolah juga banyak mengalami perubahan, lahan yang lebih tertata, sekolah dilengkapi dengan 35 chrome book sebagai penunjang pembelajaran.
Hubungan Kedisiplinan dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Nur Kurniasari;
Gusti Yarmi;
Kartono Kartono
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5646
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kedisiplinan dan motivasi belajar dengan hasil belajar matematika siswa Kelas IV Sekolah Dasar di Kecamatan Penjaringan. Metode penelitian yang digunakan adalah ex-post facto korelasional. Penelitian ini menghasilkan tiga kesimpulan yaitu: (1) ada korelasi yang positif antara kedisiplinan dengan hasil belajar matematika siswa kelas IV Sekolah Dasar di Kecamatan Penjaringan; (2) ada korelasi yang positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas IV Sekolah Dasar di Kecamatan Penjaringan; (3) ada korelasi yang positif antara kedisiplinan dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa Kelas IV Sekolah Dasar di Kecamatan Penjaringan. Variabel kedisiplinan dan motivasi belajar pada penelitian ini memberikan sumbangan terhadap hasil belajar matematika sebesar 12%. Siswa yang memiliki kedisiplinan dan motivasi belajar tinggi, maka hasil belajar matematikanya tinggi. Demikian pula sebaliknya. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi siswa, guru, sekolah, dan orang tua untuk mendapatkan hasil belajar matematika yang tinggi.
Media Loose Parts Untuk Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya di Sekolah Dasar
Sindi Selpia Pebriana;
Iis Nurasiah;
Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5656
Kreativitas merupakan kemampuan penting yang perlu dikuasai siswa. di sekolah dasar. Salah satu mata pelajaran di SD yang melatih kreativitas adalah Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya. Namun dari hasil observasi di SDN 1 Bojong Sukabumi, pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya yang dilakukan belum membantu siswa meningkatkan kreativitasnya. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan media Loose Parts. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan menggunakan media Loose Parts di SDN 1 Bojong. Dalam penelitian metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari dua siklus. Setiap siklus dimulai dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa serta tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Loose Parts dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa di SDN 1 Bojong. Hal ini dapat dilihat dari hasil olah data yang diperoleh pada siklus 1, sebanyak 17 siswa dari 36 jumlah seluruh siswa kelas 1 memiliki kreativitas dalam membuat karya seni rupa, sedangkan 19 siswa lainnya belum memiliki kreativitas berkarya, sehingga presentase kemampuan keterampilan bercerita mencapai 48% dengan nilai rata-rata 55. Pada siklus 2 hasil olah data yang diperoleh yaitu 31 siswa dari 36 jumlah keseluruhan siswa memiliki peningkatan kreativitas dengan presentase 86% dan nilai rata-rata nya adalah 67.14. kesimpulan dari penelitian ini adalah media Loose Parts dapat meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni budaya dan prakarya di sekolah dasar.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individual Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa
Wandi Lesmana;
Astri Sutisnawati;
Luthfi Hamdani Maulana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5671
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika. Hal ini terungkap pada hasil observasi di kelas IV SDN Cibitung kecamatan Sagaranten. Untuk mendorong siswa aktif belajar, peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran matematika di sekolah dasar dengan penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Penelitian ini dilaksaakan di SDN Cibitung dengan subjek sebanyak 30 siswa. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam pengumpulan data teknik yang digunakan adalah lembar observasi, angkaet, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan data penelitian diketahui keaktifan siswa mengalami peningkatan dalam pembelajaran menggunakan Model Kooperatif Tipe Team Assisted Individual dari mulai siklus I hingga siklus II. Peningkatan aktivitas belajar siswa ini berdampak pada peningkatan hasil belajar yang mereka peroleh. Dengan hasil tersebut, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individual untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa sekolah dasar kelas IV mata pelajaran matematika.
Aspek Afektif Dalam Pembelajaran Penjas: Bagaimana Kontribusi Metode Permainan Terhadap Level Taksonomi Bloom Siswa?
Novita Ramdani;
Wening Nugraheni;
Firman Septiadi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5679
Penelitian ini dilatar belakangi oleh lemahnya aspek afektif siswa pada saat proses pembelajaran Pendidikan Jasmani seperti kurangnya perhatian siswa, minat, dan kurangnya antusias siswa ketika mengikuti perintah dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aspek afektif siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani dengan menggunakan metode permainan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan dengan desain ”Penelitian Tindakan Model Susman”. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 1 SMA PGRI Cicurug yang berjumlah 36 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan berupa lembar observasi penilaian peningkatan aspek afektif siswa. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya aspek afektif siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani dalam pertemuan dua siklus. Peningkatan secara signifikan dibandingkan dengan hasil data siklus satu. Peningkatan aspek afektif dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani pada siklus dua telah sesuai dengan indikator keberhasilan dengan hasil 68 menunjukan bahwa aspek afektif siswa meningkat dengan kategori baik.