cover
Contact Name
Linda Efaria
Contact Email
jurnal.litjak@kemdikbud.go.id
Phone
+6287887655756
Journal Mail Official
jurnal.litjak@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Gedung E Lantai 19 Jalan Jenderal Sudirman Senayan, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
ISSN : 02162792     EISSN : 2654427X     DOI : 10.24832
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan is a peer-reviewed journal published by Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Center of Policy Education Research and Culture , Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in August and December. This journal publishes research and study in the field of policy education, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, and language.
Articles 336 Documents
EFEKTIVITAS PEMBERIAN DANA INSENTIF AKREDITASI PROGRAM BETTER EDUCATION THROUGH REFORMED MANAGEMENT AND UNIVERSAL TEACHER UPGRADING (BERMUTU) PADA PRODI PGSD Ulumudin, Ikhya -
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v1i1.182

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dan dampak pemanfaatan program bantuan DIA BERMUTU. Penelitian ini dilakukan pada 12 perguruan tinggi yang mendapatkan program bantuan DIA BERMUTU dengan metode survey dan teknik pengumpulan datanya adalah wawancara. Hasil penelitiannya adalah program DIA BERMUTU telah dimanfaatkan dan digunakan oleh penerima bantuan untuk peningkatan pengelolaan prodi PGSD. Pemanfaatannya dilakukan melalui program dan kegiatan diantaranya peningkatan kapasitas SDM, peningkatan mutu proses pembelajaran, peningkatan kelengkapan sarana prasarana dan system informasi, dan peningkatan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Dampak dari pemanfaatan tersebut adalah terfasilitasinya prodi PGSD untuk memperoleh akreditasi lebih baik, serta menjadi stimulus prodi PGSD dalam merencanakan pengelolaan yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada pencapaian output yang BERMUTU secara berkesinambungan. AbstractThis research was carried out to find out the utilization of DIA BERMUTU Program and the effect of its utilization. The research was conducted in 12 universities, the grantees of DIA BERMUTU program, using survey method and interview as its data collection technique. The result showed that DIA BERMUTU program had been utilized and used by the grantees to improve the PGSD study program management through various programs and activities such as human resource capacity development, learning process quality improvement, enhancement of information system and infrastructure, and development of research and community services. DIA BERMUTU program could facilitate the PGSD Study Program to get a better accreditation level. Beside that, this program can also stimulate PGSD Study Program to have better plan toward more qualified, accountable, and sustainable-qualified-output-oriented management.  
KAJIAN PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI MGMP DI DAERAH TERPENCIL YANG WILAYAHNYA TERDIRI DARI PULAU-PULAU KECIL (STUDI KASUS DI KABUPATEN FLORES TIMUR (FLOTIM) PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)) Sabon, Simon Sili
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.254

Abstract

Abstrak [P1] Tujuan kajian ini adalah mencari solusi yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan pemberdayaan MGMP sehingga mampu meningkatkan kualitas guru khususnya di daerah terpencil kepulauan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka kajian akan melakukan: (i) mengetahui profil dan keaktifan MGMP khususnya penyusun soal USBN, (ii) mengetahui perencanaan kegiatan oleh MGMP; (iii) mengetahui realisasi perencanaan kegiatan oleh MGMP, (iv) mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan MGMP, (v) mengetahui diseminasi hasil kegiatan, (vi) mengetahui transfer/pembelajaran hasil kegiatan kepada peserta didik, dan (vii) mengidentifikasi praktik baik penyelenggaraan MGMP yang dapat dicontoh di daerah lain. Pendekatan kajian ini adalah evaluasi. Kajian ini mengevaluasi pelaksanaan salah satu kegiatan MGMP yaitu penyusunan soal USBN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan di Kabupaten Flotim melalui Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dan pengisian kuesioner oleh 10 orang ketua MGMP Mapel K-13. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Kajian menyimpulkan bahwa (i) umumnya MGMP penyusun soal USBN memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebagai penerima bantuan block grant karena semua MGMP memiliki susunan organisasasi sesuai ketentuan yaitu minimal terdiri atas ketua, sekretaris dan bendahara; namun sebagian besar tidak memenuhi persyaratan lainnya yaitu mengadakan 12 kali kegiatan dalam tahun sebelumnya, (ii) sejumlah besar MGMP tidak membuat perencanaan kegiatan, (iii) tidak semua MGMP yang membuat perencanaan kegiatan merealisasikan perencanaannya, (iv) hasil kegiatan adalah sekumpulan soal-soal aras tinggi, hanya saja guru-guru tidak yakin bahwa soal-soal yang disusunnya tersebut merupakan soal aras tinggi karena tidak ada langkah validasi dan verifikasi oleh tim ahli, (v) diseminasi hasil kegiatan merupakan langkah yang sangat penting namun tidak maksimal dilakukan karena tidak dijadwal, (vi) pembelajaran/transfer hasil kegiatan kepada peserta didik juga tidak maksimal dilakukan karena tidak dijadwalkan dalam perencanaan kegiatan, dan (vii) ada praktek baik penyelenggaraan MGMP di Flotim yang dapat dicontoh yaitu cara membiayai kegiatan MGMP dan strategi pembentukan MGMP untuk menekan biaya transportasi dan untuk penghematan waktu. [P1]Mhn hinder singkatan dalam abstrak
ANALISIS PEMANFAATAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI SMA DAN SMK Sudiyono, Sudiyono
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i2.170

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dana BOS di SMA dan SMK ditinjau dari sumber pendanaan, pemanfaatan dana, dan sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran. Studi ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam studi ini adalah seluruh SMA/SMK yang menerima bantuan BOS tahun 2014 baik negeri maupun swasta di kabupaten/kota seluruh Indonesia. Teknik pengambilan sampel kabupaten/ kota menggunakan proporsional random sampling dengan didasarkan pada indeks kapasitas fiskal (IKF) tinggi dan rendah, sedangkan penentuan sampel SMA dan SMK secara random. Responden/sumber data penelitian adalah 64 kepala sekolah dan 64 pengelola BOS di sekolah sampel. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, FGD, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan dana BOS di SMA dan SMK terbesar digunakan untuk pengadaan buku dan kegiatan ekstrakurikuler efektif dalam membantu kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler sehingga mampu meningkatkan mutu pembelajaran. AbstractThe purpose of this study is to examine the school operational assistance funds in general and vocational senior high school in terms of source of fund, utilization of fund and as an effort to improve the quality of learning. This study is descriptive research with quantitative and qualitative approach. The population in this study is the entire general and vocational senior high school which receive school operational assistance in 2014 both public and private in districts/cities throughout Indonesia. The sampling technique of districts/cities using proportional random sampling is based on high and low fiscal capacity index, whereas the determination of sample of general and vocational senior high school is random. Respondents/ research data sources were 64 school principals and 64 school operational assistance managers in sample schools. The data in this study were collected by using questionnaires, FGD, and documentation. The data obtained were analyzed using descriptive statistic method. The results showed that the utilization of school operational assistance funds in general and vocational senior high school is used to procure books and extracurricular activities and also effective in helping school activities such as curricular to enhance quality learning.
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 10, NO. 3 TAHUN 2017 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 3 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.238

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 10, NO. 3 TAHUN 2017
EFEKTIVITAS PELATIHAN GURU MELALUI PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU Sabon, Simon Sili
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 3 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i3.210

Abstract

AbstrakTujuan kajian ini adalah menganalisis efektivitas pelaksanaan program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru apakah berhasil meningkatkan kompetensi guru, sehingga menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dalam merancang pelatihan bagi guru di masa yang akan datang. Untuk mencapainya kajian ini akan: (i) mengidentifikasi kompetensi (pedagogik dan profesional) awal guru sebelum mengikuti program (ii) mengidentifikasi kompetensi akhir guru setelah mengikuti program, dan (iii) membandingkan kompetensi awal dan kompetensi akhir guru untuk menilai efektivitas program. Pendekatan kajian adalah kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder tentang nilai Uji Kompetensi Guru 2012 (kompetensi awal) dan Ujian Tulis Nasional 2013 (kompetensi akhir) yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Data dianalisis dengan teknik statistik inferensial menggunakan uji perbedaan mean (paired sample t-test). Kajian menemukan bahwa sebelum mengikuti program, rerata nilai kompetnesi guru SD adalah 39,82 dan guru SMP adalah 52,44, sedangkan setelah mengikuti program rerata nilai kompetensi guru SD adalah 47,62 sedangkan guru SMP adalah 52,44. Kajian menyimpulkan bahwa (i) kompetensi pedagogik dan profesional guru-guru SD dan SMP masih sangat rendah karena rerata nilai UKG 2012 dan rerata nilai UTN 2013 masih jauh di bawah standar kelulusan yang ditetapkan untuk UKG 2012 yaitu minimal 70,0 dalam skala 1-100; (ii) hasil uji statistik perbedaan rerata UTN dan UKG menunjukkan bahwa PLPG ternyata efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru. AbstractThe purpose of this study is to analyze the effectiveness of the implementation of Teacher Professional Education And Training program whether the program is successful in increasing the competency of teachers, which can be an input for policy makers in designing training for teachers in the future. To achieve this purpose this study will: (i) identify the initial teacherâ??s competncies (pedagogic al and professional) before attending the program (ii) identify the final competencies of teachers after attending the program, and (iii) comparing the initial and final teacherâ??s competencies to assess the effectiveness of program. The approach of the study is quantitative. The data used in this study is the secondary data of UKG 2012 (as initial competencies) and UTN 2013 (as final competencies) obtained from the Directorate General of Teachers and Education Personnel The Ministry of Education and Culture. Data were analyzed by using inferential statistics, using test of mean difference (paired sample t-test). The study found that before participating in the program, the average score of the competencies of elementary school teachers was 39.82 and junior high school teachers were 52.44, while after joining the program the average competency value of elementary school teachers was 47.62 while junior high school teachers were 52.44. The study concludes that:(i) the pedagogic and professional competency of teachers of elementary and junior high school is still very low because the mean value of UKG 2012, and UTN 2013 is still far below the passing grade standards set for UKG 2012 that is at least 70.0 in the scale of 1-100; (ii) Statistical test of mean difference between UTN and UKG shows that PLPG is effective in improving pedagogic and professional competency of teachers.
KEEFEKTIFAN SEKOLAH DILIHAT DARI DELAPAN STANDART NASIONAL PENDIDIKAN DI WILAYAH EKS KARESIDENAN SURAKARTA Parwanto, Parwanto
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v2i2.188

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keefektifan sekolah dilihat dari delapan standar nasional pendidikan. mengetahui tingkat ketecapaian keefektifan sekolah dilihat dari delapan standar nasional pendidikan dan mengetahui dari kedelapan standart nasional pendidikan butir mana disetiap standart yang masih perlu mendapatkan perhatian secara serius. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode survai yakni upaya mengumpulkan informasi dari responden yang merupakan contoh dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur. Populasi dari penelitian ini adalah jumlah satuan pendidikan Sekolah Mengengah Pertama (SMP) sebanyak 349 sekolah yang bersatatus sekolah negeri yang menyebar di wilayah eks karesidenan Surakarta. Sampel diambil sebanyak 172 sekolah dengan pendekatan area probability sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner tertutup dengan skala likert. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan pendekatan kuantitatif secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari standar isi; standar proses; standar kompetensi kelulusan; standar pendidikan dan tenaga kependididkan; standar sarana dan prasarana ; standar pengelolaan; standar pembiayaan; dan standar penilaian sudah cukup baik. Ketercapaian delapan standar nasional pendidikan seluruh sekolah sampel sudah mencapai tingkat yang cukup tinggi yakni di atas 90%, kendati masih ada beberapa dari sub butir standart yang masih perlu lebih diperbaiki AbstractAbstract: The aim of this research is to discover the school effectiveness seen from eight components of standards of national education. From these eight components, we will find out which components still need to be regenerated. This research is using survey method by structured questionnaire to gather information from respondents. The population is 349 Government Junior High Schools in a region of ex Surakarta Residence. Total of samples from population is 172 schools, using area probability sampling approach. To collect the data, we used closed questionnaire with Likert scale as the instrument. After all data collected, then we analyze it descriptively with quantitative approach. The result shown that all the components of standards of national education, including content standards; process standards; competence of graduates standards; educational standards and human resource standards; facilities standards; management standards; funding standards; and assesment standards are fairly good. The achievement of eight standards of national education from all sample schools already achieved high level, i.e. above than 90%. But still there are several sub components needs to be regenerated.  
EFEKTIFITAS KANTIN BERKARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DISIPLIN BERSIH PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH Adi, Febri Prasetyo
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.219

Abstract

Kepedulian peserta didik SMP Negeri 3 Mrebet terkait kebersihan di sekolah masih rendah. Banyak sampah, khususnya bungkus makanan kemasan, dibuang sembarangan seperti di bawah jendela kelas, laci meja dan selokan. Beberapa program telah di jalankan namun masih belum berhasil. Diperlukan program yang bukan hanya bersifat penanganan namun lebih pada pencegahan sampah-sampah agar tidak terbuang sembarangan. Maka disusunlah program Kantin Berkarakter yang menjadi pusat jajan, makan dan buang sampah di kantin sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas Kantin Berkarakter dalam rangka meningkatkan kedisiplinan peserta didik, khususnya pada kebersihan lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah riset experimental dengan membagi peserta didik pada dua kelompok yang mendapat perlakuan (treatment) yang berbeda, yaitu kelompok A boleh membawa makanan ke kelas dan kelompok B tidak boleh membawa makanan ke kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meski banyak responden yang setuju makanan dibawa ke kelas (42%) namun lebih setuju apabila Kantin Berkarakter bisa diterapkan dan dilanjutkan (84%). Hal ini dikarenakan semenjak program ini diterapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kebersihan lingkungan sekolah (83%) dan memotivasi peserta didik untuk lebih peduli terhadap lingkungan (62%).
KAJIAN KESIAPAN KOMPETENSI GURU BAHASA INGGRIS SMP UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 (K-13) Sili Sabon, Simon
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i2.175

Abstract

AbstrakTujuan kajian ini adalah memetakan kompetensi pedagogik dan profesional guru Bahasa Inggris SMP yang dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dalam merancang pendidikan dan pelatihan bagi guru yang mengajar mata pelajaran ini. Untuk mencapainya kajian ini memetakan kompetensi guru berdasarkan capaian guru untuk setiap indikator kompetensi pedagogik dan profesional yang telah diteskan dalam Uji Kompetensi Guru (UKG). Pendekatan kajian adalah kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder tentang nilai UKG yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif menggunakan tabel frekuensi. Kajian menyimpulkan bahwa hasil UKG guru Bahasa Inggris SMP rendah karena rata-rata nasionalnya hanya 56,02 dalam skala 100, sehingga menjadi faktor yang dapat menghambat implementasi K-13. Sedangkan analisis UKG per indikator penentu kompetensi menunjukkan bahwa hanya 17 persen indikator kompetensi pedagogik dan 32 persen indikator kompetensi profesional yang dikuasai oleh guru, dengan kriteria penguasaan indikator adalah 75 persen peserta ujian menjawab benar untuk indikator kompetensi tersebut. AbstractThe purpose of this study is to map the pedagogical and professional competence of English teachers at unior secondary school that can be used as an input for policy makers in designing education and training for English teachers. To achieve this purpose the study will map the competence of teachers based on performance test of teachers for each indicator of pedagogical and professional competence. The approach of the study is quantitative. Data used in this study is the secondary data about the result of the test of teacherâ??s competences done by The Directorate General of Teachers and Education Personnel Ministry of Education and Culture. The data will be analized descriptively using table frequencies. The study concludes that the results of teachersâ?? competence test for the English teachers is low because the mean value of the test is just 56,02 on a scale of 100. This result can become a factor that could impede the implementation of K-13. While the analysis of the test for each determining indicator of competence shows that only 17 percent of pedagogical indicators and 32 percent of professional indicators is mastered by the teachers, with the mastery criterion indicator is 75 percent of examinees answered the questions for that indicator correctly.
PENGGUNAAN PENGETAHUAN METAKOGNITIF PADA KOMPETENSI INTI SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Zulyanty, Marni
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 3 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.243

Abstract

ABSTRAKMetakognisi merupakan hal yang penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pengetahuan metakognitif merupakan komponen dari metakognisi. Seseorang akan dipandu untuk memilih, mengevaluasi, meninjau kembali, dan memutuskan tugas kognitif dengan pengetahuanmetakognitif. Di Indonesia pengetahuan metakognitif merupakan salah satu jenis pengetahuan yang harus diperoleh oleh siswa SMA. Hal ini termuat dalam Kompetensi Inti SMA mata pelajaran matematika. Dalam proses pembelajaran matematika, memecahkan masalah merupakan salah satu standar proses yang harus ada. Hubungan pengetahuan metakognitif dan pemecahan masalah matematika adalah pengetahuan metakognitif dapat membantu siswa menentukan umpan balik saat memecahkan masalah dan umpan balik tersebut memberikan kesempatan untuk mencari kembali tindakan yang lebih tepat dari sebelumnya. Berdasarkan hubungan antara pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalah matematika tersebut, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul â??Penggunaan Pengetahuan Metakognitif pada Kompetensi Inti Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematikaâ?. Tujuannya untuk memberikan deskripsi penggunaan pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalahmatematika. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester III UIN STS Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deksriptif. Instrumen utama adalah peneliti dan instrumen pendukung adalah lembar pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Dari hasilpenelitian disimpulkan bahwa pengetahuan metakognitif membantu seseorang mengetahui kebenaran dan kesalahan yang dilakukan dalam memecahkan masalah. Selain itu juga membantu mengetahui letak kesalahan dalam memecahkan masalah.
EKSPEDISI OASE UNTUK MENINGKATKAN KERJA SAMA, PENGETAHUAN, DAN SCIENTIFIC WRITING SKILLS MATA PELAJARAN IPA Budiati, Herni
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i2.223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama, pengetahuan, dan Scientific Writing Skills (SWS) melalui ekspedisi oase. Penelitian dilaksanakan bulan Maret - April tahun pelajaran 2016/2017. Subyek penelitian yaitu siswa kelas VIIIB Sekolah Menengah Pertama Negeri 22 Surakarta. Pengumpulan data melalui observasi proses pembelajaran dan tes hasil belajar ranah pengetahuan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kerjasama, lembar penilaian SWS, dan tes hasil belajar ranah pengetahuan. Penelitian berlangsung dalam dua siklus, mengacu model Kemmis dan Taggart. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Capaian kerjasama prasiklus adalah 51,72%, siklus 1 62,07%, dan siklus 2 sebesar 82,76%. Capaian hasil belajar ranah pengetahuan prasiklus 48,27%, siklus 1 menjadi 51,72%, dan siklus 2 sebesar 79,31%. SWS pada prasiklus adalah 41,37%. Peningkatan SWS melalui permainan kartu pada siklus 1 adalah 65,51%, dan siklus 2 menjadi 82,76%. SWS melalui laporan percobaan pada siklus 1 adalah 58,62%, dan siklus 2 meningkat menjadi 75,86%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerjasama, pengetahuan dan SWS siswa kelas VIIIB Sekolah Menengah Pertama Negeri 22 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017 dapat ditingkatkan melalui ekspedisi oase.Kata Kunci: diskusi, eksperimen, kartu otak atik seru (oase), kerjasama, scientific writing skills

Page 5 of 34 | Total Record : 336