cover
Contact Name
Linda Efaria
Contact Email
jurnal.litjak@kemdikbud.go.id
Phone
+6287887655756
Journal Mail Official
jurnal.litjak@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Gedung E Lantai 19 Jalan Jenderal Sudirman Senayan, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
ISSN : 02162792     EISSN : 2654427X     DOI : 10.24832
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan is a peer-reviewed journal published by Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Center of Policy Education Research and Culture , Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in August and December. This journal publishes research and study in the field of policy education, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, and language.
Articles 336 Documents
KEMAMPUAN GURU SMA DALAM MEMBUAT SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING Saparudin, Yudhi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 3 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i3.208

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan guru SMA dalam membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis problem based learning (PBL) yang merujuk pada Permendikbud Nomor 22, Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitiannya adalah SMA YPKKP Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam membuat silabus dan RPP berbasis PBL yang mengacu pada Permendikbud Nomor 22, Tahun 2016 menunjukkan bahwa membuat penilaian merupakan komponen yang paling kecil persentasenya sebesar 46%. Untuk meningkatkan kemampuan guru yang belum optimal maka perlu dikembangkan model supervisi akademik dalam membuat silabus dan RPP berbasis PBL yang mengacu pada Permendikbud Nomor 22, Tahun 2016. Simpulannya model supervisi akademik yang digunakan harus dapat menumbuhkan learning community dan pemberdayaan supervisi teman sejawat.  ABSTRACTThis study aims to analyze the ability of high school teachers in making syllabus and Learning Implementation Plan (LIP) based on Problem Based Learning (PBL) which refers to Permendikbud Number 22, 2016. The research method used is descriptive research. The results showed that the profile of the teacherâ??s ability to make PBL-based syllabus and RPP which refers to Permendikbud Number 22, 2016 shows that the component in making assessment with the smallest percentage of 46%. In improving teacher capacity that is not optimal, it is necessary to develop an academic supervision model in making syllabus and LIP based on PBL that refers to Permendikbud Number 22, 2016. The conclusion is that the academic supervision model used must be able to foster learning community and support peer supervision.
PEMANFAATAN TKA SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN LAYANAN PENDIDIKAN DI DAERAH PINGGIRAN SECARA OUT OF BOX Abu Bakar, Kosasih Ali
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v2i2.186

Abstract

AbstrakTeknologi komputasi awan saat ini sedang berkembang dengan pesat, hal ini tentunya dikarenakan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan serta karakteristik layanannya yang menjadikan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sebuah alat yang lebih efisien dan efektif. Dunia pendidikan yang sudah mulai banyak menggunakankomputasi awanatau disebut dengan pendidikan awan. Penelitian kali ini dilakukan dengan sebuah kajian analisis pemanfaatan dari komputasi awan dalam rangka meningkatkan kualitas mutu pendidikan yang berada di daerah-daerah pinggiran sesuai dengan program Nawacita dari Pemerintahan Jokowi-JK, pemenuhan 21st century learning skills dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Dalam kajian ini memperlihatkan bahwa pendidikan menggunakan komputasi awantidak hanya menawarkan sebuah cara dan model pembelajaran baru yang bersifat out of box untuk menghilangkan permasalahan geografis dan ketidakmerataan sumber daya pendidikan yang ada pada â??daerah pinggiranâ?, akan tetapi lebih kepada upaya untuk membangun budaya baru dalam belajar. Sehingga dalam rangka pengintegrasian teknologi komputasi awan ke dalam sistem pendidikan diperlukan peranan pemerintah melalui regulasi pendukung, mendukung peran dari PUSTEKKOM sebagai pusat pelayanan dan pembangunan budaya baru belajar menggunakan teknologi komputasi awan. AbstractAbstract: Today the developing of cloud computing technology is arising, this is because of the advantages that offering and service characteristic by cloud computing what making information and communication technology as an effective and efficiency device. This is also making education world starts to use cloud computing technology or we can call cloud education.This research will discuss about cloud education role to help increasing quality of education, especially where at the edge areas as Nawa Cita of Jokowi-JKâ??s Government, 21stcentury learning skills and education for sustainable development. In this study, education using cloud computing not only offers a new stance of learning and a new model of learning but also solving problem with out of box way such as geographical obstacles and unbalance educational resources in â??daerah pinggiranâ?, but rather to build a new culture of learning. So, in order to further integration of cloud computing to education system through government with supporting regulation, supporting PUSTEKKOM as serviced central of cloud education and preparing for a new stance of learning using cloud computing technology.  
PENGGUNAAN METODE 3-IN-1 BERBANTUAN CTL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT POLA DASAR KONSTRUKSI PESERTA DIDIK KELAS X BUSANA 3 SMK NEGERI 6 SEMARANG Murnisari, Sri
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.263

Abstract

METODE INOVATIF UNTUK PEMBUATAN POLA DASAR KONSTRUKSI BUSANA DENGAN MENGGUNAKAN 4 UKURAN TUBUH (UNTUK PESERTA DIDIK JURUSAN TATA BUSANA)
PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU Moh. Holil, S.Pd, M.Pd, Moh. Holil, S.Pd, M.Pd
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i2.173

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku kepemimpinan kepala sekolah berorientasi tugas terhadap disiplin kerja guru, menganalisis pengaruh perilaku kepemimpinan kepala sekolah berorientasi hubungan manusia terhadap disiplin kerja guru, dan menganalisis pengaruh perilaku kepemimpinan kepala sekolah berorientasi tugas dan hubungan manusia secara simultan terhadap disiplin kerja guru. Populasi dalam penelitian ini semua guru yang tersebar di semua Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Pagelaran. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling didapat sebanyak 67 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis menggunakan model persamaan regresi linier ganda. Hasil penelitian diperoleh ada tiga. Pertama, perilaku kepemimpinan berorientasi tugas berpengaruh signifikan dengan sumbangan efektif sebesar 79,50% terhadap disiplin kerja guru. Kedua, perilaku kepemimpinan berorientasi hubungan manusia berpengaruh signifikan dengan sumbangan efektif sebesar 48,00% terhadap disiplin kerja guru, Ketiga, secara bersama-sama perilaku kepemimpinan kepala sekolah berorientasi tugas dan hubungan manusia berpengaruh signifikan terhadap dispilin kerja guru, dengan nilai koefisien  korelasi (R) sebesar 0,895 dan R square (R2) sebesar 0,801 yang berarti bahwa 80,10% disiplin kerja guru ditentukan oleh perilaku kepemimpinan kepala sekolah berorientasi tugas dan hubungan manusia secara bersama-sama, dan sisanya 19,90% ditentukan oleh faktor-faktor lain.AbstrackThis study aims to analyze the influence of leadership-oriented headmaster behavior towardteacherâ??s work discipline, to analyze the influence of leadership behavior of headmaster oriented human relationship to teacher work discipline, and to analyze the influence of leadershipbehavior of headmaster oriented task and human relationship simultaneously to teacher work discipline. Population in this research all teachers spread in all public elementary school in sub-district of Pagelaran. Sampling used is random sampling technique obtained as many as 67 respondents. Data were collected using questionnaire and analysis using multiple linear regression equation model. The results obtained three. First, task-oriented leadership behaviors have significant influence with effective contribution of 79.50% to teacher work discipline. Second, the behavior of leadership-oriented human relations have a significant effect with the effective contribution of 48.00% to the discipline of teachers work, Third, together the leadership behavior of headmaster task-oriented and human relations have a significant effect on teacher work dispilin, with the value of correlation coefficient (R ) of 0.895 and R square(R2) of 0.801, which means that 80.10% of the discipline of teachers is determined by the task- headed leadership behaviors of principals and human relations together, and the remaining 19.90% is determined by other factors. 
PENGUATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH Ulumudin, Ikhya
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 3 (2017)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.241

Abstract

ABSTRAKMembaca buku dapat membuka cakrawala dunia sehingga dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya jika suatu negara masyarakatnya gemar membaca, akan berdampak pada kemajuan suatu bangsa itu sendiri. Masalah yang dihadapi Indonesia yaitu masihrendahnya minat membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan gerakan literasi sekolah di sekolah menengah atas dan menyusun langkah penguatannya. Penelitian ini menggu-nakan pendekatan kualitatif. Data pelaksanaan gerakan literasi sekolah dilakukan melalui focus group discussion bersama guru terkait yang tersebar di enam provinsi sebanyak 72 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat satuan pendidikan SMA yangtelah menerapkan gerakan literasi sekolah yang dengan ditandai gerakan membaca 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, dan 2) jenis kegiatan gerakan literasi sekolah diantaranya persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Simpulan dalam penelitian ini adalah gerakan literasisekolah di sekolah menengah atas belum berjalan secara optimal, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mencapai hasil yang diharapkan.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGEMBANGKAN RPP KURIKULUM 2013 REVISI 2017 MELALUI PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN DI MA BINAAN KOTA JAKARTA PUSAT TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Rindarti, Eni
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v11i2.221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada Kurikulum 2013 melalui â??Pendampingan yang berkelanjutanâ?. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan pengawasan dengan guru di 3 MA binaan yang menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun 2017/2018: MA Negeri 3 Jakarta,MA Al Mudatsiriyah dan MA Jakarta Pusat berjumlah 28 orang. Penelitian ini terdiri dari dua siklus; Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan tindakan, akting, pengamatan, danrefleksi. Waktu penelitian selama 4 bulan yaitu Juli sampai Oktober 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan Pendampingan Berkelanjutan tersebut keaktifan guru mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Keaktifan guru MAN 3 meningkat dari 75% ke 92%; keaktifan guru MA Al Mudatsiriyah dari 63% ke 83%, dan keaktifan guru MA Jakarta Pusat meningkat dari 54% Ke 79 %. Hal ini berdampak pada kompetensi guru dalam mengembangkan RPP Kurikulum 2013 revisi 2017 yang mengalami peningkatan dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Peningkatan tersebut ditunjukkan data kesesuaian RPP guru rata-rata dalam setiap komponen sebagai berikut: kondisi awal: 47%; siklus I: 64%; dan siklus II : 81%.Berdasarkan kajian teori dan hasil tindakan, simpulan hasil penelitian bahwa â??Pendampingan Berkelanjutanâ?dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan RPP Kurikulum 2013 revisi 2017 di 3 MA binaan Kota Jakarta Pusat Tahun Pelajaran 2017/2018.Kata kunci: kompetensi , pendampingan berkelanjutan, RPP, Kurikulum 2013.
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 2, NO. 12TAHUN 2016 Litjak, Jurnal
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v2i2.191

Abstract

Daftar Isi
MEMPERKUAT GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SMA DI BALIKPAPAN Joko, Bambang Suwardi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.281

Abstract

Abstrak: Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan gerakan literasi pemerintah Kota Balikpapan, dampaknya bagi guru dan siswa dalam menumbuhkembangkan gerakan membaca;  serta upaya yang dilakukan sekolah dan guru dalam menumbuhkan gerakan membaca bagi siswa. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis deskriptif yang mencakup komponen pelaksanaan program pengajaran dalam mendorong siswa meningkatkan gemar membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian instrumen atau daftar isian, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) dengan responden guru-guru pada 3 SMA Negeri di Kota Balikpapan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua sosialisasi gerakan membaca yang menjadi program literasi pemerintah Kota Balikapapan sampai ke para guru, pihak sekolah sebatas mensosialisasikan kepada guru-guru mata pelajaran terkait seperti guru bahasa Indonesia. Ditinjau dampak program gerakan literasi pemerintah kota bagi kalangan guru, sebanyak 41,67 persen guru menjawab ada dampaknya dan 58,33 persen tidak ada dampaknya. Salah satu program pemerintah kota, yaitu mematikan televisi setelah maghrib hingga pukul 11 malam merupakan program lama, yang perlahan mulai kurang diminati siswa. Upaya sekolah dalam menumbuhkan gerakan minat baca,  seluruh guru  menilai bahwa dampak kebijakan sekolah seperti membaca kitab suci di awal pelajaran anak menjadi rajin membaca buku keagamaan karena dibiasakan.
KAJIAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA DAN SMK -, Sudiyono -
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v1i1.181

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan pendidikan karakter, guna mendapatkan opsi kebijakan tentang strategi pendidikan karakter di sekolah. Metode penelitian menggunakan survei, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis data menggunakan statistik deskriptif. Penelitian dilaksanakan di 10 kab/kota dengan sampel 40 SMA dan 40 SMK. Responden adalah kepala dinas pendidikan 10 orang, kepala sekolah 80 orang, guru 320 orang, dan siswa 800 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi kebijakan pemerintah daerah sebagian besar belum menerbitkan peraturan daerah yang terkait dengan pendidikan karakter. Sementara pada tingkat sekolah, kebijakan pelaksanaan pendidikan karakter umumnya dilaksanakan mengacu pada visi dan misi sekolah, sebagian besar sekolah mengintegrasikan dalam pembelajaran, pembiasaan, dan pembudayaan. Pelaksanaan pembiasaan dan pembudayaan yang dilakukan oleh guru masih belum konsisten, dan belum dievaluasi secara periodik. Direkomendasikan perlu adanya penguatan dan pembudayaan secara konsisten pelaksanaan pendidikan karakter dengan mengacu pada praktik sekolah terbaik dan meminimalkan hambatan pelaksanaannya. AbstractThis study aimed to obtain information on the implementation of character education in academic and vocational high school in order to develop strategic policy options on character education in schools. The method used was survey, descriptive qualitative approach and data analysis using descriptive statistics. The research was conducted in 10 districts/cities with a sample of 80 schools (40 academic schools and 40 vocational schools). Respondents involved were 10 district head of education offices, 80 principals, 320 teachers, and 800 students. The results showed that in terms of policy, most regional government had yet to issue local regulations related to character education. While at the school level, policy implementation was generally implemented in reference to the vision and mission of the school. The vast majority of schools integrated learning, habituation, and familiarization. Implementation of habituation and familiarization done by teachers were still inconsistent, and had not been evaluated periodically. One of policy recommendation is the need to strengthen and develop a consistent implementation of character education referencing to the best practices and to minimize obstacles in implementation.  
KEBUTUHAN GURU PEMINATAN KEJURUAN DAN PEMENUHANNYA DI SMK Teguh, Supriyadi
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Balitbang Kemendikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui kebutuhan guru SMK, dan (2) mengidentifikasi upaya-upaya pemenuhan kebutuhan guru SMK. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode analisis data sekunder, yaitu memanfaatkan data kuantitatif yang sudah ada dari berbagai sumber data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kebutuhan guru peminatan kejuruan masuk dalam ketegori kekurangan. Kekurangan guru peminatan kejuruan terjadi di sekolah negeri maupun swasta. Kekurangan guru di sekolah swasta lebih besar daripada di sekolah negeri. Kekurangan guru peminatan kejuruan terjadi di semua bidang keahlian dan provinsi. Perkecualian di sekolah negeri di Provinsi Aceh sudah kelebihan guru. Upaya pemenuhan guru peminatan kejuruan telah dilakukan oleh pemerintah. Program yang sudah/sedang/belum dilakukan pemerintah antara lain: Program Keahlian Ganda, Program Guru Tamu, Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), maupun Program Magang Mahasiswa PPG. Upaya pemenuhan guru peminatan kejuruan dapat lebih maksimal lagi dengan memberdayakan: (1) UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (2) Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 Tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan: Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, dan (3) UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Dengan memberdayakan peraturan-peraturan tersebut, maka upaya pemenuhan guru peminatan kejuruan yang dapat dilakukan adalah program guru PPPK, program Instruktur kejuruan yang berasal dari dunia usaha/industry, dan program Kerjasama dengan perguruan tinggi.

Page 3 of 34 | Total Record : 336