cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol.15 No.2 Desember 2021" : 34 Documents clear
Peruraian Anaerobik Termofilik Limbah Vinasse : Pengaruh Zeolit Alam Teraktivasi Asam dan Basa Terhadap Performa Proses Dwi Joko Prasetyo; Wiratni Budhijanto; Rifki Wahyu Kurnianto; Satriyo Krido Wahono
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7005

Abstract

Vinasse merupakan limbah produksi bioetanol dengan kadar chemical oxygen demand (COD) tinggi dan dapat diolah melalui peruraian anaerobik untuk menghasilkan biogas. Optimasi proses dapat dilakukan pada kondisi termofilik (55°C) dengan penambahan zeolit alam terkativasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efek zeolit alam terkativasi asam dan basa terhadap performa proses peruraian anaerobik termofilik vinasse. Proses aktivasi zeolit alam diawali dengan perendaman selama 24 jam pada larutan asam klorida (HCl) 3 M atau natrium hidroksida (NaOH) 3 M, dilanjutkan pengeringan dan kalsinasi. Selanjutnya zeolit alam tanpa aktivasi (NZ), teraktivasi asam (NZA), dan teraktivasi basa (NZB) ditambahkan pada proses peruraian anaerobik termofilik limbah vinasse secara batch dengan inokulum digested vinasse yang diperoleh dari reaktor skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NZB mempercepat puncak produksi gas metana (hari ke9) dibanding NZ (hari ke-12), sedangkan pada NZA tidak terdapat produksi gas metana. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pH cairan. Penambahan NZB menyebabkan pH berada pada kisaran nilai optimum sedangkan NZA menyebabkan hasil sebaliknya. Hasil methane yield NZB juga menunjukkan hasil lebih tinggi yakni 84.37 mL-CH4/g-sCOD removal dibanding NZ 73.94 dan NZA 0.07. Oleh karena itu, direkomendasikan penambahan zeolite teraktivasi basa untuk meningkatkan performa process peruraian anaerobik termofilik limbah vinasse.Kata Kunci: aktivasi zeolit alam, kondisi termofilik, limbah vinasse, peruraian anaerobik
Potensi Biogas dari Limbah Padat Industri Kelapa Sawit di Kalimantan Timur Hermanto Hermanto; Eko Heryadi; Arba Susanty
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7361

Abstract

Kalimantan Timur merupakan provinsi dengan luas terbesar keempat di Indonesia dengan Kelapa Sawit sebagai komoditi perkebunan utama yang menguasai 88,4 dan 99,6% dari total luas areal dan total komoditinya. Potensi yang besar ini akan berdampak besar terutama pada sektor lingkungan yang disebabkan oleh besarnya limbah yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari besaran potensi limbah untuk konversi biogas yang terfokus kepada limbah padat Industri kelapa sawit di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dari 10 kabupaten kota penghasil sawit di Kaltim, terdapat total limbah padat sebesar 800 juta ton di tahun 2019. Di Kaltim sudah ada beberapa industry kelapa Sawit yang memiliki biogas plan yang biasanya terintegrasi dengan pengolahan limbah cair. Potensi besar yang masih belum dimanfaatkan secara optimal adalah limbah padat, dimana menguasai 60% dari total limbah yang dihasilkan. Limbah padat ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, dan sesuai untuk digunakan sebagai bahan baku di reaktor biogas dengan proses Anaerobik. Limbah padat Industri kelapa sawit berupa TKKS, Serat dan dekanter memiliki potensi menghasilkan 506; 204; dan 41 juta meter kubik metan di tahun 2019. Jika dikonversikan, maka dari ketiga limbah padat tersebut dapat menghasilkan energi sebesar 8 GWatt. 
Rendemen dan Penentuan Kandungan Cemaran Logam Teh Tiwai Berbahan Baku Umbi, Daun Bawang Tiwai Eleutheriana americana Merr) Eldha Sampepana; Sulharman Sulharman; Adhitya Renaldi
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7503

Abstract

Kandungan logam merupakan salah satu persyaratan yang ditetapkan dalam olahan pangan yaitu minuman teh seduh karena kandungan logam yang tinggi dapat mengakibat buruk terhadap kesehatan dan lingkungan manusia sehingga dilakukanlah kegiatan ini dengan tujuan untuk mengetahui rendemen dan cemaran logam pada teh tiwai berbahan baku umbi dan daun bawang tiwai Umbi dan daun bawang tiwai yang berasal dari IKM Teh Tiwai di Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah dibersihkan dan dipotong kemudian dikeringkan dengan menggunakan pengering sinar matahari yang selama 3 hari hingga kering dan pengering alat listrik selama 24 jam dengan suhu 50OC yang dikeringkan secara kontinyu dimana suhu dan kelembabannya terpantau melalui laptop lalu di hitung lalu di hitung rendemen dan menganalisa kadar cemaran logam Pb, Cd dan Fe. Hasil Penelitian diperoleh rendemen teh umbi dan daun tiwai yang dikering dengan pengering listrik lebih besar dbandingkan dengan teh tiwai yang dikeringkan dengan pengeringan sinar matahari. Kadar cemaran logam yang dimiliki teh umbi dan daun tiwai yang dikeringkan dengan sinar matahari dan pengering listrik masih memenuhi batas minumum dalam SNI 7387:2009 tentang batas maksimum cemaran logam berat dalam pangan, SNI 2896 :1998 dan SNI 3836 : 2013 tentang teh kering dalam kemasan.
Model Bisnis Pascapandemi untuk IKM Amplang Deasy Kartika Rahayu Kuncoro; Wara Widyarini Endah Saptaningtyas
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6920

Abstract

Peluang pengembangan industri makanan di Indonesia sangat besar. Di Kalimantan Timur, Pemerintah memiliki tiga arah kebijakan pembangunan yakni integrasi produksi hulu hilir, industri pengolahan, dan skala ekonomi untuk meningkatkan ekspor. Transformasi perekonomian pascapandemi membawa para pelaku industri untuk mengubah cara dan kebiasaan dengan beradaptasi sesuai konsep normal baru. Industri amplang sebagai industri makanan di sektor industri pengolahan termasuk yang terdampak oleh pandemi. Amplang merupakan satu jenis makanan tradisional dari olahan ikan di wilayah Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan merancang model bisnis terkait strategi untuk industri amplang agar dapat beradaptasi dan berkembang di masa pascapandemi. Salah satu alat pemetaan dan perancangan model bisnis yang mudah dipahami oleh pelaku usaha adalah Business Model Canvas (BMC). BMC dinilai mampu memberikan perspektif luas dalam menyajikan strategi penguatan kompetensi industri dan usaha. Berdasarkan model BMC yang dibangun, dapat disimpulkan bahwa rekomendasi strategi bisnis berfokus pada konsumen terkait komponen sisi kreatif bisnis industri amplang dimana komponen pertama adalah customer segments, yaitu dengan membuat kelompok target pasar, kedua customer relationship, yaitu dengan menjalin hubungan dan membangun merk yang mengacu pada kelompok target pasar, dan ketiga channels, yaitu dengan menyesuaikan ber
Modifikasi Membran Ultrafiltrasi PVDF dengan Penambahan Aditif DOPA/PEI untuk Aplikasi Penyisihan Asam Humus dalam Air Dicky Rahmadi; Sri Mulyati; Cut Meurah Rosnelly; Syawaliah Syawaliah; Aulia Ambarita; Yanna Syamsuddin
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6678

Abstract

Polyvinylidene Fluoride (PVDF) telah dikenal sebagai salah satu polimer yang paling umum digunakan sebagai bahan utama membran. Namun, sifat hidrofobik bahan ini masih menjadi kendala besar dalam pengaplikasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan terjadinya fouling dengan memodifikasi membran PVDF dengan aditif dopamine/polietilen imina (DOPA/PEI). Membran dibuat dengan metode inversi fasa dan modifikasi dengan DOPA/PEI dilakukan melalui pelapisan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan aditif ke dalam larutan polimer membran meningkatkan fluks air murni dan fluks asam humus dibandingkan membran PVDF murni. Modifikasi membran PVDF dengan penambahan aditif DOPA/PEI dengan perbandingan 1 gr:0,5 gr (M4) memberikan hasil yang paling optimal pada penelitian ini. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa DOPA/PEI dapat menjadi aditif yang menjanjikan untuk membran.  
Pengaruh Waktu Hidrolisis terhadap Karakteristik Hidrolisat Protein Ikan Toman (Channa micropeltes) Asal DAS Kalimantan Timur Arba Susanty
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7462

Abstract

Hidrolisat protein merupakan produk yang dihasilkan dari penguraian protein ikan menjadi senyawa-senyawa rantai pendek. Hidrolisat protein ikan, dapat dikembangkan menjadi produk yang mempunyai sifat fungsional yang tinggi. Hidrolisis secara enzimatis dapat menghasilkan penurunan ukuran peptida sehingga dapat merubah karakteristik fungsional protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu hidrolisis protein ikan toman terhadap karakteristik dan profil asam aminonya. Proses hidrolisat dilakukan secara enzimatis, yaitu menggunakan enzim bromelain dengan perlakuan waktu hidrolisis 3, 4, 5 dan 6 jam. Selanjutnya dianalisis rendemen, derajat hidrolisis dan hasil terbaik dianalisis proksimat dan profil asam aminonya. Hasil penelitian ini menunjukkan hidrolisat protein ikan toman dapat dihasilkan melalui hidrolisis menggunakan enzim bromelain. Rendemen hidrolisat protein ikan toman berkisar 9,14 – 13,25%. Derajat hidrolisis antara 0,274 - 2,602. Hidrolisat protein ikan toman memiliki karakteristik kadar air 6,93 %, kadar abu 2,01%, protein 40,74% dan lemak 0,05%, karbohidrat 44,6%, kalsium 0,88%, magnesium 0,061% dan phosphor 0,136%. Waktu hidrolisis berpengaruh terhadap rendemen dan derajat hidrolisis hidrolisat protein ikan toman. Waktu hidrolisis optimum adalah 4 jam dengan rendemen 9,14% dan derajat hidrolisis 2,602. Hidrolisat protein ikan toman memiliki asam amino jenis serin, asam glutamate, fenilalanin, isoleusin, valin, arginine, glisin, lisin, asam aspartate, leusin, tirosin, prolin, threonine dan histidine 
Penggunaan Garam Berkualitas untuk Peningkatan Mutu Kulit Wetblue Kambing dan Sapi Ageng Priatni; Rihastiwi Setiya Murti; Iwan Fajar Pahlawan; Sudarto sudarto; Yani Kartika Pertiwi
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7340

Abstract

Garam memiliki peran yang sangat penting dalam proses penyamakan kulit. Selain memudahkan masuknya bahan penyamak ke dalam kulit, garam juga berperan dalam menentukan sifat mekanik dan estetika kulit. Selama ini, industri hanya menggunakan garam krosok dengan kadar NaCl rendah, berwarna putih kusam, dan cenderung mengandung kotoran lebih banyak sehingga mutu kulit yang dihasilkan juga rendah. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini dengan tujuan memanfaatkan garam berkualitas untuk meningkatkan mutu kulit wetblue kambing dan sapi. Penelitian ini menggunakan kulit kambing dan sapi yang dipikel dengan garam A, B, dan C (kontrol) pada konsentrasi 7 % dan kemudian disamak dengan penyamak krom dimana semua perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Kulit samak yang diperoleh selanjutnya di uji suhu kerut, pH dan kadar airnya. Data hasil pengujian kemudian dianalisa secara deskriptif dan dibandingkan dengan SNI 1796:2010 dan SNI 3538:2011 serta garam kontrol. Dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa garam A dan B mampu meningkatkan mutu kulit wetblue kambing dan sapi serta memiliki suhu kerut dan penampang melintang kulit yang lebih baik dibandingkan garam C, kecuali untuk pH, dan kadar air yang cenderung sama.
Pemanfaatan Daun Mangrove Api-Api (Avicennia Marina) Sebagai Antibakteri Pada Ikan Layang Benggol (Decapterus Russelli) Dengan Variasi Konsentrasi Dan Penyimpanan Sumartini Sumartini
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6932

Abstract

Indonesia memiliki luas hutan mangrove sebesar tiga juta hektar yang tumbuh disepanjang pesisir pantai, salah satunya adalah jenis Avicennia marina. Mangrove jenis ini mengandung senyawa bioaktif antibakteri yang dapat digunakan untuk memperlambat pertumbuhan mikroba pada ikan Layang Benggol (Decapterus russelli) segar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, terdiri dari perlakuan konsentrasi maserat (15%, 20%, 25%) dan tiga kondisi penyimpanan yaitu suhu ruang (23º-27ºC), suhu dingin (10ºC), suhu beku (0ºC) selama 24 jam dengan tiga kali ulangan. Jumlah koloni dan kadar air pada ikan dianalisis dengan ANOVA dan uji Jarak Nyata Terdekat Duncan (JNTD) pada taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada suhu penyimpanan dan pengaruh tidak signifikan pada konsentrasi maserat terhadap nilai organoleptik, kadar air, total plate count dan E. coli pada proses kemunduran mutu ikan layang benggol. Perlakuan dengan tingkat kesegaran terbaik terdapat pada penyimpanan suhu beku dengan konsentrasi maserat 25% yang menunjukkan nilai organoleptik 7,56 ≤ m ≤ 8,01 pada selang kepercayaan 95%, total mikroba 3,33 × 105 koloni/gram, kadar air 76,73% dan negatif e.coli.
Kajian HACCP (Hazard Analysis And Critical Control Point) Proses Pembuatan Snack Bar Berbasis Pisang (Musa paradisiaca) Imam Achmad Fauzi Krisnandar; Diki Nanang Surahman; Riyanti Ekafitri; Wisnu Cahyadi; Nur Kartika Indah Mayasti
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.7216

Abstract

Snack bar adalah makanan ringan dengan bentuk batang yang terbuat dari berbagai bahan dasar seperti serealia dan kacang-kacangan. Konsumsi makanan fungsional saat ini mulai diminati karena mengandung zat yang bermanfaat bagi tubuh. Salah satu pemanfaatan produk snack bar yaitu menggunakan buah pisang. Pilot plant P2TTG LIPI Subang merupakan unit pengolahan buah pisang menjadi snack bar. Proses produksi snack bar membutuhkan penerapan sistem HACCP untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Oleh karena itu, kajian sistem HACCP ini penting untuk dilaksanakan. Berdasarkan rekomendasi Standar Nasional Indonesia, kajian identifikasi HACCP dilaksanakan dengan menggunakan panduan penyusunan rencana HACCP. Berdasarkan hasil kajian didapat bahwa CCP pada bahan adalah telur, puree pisang ambon, susu full cream bubuk, dan margarin. Sedangkan CCP pada proses pengolahan adalah pemanggangan I, pemanggangan II, dan pendinginan. Seluruh CCP ini perlu pengawasan optimal terutama pada: penanganan bahan baku, pengendalian kebersihan operator dan memastikan kecukupan panas serta waktu saat proses pemanggangan snack bar berbasis pisang. Efektifitas penerapan HACCP ini dapat diketahui melalui proses verifikasi. Penerapan HACCP diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk snack bar berbasis pisang.HACCP, pisang,snack bar.
Sintesis Biodiesel dari Minyak Jelantah Menggunakan Katalis NaOH/CaO/C dari Cangkang Telur Syarifuddin Oko; Mustafa Mustafa; Andri Kurniawan; Karina Nur Eka Putri
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6835

Abstract

Produksi minyak bumi mengalami penurunan, dari 346 juta barel pada tahun 2009 menjadi sekitar 283 juta barel di tahun 2018. Biodiesel mulai berkembang seiring adanya pelaksanaan kebijakan mandatori yang mengamanatkan campuran bahan bakar nabati ke bahan bakar minyak sebesar 20% (B20). Minyak jelantah sangat berpeluang untuk dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan biodiesel karena mengandung trigliserida. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jumlah katalis dan rasio massa metanol:minyak terhadap rendemen, densitas, viskositas kinematik, kadar air dan bilangan asam biodiesel. CaO dibuat dengan mengkalsinasi cangkang telur pada suhu 900oC selama 3 jam. CaO diberi C sebagai support dengan perbandingan CaO:C yaitu 1:1 kemudian diimpregnasi dengan  NaOH 35%. Setelah itu dikalsinasi pada suhu 800oC selama 3 jam. Pembuatan biodiesel dilakukan pada suhu 60oC selama 3 jam dengan memvariasikan jumlah katalis 4,5%, 5,5%, 6,5%, 7,5% dan rasio massa metanol:minyak jelantah 0,25:1, 0,5:1, 0,75:1. Hasil biodiesel terbaik diperoleh pada variasi jumlah katalis 4,5% dengan rasio massa metanol:minyak jelantah 0,5:1 dengan hasil rendemen 84,2610%, densitas 0,8652 gr/ml, viskositas kinematik 2,5900 cSt, kadar air 0,0279% dan bilangan asam 0,3375 mgNaOH/gr.

Page 3 of 4 | Total Record : 34