cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 306 Documents
Karakterisasi Sifat Fisik Kimia Biodiesel dari Transesterifikasi Enzimatis dan Pengaruhnya terhadap Emisi Gas Buang Ageng Priatni; Yuni Adiningsih; Fitriani Fitriani
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 8 No 15 Juni 2014
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13629.993 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v8i15.1550

Abstract

The background of this research is to use of fuel with natural resources and renewable plant-based that can reduce air pollution. This research conducted in order to determine the physical and chemical properties of biodiesel from palm oil and the effect on exhaust gas emission in diesel engines. Biodisel producted by enzymatic transesterification between  methanol and crude palm oil by pseudomonas fluorescens lipase as a catalyst. It’s characterized then blended with petroleum diesel with biodiesel volume ratio 10%:90% petroleum diesel (B10), biodiesel 20%:80%, petroleum diesel (B20) and biodiesel 30%:70%, petroleum diesel (B30) with diesel oil as a comparison (B0 ) is then applied and tested on a diesel engine exhaust gas emissions (SO2,NOX,CO,total particulate matter and opacity). The characterization of physical and chemical properties of biodiesel as follows: specific gravity 0.9068, kinematic viscosity 28.26 mm2/s, 50.5°C flash point , cluod point 18°C, the water content of 0.8% vol, residue carbone 0.941% wt and calorific value 9372.8 Cal/lb. Fuel mixture of biodiesel and petroleum diesel (B30) leads to a decrease in exhaust emissions of CO by 96.88 % , 18.35% of the total particles and B20 causes a decrease in SO2 emissions by 100 % of petroleum diesel. While a mixture of biodiesel and petroleum diesel (B30) leads to increase in NO2 emissions by 265.96% and did not give any influence on the opacityABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah penggunaan bahan bakar dengan sumber daya alam nabati yang dapat terbarukan (renewable) dan pengurangan pencemaran udara. Sedangkan tujuan penelitian untuk mengetahui sifat fisik kimia biodiesel dari CPO dan pengaruhnya terhadap penurunan emisi gas buang pada mesin diesel. Biodiesel diperoleh dengan transesterifikasi enzimatis antara CPO dan Methanol dengan enzim lipase Pseudomonas Fluorescens sebagai katalis. Biodiesel yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi dan kemudian dicampur dengan minyak solar dengan perbandingan volume biodiesel 10%: minyak solar 90% (B10), biodiesel 20%:minyak solar 80% (B20) dan biodiesel 30% : minyak solar 70% (B30) dengan minyak solar sebagai pembanding (B00). Aplikasi dilakukan pada mesin diesel dan diuji emisi gas buangnya (SO2, NOX, CO, Total partikel dan Opasitas). Karakterisasi sifat fisik kimia dari biodiesel sebagai berikut : specific gravity 0,9068, kekentalan kinematik 28,26 mm2/s, titik nyala 50,5°C, cluod point 18°C,  Kadar air 0,8%vol, residu karbone 0,941% wt dan calorific value 9372,8 Cal/gr. Bahan bakar campuran antara biodiesel dan minyak solar (B30) menyebabkan terjadinya penurunan emisi gas buang CO sebesar 96,88%, total partikel sebesar 18,35% dan B20 menyebabkan penurunan emisi gas SO2 sebesar 100% dari minyak solar. Campuran antara biodiesel dan minyak solar (B30) menyebabkan terjadinya kenaikan emisi gas NO2 sebesar 265,96% serta tidak memberikan pengaruh apa-apa terhadap opasitas.Kata Kunci : Biodiesel, CPO, Emisi gas Buang, Enzimatis, Mesin Diesel 
Perubahan Kandungan Nitrogen, Phospat dan Kalium pada Penyimpanan Pupuk NPK Yuni Adiningsih
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 2 No 4 Desember 2008
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.665 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v2i4.1410

Abstract

NPK fertilizer is fertilizer  containing Nitrogen, Phosphate and  Potassium elemen.  There elements have easyly soluble in water ions and do not resist to the sun rays (heat) easyly volatility. Due to the treatment of indoor and outdoor storing, all of Nitrogen, Phosphate and Potassium elements decrease in concentration and the most significant effect of storing is the indoor storing.In the treatment of storing duration, the results of  2 weeks duration is diffferent with 4 weeks duration both for indoor and outdoor sloring. A long time storing decrease the concemretion of Nitrogen, Phosphate and Potassium in fertilizer. The result of moisture content testing of fertilizer treated with heat and rain are higher than the fertilizer stored indoor treatment.
Pengering dan Mutu Ikan Kering Jantri Sirait
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.616 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5735

Abstract

Ikan asin kering merupakan komoditas yang mudah mengalami proses kemunduran mutu dan pembusukan. Untuk menjaga mutu ikan tetap baik maka dilakukan pengawetan dengan cara penggaraman dan pengeringan. Proses pengeringan ikan terdiri dari dua cara yaitu pengeringan alami dan pengeringan buatan. Pengeringan alami mempunyai kelemahan yaitu ketergantungan pada kondisi cuaca dan butuh waktu pengeringan yang lama. sedangkan pengeringan buatan tidak tergantung dengan kondisi cuaca dan waktu yang dibutuhkan pada saat proses pengeringan lebih sedikit. Waktu dan suhu yang dibutuhkan untuk mengeringkan ikan sangat berfariasi sesuai dengan jenis dan bentuk ikan yang dikeringkan. Rata-rata suhu yang dibutuhkan untuk mengeringkan ikan adalah 45oc – 80oc dan waktu yang dibutuhkan antara 6 jam hingga 12 jam. Semakin lama waktu pengeringan dan semakin tinggi suhu yang digunakan akan semakin tinggi hasil uji kadar abu, kadar protein, kadar karbohidrat, kadar lemak hal ini berbanding terbalik dengan pengujian kadar air. Temperatur dan waktu pengeringan sangat berpengaruh terhadap mutu ikan kering. Mutu ikan kering dinilai dari kadar air, kadar protein, kadar abu, kadar lemak, kadar karbohidrat, kenampakan, tekstur, rasa dan aroma. Dari hasil uji mutu hedonik untuk parameter kenampakan, tekstur, rasa dan aroma dapat diterima oleh panelis dan sesuai dengan SNI 01-2721-1992.
Perbandingan Karakteristik Surfaktan Metil Ester Sulfonat dan Sodium Lauril Sulfonat sebagai Bahan Emulsifier Eldha Sampepana; Paluphy Eka Yustini; Aditya Rinaldi; Amiroh Amiroh
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 9 No 2 Desember 2015
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9853.188 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v9i2.1715

Abstract

Surfactant which is used as raw emulsifier in an industry activity such as Sodium Lauryl Sulfonate is a raw material import, it is petroleum derivative which is not renewable and may cause pollution to the environment, because it is not degraded and are carcinogenic. The purpose of the research is to compare the characteristics of the Quaternary methyl ester sulfonat (MES) and Sodium Lauryl Sulfonat (SLS) as emulsifier. First, make the MES by filtering and eliminating fatty acids of palm oil, then process the MES with enzymatic method become methyl ester, then react it in sulfonation and metanolization process, and also neutralized with NaOH. Next, the MES experiment is compared with SLS and existing MES in the market. The results show that surfactants MES experiment has value hidrofil lipofil balance (HLB) interfacial tension and emulsion stability greater than MES in the market and SLS. And the surface tension of MES experiment is larger than MES in the market, but smaller compared to SLS.ABSTRAKSurfaktan yang digunakan sebagai bahan baku emulsifer dalam aktivitas suatu industri pada saat ini seperti Sodium Lauril Sulfonat  merupakan bahan baku import yang merupakan turunan dari minyak bumi, dengan sifat tidak dapat diperbaharui dan dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan karena tidak mudah terdegradasi serta bersifat karsinogenik. Metil ester sulfonat dari bahan minyak sawit merupakan surfaktan dengan sifat mudah terdegradasi yang perlu diketahui karakteristiknya. Penelitian bertujuan untuk membandingkan karakteristik surfaktan metil ester sulfonat (MES) dan Sodium Lauril Sulfonat (SLS) sebagai bahan emulsifier. Mula-mula dilakukan pembuatan MES dengan cara menyaring dan menghilangkan asam lemak minyak sawit terlebih dahulu, kemudian diolah menjadi metil ester secara enzimatis, lalu direaksikan secara sulfonasi dan metanolisis, serta dinetralkan dengan NaOH. Selanjutnya MES hasil percobaan dibandingkan dengan SLS dan MES yang ada dipasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surfaktan MES memiliki nilai hidrofil lipofil balance (HLB) tegangan antar muka dan stabilitas emulsi lebih besar apabila dibandingkan dengan MES di pasaran dan SLS, kecuali nilai stabilitas emulsi antara MES dan SLS sama. Dan tegangan permukaan MES hasil percobaan, lebih besar dibandingkan dengan MES dipasaran, dan lebih kecil dibandingkan dengan SLS. Kata kunci :   Metil  ester sulfonat, hidrofil lipofil balance, emulsifier, sodium lauril sulfonat , stabilitas emulsi 
Analisa Bioktif dan Pemanfaatan Bawang Tiwai (Eleutherine Americana. Merr) Untuk Bahan Tambahan Pangan Suroto HS
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 1 No 2 Desember 2007
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.375 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v1i2.1399

Abstract

Food additives that are used at the moment are made of synthetyic compounds. The function of those food additives is for anticaking agent, acidity regulator, artificial sweetener, bleanching agent, flour treatment agent, emulsifier, preservatives, firming agent, food colour, flavouring, and so on. Indonesia's nature has abundant natural resources that have fungtion as food additives expecially Bawang  Tiwai growing in east kalimantan. Based on research that has been conducted, Bawang Tiwai contains active compound such as preservative and antioxidant.  The result of a laboratorium scale experiment of two fungsi i.e. Candida albicans, and Aspergillusniger, and two bacteria i.e. Staphylococcus eures and Escherchie coli, antioxidant activities proved that they can kill 50 percent. However when the antitoxicity activities were treated with Arteria larvae, it can kill until  100percent.
Perancangan dan Pembuatan Alat Bantu Meja Putar untuk Mesin Cnc 4 Axis Hafid Hafid; Tatang Sutisna
Jurnal Riset Teknologi Industri VOL 10 NO.2 DESEMBER 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7368.223 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i2.2568

Abstract

The design and manufacturing of the rotary table with the specification Ø 170 mm (6 inches) for CNC machine 4 axis has been done. The objective of manufacturing a rotary table is to increase the efficiency of CNC machine Hardford 4 axis to be above 80% in line machining center CV. IM’s workshop. The engineering methods was taken, consist of: working preparation, manufacturing of working drawing, engineering process, the manufacturing and testing. The prototype has been tested and operated, the resulting of increasing productivity of which were as follows: the process of assembling was increased to be 3 time ( before 1 time) and processing time for a specific case reduced from 5 hours to 3 hours, number of operators for the case of assembling the rotary reduced to 1 person (before 4 persons), safety and security become to be better. The results show increased efficiency of CNC machine Hardford, from under 50% to be above 80%. Based on the economical analysis obtained by the cost of good sold (C.G.S) of the rotary table is IDR 34.060.000. The results presented in this paper is expected to be case study for developing a business of the metal and engineering SMEs domestic to the effort of improving efficiency, quality, productivity and competitiveness in global market.ABSTRAKPerancangan dan pembuatan alat bantu meja putar (rotary table) dengan spesifikasi teknis Ø 170 mm (6 inci) untuk mesin CNC 4 axis telah dilakukan. Tujuan pembuatan rotary table adalah untuk meningkatkan efisiensi mesin CNC Hardford 4 axis di atas 80% pada line machining center Bengkel CV. IM. Metode rancang bangun yang dilakukan, meliputi: persiapan kerja, pembuatan gambar kerja, proses engineering, pembuatan dan uji coba. Prototip tersebut telah diuji coba dan dioperasikan dengan hasil peningkatan produktivitas sebagai berikut: proses pengerjaan bongkar pasang meningkat menjadi 3 kali (sebelumnya 1 kali) dan waktu pengerjaan untuk kasus tertentu berkurang dari 5 jam menjadi 3 jam, jumlah operator untuk kasus bongkar pasang rotary berkurang menjadi 1 orang (sebelumnya 4 orang), keselamatan kerja dan keamanan menjadi lebih baik. Hasil peningkatan berupa efisiensi mesin CNC Hardford 4 axis dari sebelumnya di bawah 50% menjadi di atas 80%. Berdasarkan hasil perhitungan analisis ekonomi diperoleh harga pokok produksi (HPP) alat bantu meja putar adalah sebesar Rp. 34.060.000. Bahasan ini diharapkan menjadi contoh kasus bagi pengembangan usaha IKM logam dan mesin dalam negeri untuk meningkatkan efisiensi, mutu, produktivitas dan keunggulan daya saing di pasar global.Kata kunci: alat bantu meja putar, mesin CNC, harga pokok produksi
Aktivitas Antioksidan dan Hepatoprotektor Batang Macaranga Tanarius secara In Vitro Fikriah I; Marliana E; Ismail S
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 6 No 12 Desember 2012
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6522.258 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v6i12.1514

Abstract

There is strong correlation between antioxidant activity and hepatoprotector activities in vitro. Macaranga tanarius (MT) is abundant at East Kalimantan and the stems were proven to have antioxidant activity, but efficacy as hepatoprotector in vitro and active compounds is not known. The aim of this research is to examine the active fraction of M. tanarius as antioxidant and or hepatoprotector, also it’s active compounds. MT simplicia were macerated with methanol at room temperature for 3 days and repeated three times. The extracts were fractionated with increasing solvent polarity starting from n-hexane, dichloromethane, ethyl acetate (EtOAc), n-butanol and water. Crude extract and the five fractions were tested in vitro for antioxidant activity using radical scavenging activity assay using 2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl and hepatoprotector  activity. Chromatogram profiles were done for the most active fraction using thin-layer chromatography silica gel 60 F254. Results showed the strongest antioxidant activity was EtOAc fraction with IC50 values (6.24 + 0.96) mg/mL and contained secondary metabolites polyphenols that proven having antioxidant activity. The strongest in vitro hepatoprotector activity was also EtOAc fraction with IC50 values (99 + 2) mg/mL. It can be  concluded that EtOAc fraction of MT stems had antioxidant and hepatoprotector activity in vitro and contained secondary metabolites polyphenols with antioxidant activity.
Rasio Campuran Air Kelapa Sari Wortel dan Variasi Susu Skim terhadap Mutu Minuman Probiotik Judith Henny Mandei; Mariati Edam; Yunita Fillia Assah
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.826 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5274

Abstract

Efek menguntungkan dari probiotik  pada kesehatan manusia semakin dipromosikan oleh para profesional kesehatan. Penelitian pembuatan minuman fungsional probiotik campuran air kelapa dan sari wortel telah dilaksanakan. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh rasio air kelapa, sari wortel dan penambahan susu skim serta mendapatkan minuman fungsional probiotik campuran air kelapa dan sari wortel yang memenuhi syarat mutu. Penelitian dilakukan menggunakan metode percobaan dengan perlakuan rasio air kelapa sari wortel (b/b) yaitu 100:0; 90:10; 80:20, dan penambahan susu skim (b/b) yaitu: 0 %; 1 %; 2 % dan 3 %. Pengamatan dilakukan terhadap bahan baku air kelapa dan wortel meliputi kadar gula dan mineral, serta kadar protein susu skim. Produk minuman probiotik campuran air kelapa dan wortel meliputi kadar lemak, padatan tanpa lemak, protein, abu, keasaman tertitrasi, jumlah kultur starter dan pengamatan organoleptik (penampakan, bau, rasa dan homogenitas) sesuai SNI 7552:2009 Minuman Susu Fermentasi Berperisa, serta kandungan mineral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk minuman fungsional campuran air kelapa terbaik adalah produk minuman campuran air kelapa sari wortel 80:20, penambahan susu skim 1%, dengan kandungan lemak 0,5%, padatan susu tanpa lemak 19,72%, protein 1,10%, abu 0,68%, keasaman tertitrasi 0,8%, jumlah kultur starter 2,80x109, penampakan cair, bau khas yogurt dan wortel, rasa asam khas yogurt+rasa wortel dengan homogenitas kurang homogen.Kata kunci : Air kelapa, minuman probiotik, sari wortel.
Mikrokapsul Ekstrak Bawang Tiwai sebagai Pengawet Pangan Suroto Hadi Saputra; Paluphy Eka Yustini
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 9 No 1 Juni 2015
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6877.593 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v9i1.1706

Abstract

Applications bawang tiwaiextractin the form ofpastaI have everdone in thefoodpreservativehaving troubleamong othersinsolubleandmixedwell withthe doughingredientsof food. One alternativeto overcome these problemsismicroencapsulated bawang tiwai extract.In this study, bulb bawangtiwaiextractedwithethanol 98%. Researchusinga completely randomized designfactorial3x2was repeated3times. The firstfactorcomposition ofthe coating materialwith 3 levels, the secondfactorwith 2degreetemperature.  Analysisof variance and dunken multiplerangetestfurthertestat5% confidence levelusing thesoftwareSPSSversion20. Results oftreatment ofthe coating materialcompositionandtemperatureas well as theinteractionsignificantly affected thephenol content, water content, solubilityin water, particle size andconcentration of ethanol. The results of analysisduncanmultiplerank testof showdifferentlevels ofphenol, water content, solubilityin water, particle size andconcentration of ethanol. The results showedthe highest valuein treatment(s1p1) phenolcontent of1.50%, (s2p1) lowwater content15.27%, (s1p1) watersoluble extracthighestlevel of87.45% (s2p1) 216.77smallestparticlesizeand(s2p1) lowethanollevels15, 17ppmABSTRAKAplikasi ekstrak bawang tiwai dalam bentuk pasta yang pernah dilakukan dalam pengawet pangan mengalami kesulitan antara lain tidak mudah larut dan tercampur secara baik dengan bahan adonan pangan. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mikroenkapsulasi ekstrak bawang tiwai.  Dalam penelitian ini, umbi bawang tiwai diekstrak dengan etanol 98%. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 3 x 2 diulang 3 kali. Faktor pertama komposisi bahan penyalut dengan 3 taraf, faktor kedua suhu dengan 2 taraf. Hasil analisis sidik ragam dan uji lanjut dunken multiple range test pada tingkat kepercayaan 5% menggunakan soft ware SPSS versi 20. Analisa parameter pada penelitian ini antara lain kadar fenol, kadar air, kadar sari larut air dan ukuran partikel. Hasil perlakuan komposisi bahan penyalut dan suhu serta interaksi berpengaruh nyata terhadap kadar fenol, kadar air, kelarutan dalam air, ukuran partikel dan kadar etanol. Hasil analisisduncan multiple rank test (DMRT) menunjukkan berbeda nyata terhadap kadar fenol, kadar air, kelarutan dalam air, ukuran partikel dan kadar etanol. Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi pada perlakuan (s1p1) kadar fenol 1,50 %, (s2p1) kadar air terendah 15,27%, (s1p1) kadar sari larut air tertinggi 87,45%(s2p1) ukuran partikel terkecil 216,77 dan (s2p1) kadar etanol terendah 15, 17 ppm. Kata kunci : bawang tiwa,  mikroenkapsulasi, maltodekstrin, na-kaseinat, pengawet pangan.
Penelitian Korelasi Pengujian Cod Dan Warna Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Harry P Limbong
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 4 No 8 Desember 2010
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.884 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v4i8.1466

Abstract

Research  on the correlation  test  for chemical  oxygen demand and  the colors in liquid waste of oil palm plant has been conducted through three steps, they are the first lest on some liquid waste oil palm plant, test on some variations of diluting sampel and lest on the aplication of the results of the research. The test on COD and colors in liquid waste of oil palm plant show the existence of corretetion which is marked by the linear equation which is oblained and the close correlation (R).  The linear equation and correlation (R) are:  Y = 0.19 X  + 0,20 ; R = 0,99 for inlet sample and Y =  0,19 X + 0,14; R = 0,99 for outtet sample The  aplicaton  if  the  results  of  fhe research  also shows  the  difference between result of the test on COD and COD of the color test are very small. at the average of 4, 1%. 

Page 10 of 31 | Total Record : 306