cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 306 Documents
Pengaruh Kemasan Botol, Suhu dan Lama Penyimpanan Sirup Ekstrak Bawang Tiwai (Eleutheriana americana Merr) terhadap Metabolik Sekunder dan Mikroba Suroto Hadi Saputra; Eldha Sampepana; Arba Susanty
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.12 No.2 Desember 2018
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.623 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v12i2.4355

Abstract

Packaging, temperature and storage time, secondary metabolic content and antioxidant capacity of beverage products are important things to note. The purpose of this study was to determine the type of bottle packaging and storage temperature on secondary metabolic content, antioxidant capacity and microbial contamination in tiwai extract extract syrup. The treatment of this study uses a variety of bottle types, namely transparent glass bottles coated with aluminum foil, chocolate bottles, C plastic bottles coated with aluminum foil and variations in storage temperature: room temperature (27OC), 6OC temperature (refrigerator), temperature 20OC (AC room ) The storage time of tiwai extract extract syrup with intervals of 7, 14, 21 days. Based on the results of the study it can be concluded that the use of bottle A, B C packaging with more storage time can reduce the total phenolic compounds, total flavonoids and antioxidant capacity of tiwai onion extract drinks. The storage time of tiwai onion extract drinks was able to survive for 7 days with transparent glass bottles coated with aluminum foil and chocolate bottles at room temperature and 6OC temperature (refrigerator).                                                                 ABSTRAKPengemasan, suhu dan lama waktu peyimpanan, kandungan metabolik sekunder dan kapasitas antioksidan produk minuman merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kemasan botol dan suhu penyimpanan terhadap kandungan metabolik sekunder, kapasitas antioksidan dan cemaran mikroba pada minuman sirup ekstrak bawang tiwai. Perlakuan penelitian ini menggunakan variasi jenis kemasan botol yaitu A (botol kaca transfaran yang dilapisi aluminium foil), B (botol coklat), C (botol plastik yang dilapisi aluminium foil) dan variasi suhu penyimpanan : suhu ruangan, suhu 60C (lemari pendingin), suhu 200C(ruang AC). Lama penyimpanan sirup ekstrak bawang tiwai dengan interval waktu yaitu 2-21 hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kemasan botol A, B C dengan makin lama waktu penyimpanan dapat menurunkan total fenol, total flavonoid dan kapasitas antioksidan minuman ekstrak bawang tiwai. Umur simpan minuman ekstrak bawang tiwai mampu bertahan disimpan selama 7 hari dengan kemasan botol kaca transparan yang dilapisi aluminium foil dan botol coklat pada suhu ruang dan suhu 6OC (lemari pendingin).Kata Kunci : Jenis Kemasan Botol, Suhu Penyimpanan, Minuman Sirup Bawang Tiwai, Metabolik sekunder, Antioksidan dan Mikrobiologi
Pengaruh Klasifikasi Batang Aren dengan Pengawetan Asam Borat Rendaman Panas-Dingin untuk Bahan Bangunan Petrus Patandung
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 8 No 15 Juni 2014
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18547.838 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v8i15.1555

Abstract

Classification Effect of palm trunks with boric acid pickling hot-cold baths for building materials has been carried out. The purpose of this study is to utilize palm trunks that are not productive to Classification of building materials and do preservation for durability and can be used as building materials. Research conducted two phases: the first to determine that the palm trunk Classification length: 1.5, 2 or 3.5, 2.5 or 6 and 3 meters or 9 meters from the base of the palm trunk and Phase II to preserve palm trunks or test sample using boric acid preservative with concentrations: 1, 2, 4, 6 and 8% as well as preservation method with hot-cold baths. The study was repeated 2 (two) times.Results showed treatment of hot-cold baths hard parts, among others; 12.20 -19.88% moisture content, specific gravity value of  0,48-0.68, compressive strength parallel to the fiber 155-280 kg/cm2, the compressive strength perpendicular to the fiber of 100-125 kg/cm2.retention 1,05- 8.00 kg/m3, the penetration from 80.43 to 93.45%, and the soft water content from 14.13 to 20.93%, the value of density 0,27- 0.40. Compressive strength parallel to the fiber 98.5-112 kg/cm2, the compressive strength perpendicular to the fiber 58-108 kg/cm2,the retention of 0.7 to 4.61kg/m3 and penetration 75.88 to81.93%. Best research results obtained in the first test sample with a length of 1.5 meters from the base of a palm trunk  using boric acid preservative 8% ie hot-cold baths because it produces compressive strength parallel to the fiber of the highest type of 0.68 and can meet the standards.ABSTRAKPengaruh klasifikasi batang aren  dengan pengawetan asam borat rendaman panas-dingin untuk bahan bangunan telah dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan batang aren yang tidak produktif dengan melakukan klasifikasimenjadi bahan bangunan dan melakukan pengawetan agar tahan lama serta  dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Penelitian dilaksanakan 2 tahap yaitu tahap I untuk menentukan klasifikasi batang aren yaitu dengan ukuran panjang:  1,5, 2  atau 3,5, 2,5  atau 6 dan 3 meter atau 9 meter dari dasar batang aren dan Tahap II untuk mengawetkan batang aren atau contoh uji yang  menggunakan bahan pengawet asam borat dengan konsentrasi : 1, 2, 4, 6 dan 8 % serta menggunakan metode pengawetan dengan rendaman panas-dingin. Penelitian diulang 2 (dua) kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan rendaman panas-dingin bagian keras antara lain; kadar air 12,20 -19,88 %, nilai berat jenis 0,48- 0,68, kuat tekan sejajar serat 155-280 kg/cm2, kuat tekan tegak lurus serat 100-125 kg/cm2, retensi 1,05-8,00 kg/m3, penetrasi 80,43 - 93,45 %, dan bagian lunak kadar air 14,13 - 20,93%, nilai berat jenis 0,27- 0,40, kuat tekan sejajar serat 98,50 -112kg/cm2, kuat tekan tegak lurus serat 58-108 kg/cm2, retensi 0,76-4,61 kg/m3 dan penetrasi 75,88-81,93 %.Hasil penelitian yang terbaik diperoleh pada contoh uji I dengan ukuran panjang 1,5 meter dari dasar batang aren yang  menggunakan bahan pengawet asam borat  8% yaitu rendaman panas-dingin karena menghasilkan kuat tekan sejajar serat yang tertinggi yaitu sebesar 280 kg/cm2, berat jenis 0,68 dan retensi sebesar 8,00 kg/m3 dan dapat memenuhi standar mutu kayu bangunan. Kata Kunci : batang aren, pengawetan, asam borat,kuat tekan,retensi.
Aktivitas Anti Mikroba Dari Ekstrak Bawang Tiwai Suroto HS; Irawan Wijaya Kusuma
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 3 No 5 Juni 2009
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.589 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v3i6.1416

Abstract

Bawang tiwai (Eleutherine americana L. Merr) has chemical compound such as carbohydrate, protein, fat, alkaloid, flavonoid, carbocylate acid, aldehyde­ keton, thanin and phenol. Bawang tiwai is used by the ethnic of Dayak in Eas Kalimantan for spicy and medicine. Information about this chemical compound should be studied further and one of the study is to know the characteristic and activity of bawang tiwai as antimicrobial activity. The extract of bawang tiwai using methanol solvent has characteristic of brown concentrated solid (gummy), non crystalin, non aromatic and the extract of bawang tiwai using the solvent of n-tiexene. dietil ether and elit acetate has a characteristic of yellow brownies solid, bit oil, and both extractives are dissolved in acetone and methanol. Repeated seperetion with hexen, etil acetate, benzene-acetone using a coloum chromatography resulted in old yellow to brown fraction and aromatic. The fraclions resulted by step one and two separation are able to resist the growth of salmonella thypi and Bacillus cereus.
Penggunaan Ferri Klorida dan Kitosan Cangkang Kepiting sebagai Alternatif Koagulan pada Pengolahan Air Limbah Laundry Adhi Setiawan; Citra Eripramita Yunus; Tarikh Azis Ramadani; Novi Eka Mayangsari
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.465 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5581

Abstract

Pembuangan air Limbah laundry secara langsung di aliran sungai menjadi penyebab tingginya pencemaran sungai. Air limbah laundry mengakibatkan peningkatan perameter COD, BOD5, serta MBAS sehingga berdampak negatif pada kehidupan ekosistem. Proses koagulasi menggunakan bahan kimia FeCl3 dapat menurunkan parameter COD, BOD5 dan MBAS dalam air limbah namun menimbulkan efek negatif pada kesehatan. Kitosan dari cangkang crustacea dapat digunakan sebagai alternatif koagulan yang ramah lingkungan. Kombinasi koagulan kitosan dan FeCl3 diharapkan mampu menurunkan parameter COD, BOD5 dan MBAS air limbah laundry serta dapat mengurangi dosis penggunaan koagulan kimia.Penelitian ini bertujuan mensintesa biokoagulan kitosan dari cangkang kepiting serta menguji efektivitas kitosan cangkang kepiting, ferri klorida, dan kombinasi kedua koagulan dalam pengolahan air limbah laundry. Proses deasetilasi cangkang kepiting menjadi kitosan menggunakan larutan NaOH 60% pada suhu 125oC selama 6 jam. Koagulasi dilakukan terhadap air limbah menggunakan tiga jenis koagulan yaitu ferrri klorida, kitosan, dan ferri klorida-kitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum penggunaan koagulan kombinasi terjadi pada dosis 40 mg/L kitosan dan 100 mgl/L ferri klorida dengan menghasilkan efisiensi penyisihan COD, BOD5, dan MBAS masing-masing sebesar 71,67%, 81,14%, dan 66,24%. Penggunaan kombinasi koagulan pada dosis optimum dapat menghemat pemakaian ferri klorida sebesar 84%.
Pemanfaatan Limbah Padat Palm Kernel Cake (PKC) sebagai Sumber Karbon Aktif dengan Proses Kimia Haspiadi Haspiadi; Saibun Sitorus
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 10 No 1 Juni 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11296.895 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i1.1738

Abstract

Solid waste of Palm kernel cake (PKC) is a by product of oil extraction from palm nut pose a serious environmental problem in some factories of Palm Kernel Oil (PKO. Thererfore the research about utilization of palm kernel cake solid waste (PKC) as a source of activated carbon was performed. From this research is to know quality of activated carbon using palm kernel cake as a row material to compare with the SNI 06-3730-1995. The process was carried out is chemical activation method with in laboratory scale using two types activator, which is phosphoric acid and potassium hydroxide at six different concentration 2%, 4%, 6%, 8%, 10% and 12% respectively. Whereas, carbonization was held at temperature of 400oC during 120 minutes. The result indicated that the quality of activated carbon according to key parameters using  the lowest concentration of  activator fulfilling with SNI 06-3730-1995 was produced by H3PO4 6%  with iodine adsorption capacity 769 mg/g. Meanwhile for activator KOH 10% according to key parameters using  the lowest concentration of  activator fulfilling with SNI 06-3730-1995 was produced by with condition of iodine adsorption capacity 778 mg/gABSTAKLimbah padat palm kernel cake (PKC) yang dihasilkan dari proses ekstraksi kernel merupakan permasalahan lingkungan yang serius dibeberapa industri yang mengolah Palm Kernel Oil (PKO). Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk memanfaatkan limbah padat Palm Kernel Cake (PKC) sebagai sumber karbon aktif. Diharapkan dari penelitian ini dapat diketahui mutu karbon aktif yang dihasilkan dibandingkan dengan SNI 06 3730-1995. Proses pengolahan yang dilakukan secara kimia dalam skala laboratorium, menggunakan dua jenis aktivator yaitu H3PO4 dan KOH dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8%, 10% dan 12%. Karbonisasi dilakukan pada suhu 400 oC selama 120 menit. Hasil uji mutu karbon aktif yang dihasilkan berdasarkan parameter kunci dengan pertimbangan penggunaan bahan kimia dengan konsentrasi aktivator terkecil menunjukkan bahwa pengggunaan aktivator 6% H3PO4  memiliki daya serap terhadap iod sebesar (I2) 769 mg/g, bila dibandingkan dengan SNI 06 3730-1995 telah dapat memenuhi syarat mutu. Sedangkan penggunaan aktivator KOH 10%  dengan pertimbangan penggunaan bahan kimia dengan konsentrasi aktivator terkecil memiliki daya serap terhadap iod sebesar 778 mg/g. Kata kunci :  asam fosfat, kalium hidroksida, karbon aktif, limbah padat, daya serap iod, palm kernel cake
Pengaruh Mutu Biji Coklat Kering pada Proses Pengolahan Produk Awetan Coklat Nami Lestari
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 2 No 3 Juni 2008
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v2i3.1406

Abstract

This research has conducted  to find out the effects of the cocoa beans quality on chocolate manufacture to produce the chocolate mass, chocolate butter and cocoa powder.   Parameter evaluated of the cocoa beans quality (SNI 01-2323-2002)  were  moisture.   insects.   fungi.  foreigh  matters,   and  shell  content.Parameter analysis of the chocolate mass were colour. flavor. moisture. butter and pH.   The analysis  ot Ihe cocoa butter  were colour.   flavor and free fatty acid (FFA) content The analysis  of cocoa powder  were colour. flavor. butter content, pH and total plate count. The quality of cocoa beans coming from 6 (six) regencies  was analyzed  and  tehe the  best  two  (from Kutai  Timor and Samarinda) of them were chosen for further process to make chocolate mass. After that cocoa butter and powder produced.   All the qualify of cocoa beans. chocolate mass. cocoa butter and cocoa powder were analyzed based on appropriate   National   Standard   of  Indonesia   (SNI).      The   main   quality parameters.  influencing tne products  were moeisture and fat content while the key step of process to meet the standard  were the fermentation.  roasting and pressing. 
Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks) untuk Produksi Etanol Eldha Sampepana; Paluphy Eka Yustini; Titik Nurwidawati
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 6 No 12 Desember 2012
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10084.62 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v6i12.1520

Abstract

Palm oil empty fruit bunches (EFB) waste contains ±45% cellulose  which can be hydrolyzed into simple sugars using hydrochloric acid (HCl) and fermented into ethanol. The objective of this study was to determine the optimum HCl concentration and hydrolysis time for ethanol production. HCl concentration level used was  2N and 3N, and the variation of hydrolysis time period was 2 hourse and 3 hourse. The hydrolysis product was then fermented using Saccharomyces cerevisae. The results showed that the optimum condition of  EFB hydrolysis was obtained from concentration 3N HCl  during 2 hourse process with 16,34% of reducing sugar. The optimum ethanol content was 0.30% which was abtainst after 3 day process. Mean while the optimum of  carbon dioxide (CO2) was reached on the three day.
Karakteristik Fisikokimia dan Nilai Gizi Biji dan Tepung Jagaq (Setaria italica) Paluphy Eka Yustini,SP; Bernatal Saragih; Syamad Ramayana
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.297 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5200

Abstract

Jagaq (Setaria italica) merupakan tanaman sejenis serelia yang ditanam diantara padi ladang oleh masyarakat Dayak di daerah Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Biji yang dihasilkan dari tanaman ini dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak sebagai pangan alternatif selain beras. Selama ini belum pernah dilakukan karakterisasi terhadap kandungan gizi dari biji maupun tepung jagaq. Oleh karena itu penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat fisikokimia dari biji maupun tepung jagaq. Uji karakteristik sifat fisikokimia dari biji jagaq diantaranya bobot seratus biji, bobot perbiji, warna visual, densitas kamba, uji proksimat, uji serat kasar, uji amilosa dan jumlah energi yang diuji dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Pada tepung jagaq uji yang dilakukan diantaranya warna visual, densitas kamba, rendemen, daya serap, wettability, suhu gelatinisasi, uji proksimat, uji serat kasar, uji amilosa dan jumlah energi yang diuji dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa baik biji maupun tepung jagaq memiliki karakteristik fisikokimia yang mampu dijadikan sumber pangan alternatif karena memiliki nilai gizi yang memenuhi sebagai sumber karbohidrat. Berdasarkan dari sifat fisikokimianya biji dan tepung jagaq dapat dipergunakan sebagai bahan baku untuk produk deversifikasi pangan lebih lanjut.
Pengaruh Konsentrasi Serat Sagu dan Lama Penyimpanan terhadap Karakteristik Paving Blok Petrus Patandung; Suroto Hadi Saputra
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 9 No 2 Desember 2015
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9519.688 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v9i2.1711

Abstract

Sago fiber is a byproduct of processing sago potential as mixing ingredients paving blocks. The aim of research to determine the effect of dose and concentration  of storage of corn fiber paving blocks that can be used as building materials for the home page, offices, parking lots and sidewalks. Research using design factorial arranged in a completely randomized design with a number of fiber sago A1 = 125 g, A2 = 250 g, A3 = 375 g, A4 = 500 g, A5 = 625 g and storage time B1 = 28 days and B2 = 56 days with cement and sand ratio of 1.250 : 6.250 (w/w). Results storage 28 days compressive strength of 8,52-24,83MPa and storage of 56 days from 8,85-25,65MPa. Absorption of water storage of 28 days is 3,18–18,38% and 56 days is hari 3,93-18,63%. While the weight of the storage block paving 28 days is 2,29-3,71 kg, 56 days of storage is 2,05-2,64 kg, as well as other parameters that nature seems there are no cracks and defects, the shape and the size is perfect and deviation ± 2 mm thick and good resistance to Na2SO4 weighing difference of 0.5%. The best results obtained in the treatment of 24.83 MPa A1B1, A1B2 25.65 Mpa, 20.08 Mpa, A2B1, A2B2 A3B1 25.23 MPa and 15.61 MPa and 16,37 MPa A3B2 and A1B1 provide 3.18% water absorption, A1B2 3.93%, 5.47% A2B1, A2B2 A3B1 6.22% and 7.12% and 7.71% A3B2 meet the quality requirements Quality paving blocks B and C, and can be used as the home page, parking and pedestrian SNI 03-0691-1996.ABSTRAKSerat sagu merupakan hasil ikutan dari pengolahan sagu berpotensi sebagai bahan pencampur paving blok. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi serat sagu dan lama penyimpanan paving blok yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan untuk halaman rumah, kantor, tempat parkir dan trotoar. Penelitian menggunakan rancangan faktorial yang disusun dalam rancangan acak lengkap dengan jumlah serat sagu A1=125g, A2=250g, A3=375 g, A4=500g, A5=625g dan lama penyimpanan B1=28 hari dan B2=56 hari dengan perbandingan semen dan pasir 1.250:6.250 (b/b). Hasil kuat tekan penyimpanan 28 hari sebesar 8,52-24,83MPa dan penyimpanan 56 hari sebesar 8,85-25,65MPa. Penyerapan air penyimpanan 28 hari  3,18–18,38% dan 56 hari 3,93-18,63%. Sedangkan berat paving blok penyimpanan 28 hari 2,29-3,71 kgdan  penyimpanan 56 hari 2,05-2,64 kg, serta parameter–parameter yang lain yaitu sifat tampak tidak terdapat retak-retak dan cacat, bentuk dan ukuran sempurna dan penyimpangan tebal ± 2 mm serta ketahanan terhadap Na2SO4baik selisih penimbangan 0,5%. Hasil  yang terbaik diperoleh pada perlakuan A1B1 24,83MPa, A1B225,65MPa, A2B120,08 MPa, A2B2 25,23MPa serta A3B1 15,61MPa dan A3B2 16,37MPa serta memberikan penyerapan air A1B1 3,18%, A1B2 3,93%, A2B1 5,47%, A2B2 6,22% dan A3B1 7,12% dan A3B2 7,71% memenuhi syarat mutu paving blok Mutu B dan C, dan dapat dimanfaatkan sebagai halaman rumah, perparkiran dan pejalan kaki, SNI 03-0691-1996. Katakunci : Konsentrasi, serat sagu ,kuat tekan, penyerapan air
Ulasan Ilmiah Kajian Kualitas Garam Gunung Di Kecamatan Krayan Kab. Nunukan Kalimantan Timur Fauziati Fauziati
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 4 No 8 Desember 2010
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.76 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v4i8.1471

Abstract

Study   analysis  quality  of  traditional  salt  consists  of  2  (two) types of salt  which  are  bulk  salt  and  solid  salt  taken  from  Long  Midang  and Pakabuan    viilage   .Krayan    diss    not,Nunuksn    Regency    In    East Kalimantan  has  been  done.  The  result    of  this  study  show  that  the quality   of   bulk   salt   prodused   from  Long   Midang   village   naturally contain    lodium and  it   was   fulfilled   the   National    Standard    Of Indonesia  (  SNI  01-3556-2000)     except  of  Pb  conlent  is  10.40 mg/l steel  higher  than  standard  ( SNI   10mg/1 ).Chemical  property   as  of bulk  salt  product  based  on  the  results of  study   its  follows  :  31.53 mg/kg   of  lodium   ,95,73    of  NaCI  and   solid  salt  product     Is   4,01 mg/kg  Of lodlum  ,80,71  %    of NaCI . The Salt product  taken  from  the Pakabuan   village  has  reddish  brown  colour,  wet  and  still  not  meet of   the   requirements   of   National   Standard   of   Indonesia   (SNI   01-3556-2000).