cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 306 Documents
Rancang Bangun Alat Olahan Minyak Kelapa Jantri Sirait; Sulharman Sulharman
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 10 No 1 Juni 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7523.608 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i1.1755

Abstract

Has done design tool is a tool of refined coconut oil coconut grater, squeezer coconut milk and coconut oil heating, with the aim to streamline the time of making coconut oil and coconut oil increase production capacity. The research method consists of several stages, among others; image creation tool, procurement of materials research, cutting the material - the material framework of tools and performance test tools. The parameters observed during the performance test tools is time grated coconut, coconut milk bleeder capacity, the capacity of the boiler and the heating time of coconut oil. The design tool consists of three parts, namely a tool shaved coconut, coconut milk wringer and coconut milk heating devices. Materials used for the framework of such tools include iron UNP 6 meters long, 7.5 cm wide, 4 mm thick, while the motor uses an electric motor 0.25 HP 1430 rpm and to dampen the rotation electric motor rotation used gearbox with a ratio of round 1 : 60. the results of the design ie the time required for coconut menyerut average of 297 seconds, coconut milk wringer capacity of 5 kg of processes and using gauze pads to filter coconut pulp, as well as the heating process takes ± 2 hours with a capacity of 80 kg , The benefits of coconut oil refined tools are stripping time or split brief coconut average - average 7 seconds and coconut shell can be used as craft materials, processes extortion coconut milk quickly so the production capacity increased and the stirring process coconut oil mechanically.ABSTRAKTelah dilakukan rancang bangun alat olahan minyak kelapa yaitu alat pemarut kelapa, pemeras santan kelapa dan pemanas minyak kelapa, dengan tujuan untuk mengefisiensikan waktu pembuatan minyak kelapa serta meningkatkan kapasitas produksi minyak kelapa. Metode penelitian terdiri dari beberapa tahapan antara lain; pembuatan gambar alat, pengadaan bahan-bahan penelitian, pemotongan bahan - bahan rangka alat dan uji unjuk kerja alat. Parameter yang diamati pada saat uji unjuk kerja alat adalah waktu parut kelapa, kapasitas pemeras santan kelapa, kapasitas tungku pemanas serta waktu pemanasan minyak kelapa. Rancangan alat terdiri dari tiga bagian yaitu alat penyerut kelapa, alat pemeras santan kelapa dan alat pemanas santan kelapa. Bahan yang dipergunakan untuk rangka alat tersebut  yaitu besi UNP panjang 6 meter, lebar 7,5 cm, tebal 4 mm, sedangkan untuk motor penggerak menggunakan motor listrik 0,25 HP 1430 rpm dan untuk meredam putaran putaran motor listrik dipergunakan gearbox  dengan perbandingan putaran 1 : 60. Hasil dari rancangan tersebut yaitu waktu yang dibutuhkan untuk menyerut kelapa rata-rata 297 detik, kapasitas alat pemeras santan kelapa 5 kg sekali proses dan menggunakan kain kassa untuk menyaring ampas kelapa, serta Proses pemanasan membutuhkan waktu ± 2 jam dengan kapasitas 80 kg. Adapun keunggulan alat olahan minyak kelapa ini adalah waktu pengupasan atau belah kelapa singkat rata – rata 7 detik dan tempurung kelapa dapat digunakan sebagai bahan kerajinan, proses pemerasan santan kelapa cepat sehingga kapasitas produksi meningkat dan proses pengadukan minyak kelapa secara mekanis. Kata kunci : penyerut, pemeras, pemanas,minyak kelapa,olahan minyak kelapa.
Ko-Kristalisasi Buah Nanas Sebagai Upaya Penggerak Kegiatan Ekonomi Di Pedesaan Titiek Pujilestari
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 5 No 10 Desember 2011
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11671.314 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v5i10.1501

Abstract

Pineapple (Ananas cosmosus L. Merr) is a perishable commodity and when the harvest abundant existence. Pineapple fruit contains high nutrition and complete, has very many benefits as an antioxidant and health. Development needs to be done pineapple juice processing as baked products in powder form in a way that has durability crystallization save. A fact that the number of urbanization and migration from rural to urban areas to earn a better income. To solve problems and improve the communities in rural areas required the development of economic sectors that are able to integrate the economy of farming and agricultural industries by utilizing local qualified
Optimasi Perancangan Agitator pada Alat Pencampur Larutan Nutrisi Hidroponik dengan Pertimbangan Frekuensi Pribadi Aidil Haryanto; Seri Intan Kuala
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13. No.1 JUNI 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.076 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i1.4762

Abstract

Agitator merupakan komponen yang penting dari sistem pencampuran larutan nutrisi tanaman hidroponik. Rancangan agitator yang optimal dapat meningkatkan kinerja proses pencampuran sehingga larutan nutrisi hidroponik yang dihasilkan dapat bercampur dengan merata. Agitator yang telah ada dioptimasi dengan rancangan sesuai metode mixing dan agitating. Optimasi perancangan juga mempertimbangkan frekuensi pribadi yaitu dengan menganalisis frekuensi getaran dan kecepatan putar kritis menggunakan analisis elemen hingga. Tipe sudu agitator yaitu pitch blade turbine (PBT) dengan perbedaan antara agitator sebelum dan sesudah optimasi terdapat pada jumlah sudu agitator, diameter sudu agitator, dan diameter poros. Hasil analisis frekuensi pribadi menghasilkan diagram Campbell yang dapat mengetahui hubungan frekuensi getaran dan kecepatan putar. Kecepatan kritis berdasarkan analisis frekuensi getaran tidak berada dikisaran kecepatan putar kerja agitator sehingga desain dianggap aman dan tidak memiliki resiko kegagalan.
Identifikasi Komponen Senyawa Kimia Tandan Kosong Kelapa Sawit Kromatografi Gas - Spektrometer Massa (GC-MS) Eldha Sampepana; Saibun Sitorus
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 8 No 16 Desember 2014
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9767.909 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v8i16.1560

Abstract

Air Product, 2014, Cellulosic Biofuels (Pembakaran/Gasifikasi Lignin Hidrolisis). Air Products and Chemicals, Inc. http://www.airpro-ducts.co.id/industries/Energy/Bioenergy/Cellulosic-Biofuels/product-list/ com-bustiongasification-of-hydrolyis-lignin-cellulosic-biofuels.aspx?itemId =8F39-9214FA4A462FA14588FE4F 86D3C2, Diakses tanggal 27 Oktober 2014Alejandro R., L. Serranoa, A. Morala, A. Pereza dan L. Jimeneza, 2007, Bioresource Tehnology, 98 (3): 554-559.Andaka Ganjar, 2011, Hidrolisis Ampas Tebu Menjadi Furfural Dengan Katalisator Asam Sulfat, Jurnal Teknologi, Volume 4 Nomor 2, Desember 2011, 180-188Anindyawati, Trisanti, 2009, Prospek Enzim dan Limbah Lignoselulosa Untuk Produksi Bioetanol, Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI, CibinongAnnisa, Gina, 2012, Hidrodeoksigenasi Bio-Oil menggunakan katalis CoMo/C untuk Optimalisasi Produksi Alkana dan Alkohol, Skripsi Universitas Indonesia, Depok.Artati, K., Enny, E., Novia Margareta, H. Widhie Vissia, 2010, Konstanta Kecepatan Reaksi Sebagai Suhu Hidrolisa Selulosa Dari Ampas tebu dengan Katalisator Asam Sulfat. Ekuilibrum Volume 9 Nomor 1 Januari 2010 Hal. 1-4. ISSN 1412-9124Darnako, 1992, Potensi Pemanfataan Limbah Lignoselulosa Kelapa Sawit Melalui Bioonversi, Berita Penelitian Perkebunan, 2 (2) : 85 – 87.Dea, I. A., 2009, Kajian Awal Biokonversi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Menjadi Etanol Melalui Sakarifikasi dan fermentasi Alkoholik, Institut Teknologi Bandung, BandungDinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, 2013, Komoditi Kelapa Sawit, SamarindaFadiarwaty Diyah dan Susanto Herri, 2005, Penghematan Konsumsi Katalis Dalam Proses Hidrolisis Tandan kosong kelapa sawit Untuk Produksi Furfural, Jurnal Teknik Kimia Indonesia Volume 4 Nomor 3 Desember 2005 hal. 279 – 286Hambali, E., S. Mujdalipah, A. H. Tambunan, A. W. Pattiwiri dan Roy H. 2007, Teknologi Bioenergi, Agromedia Pustaka, Jakarta.Hidajati, Nurul, 2006, Pengolahan Tongkol Jagung Sebagai Bahan Pembuatan Furfural, Jurnal Ilmu Dasar Volume 8 No. 1,  Universitas Negeri Surabaya. SurabayaIriani, P. I., 2009, Kajian Awal Biokonversi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Menjadi Etanol Melalui Skarifikasi dan Fermentasi Alkoholik, Diakses dari http://www.sith.itob.ac.id pada tanggal 16 April 2012.Juwita Rinna, Syarif Rizki Lailan, Tuhuloala Abubakar, 2012, Pengaruh dan Konsentrasi Asam Terhadap Sintesis furfural Dari Sekam Padi. Konversi, Volume 1 Nomor 1, Oktober 2012. Hal. 34 -38.Ketaren, S., 2005, Minyak dan Lemak Pangan., Universitas Indonesia Press, JakartaKirk, R. E., dan Othmer, D., 1995, Furan Derivatives : Supplement Encyclopedia of Chemical Technology,  John Wiley & Sons. New YorkLewis, J. Richard., 2001,  Condensed Chemical Dictionary Fourteenth Edition. John Wiley & Sons Inc. New York.Nist Standard Reference Data, 2011, 2-Furancarboxaldehyde, 5-methyl- Material Measturement Laboratory. The U.S. Secretary of Commerce on behalf of the United States of America. All rights reserved. AmericaOthmer dan Kirk, 1969, Furfural and other furan compounds,”encyclopedia  of chemical Technology2nd. Ed., Vol.10Padil, Yelmida A., dan Masfika Candra, 2011, Optimasi Hidrolisis Tandan kosong kelapa sawit Dengan Ekstrak Abu Tks Menggunakan Rancangan Percobaan Response Surface Methode. Jurnal Sains Dan Teknologi 10 (1), Maret 2011: 42-46.Peby, Agrian 2010, Biomass to liquid: Proses Konversi tandan kosong sawit kelapa sawit menjadi biooil dengan metode pirolisis, Skripsi, Universitas Indonesia, DepokPurwito dan Firmanti, 2005, Pemanfaatan Limbah Sawit dan Asbuton Untuk Bahan Pencegah Seranggan Rayap Tanah: Departemen Pekerjaan Umum, BandungRohana Aulina Nova, Mardiah Elida dan Afrizal, 2013,  Produksi Selulase Dari Aspergillus Niger Dan Kemampuannya Menghidrolisis Ampas Tebu,  Jurnal Kimia Unand (ISSN No. 2303-3401), Volume 2 Nomor 2, Mei 2013Roliadi, H dan Fatriasari, W., 2011, Kemungkinan Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Bahan Baku Pembuatan Papan Serat Berkerapatan Sedang, Universitas Sriwijaya, PalembangSampepana, Eldha, Yustini Eka Paluphy, Renaldi Adhytia, Amiroh, 2013, Optimalisasi Proses Hidrolisis Furfural dari Tandan Kosong Kelapa Sawit, Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda, SamarindaSugiarta, Karmila Dian, 2009, Prarancangan Pabrik Furfural Dari Sekam Padi Dengan Proses Quaker Oats Kapasitas 1.550 Ton Per Tahun,  Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta, SurakartaSuharto, 2006, Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Sawit untuk Produksi Commercial Grade Furfural, Laporan Akhir Kumulatif – Program Penelitian dan Pengembangan IPTEK, LIPISunarko, 2007, Petunjuk Praktis Budi Daya dan Pengolahan Kelapa Sawit, Agromedia Pustaka, Jakarta.Sun, Y. dan Cheng, J., 2002, Hydrolysis of lignocellulosic materials for ethanol production: a review, Bioresource Technology, 83(1), 1-11Suryadi, H., T., Katsuragi, N., Yoshida, S. Suzuki, dan Y. Tani., 2000, Polyol production by culture of methanol utilizing yeast. Journal of Bioscience and Bioengineering 89 (3): -Taherzadeh, M. J., dan Karimi, K., 2007, Enzyme-based hydrolysis processes for ethanol from lignocellulosic materials: A review, BioResources, 2(4), 707-738Wahyuni, Susilowati Ari, Setyaningsih Ratna, 2004, Optimasi Produksi Xilitol Dengan Variasi Konsentrasi Hidrolisat Hemiselulosa Bagase Oleh Candida Tropicalis. Biofarmasi 2 (1): 29-34, Pebruari 2004, ISSN: 1693-2242Wijanarko Anondho, Witono Anton Johanes, Wiguna Satria Made, 2006, Tinjauan Komprehensif Perancangan Awal Pabrik Furfural Berbasis Ampas Tebu Di Indonesia, Journal Of The Indonesian Oil And Gas Community. Published By “Komunitas Migas Indonesia”, ISSN: 1829-9466Wijaya Mohammad, Noor Erliza, Irawadi Tedja Tun Dan Pari Gustan, 2008, Perubahan Suhu Pirolisis Terhadap Struktur Kimia Asap Cair Dari Serbuk Gergaji Kayu Pinus, Jurnal Ilmu Dan Teknologi Hasil Hutan 1(2): 73-77 (2008)Wilson, W.C., 1941,"Furan", Org. Synth, Coll. Vol. 1: 274
Pemanfaatan Abu Terbang (Fly Ash) Batu Bara sebagai Campuran Pembuatan Bata Beton Haspiadi Haspiadi
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 3 No 6 Desember 2009
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1531.567 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v3i6.1421

Abstract

The use of coal sources of energy has produce fly ashes, which has became a big source of pollution. Fly ash is a fine glass like powder recovered from gases created by coal fired electrical  power  generation.   One of the alternatives  to solve  this problem  is by using  this material  to produce  paving  block.  This research  was conducted  to find possible  use of fly ash to replace  sand  in paving block. In this research the effect of replacing zero to 40 % sand with fly ash is evaluated.  It is found out that best result could be obtained by replacing sand  by  10 % fly ash  which  meet  the  requirement   according   to National Standard   of  Indonesia   SNI  03-0691-1996    Paving   Block.   The  results   of compression   strength  and  surface  area  indicate  that  the  requirement   for parking  area  application  (class  B).  On the  other  hand  the result  of  water absorption  analysis  Indicate  the requirements   of standard  for garden  place where garden plants. tools, etc are sold and other specification  with the same level (class C).
Karakteristik Penyalaan Briket Limbah Serbuk Arang Tempurung Kelapa dengan Bahan Pemantik Abu Kelapa (Cocodust) Petrus Patandung; Doly Prima Silaban
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 11 No.1 JUNI 2017
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.289 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v11i1.2696

Abstract

Characteristic of ignition briquettes waste coconut shell charcoal with cocodust lighter material. The purpose of this research is to know the characteristic and the lighting characteristic of coconut shell charcoal briquettes waste and cocodust so that the briquette product obtained is easily ignited by using lighter material or start-up. This research method is arranged in experiment of making briquettes and data analyzed and also descriptively. The experiment was conducted by making briquettes using 5 % starch adhesive material to charcoal coconut charcoal waste and cocodust with fineness of 10 mesh with cocodust 50 g, with treatment consisting of: A1=50 g coconut shell charcoal waste plus 50 g cocodust; A2=100 g coconut shell charcoal waste plus 50 g cocodust; A3=150 g coconut shell charcoal waste plus 50 g cocodust and A4=200 g of shell charcoal waste of 50 g coconut plus 50 g cocodust, repeated 3 times. Result of charcoal charcoal combustion analysis with parameters: duration of ignition up to ash 141,18-146,14 minutes; Duration of initial ignition until fire arises 0,17-0,30 minutes and smoke generated/smoke loss 18,18-25,18 minutes. For boiling water using charcoal briquettes charcoal waste briquettes waste coconut time 30.15-35.16 minutes using charcoal briquettes as much as 100 g. Charcoal briquette charcoal waste coconut shell charcoal parameters: moisture content 6,63-6,95 %, ash 4,49-4,80 %; The missing part at heating temperature 950 ° C from 3.05 to 5.59 % and the calorific value of 4,608-5,221 cal/g. The result of the analysis showed that the best treatment was obtained at treatment A2; A3 and A4 because all parameters meet quality requirements, when compared with SNI charcoal briquette SNI 01-6235-2000.Keywords : ignition, charcoal waste charcoal briquettes, cocodust, lighterABSTRAKKarakteristik penyalaan briket limbah serbuk arang tempurung kelapa dengan bahan pemantik cocodust. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan sifat-sifat penyalaan dari briket limbah serbuk arang tempurung kelapa dan cocodust sehingga produk briket yang diperoleh  mudah dinyalakan dengan menggunakan bahan pemantik atau penyalaan awal. Metode penelitian ini disusun dalam percobaan pembuatan briket dan data dianalisa secara deskriptif. Percobaan dilakukan dengan pembuatan briket dengan menggunakan bahan perekat kanji 5 % terhadap limbah arang arang tempurung kelapa dan cocodust dengan kehalusan 10 mesh sebanyak 50 g,dengan perlakuan yang terdiri dari: A1=50 g limbah serbuk arang  tempurung kelapa ditambah 50 g cocodust; A2=100 g limbah serbuk  arang tempurung kelapa ditambah 50 g cocodust; A3=150 g limbah serbuk arang tempurung kelapa ditambah 50 g cocodust dan A4=200 g limbah serbuk arang tempurung sebanyak 50 g kelapa ditambah 50 g cocodust, dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil analisa pembakaran arang briket dengan parameter: lama penyalaan sampai menjadi abu 141,18-146,14 menit; lama penyalaan awal sampai timbul api 0,17-0,30 menit dan asap yang ditimbulkan/asap yang hilang 18,18-25,18 menit. Untuk pendidihan air yang menggunakan arang briket serbuk limbah arang tempurung kelapa diperlukan waktu 30,15-35,16 menit dengan menggunakan arang briket sebanyak 100 g. Hasil  uji briket arang serbuk limbah arang tempurung kelapa antara lain kadar air 6,63-6,95 %, abu 4,49-4,80%; bagian yang hilang pada pemanasan  suhu 950 °C 3,05-5,59 % dan nilai kalori 4.608-5.221 kal/g. Hasil analisa menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik diperoleh pada perlakuan  A2; A3 dan A4  karena semua parameter memenuhi syarat mutu, jika dibandingkan dengan  SNI briket arang kayu  01-6235-2000.Kata kunci:  penyalaan, briket limbah arang tempurung, cocodust, pemantik
Modifikasi Pisau Dan Poros Alat Penepung Ikan Untuk Peningkatkan Kapasitas Produksi Tepung Ikan Sulharman Sulharman
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 5 No 9 Juni 2011
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7261.727 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v5i9.1491

Abstract

They modified the blades and shaft of hammer mill for increase fish meal production capacity. The purpose is an effort to increase the moment of torque tools that can generate a more efficient time and amount of production of fish meal. Modifications performed by the addition of the flywheel on the shaft hammer mill, which includes several tests, namely (1) variations in engine speed, (2) the number of blades, (3) makes an angle of blade 1350.Base on three times repetition of the sample results, obtained by the capacity of fish meal as follows: (1) Increase by 78% at 1750 rpm rotation, the number of blades 27 pieces and shape of the blade angle 1350, (2) decreased by 68% at 1750 rpm rotation, the number of blades 18 pieces and form a straight blade, (3) decreased amounting to 56.6% at 1750 rpm rotation, the number of blades 18 pieces and form a straight blade. The results before and after the modified instrument obtained a difference 7.8 times the capacity (118 kg/15kg) or increase of 686% (118kg-15kg/15kgx100%). Techno economic analysis BEP values obtained for Rp. 326,403 kg per year, the percentage was 32.38% BEP, BEP capacity of 77,712 kg per year and the payback period is 2 years and 3 months.
Karakteristik Edible Film Berbasis Karagenan dan Stearin Sawit sebagai Kemasan Pangan Yuni Adiningsih; Fauziati Fauziati; Ageng Priatni
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.12 No.2 Desember 2018
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.18 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v12i2.3849

Abstract

ABSTRAKPengemasan produk pangan  menggunakan edible film merupakan salah satu teknik pengawetan pangan untuk meningkatkan daya tahan dan kualitas bahan pangan selama penyimpanan. Penelitian penggunaan karagenan untuk bahan pembuatan edible film telah banyak dilakukan namun perlu ditingkatkan terhadap daya elastisitasnya. Stearin sawit merupakan fraksi minyak sawit yang tersusun dari trigliserida jenuh, memiliki kadar Carbon lebih dari 20 sehingga memiliki sifat padat pada suhu ruang. Stearin merupakan fraksi lemak yang merupakan komponen hidrofobik pada formulasi edible film yaitu untuk memperbaiki fleksibilitas dan dapat menimbulkan efek kilap yang tidak dimiliki oleh Karagenan sebagai hidrokoloid. Edible film sebagai  biopolimer yang terbuat dari protein, karbohidrat dan lemak dapat melindungi produk dari kerusakan fisika, kimia dan mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik edible film dari karagenan dengan penambahan stearin turunan kelapa sawit untuk diaplikasikan ke dodol sehingga diketahui daya tahan keawetan produk dodol terhadap cemaran mikroba. Penggunaan stearin yang optimum untuk pembuatan edible film yang diaplikasikan ke dodol sebanyak 0.4 gram dengan komposisi karagenan 0,8 gr dan gliserol 0,5% (v/v) dengan hasil uji  sifat fisik mekanik tensile strength sebesar 110,67 kgf/cm2 dan persen pemanjangan sebesar 25,03%. Hasil uji mikrobiologi penggunaan edible film lebih baik daripada dodol yang diberi kemasan plastik sampai 21 hari. 
Pembuatan Pilot Project Pengolahan Air Limbah Industri Rambut Palsu dengan Sistem Lumpur Aktif Sri Moertinah; Misbachul Moenir
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 8 No 15 Juni 2014
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13211.932 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v8i15.1551

Abstract

This study aims to create a pilot project for wastewater treatment wig industry with biological activated sludge technology to applied in the industry. Design criteria for the pilot project are the influent COD ≤ 900 mg/l, MLSS = 3,000 mg/l, 30-hours residence time. DO ≥ 2 mg/l and flow 10 m3/day. Implementation of a pilot project initiated by seeding aerobic microbes and microbial adaptation to proceed with wastewater to be treated. The trial results showed that the pilot project % COD reduction ranged from 73.2% - 91% and the result is not much different from the results of laboratory-scale research about 89.7% and the quality  of the effluent is already fullfill the standard of industrial waste water wig required by the Central Java Provincial Regulation No. 5 of 2012. The calculation of operating cost of activated sludge biological treatment which includes labor costs, electricity costs, equipment maintenance costs, expenses and other nutrients obtained the price of  Rp. 2972/m3 or Rp. 742.99/wig.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membuat pilot project pengolahan air limbah industri rambut palsu dengan sistem lumpur aktif yang diterapkan di industri. Kriteria desain pilot project tersebut adalah COD influen ≤ 900 mg/l, MLSS = 3.000 mg/l, waktu tinggal 30 jam DO≥2 mg/l  dan debit air limbah 10 m3/hari. Pelaksanaan pilot project dimulai dengan seeding mikroba aerob dan dilanjutkan dengan adaptasi mikroba dengan air limbah yang akan diolah. Hasil uji coba pilot project menunjukkan bahwa % penurunan COD berkisar antara 73,2% - 91% dan hasil ini tidak berbeda jauh dengan hasil penelitian skala laboratorium sekitar 89,7% dan kualitas air limbah hasil pengolahan sudah memenuhi baku mutu air limbah industri rambut palsu yang dipersyaratkan oleh Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No 5 tahun 2012. Dari hasil perhitungan biaya operasional pengolahan biologis lumpur aktif yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya listrik, biaya perawatan peralatan, biaya nutrien dan lainnya diperoleh harga sebesar Rp. 2972/m3  atau Rp. 742,99/wig.   Kata kunci : air limbah industri rambut palsu, pilot project, sistem lumpur aktif
Peningkatan Mutu Karet Asalan Menjadi USS/ Air Dried SIT (ADS) dan Rubber Smoke Sheet (RSS) di Kabupaten Kutai Barat Eldha Sampepana
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 2 No 4 Desember 2008
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.337 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v2i4.1411

Abstract

Produksi karet di Kabupaten Kutai Barar tiap tahun terus rneningkat, namun mutu  karet yang dihasilkan  masih rendah karena masih banyak diproduksi berupa sit dan bekuan langsung murni, sleb tipis  (asalan).  untuk  meningkatkanmutu  karet asalan  dilakukan penelitian  dengan  tujuan menghasilkan mutu yang lebih baik sesuai standar USS /  ADS dan RSS. Dari hasil penelitian diketuhui bahwa pengamatan  jamur pada lembaran karet sit  LCo dan LC3  nampak bahan kekarat­ karatan  atau cendawan kurang Iebih 20% dengan tingkat mutu ADS. RSS3 dan RSS 4 sedangkan untuk LC2, LC3 dan LC4 tampak sedikit berjamur dengan tingkat mutu(grade)ADS, RSS 2 dan RSS 3. Untuk uji kadar abu pada lembaran    sit LCo,LC1,LC2, LC3,dan LC4 dengan tingkat mutu antara  SIR 10 dan SIR 20.