cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 306 Documents
Diversifikasi Manfaat Rimpang Temulawak sebagai Komponen Aktif terhadap Bakteri Streptococcus Mutans pada Pembuatan Permen Kesehatan Medan Yumas
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 6 No 11 Juni 2012
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9428.926 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v6i11.1502

Abstract

The research to utilization of ginger rhizome as active component on Streptococcus mutants in the manufacture of oral health candy have been carried out.  The aim of this research is to produce health candies with containing the main active component of ginger oil.  These components can serve as anti bacterial, anti inflammatory, and can neutralize acid in the mouth.  Ginger oil contain main active components known as xanthorrizol.  The result showed that the minimum inhibitory concentration again is Streptococcus mutants was 0,25%, (bacteriostatic) and minimum kill concentration was 0,40% (bakterisid).  The addition of ginger oil in the manufacture of health candies was done by varying the concentration 0,40%, 0,55%, 0,70%, 0,85% and 1 % (b/b).  Candy health with the addition of 0,85% concentration of ginger oil can kill the bacteria Streptococcus mutants in one minute and have power zone of inhibition 15,89 mm.  This type of candy is the most preferred health by panelist.
Efek Pengeringan pada Bagian Buah Labu Kuning (Cucurbita Moschata) terhadap Aktivitas Antioksidan, Sifat Kimia dan Struktur Morfologi Anastasia Wheni Indrianingsih; Wuri Apriyana; Vita Taufika Rosyida; Khoirun Nisa; Septi Nurhayati; Cici Darsih
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13. No.1 JUNI 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.152 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i1.4395

Abstract

Labu kuning (C. moschata) merupakan salah satu tanaman yang banyak terdapat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas antioksidan, struktur morfologi, sifat kimia dan fisikokimia dari tiga komponen tepung yakni kulit, biji dan daging buah dari labu kuning. Ekstrak biji, kulit dan daging buah labu kuning diperoleh dengan maserasi menggunakan pelarut etanol. Dua metode pengeringan yang digunakan yakni pengeringan dengan sinar matahari dan oven pada suhu 50oC. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) menunjukkan bahwa biji labu kuning dengan metode pengeringan oven, memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi, yakni memiliki aktivitas penangkapan radikal bebas sebesar 22,6% pada konsentrasi ekstrak 400 ppm, diikuti oleh kulit dan daging buah labu kuning masing-masing sebesar 16,7 dan 14,2%. Tepung kulit, biji dan daging buah labu kuning juga sudah dilakukan karakterisasi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) untuk mengetahui struktur morfologi permukaan, FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) untuk mengetahui gugus fungsional senyawa dari labu kuning, XRD (X-ray diffraction) dan Uji Warna. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa kandungan protein dan lemak dari biji labu kuning dengan metode pengeringan oven memiliki kandungan paling tinggi yakni sebesar 33,5% dan 33,3% sedangkan kandungan karbohidrat tertinggi dimiliki oleh daging buah labu kuning dengan pengeringan oven sebesar 75,3%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perbedaan metode pengeringan menghasilkan karakteristik yang berbeda dari tepung labu kuning
Pemanfaatan Serbuk Arang Cangkang Sawit sebagai Scrub pada Sabun Mandi Fauziati Fauziati
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 8 No 16 Desember 2014
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6843.241 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v8i16.1592

Abstract

Scrub is a material that is added to the soap formulation which serves to clean the dead skin and dirt on the skin so that the skin becomes more brighter. The purpopose of study was to determine the effect of palm shell charcoal powder as soap as the active component, the inhibition of the growth of E.coli bacteria, S aureus and Salmonella. The study design using completely randomized design using two factors, the first factor fineness of palm shell charcoal powder with 3 levels of 70 mesh, 85 mesh and 100 mesh and the second factor concentration of palm shell charcoal powder with 3 levels of 3%, 5% and 7%. Results showed that the palm shell charcoal powder can be used as a scrub soap, and allegedly had a phenol content of 27,68%. The addition of palm shell charcoal powder with subtlety and concentration 100/3 and 100/7 mesh / gram on the soap produces a dominant active compound content is 1,2,3 propanetriol. Have inhibitory to bacteria Staphilococus aureus, E. coli and Salmonella thipy where three types of scrub soap average relatively strong. The results of organoleptic analysis for flavoring less acceptable because of the use of the type of fragrance that is not appropriate. Parameters color, foam, solid and most preferred homogeneous panelists are soap scrub palm shell charcoal powder with subtlety and a concentration of 100/3, 100/5 and 100/7 mesh /%.ABSTRAKScrub merupakan bahan yang ditambahkan pada formulasi sabun yang berfungsi untuk membersihkan kulit mati dan kotoran yang menempel pada kulit sehingga kulit menjadi lebih cerah.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk arang cangkang sawit sebagai sabun mandi seperti komponen aktif , daya hambat pertumbuhan bakteri Ecoli,S aureus dan Salmonella.  Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 2 faktor, faktor pertama kehalusan serbuk arang cangkang sawit  dengan 3 taraf yaitu 70 mesh, 85 mesh dan 100 mesh  dan factor kedua konsentrasi serbuk arang cangkang sawit  dengan 3  taraf  yaitu 3%, 5% dan 7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk arang cangkang sawit dapat digunakan sebagai scrub sabun mandi,  dan diduga memiliki kandungan  fenol 27,68%. Penambahan serbuk arang cangkang sawit dengan kehalusan dan konsentrasi 100/3 dan 100/7 mesh/gram pada sabun menghasilkan kandungan senyawa aktif dominan adalah  1,2,3 propanetriol.  Memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphilococus aureus, E. coli dan Salmonella thipy dimana ketiga jenis scrub sabun mandi tergolong rata-rata kuat. Hasil analisa organoleptik untuk  aroma kurang diterima karena penggunaan jenis pewangi yang tidak sesuai. Parameter warna, busa, padat dan homogen yang paling disuka panelis adalah sabun scrub serbuk arang cangkang sawit dengan kehalusan dan konsentrasi 100/3,100/5 dan 100/7 mesh/%.Kata kunci : scrub,  fenol, S. aureus, E. coli, S.thiKpy, organoleptik, sabun mandi 
Analisa Kelayakan Ekonomis Produksi Olahan Ikan Patin Wara Widyarani Endah Sapataningtyas
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 3 No 6 Desember 2009
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.045 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v3i6.1422

Abstract

Palin that can be easyly culminate in Indonesia shore fishery has hlgh nutritive value and it's also economical  fish.  The economical  value can be increased through  manufacturing   patin  product.  In this research  patin  product  is fishnugget  and fish margarine,  this two product  are depending  each other, and their waste can be use as liquid fertilizer. This two product have higher nutritive value than the others similar product. Analyze result from product development of patin product is have a high economical  value.
Pektin Jeruk Bali (Citrus maxima, L) dalam Formulasi Sirup Kering Buah Mengkudu Heru Agus Cahyanto
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 11 No.1 JUNI 2017
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.138 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v11i1.2409

Abstract

The research of pectin as a stabilizer in Morinda dry syrup had been carried out. Morinda dry syrup using morinda citrifolia fruit as active ingredients and formulated in dry syrup with the addition of a pectin as stabilizer from Citrus maxima L. This research was done by varying of pectin amount ie 0; 0,5; 1 and 1.5% in dry syrup formulas, while the amount of saccharose in the formula is fixed at 20%. Physical tests carried out on dried syrup products include: pH stability, viscosity, precipitate, total plate number, yeast figures for 7 days. The results showed that the addition of pectin has an effect on Morinda dry syrup. The dry syrup formula with 0.5% pectin addition has a pH 4.57, the viscosity 540 and the ALT value below the limit  ≤106 kol / gr and AKK ≤104 kol / gr.Keywords : pectin, dry syrup, morinda citrifoliaABSTRAKTelah dilakukan penelitian penggunaan pektin jeruk bali sebagai bahan penstabil dalam formula sirup kering buah mengkudu. Sirup kering buah mengkudu menggunakan bahan aktif buah mengkudu dan diformulasikan dalam sediaan sirup kering dengan penambahan bahan penstabil berupa pektin dari kulit jeruk bali. Penelitian ini dilakukan dengan membuat variasi jumlah pektin yaitu 0;0,5; 1 dan 1,5% pada formula sirup kering, sementara jumlah sakarosa dalam formula adalah tetap sebesar 20%.  Uji fisik terhadap produk sirup kering meliputi: kestabilan pH, viskositas, endapan, angka lempeng total, angka kapang dan khamir selama 7 hari. Hasil uji menunjukkan penambahan pektin berpengaruh terhadap kastabilan sirup kering buah mengkudu. Formula sirup kering dengan penambahan pektin 0,5% memiliki pH 4.57, viskositas 540 serta nilai ALT jauh dibawah batas ≤106 kol/gr dan AKK ≤104 kol/gr. Kata kunci : pektin, sirup kering, mengkudu  
Optimasi Sintesa Ester Maltitol Asam Lemak Dari Minyak Kelapa Sawit Menggunakan Lipase Getah Pepaya sebagai Katalisator Ratri Retno Utami; Alfrida Lullung
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 7 No 13 Juni 2013
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7861.194 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v7i13.1525

Abstract

Research optimization of the ester Maltlitol Fatty Acid (EMALTAL) synthesis from palm as biosurfactant has been conducted. Papaya latex lipase used as a catalyst in the synthesis. This research aims to study the optimization of biosurfactant synthesis Maltitol Fatty Acid Esters (EMALTAL) from palm oil using papaya latex lipase as a catalyst. Before the synthesis carried out, palm oil is converted into methyl esters Fatty Acids (EMAL). Optimal conditions needed to form EMALTAL determined by Response Surface Method / RSM. To get the optimum conversion EMALTAL synthesis, the reaction is affected by three variables: time, papaya latex lipase levels and temperature as well as the response variable is called the optimum conversion EMALTAL synthesis. By using response surface methods (RSM), the optimal synthesis conditions obtained at a temperature of 0C 39.4490, 53.2440 minutes of time and concentration of crude papaya latex 7.6600% to 28.6806% conversion of surfactant in the form of monoester. Characterization of EMALTAL shows the melting point of 24.5-27oC, 180oC smoke point and refractive index of 1.441. EMALTAL produced a monoester that serves as an emulsifier
Pengurangan Bau dan Mikroba di Industri Peternakan Ayam dengan Menggunakan Asap Cair Titiek Pujilestari
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 5 No 9 Juni 2011
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10598.188 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v5i9.1492

Abstract

Considering there are many farms that ignores environmental issues that may cause pollution impacts such as air pollution, especially the smell, it is necessary efforts to reduce air pollution by adding a material that can inhibit microbial growth and absorb odors. The smell comes from the content of ammonia and hydrogen sulfide gases, which are removed during the process of decomposition of chicken manure. One attempt to reduce odor is to spray liquid smoke chicken manure into chicken coop location. Liquid smoke is an organic liquid that is yellow to dark brown sengak smell (smoke) and contains many chemical components such as acidic compounds, phenol and alcohol.
Recovery Koagulan dari Sludge WWTP Pembangkit Listrik Tenaga Uap sebagai Alternatif Pengolahan Air Limbah secara Kimia Adhi Setiawan; Ahmad Erlan Afiuddin; Qurrotul Aini; Tanti Utami Dewi
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.12 No.2 Desember 2018
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.966 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v12i2.4192

Abstract

Proses koagulasi di wastewater treatment plant (WWTP) menghasilkan produk samping berupa limbah lumpur atau sludge dalam jumlah besar serta belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi terhadap sludge, menganalisis pengaruh konsentrasi asam klorida pada proses recoveri koagulan, serta menganalisis pengaruh dosis koagulan hasil recovery sludge terhadap removal TSS, Zn, dan Fe. Metode karakterisasi sludge menggunakan SEM-EDX, XRD, dan FTIR. Proses recovery koagulan menggunakan metode pengasaman dengan menggunakan HCl pada konsentrasi 1 N hingga 3 N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sludge memilki kandungan Fe sebesar 69,29% wt dalam bentuk Fe(OH)3 dan Fe2O3. Konsentrasi pengasaman dengan HCl 3N menghasilkan SRP dengan kandungan koagulan Fe yang tertinggi yakni sebesar 52,3 mg/L.  Hasil jar tes menunjukkan bahwa penambahan SRP 3 N pada dosis 10 mL/L menghasilkan konsentrasi residual TSS dan Zn paling rendah yakni sebesar 34 mg/L dan 0,01 mg/L.  Besarnya persen removal TSS dan Zn pada SRP 3N dengan dosis 10 mL/L masing-masing sebesar 79,4% dan 9,52%. Namun, removal Fe tertinggi pada SRP 1 N dengan dosis 4 mL/L. Jenis dan dosis SRP yang direkomendasikan untuk menurunkan TSS, Fe, dan Zn antara lain SRP 1 N dengan semua  dosis  yaitu  4  mL/L,  6  mL/L,  8  mL/L,  10 mL/L, serta SRP 1,5 N dan SRP 2 N dengan dosis 4 mL/L.
Pengaruh Tekanan dan Penggunaan Conplast terhadap Sifat Mekanik Eternit dari Abu Cangkang Sawit Haspiadi Haspiadi
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 8 No 15 Juni 2014
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10934.622 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v8i15.1552

Abstract

The purpose of this research is to know the influence of pressure and use of conplast against mechanical properties which are a Modulus of Elasticity (MOE) and Modulus of Rupture (MOR) of plasterboard. The study is done because still low quality of plasterboard made from a mixture of ashes of oil-palm shell especially of the mechanical properties compared to the controls. The method of this reserach used variation of printed pressure and the addition of conplast. Test result is obtained that the highest value of Modulus of Elasticity (MOE) 90875.94 Kg/cm2, Modulus of Rupture (MOR) 61.16 Kg/cm2 and density values in generally good printed at the pressure 60 g/cm3 and the addition of conplast 25% as well as the composition of the ash of palm shell oil 40%: limestone 40%: cement 15%: fiber 5% and 300 mL of water. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tekanan dan penggunaan conplast terhadap sifat mekanik yaitu kuat lentur dan keteguhan patah eternit berbahan dasar abu cangkang sawit. Penelitian ini dilakukan karena masi rendahnya mutu eternit berbahan campuran abu cangkang sawit dari bolier khususnya sifat mekanik dibandingkan dengan kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan variasi tekanan cetak dan penambahan conplast. Hasil uji diperoleh bahwa kuat lentur tertinggi sebesar 90875,94 Kg/cm2 dan keteguhan patah sebesar 61,16 Kg/cm2, yang dicetak pada tekanan 60 g/cm3 dan penambahan conplast 25% dengan komposisi  abu cangkang sawit 40 %: kapur 40 % : semen 15 %: serat 5 % dan air 300 mL.Kata Kunci :  Abu cangkang sawit, conplast, kuat lentur, keteguhan patah.
Kombinasi Campuran Limbah Kayu dan Non Kayu untuk Briket sebagai Bahan Bakar Alternatif Suroto HS; Jantri Sirait
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 2 No 4 Desember 2008
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1174.649 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v2i4.1413

Abstract

Berdasarkan  pengalaman   dari proses moulding  limbah yang diperoleh  mencapai  25% dari volume kayu yang  diolah. Jika kayu yang  diolah sekitar  100 m3 per hari maka akan diperoleh limbah  sekitar  25 m3.  Jika  dalam  setu  bulan  bekerja  25 hari  maka  akan  diperoleh  limbah sebesar 625 m3.  Jika  diasumsikan   hasil samping  tempurunq   kelapa  sebesar 10% dengan rata-rata produksi  kelapa  di Kaltim sebesar    1.195.68 kg/Ha maka diperkirakan  hasil samping tempurung  kelapa sebesar  119,57 Kg/Ha.  Batubara   saat ini merupeken  hasil tambang  yang potensial penghasil  pendapatan asli daerah.  Penggunaan   utama  batubara  saat ini sebagai penghasil  energi,  namun  pada  sisi lain sebagian  dimanfaa/kan   un/uk  briket  batubara.  Asal bahan  baku  briket  saat ini kebanyakan   mesih  dalam  bentuk  tunggal  (batubara, tempurung kelapa  dan arang kayu).  Dalam penelitian  ini akan mengkombinasikan    bahan  limbah  serbuk arang kayu, tempurung  kelapa dan batubara.  Hasil menunjukan  kualitas briket tunggal dengan parameter  nilai kalor berturut-turut   5.419 cal/g bengkirai  (B), 5.324 cal/g batubara  (Bb), 4.356 cal/g tempurung   kelapa  {Tk}, 4.126 cal/g  ulin (U), dan  4.087  ca//g merent!  (M). Sedangkan kualitas  kombinasi  cemouren  dengan  parameter   nilai kalor  berturut-turui     4.876 cal/g  BBb, 4.868  cal/g  BTk, 4.783 cal/g  UMB, 4.760 cal/g  BTk, 4.477 cal/g UTk, 4.454 cal/g  UB, 4.221 cal/g BTk, 4.162 cal/g BM, 4.156 cal/g  MBb, dan 4.039 cal/g UM. Bila dibandingkan  dengan standar   nilai  kalor  yang  dipersyaratkan    secara  nasional   dan  internasional   masih   belum memenuhi  slandar.