cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 306 Documents
Pengaruh Aktivasi secara Kimia menggunakan Larutan Asam dan Basa terhadap Karakteristik Zeolit Alam Muhammad Al Muttaqii; David Candra Birawidha; Kusno Isnugroho; Muhammad Yamin; Yusup Hendronursito; Amila Dini Istiqomah; Diego Putra Dewangga
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.789 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5577

Abstract

Zeolite alam merupakan batuan mineral yang banyak terdapat di Indonesia. Zeolite alam merupakan kristal alumino silikat yang memiliki banyak kegunaan dalam bidang industry, agrikultura, dan pengolahan air limbah. Melalui proses aktivasi zeolite akan mampu meningkatkan aktivitas dari zeolite alam tersebut. Aktivasi zeolite alam dilakukan secara kimia dengan menggunakan larutan HCl dan NaOH pada variasi konsentrasi 0.5, 1, 1.5, 2, 2.5 M. Selanjutnya zeolite tersebut dianalisa menggunakan XRD dan XRF. Berdasarkan hasil XRD, kandungan utama zeolite alam adalah mordenite. Sedangkan hasil XRF menunjukkan senyawa silika (SiO2) dengan perlakuan asam (HCl) berada dikisaran 75-76% sedangkan dengan perlakuan basa (NaOH) berada dikisaran 72-73%. Proses perlakuan asam pada zeolite alam menyebabkan terjadinya penurunan kandungan Ca dan Mg pada zeolite.
Aplikasi Pendayagunaan Asam In-Situ pada Kulit Pikel Terbuang untuk Pembuatan Gelatin Pangan Sugihartono Sugihartono
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 9 No 2 Desember 2015
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11458.486 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v9i2.1717

Abstract

Skinswaste at pre-tanning operations can be processed into food grade gelatin. The degradation of collagen using acid, base, or enzymes produced gelatin. Pickle skins is skins that acidified, the results of the final phase of the pre-tanning operations. The addition of salt on the skin makes the skins pickle not swollen, produced a wide space between collagen fibers and collagen can not be degraded. Thereby directly extract pickle skins or waste will not be obtained gelatin.This study discussed the processing of food gelatin type A pickle skins through the utilization of waste acid it contains. The discussion includes the components of animal skins, pre-tanning waste, acidification of skins, processing gelatin and gelatin from skins picklewaste and usefulness for the food industry. Salt hydrate collagen fibers in the skin pickle including waste can be separated by washing, to a certain extent still acidic skins waste. The remaining acid on the skins pickle waste can be utilized to hydrolyze collagen into gelatin. The resulting gelatin is gelatin type A, that can be used for food industry.ABSTRAKKulit limbah pada operasi pra-penyamakan dapat diolah menjadi gelatin pangan. Pemecahan kolagen menggunakan asam, basa, atau enzim dihasilkan gelatin. Kulit pikel merupakan kulit yang diasamkan, hasil dari tahap akhir operasi pra-penyamakan. Penambahan garam pada kulit pikel menjadikan kulit tidak bengkak, menghasilkan ruang lebar diantara serat kolagen dan menjadikan kolagen tidak dapat terdegradasi. Hal ini berarti ekstrak secara langsung kulit pikel atau limbahnya tidak akan diperoleh gelatin. Dalam kajian ini dibahas pengolahan gelatin pangan tipe A dari kulit pikel limbah melalui pendayagunaan asam yang dikandungnya. Bahasan mencakup komponen kulit hewan, limbah pra-penyamakan, pengasaman kulit, pengolahan gelatin, dan pengolahan gelatin dari kulit pikel limbah melalui pendayagunaan asam yang dikandungnya serta kegunaannya untuk industri pangan. Garam yang menghidrasi serat kolagen pada kulit pikel termasuk limbahnya dapat dipisahkan dengan cara pencucian, sampai batas tertentu kulit limbah masih bersifat asam. Asam yang tersisa pada kulit pikel limbah tersebut dapat didayagunakan untuk menghidrolisis kolagen menjadi gelatin. Gelatin yang dihasilkan adalah gelatin tipe A, dapat digunakan untuk keperluan industri pangan. Kata kunci : Kulit pikel limbah, gelatin, pengasaman, pangan.
Aplikasi GMP dalam Produksi Garam Konsumsi Beryodium Nami Lestari
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 2 No 3 Juni 2008
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1444.606 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v2i3.1402

Abstract

The main  objective  of  Good  Manufacturing  Practise  (GMP) implementation  is products with quality, nutrition and  for all consumers. GMP implementation  is guided by the regulation of health minister (SK. Menteri   Kesehatan   No.   23/MEN-KES/SK/I/1978).       This  regulationexplains  specifically  about a better  control process  for good industry.The important aspects for GMP implementation  are   location. building.equipment sanitation, material/ingredients,  end products, material packaging,  labeling,  storage  and maintenance. The aspects  can be applied on consumption salt industries. By implementation  GMP, production process have been done to consumption  salt products that is in accordance with SNI 01 -3556 -  2000 requirements. 
Studi Pelindian Mangan secara Reduksi dengan Menggunakan Larutan Asam Sulfat Ahmad Royani; Rudi Subagja; Azwar Manaf
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 11 No.1 JUNI 2017
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.533 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v11i1.1724

Abstract

The leaching of manganese from manganese dioxide ores in sulfuric acid solution was investigated. The effects of agitation, sulfuric acid concentration and solid/liquid mass ratio on the leaching efficiency of manganese were studied. In this study, manganese dioxide ores were treated by reduction roasting using charcoal as a reductant at 700 oC for 120 min. Then, roasted samples were subjected to extract manganese by sulfuric acid leaching. in each leaching test, 75 g of sample was put and leached in a glass reactor with 750 mL sulfuric acid solution. At the end  of each leaching experiment, the slurry was filtered and filtrate was analyzed by Atomic Absorption Spectrometer. The experimental results indicated that the leaching rate increases with the increases of the agitation, sulfuric acid concentration and with the decreases of solid/liquid mass ratio. The optimal condition for leaching manganese from manganese dioxide ores was determined as the agitation of 400 rpm and sulfuric acid concentration of 12% for 180 min at 75 oC. Under the optimal condition, the leaching efficiency of manganese can reach 84.61%.  Keywords : leaching, manganese ore, manganese sulfate, sulfuric acidABSTRAKProses pelindian mangan dari bijih mangan dioksida dalam larutan asam sulfat telah berhasil dilakukan. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh dari kecepatan pengadukan, konsentrasi asam sulfat dan perbandingan massa padatan/larutan terhadap mangan yang terekstrak. Dalam penelitian ini, bijih mangan dipreparasi melalui proses reduksi menggunakan arang pada 700 oC selama 120 menit selanjutnya dilindi menggunakan larutan asam sulfat. Pada setiap percobaan, sebanyak 75 gram sampel dimasukkan dan dilindi dengan 750 ml larutan H2SO4dalam gelas reaktor. Setelah proses pelindian, kemudian disaring dan dianalisa dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrometer. Hasil percobaan menunjukkan bahwa laju pelindian meningkat dengan naiknya kecepatan pengadukan dan konsentrasi asam serta menurunnya rasio perbandingan persen padatan. Kondisi optimum diperoleh pada kecepatan pengadukan 400 rpm, konsentrasi asam sulfat 12% pada 75 oC selama 180 menit dengan mangan terekstrak sebesar 84,61%.Kata kunci : asam sulfat, bijih mangan, pelindian, mangan sulfat
Mempelajari Ekstraksi Dan Stabilitas Total Karotenoid, Α dan Β Cryptoxanthin dalam Ekstrak Buah Merah (Pandanus Conoideus, Lamk Enny Hawani Lubis; Hendra Wijaya; Nami Lestari
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 6 No 12 Desember 2012
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9502.561 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v6i12.1517

Abstract

This  aim of research was  to find the optimum conditions for the  extraction process of “buah merah” oil that produce  optimum  β-cryptoxanthin content. The treatments of extraction process are steaming at 800C, autoclave at 1210C for 30 and   60 minutes respectely, and storing in refrigerator at -50C for one night,  then pressed and centrifugated. “Buah merah” oil produced from those  treatments was tested for β-cryptoxanthin content.  The “buah merah” oil with highest content of β-cryptoxanthin is conducted  characteristics test based on  water content, FFA, foreign matterial, PAHs and test for stability of total carotenoids, α and β cryptoxhantin of “buah merah” oil that stored in various conditions  of  temperature (40C, 250C, 350C), storage (dark and light using light flouresense lamp 10 W, type of packaging (brown glass bottle, soft capsules in  PVC bottle), and extraction methods (traditional and modern). Observations was conducted every week.for 8 weeks The results showed that extraction process of  “buah meraht”oil  that produce   of β-cryptoxanthin content with highest yield is  extraction process using  autoclave heating at 121° C for 1 hour  that result  35% yield and  20.78% β-cryptoxanthin content. The type of packaging that resulted the best stability of consentration of total carotenoid α and β-cryptoxanthin in in the “buah merah” oil is packaging that use double package of capsule  (primary packaging) and PVC bottle (secondary packaging) and store in dark condition  with temperature of 4 ° C.  
Perbaikan Aliran Proses Prodduksi Coklet Bar dengan Metode Value Stream Mapping Ashri Indriati; Dadang D Hidayat; Doody A Darmajana; Indra Masrin
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.565 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5376

Abstract

Indonesia termasuk negara produsen kakao yang cukup besar. Pengolahan kakao menjadi cokelat bar dipelaku usaha masih mengalami pemborosan (waste) pada proses produksi. Proses produksi merupakan bagian yang cukup penting pada suatu usaha, karena akan mempengaruhi biaya yang dikeluarkan serta kualitas produk yang dihasilkan. Oleh sebab itu diperlukan adanya perbaikan terhadap proses produksi agar dapat meminimalisir waste sehingga diperoleh proses produksi yang lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan yaitu lean manufacturing dengan metode Value Stream Mapping (VSM). Hasil penelitian menemukan waste yang ada pada proses produksi saat ini berupa environmental, health and safety, transportation,dan waiting. Perbaikan dilakukan dengan meminimalisasi waste yang ditemukan dengan penggabungan beberapa proses dan penggantian proses manual dengan alat. Analisis pada future state mapping  menunjukan adanya perbaikan berupa peningkatan efektifitas dan efisiensi pada aliran produksi cokelat bar. Hal tersebut dapat penurunan nilai waktu siklus sebesar 45,50% dan lead time sebesar 44,86%.
Karakterisasi Sifat Fisik Kimia dan Deskriptif Nori dari Rumput Laut Jenis Eucheuma cottoni Ageng Priatni; Fauziati Fauziati
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 9 No 2 Desember 2015
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8541.962 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v9i2.1708

Abstract

Eucheuma cottoni seaweed production increasing and the large consumption of nori to be the background to make nori with the aim  knowing the physical chemical characteristics of nori and descriptive. Nori is made by soaking the seaweed with NaOH solution and grind. Seaweed which has been refined and then treated P1 (100% unfiltered), P2 (100% filtered), P3 (20% unfiltered and 80% screened), P4 (40% unfiltered and 60% screened) and P5 (60% unfiltered and filtered 40%) and heated. Furthermore seaweed given Sodium metabisulphite by weight variation 0 mg/kg of seaweed (W0), 10 mg/kg of seaweed (W1), 20 mg/kg of seaweed (W2) and 30 mg/kg of seaweed (W3). Nori obtained by printing and drying it and subsequently tested. From the experiments, we concluded that nori has a moisture content of between 13.72% up to 20.88%,  ash content between 14.20% up to 15.07%, crude fiber content between 4.96% up to 10, 71%, protein content between 4.24% up to 6.84% and  carbohydrate levels between 74.31% up to 80.48% and has characteristics of color between 1.2 (very different from the control/clear) up to 2.8 (much different from control), odor between 1.6 (very different from kontrol) up to 2.9 (preferably different from the control) and texture between 1.1 (very different from the control/very loud) up to 3, 4 (quite different from the control/somewhat hard).ABSTRAKProduksi rumput laut jenis Eucheuma cottoni yang terus meningkat serta kebutuhan konsumsi akan nori  yang cukup besar menjadi latar belakang untuk membuat rumput laut menjadi olahan nori dengan tujuan mengetahui karakteristik nori secara fisik kimia dan deskriptif. Nori dibuat dengan cara merendam rumput laut dengan larutan NaOH dan menghaluskannya. Rumput laut yang telah halus kemudian diberi perlakuan  P1 (100% tidak disaring), P2 (100% disaring), P3 (20% tidak disaring & 80% disaring), P4 (40% tidak disaring & 60% disaring) dan P5 (60% tidak disaring & 40% disaring) dan dipanaskan. Selanjutnya rumput laut diberi Natrium Metabisulfit dengan variasi berat 0 mg/kg rumput laut (W0), 10 mg/kg rumput laut  (W1), 20 mg/kg rumput laut  (W2) dan 30 mg/kg rumput laut  (W3). Nori diperoleh dengan mencetak serta mengeringkannya dan selanjutnya diuji. Dari pengujian diperoleh kesimpulan bahwa Nori  yang bersumber dari rumput  laut  E. Cotonii memiliki karakteristik fisik kimia: kadar air antara 13,72% s/d 20,88%, kadar abu antara 14,20% s/d 15,07%, kadar serat kasar antara 4,96% s/d 10,71%, kadar protein antara 4,24% s/d 6,84% dan kadar karbohidrat antara 74,31% s/d 80,48% serta memiliki karakteristik secara deskriftif: warna antara 1,2  (sangat berbeda dengan kontrol /bening) sampai dengan 2,8 (lebih berbeda dengan kontrol), aroma antara 1,6  (sangat berbeda dengan kontrol 0 sampai dengan 2,9 (lebih berbeda dengan kontrol) dan tekstur antara 1,1 (sangat berbeda dengan kontrol/sangat keras) sampai dengan 3,4 (cukup berbeda dengan kontrol/agak keras). Kata Kunci : Deskriptif, Eucheuma cottoni, karakteristik, Nori, rumput laut
Pengaruh Penambahan Sodium Hipoklorit Dalam Analisa Amonia Air Secara Fenat Haspiadi Haspiadi; Kurniawaty Kurniawaty; Fitriani Fitriani
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 4 No 8 Desember 2010
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.222 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v4i8.1468

Abstract

The research has been conducted to study the effect of the addition sodium hypochlorite on the ammonia testing of water and waste water. This research was investigated the effect of excess of sodium hypochlorite  that added in to the sample has high turbidity. Sodium hypochlorite  solution to reduce turbidity was used at various volume: 25 mL, 30 mL, 35 mL, 40 mL, 45mL, 50 mL, 55 mL,60 mL.  The analysis   method according to SNI 06- 6989.30-2005, Methode of Amonia Testing with Spektrofotometer in water and waste water.The result of the experiment indicate   that sodium hypochlorite was added more than arranged in SNI 06-6989.30-2005  can effect  to the result of actual ammonia contain in the water semple.The maximum of sodium 'hypochlorite recommended to used in the sample high turbidity is 40 mL in 100 mL alkalin citrate solution. 
Perancangan dan Pembuatan Mesin Pengering Jagung Pipilan Tipe Rotary Batch Hafid Hafid; Luky Krisnandy; Mahaputra Mahaputra
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol. 12 No.1 Juni 2018
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.864 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v12i1.3722

Abstract

Perancangan dan pembuatan mesin pengering jagung pipilan tipe rotary batch  telah dilakukan. Tujuannya adalah membuat pengembangan mesin pengering jagung menggunakan bahan bakar biomassa (bonggol jagung). Keunggulan mesin pengering ini adalah mempunyai kapasitas 4 ton, sehingga dapat meningkatkan kapasitas proses pengeringan jagung yang biasa digunakan petani tradisional, lebih efisien dalam penggunaan luas lahan tempat pengeringan, tenaga kerja yang digunakan lebih sedikit dan saat musim penghujan tidak ketergantungan terhadap sinar matahari. Metode penelitian yang dilakukan, terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu: pertama adalah rekayasa perancangan dan pembuatan prototype mesin pengering jagung dan kelengkapannya, meliputi: (a) rotary drum, (b) rotary frame, (c) rotator, (d) heat exchanger. Kedua adalah menganalisis berapa besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membuatnya sebagai dasar dalam menentukan harga pokok produksi yang tepat dan wajar serta perhitungan benefit cost ratio (BCR)nya. Meliputi perhitungan: (a) ongkos bahan fabrikasi dan bahan standar, (b) ongkos tenaga kerja langsung, (c) biaya jam mesin, (d) ongkos tidak langsung, (e) biaya pegawai dan (f) BCR. Hasil pengujian memperlihatkan dengan laju pengumpanan sekitar 0,4 kg/menit dan laju aliran udara 0,05 m2/s dapat dihasilkan suhu gas pembakaran mencapai sekitar 700-800oC. Berdasarkan hasil perhitungan analisis ekonomi diperoleh harga pokok mesin pengering jagung pipilan tipe rotary batch adalah sebesar Rp. 293.393.000 dan Benefit Cost Ratio > 1 (layak).Kata kunci : mesin pengering jagung pipilan, rotary batch, perbandingan biaya manfaat. ABSTRACTThe design and manufacturing of the corn drying shelled machine rotary batch type has been done. The objective is to develop machine shelled corn dryers using biomass fuels (corn cobs). The advantage of this drying machine is that it has a capacity of 4 tons, so it can increase the capacity of the drying process of maize commonly used by traditional farmers, more efficient in the use of drying land area, less labor and less sun-dependent in rainy season. The research method was taken, consists of two main activities, namely: the first is engineering design and the manufacturing prototype of machine shelled corn drying and its equipment, including: (a) rotary drum, (b) rotary frame, (c) rotator, (d) heat exchanger. Second is to analyze how much it will cost as a basis for determining the exact and reasonable cost of production with the calculaition of benefit cost ratio (BCR). Consist of calculation: (a) cost of material fabrication and standard, (b) direct labor cost, (c) cost of machine hours, (d) overhead costs, (e) employee costs and (f) BCR. The results of testing showed the feed rate is about 0.4 kg/min and the airflow rate of 0.05 m2/s can produce a combustion gas temperature of about 700-800oC. Based on the calculation of economic analysis is obtained the cost of good sold of corn drying shelled machine rotary batch type amount of Rp. 293.393.000 and Benefit Cost Ratio> 1 (feasible).
Pengaruh Penambahan Bahan Additif Pada Produk Pencuci Tangan Berbahan Asap Cair Cangkang Sawit terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Fauziati Fauziati
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol 7 No 14 Desember 2013
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8375.116 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v7i14.1541

Abstract

Palm shell liquid smoke can be used as an antiseptic hand cleaner. The research method is done by using two (2) factors that factor A as a thickener (polyglicol) with three (3) levels ie 12% a1, a2 and a3 16% 20% and factor B as a softener (glyserin) with three (3) level ie 0.5% b1, b2 and b3 1% to 1.5%. The addition of the thickener additives (polyglicol) and softener (glyserin) in antiseptic products made from palm shell liquid smoke to give effect to the inhibition of bacterial growth. In addition 16% thickener and softener gives 1.50% inhibition of the growth of bacteria is best to Staphylococus aureus bacteria with strong category and Salmonella bacteria thipy with strong category with a pH of 3.5 and a viscosity of 0.4 DPAs The results of the analysis of a swab test the panelists indicate a difference in the number of bacterial colonies before and after swabbed with antiseptic products based hand wash liquid smoke reduction in the number of bacterial colonies on hand before and after the panelists swabbed respectively 8.3% and 96.75%