cover
Contact Name
Novita Eka Muliawati
Contact Email
novita@stkippgritulungagung.ac.id
Phone
+6282232308788
Journal Mail Official
novita@stkippgritulungagung.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Tulungagung Jl. Mayor Sujadi Timur No. 7 Plosokandang, Tulungagung, Jawa Timur, Kode Pos 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika)
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24607800     EISSN : 25803263     DOI : 29100
Core Subject : Education,
JP2M is stands for Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika. JP2M is a high quality open access peer reviewed research journal that is published by Mathematics Education Department of STKIP PGRI Tulungagung. JP2M disseminates new research results in all areas of mathematics, mathematics education and their applications in learning by researchers, academicians, professional, practitioners and students from all over the world. Start from this year (September 2015), this journal will be published two times a year, in March and September.
Articles 359 Documents
PENERAPAN METODE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA Murningsih Murningsih
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v3i1.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengetahuipeningkatkan prestasi belajar matematika siswa SD, khususnya pada materi uang melalui penerapan metode giving question dan getting answer. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang rancangannya meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 SDN Ngadisuko 3tahun pelajaran 2015/2016.Instrumen penelitian meliputi lembar tes, lembar observasi, lembar wawancara, dokumentasi, dan perangkat pembelajaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan diterapkannya metode giving question dan getting answer terbukti mampu meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu terjadinya peningkatan prestasi belajar siswa pada siklus I 78,45 dengan prosentase ketuntasan belajar siswa 78,95% meningkat pada siklus II menjadi 90,00 dengan prosentase ketuntasan belajar siswa 100%.
Efektivitas model kooperatif CRH dan TGT dilihat dari karakter kerja keras dan hasil belajar Aminah Ekawati; Muhammad Royani
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v5i2.1752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas karakter kerja keras menggunakan model CRH dan TGT dan efektivitas hasil belajar menggunakan model CRH dan TGT. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang dilaskanakan di kelas VII SMPN 2 Sungai Tabuk Tahun Pelajaran 2017-2018 pada materi aljabar. Dua kelas yaitu kelas VIIB dan VIIC di pilih sebagai sampel penelitian Kelas VIIB dilaskanakan dengan model pembelajaran CRH dan Kelas VIIC dilaksanakan dengan model pembelajaran TGT. Teknik pengumpulan data berupa lembar observasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase, rerata, dan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Namun sebelum dilakukan uji t terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil analisis data diperoleh kesimpulan: (1) terdapat perbedaan karakter kerja keras antara penerapan model kooperatif CRH dan TGT, (2) jika dilihat dari rerata karakter kerja keras pada penerapan model TGT lebih baik dari pada model kooperatif CRH, dan (3) tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara penerapan model kooperatif CRH dan TGT.
KONSTRUKSI BARU UNTUK TRIPEL PYTHAGORAS Moh Affaf
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v2i1.217

Abstract

Bertahun-tahun yang lalu, telah diketahui bahwa Tripel Pythagoras dapat dikonstruksi dengan konstruksi [ ], yaitu [ ] ( ). Namun, konstruksi ini masih memiliki sedikitnya dua kekurangan, yaitu konstruksi ini masih perlu memperhatikan urutan dari sisi-sisi tegakya dan konstruksi ini tidak bisa memproduksi semua tripel pythgoras yang ada. Dalam penelitian ini, akan dibahas tentang konstruksi baru untuk tripel pythagoras yang dapat memproduksi semua tripel pythagoras yang diinginkan dan konstruksi ini juga tidak memerlukan urutan dari sisi-sisi tegaknya.
Beban kognitif intrinsik siswa dalam menyelesaikan soal trigonometri ditinjau dari kecemasan Ruvita Iffahtur Pertiwi
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v6i1.1739

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beban kognitif intrinsik, mengetahui penyebab beban kognitif intrinsik, dan mengetahui solusi untuk mengurangi beban kognitif intrinsik dalam menyelesaikan soal Trigonometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan angket kecemasan matematika, tes soal matematika, dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket kecemasan matematika dan tes soal matematika. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan triangulasi waktu yaitu dengan membandingkan hasil jawaban tes soal matematika dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa (1) beban kognitif intrinsik siswa yang memiliki kecemasan tinggi mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal, tidak tahu dengan rumus dan konsep dalam matematika. Penyebabnya karena siswa kurang memperhatikan saat pembelajaran karena sering bermain hp saat pembelajaran (2) beban kognitif intrinsik siswa yang memiliki kecemasan sedang mengalami kesulitan menyelesaikan soal karena kurang memahami konsep matematika dan tidak tahu rumus. Penyebabnya karena guru menjelaskan terlalu cepat sehingga siswa kesulitan menerima penjelasan dari guru (3) beban kognitif intrinsik siswa yang memiliki kecemasan rendah mengalami kesulitan kurang menguasai konsep matematika sehingga tidak dapat menyelesaikan soal dengan benar. Penyebabnya karena suasana kelas yang ramai saat pembelajaran sehingga siswa kesulitan menerima materi. Solusi untuk mengurangi beban kognitif intrinsik siswa yang memiliki kecemasan yaitu jadikan pembelajaran menyenangkan atau setidaknya membuat siswa merasa nyaman saat pembelajaran, menjaga kondisi kelas agar tetap tenang selama proses pembelajaran, dan guru saat menjelaskan sebaiknya jangan terlalu cepat agar siswa dapat menerima pembelajaran dan memahaminya.
Google Meet dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XII IPS-3 SMAN 1 Tawangsari Miftahul Hilmi Hasanah; Andhika Ayu Wulandari; Nur Rusidah
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i1.1828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika dengan metode daring menggunakan google meet  pada peserta didik kelas XII IPS 3  SMAN 1 Tawangsari, yang berjumlah 33 siswa. Metode penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari  empat tahapan pada masing-masing siklus. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner pelaksanaan kelas daring yang diberikan kepada siswa melalui google form. Berdasarkan pengamatan data setelah dilaksanakannya pembelajaran daring melalui google meet ini pada siklus I diperoleh skor rata-rata 88,58 yang termasuk kategori tinggi. Sedangkan pada siklus II diperoleh skor rata-rata 88,76 yang termasuk kategori tinggi. Jadi  hasil pengamatan respon siswa pada siklus I dan siklus II diperoleh hasil bahwa motivasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 0,18. Jadi diperoleh kesimpulan bahwa penerapan pembelajaraan matematika dengan menggunakan google meet dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Kesimpulan ini didasarkan pada 75% siswa sudah mempunyai motivasi belajar yang tinggi, dan rata-rata skor motivasi belajar siswa sudah mengalami peningkatan yaitu sebesar 88,76 atau dalam kategori tinggi. Karena kriteria sudah tercapai maka pada siklus II penelitian dihentikan.
ANALISIS BERPIKIR KONSEPTUAL, SEMIKONSEPTUAL DAN KOMPUTASIONAL SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Muhammad Ilman Nafi'an
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v2i2.208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses berpikir siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode tes dan wawancara. Subjek penelitian yaitu 9 siswa SD Khadijah Surabaya dari ketiga tipe kemampuan matematika berdasarkan hasil uji tes 1 dan uji tes 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa dari kelompok atas cenderung berpikir konseptual dalam menyelesaikan soal cerita dan siswa dari kelompok tengah dalam menyelesaikan soal cerita pada materi pecahan cenderung pada proses berpikir semikonseptual. Sedangkan proses berpikir siswa dari kelompok bawah dalam menyelesaikan soal soal cerita pada materi pecahan cenderung pada proses berpikir komputasional.
HASIL BELAJAR SISWA BERDASARKAN INTENSITAS KEGIATAN BRAIN GYM PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Winda Agustina; Sri Wahyuni
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v4i2.960

Abstract

Learning is an effort to improve the self quality and the education quality. Observations show that students have difficulty concentrate on learning in full seen by the students themselves with their activities. Brain Gym activities to learning can help students' learning readiness factors. The purpose of this study was to find out how student learning outcomes with brain gym activities based on low intensity and high intensity in mathematics learning in class VIII of SMP Negeri 9 Banjarbaru. In addition, also to find out the differences in student learning outcomes based on the intensity of brain gym activities in mathematics learning. This study used a quantitative approach and uses a type of experimental research. The results showed that the learning outcomes of students using brain gym with low intensity were in sufficient qualification, high intensity brain gym was in good qualification, and there were differences in student learning outcomes based on the intensity of Brain Gym use in mathematics learning in class VIII of SMP Negeri 9 Banjarbaru. Keywords:brain gym, learning outcome
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGUNAKAN APLIKASI CONSTRUCT 2 PADA MATERI ALJABAR KELAS VII Titon Agung Saputro; Kriswandani Kriswandani; Novisita Ratu
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v4i1.1775

Abstract

PENGARUH SIKAP BELAJAR DAN PERAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 CAMPURDARAT TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Sulani Sulani; Richo Hasta Palupi
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v1i2.199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap belajar dan peran orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA SMAN 1 Campurdarat Tulungagung. Sikap belajar adalah kecenderungan yang ditunjukkan siswa ketika mengikuti proses pembelajaran, sedangkan peran orang tua adalah segala hal yang dilakukan orang tua sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pendidikan anaknya. Berdasarkan uji regresi sederhana, diperoleh Fhitung untuk pengaruh X1 terhadap Y sebesar 22,344 dan pengaruh X1 terhadap Y sebesar 14,527, sedangkan nilai FTabel = 4,001. Berdasarkan uji regresi ganda, diperoleh Fhitung untuk pengaruh X1 dan X2 terhadap Y sebesar 16,5, sedangkan nilai FTabel = 3,153. Karena hasil analisis uji regresi sederhana dan ganda menunjukkan Fhitung Ftabel, maka dapat diambil kesimpulan bahwa baik secara sederhana maupun secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan antara sikap belajar dan peran orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA SMAN 1 Campurdarat Tulungagung tahun pelajaran 2014/2015.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA Fitri Jannatul Laili; Ratih Puspasari
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v4i2.951

Abstract

This study aims to discribe what are the difficulties of learning mathematics experienced which students in terms of mathematical connections ability class VIII MTs. darul Falah Bendiljati. This research is a descriptive qualitative research using test and interview method. Research subjects randomly selected as many as 30 students from two classes. The results showed that each student has difficulty learning mathematics in terms of mathematical connection capabilities are: (1) Less understanding of mathematical concepts that have been studied; (2) Not connecting mathematical concepts to be studied with previously known concepts; (3) Quicly forgot a mathematical concept he did not understand; (4) The habit of learning by understanding the concept, so when given a slightly different matter the students find it difficult; (5) Consider mathematics as a science that interconnects one and other concepts seperately; (6) Less aware of the benefits of consepts in mathematics to support and improve his ability in other fields of science; (7) Understanding concepts  that are not applied directly to life, so the concept of mathematics is a concept in a mathematics only and not used or in connect with daily life.