cover
Contact Name
Kadek Hengki Primayana
Contact Email
hengkiprimayana@gmail.com
Phone
+6236221289
Journal Mail Official
hengkiprimayana@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kresna Gg III No 2B, Singaraja
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Widyacarya : Jurnal Pendidikan, Agama, dan Budaya
ISSN : 25807544     EISSN : 27212394     DOI : -
Core Subject : Education,
WIDYACARYA: Jurnal Pendidikan, Agama, dan Budaya [ISSN: 2580-7544] dikelola oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang dapat dijadikan referensi akademis maupun bahan memecahkan berbagai persoalan agama dan budaya yang dewasa ini semakin kompleks
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021)" : 12 Documents clear
STRATEGI BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN DAYA TARIK PERKULIAHAN MAHASISWA PGPAUD Ni Luh Ika Windayani
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i1.1031

Abstract

This study aims to improve learning independence and lecture attractiveness by using a blended learning strategy for students of Early Childhood Teacher Education (PGPAUD). This type of research is a Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis-Taggart approach. This research used blended learning tools. The research stage of each cycle includes: planning, action, observation and reflection. This research was conducted in the third semester of PGPAUD study program in STAHN Mpu Kuturan Singaraja in the academic year of 2020/2021. The subjects of this study were PGPAUD students which consisted of 12 students who took the Dance Arts Education for Early Childhood courses. The data collection methods in this CAR were observation and assignment. The data analysis in this research was descriptive analysis. The results showed that the learning independence of students in the PGPAUD study program and the attractiveness of lectures in the Dance Arts Education for Early Childhood courses increased with the use of the blended learning strategy. Initially, students' learning independence was in the poor category with a percentage of 40%, there was an increase in the first cycle with a percentage of 70% in the medium category and an increase in the second cycle with a percentage of 83% who were in the high category. The attractiveness of student lectures has also increased, initially in the low category with a percentage of 35%, increasing in first cycle with a percentage of 72.5% in the medium category, again increasing in second cycle with a percentage of 87.5% being in the very high category. The improvement in each cycle was obtained by optimizing the role of students in managing their learning activities online.Keywords: blended learning, independent learning, attractiveness
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERMAINAN TRADISIONAL SASAK PERESEAN I Wayan Sutama
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i1.967

Abstract

Keanekaragaman budaya Nusantara merupakan dasar dari kebudayaan nasional yang mengakar dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. Peresean merupakan salah satu permainan tradisional yang merupakan Identitas diri suku Sasak di Lombok yang sarat akan makna berkaitan dengan pendidikan karakter. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter dalam peresean dengan menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif yang menekankan pada makna, penalaran, menjelaskan situasi tertentu yang berhubungan dengan kejadian kehidupan sehari-hari. Peresean sebagai produk budaya masyarakat suku Sasak dan sebagai sebuah produk kesenian, eksistensinya mampu bertahan di tengah persaingan dengan era modernitas yang menawarkan kecanggihan teknologi. Peresean menjadi salah satu simbol identitas diri suku Sasak yang keberadaannya mengalami pergeseran atau perubahan bentuk dan makna akibat tergerus perubahan jaman. Dalam permainan tradisional peresean terdapat enam nilai pendidikan karakter yang dapat dimaknai dari aktivitas permainan yaitu religius, jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, dan demokratis. Nilai karakter tersebut dapat diteladani dan diterapkan dalam berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI PADA MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG Komang Trisna Mahartini; Made Adi Nugraha Tristaningrat
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i1.965

Abstract

The purpose of this study was to describe (1) learning strategies to optimize early childhood development during the adaptation period for new habits in Sukasada District, Buleleng Regency; (2) constraints faced in implementing learning strategies to optimize early childhood development during the adaptation period of new habits in Sukasada District, Buleleng Regency; and (3) the efforts made in overcoming obstacles in the implementation of learning strategies to optimize the development of early childhood education during the adaptation period for new habits in Sukasada District, Buleleng Regency. This research is a qualitative descriptive study. The research location is a kindergarten in Sukasada District, Buleleng Regency. The research subjects were Early Childhood Education learning documents in Sukasada District, Buleleng Regency and from informants. The data used in the study consisted of primary data and secondary data. The technique of determining the informants is purposive sampling technique. Data collection techniques by means of interviews, literature study, and document study. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data display, and data verification. The results of the study revealed that the Early Childhood Education learning strategy during the adaptation period of new habits in Sukasada District, Buleleng Regency was carried out by blended learning. The obstacles faced arise from teachers, parents, and students. Efforts that can be made are optimizing blended learning and approaching parents of students to establish an understanding of learning strategies in the COVID-19 pandemi situation.
Internalisasi Ajaran Yoga dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Putu Emy Suryanti; Kadek Bayu Indrayasa
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i1.1085

Abstract

The development of science and information and also technology has a big impact on human life. Not only positive impacts that make it easier for humans in everything, but also negative impacts, one of which is the moral degradation of the childrens. This moral degradation can cause problems in various aspects of life. To overcome the problem of moral degradation, the government has launched character education at every level of education, including early childhood education. Early childhood is experiencing rapid growth and development, so that this age is very decisive in shaping the character and personality of children. Therefore, children need to be trained to form good character. One of the activities that children can do to support growth and development, including shaping children's character, is yoga. Yoga as an activity of body work, breathing, and mind work is an activity with various benefits. In addition to getting physical and psychological health from practicing yoga, children can also learn the noble values that exist in the teachings of yoga for the formation and development of children's character as early as possible.Keywords: yoga, character education, early childhood.
RELEVANSI KAMPUS MERDEKA TERHADAP KOMPETENSI GURU ERA SOCIETY 5.0 DALAM PERSPEKTIF EXPERIENTIAL LEARNING THEORY Lisna Handayani
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i1.962

Abstract

Kehadiran kebijakan Kampus Merdeka menuai pro dan kontra berbagai kalangan. Kritik dilontarkan terhadap kendala administratif, perbedaan standar antara perguruan tinggi, dan spesifikasi ilmiah lulusan. Ini Kajian ingin menganalisis relevansi kebijakan ini dengan kompetensi guru di era society 5.0, yang ditinjau dari perspektif Teori Pembelajaran Eksperiensial (ELT). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka ulasan. Data diperoleh dari berbagai sumber, terutama situs resmi PT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, situs resmi, dan artikel ilmiah terkait lainnya dan sastra. Analisis menunjukkan bahwa ada relevansi antara Kempus Merdeka dengan kompetensi guru di era 5.0 dan ELT. Aspek kebijakan dari Kampus Merdeka selaras dengan ELT dan mampu mendukung pencapaian kompetensi guru di era society 5.0. relevansinya muncul dalam aspek; holistik, integratif, ilmiah, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.
REPRESENTASI MATEMATIS SEBAGAI ALAT UNTUK PEMAHAMAN MATEMATIKA YANG LEBIH MENDALAM BAGI SISWA SEKOLAH DASAR I Komang Sesara Ariyana
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i1.1034

Abstract

Representation is a mental picture of the learning process that can be understood through mental development that is in a person and is reflected as visualized in the form of verbal, pictures, or concrete objects. Mathematical representations are expressions of mathematical ideas or concepts presented by students as a model or substitute form of a problem situation that is used to find solutions to the problems they are facing as a result of their interpretation of thoughts. Representation is one of the standard processes in NCTM (2000) which requires every child to be able to represent what is on his mind to be expressed in various forms of representation such as mathematical symbols, oral language, use of physical objects, as well as pictures and tables. The depth of mathematical understanding depends on the child's ability to represent the ideas he/she thinks about. Mathematics learning at the elementary school level is more on the use of physical and concrete objects according to the level of cognitive development. Physical and concrete objects must be the basis for the development of a child's mathematical representation ability so that it makes sense to him/her about mathematics, and even in understanding real-world situations. The purpose of this paper is to describe 1) the notion of mathematical representations, 2) the relationship between mathematical representations and mathematical understanding, 3) the role of mathematical representations, and 4) several examples of mathematical representations in mathematics learning in elementary schools.
WHATSAPP SEBAGAI SOLUSI KETERBATASAN INTERAKSI GURU DENGAN ANAK DIDIK PADA SAAT PANDEMI COVID-19 DI TK TUNAS MEKAR DESA TEGALJADI I Putu Yoga Purandina
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i1.1042

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui fenomena Whatsaap sebagai solusi dari keterbatasan dalam pembelajaran daring saat Pandemi COVID-19 di Taman Kanak-kanak Tunas Mekar Desa Tegaljadi. Pertama, untuk mengetahui persepsi guru dan orang tua tentang efektivitas Whastapp sebagai solusi interaksi remote teaching antara guru dan anak selama Pandemi COVID-19 di Desa Tunas Mekar Tegaljadi, kedua untuk mengetahui persepsi guru dan orang tua mengapa Whatsapp mampu menyelesaikan beberapa kendala belajar mengajar dan belajar secara daring selama Pandemi ini di Desa Tunas Mekar Tegaljadi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara kepada guru dan orang tua. Adapun hasilnya, pertama Whatsapp efektif untuk beberapa masalah remote teaching khususnya dalam interaksi guru dan anak. Kedua, menurut persepsi guru dan orang tua, Whatsaap dapat lebih mudah diakses dan digunakan dengan biaya yang murah, kualitas jaringan yang memadai, fleksibel dalam waktu dan tempat saat berinteraksi, serta mudah dalam memasukkan berbagai dokumen baik audio, visual, audio visual, dan tautan yang menghubungkan aplikasi lain.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DICOVERY LEARNING BERBANTUAN APLIKASI QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MUATAN IPA TEMA WIRAUSAHA SISWA KELAS VI B SD NEGERI 5 PEDUNGAN TAHUN PELAJARAN 2020/2021 I Putu Dede Mahendra; I Ketut Suparya
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i1.1044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VI B SD Negeri 5 Pedungan melalui Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Aplikasi Quizizz. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI B SD Negeri 5 Pedungan yang berjumlah 29 siswa. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama tiga siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes objektif. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan metode alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat data dari Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Aplikasi Quizizz yaitu sebagai berikut: Pada Pra siklus rata-rata hasil belajar siswa adalah 61,03 dengan ketuntasan belajar 34%, siklus I rata-rata hasil belajar siswa adalah 72,76 dengan ketuntasan belajar 59% , siklus II rata-rata hasil belajar siswa adalah 80,69 dengan ketuntasan belajar 86% dan pada siklus III rata-rata hasil belajar siswa adalah 81,72 dengan ketuntasan belajar 93%. Jadi kesimpulan penelitian ini adalah Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Aplikasi Quizizz dalam Muatan Pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
FALSAFAH TRI HITA KARANA SEBAGAI PONDASI MODERASI BERAGAMA I Putu Subawa
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i1.1063

Abstract

Munculnya permasalahan yang berlatar pemahaman agama ini dapat menimpa berbagai kelompok dalam satu agama yang sama (sektarian), atau terjadi pada beragam kelompok dalam agamaagama yang berbeda. Biasanya, awal terjadinya konflik berlatar agama ini disulut oleh sikap dari kurangnya terhadap pemahaman tafsir dan paham keagamaan tersebut. Prilaku merasa benar sendiri, serta tidak membuka diri pada tafsir dan pandangan keagamaan orang lain itulah biasanya memunculkan silang pendapat yang berkepanjangan sehingga menimbulkan konflik agama. Falsafah Tri Hita Karana sebenarnya sangat banyak memberikan arah dan tujuan untuk meminimalisir terjadinya prilaku-prilaku yang dapat merugikan keutuhan dan kerukunan dalam beragama yang dapat mengikis persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Pancasila. Pemahaman ajaran Tri Hita Karana pada dasarnya memuat moderasi baik agama maupun sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Pencarian titik temu agama-agama secara dialogis. Perlu dilog sosial pada mereka yang hidup pada ruang yang sama (desa, banjar). Menggali kearifan lokal baik pada sastra lisan maupun sastra tertulis yang dapat ditafsirkan secara berkontekstual guna menunjang moderasi beragama maupun moderasi lainnya mengingat gejala sosial selalu berkaitan. Pada desa-desa multi agama perlu dibangun kelompok sosial yang menyilang dan memotong guna menumbuhkan solidaritas sosial lintas agama.Kata Kunci: Tri Hita Karana, Moderasi Beragama
WALIAN SAKTI PENGOBATAN BALI KUNO BERDASARKAN KITAB KALIMOSADHA DI PERGURUAN SERULING DEWATAKABUPATEN TABANAN PROVINSI BALI Ida bagus benny surya adi pramana
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i1.963

Abstract

AbstrakPengobatan tradisional adalah warisan budaya bangsa. Setiap suku bangsa pasti mempunyai cara-carauntuk menolong atau menyembuhkan penderita dari penyakitnya, seperti penggunaan tanaman obat, benda-benda berkhasiat, dan upacara ritual. Salah satu cabang ilmu di Perguruan Seruling Dewata yang mendalami ilmu pengobatan ialah Walian Sakti. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apa landasan filosofi pengobatan Walian Sakti Berdasarkan Kitab Kalimosadha Di Perguruan Seruling Dewata Kabupaten Tabanan Provinsi Bali? Bagaimana prinsip dasar Pengobatan Walian Sakti berdasarkan atas Kitab Kalimosadha Di Perguruan Seruling Dewata Kabupaten Tabanan Provinsi Bali? Bagaimana prosedur Pengobatan Walian Sakti berdasarkan atas Kitab Kalimosadha di Perguruan Seruling Dewata Kabupaten Tabanan Provinsi Bali? Bagaimana kendala yang ditemukan dalam Pengobatan Walian Sakti berdasarkan atas Kitab Kalimosadha di Perguruan Seruling Dewata Kabupaten Tabanan Provinsi Bali?Dari hasil penelitian didapatkan bahwa landasan filosofi pengobatan Walian Sakti Berdasarkan Kitab Kalimosadha Di Perguruan Seruling Dewata Kabupaten Tabanan Provinsi Bali adalah harus melinggihkan taksu walian supaya pengobatannya menjadi sidhi. Prinsip dasar Pengobatan Walian Sakti berdasarkan atas Kitab Kalimosadha Di Perguruan Seruling Dewata Kabupaten Tabanan Provinsi Bali adalah mengembalikan kesehatan seseorang seperti saat sehat. Prosedur Pengobatan Walian Sakti berdasarkan atas Kitab Kalimosadha di Perguruan Seruling Dewata Kabupaten Tabanan Provinsi Bali adalah diawali dengan diagnosa, setelah itu kemudian dilakukan teknik pengobatan yang paling cocok untuk penyakit tersebut. Apabila semua teknik pengobatan tidak berhasil, maka digunakan teknik pamungkas yaitu siwambhu premana. Kata Kunci : Walian sakti, Kalimosadha, Balian

Page 1 of 2 | Total Record : 12