cover
Contact Name
Deni Fauzi Ramdani
Contact Email
jiastialanbdg@gmail.com
Phone
+6285315527157
Journal Mail Official
jiastialanbdg@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hayam Wuruk No34-38 Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : 10.31113/jia.v16i2
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Administrasi (JIA) is a scientific journal particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of public administration and business administration areas as follows Development Administration, Economic Development, Public Policy, Development Planning, Public Sector Finance, Service Management, Public Organization, Human Resource Development, Decentralization and Regional Autonomy, Leadership, Public Sector Innovation, E-Government, Management and Business Policy, E-Commerce, Marketing Management, Budget Management, State Company Management.
Articles 884 Documents
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDELEGASIAN KEWENANGAN IZIN REKLAME KEPADA KEPALA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA PADANGSIDIMPUAN Reskanna, Ade
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v13i3.101

Abstract

AbstrakSesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelengaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, maka untuk mewujudkan penyederhanaan penyelenggaraan pelayanan izin reklame di Kota Padangsidimpuan, Pemerintah Kota Padangsidimpuan telah membuat kebijakan pendelegasian kewenangan walikota kepada kepala kantor pelayanan perizinan terpadu Kota Padangsidimpuan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan, faktor-faktor hambatan, serta upaya-upaya KP2T dalam mengimplementasikan kebijakan pendelegasian kewenangan izin reklame kepada Kepala KP2T. Penggunaan model konseptual sebagai panduan untuk menganalisis adalah menggunakan teori Edwards III yang terkenal dengan model ?direct and indirect impact on implementation?.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang berusaha untuk memahami masalah berdasarkan fakta tentang kenyataan yang berada pada lokus penelitian melalui teknik triangulasi data dengan informan sebanyak 13 orang, telaahan dokumen yang relevan dan pengamatan non partisipan.
MENGAKRABI MANAJEMEN STRATEJIK: SOLUSI MEMBERDAYAKAN ORGANISASI SECARA KOMPREHENSIF Yani, Asep Tapip
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v7i3.305

Abstract

Strategic management is an integral part of management science. It appeared as a solution for empowering corporate holistically to establish the comprehensive and systematic organization?s vision and mission. It has been applied for along time in business organization or corporate. Strategic management is challenging because it is far more than simply setting goals and then ordering organization members to attain those goals. An organization?s strategic direction depends upon a variety of considerations. Among them are top management?s assessment of the external environment?s opportunities and threats, andmanagement?s analysis of the firm?s internal strengths and weaknesses. Senior executives are authorized to determine the mission and goals of the firm in the context of external opportunities or threats and the internal strengths or weaknesses. Simultaneously, the top management team must take into account the competing desires and needs of the organization?s various stakeholders (or interested parties) because their support is essential to succesfull strategy implementation. The issues and processes discussed are ones that are directly relevant to all types of organizations, large or small, international or domestic, diversified or single product, and profit or nonprofit likes government organization. The material contained herein should provide keen insight into strategic management and appreciation of its vital role in enhancing organizational effectiveness.
REVOLUSI KARAKTER DAN BUDAYA KERJA APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) MELALUI PENGUATAN DIMENSI RELIGIUSITAS Supriatna, Yayat
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v14i2.121

Abstract

Karakter dan budaya kerja ASN sedang mengalami degradasi berkelanjutan. Perlu sebuah upaya revolutif untuk mengubahnya. Upaya revolutif dianggap sebagai suatu cara paling tepat untuk menjawab segala persoalan yang berkaitan dengan ASN saat ini. Upaya tersebut merupakan salah satu bagian dari pengejawantahan Nawacita Bangsa yaitu melakukan revolusi karakter bangsa. Revolusi karakter ASN berarti perubahan radikal dalam cara berfikir dan merasa yang diterjemahkan dalam perilaku dan tindakan nyata, baik perilaku politik, ekonomi, pendidikan, sosial kemasyarakatan, maupun perilaku kerja dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangannya. Revolusi ini berpijak pada perubahan mindset sebagai syarat untuk adanya perubahan cultureset. Revolusi budaya kerja ASN merupakan perubahan positif radikal terhadap pemahaman, sikap dan perilaku yang diterapkan oleh ASN ketika melaksanakan pekerjaan dalam suatu institusi. Karakter erat kaitannya dengan budaya kerja. Keduanya saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Pernyataan dari penelitian ini adalah bahwa revolusi karakter dan budaya kerja dapat terwujud melalui penguatan dimensi religiusitas yang ada dan tumbuh pada setiap diri ASN. Penelitian ini memakai pendekatan qualitative-descriptive research dengan teknik pengumpulan data studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penguatan religiusitas mencakup seluruh penguatan terhadap dimensi keagamaan pada diri manusia yang meliputi keyakinan (belief), praktik (practice), perasaan atau penghayatan (feeling), pengalaman (experience), pengetahuan (knowledge), dan dampak (effects). Pendekatan untuk merevolusi karakter dan budaya kerja ASN melalui: pertama, pembangunan budaya religius pada diri ASN dan pada sistem kerja institusinya; kedua, internalisasi nilai-nilai religiusitas pada diri ASN dengan cara keteladanan (modelling), studi kasus (problem based learning), dan penguatan nilai (values strengthening).
BIROKRASI DALAM PRAKTIKNYA DI INDONESIA: NETRALITAS ATAU PARTISAN? Gedeona, Hendrikus Triwibawanto
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v10i2.155

Abstract

Birokrasi dianggap sebagai instrumen penting dalam negara yang kehadirannya tak mungkin terelakkan karenabirokasi adalah sebuah konsekuensi logis dari diterimanya hipotesis bahwa negara mempunyai misi untuk memberikanpelayanan kepada masyarakat. Dengan misi tersebut maka harapan masyarakat pada birokrasi adalah bahwa birokrasiharus fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. Keberpihakan kepada penguasa dankepentingan kelompok atau golongan dapat menjadikan birokrasi menjadi tidak profesional bahkan timbul berbagaimalpraktik birokrasi yang pada akhirnya merugikan masyarakat. Kondisi tersebut tidak dapat terhindarkan karenabirokrasi selalu dipengaruhi oleh lingkungannya. Pada konteks Indonesia, hal tersebut terjadi karena adanya sistempolitik pemerintahan dan kondisi sosial politik masyarakat, sehingga birokrasi yang digagas Weber seharusnya ideal agardapat bertindak rasional, pada kenyataannya dengan sistem politik pemerintahan dianut di Indonesia, dalam praktiknyabirokrasi bersifat partisan atau berpihak pada penguasa, partai politik yang berkuasa dan golongan tertentu.Birokrasi akhirnya menjadi ladang perburuan rente bagi elit politik dari partai politik yang berkuasa, bahkan daripartai politik yang beroposisi. Akibat lebih lanjut adalah terjadinya pembusukan dalam birokrasi dan wajah birokrasiyang nampak pada masyarakat adalah ?birokrasi yang berwajah buruk?, sehingga pada akhirnya melahirkanketidakpercayaan masyarakat kepada birokrasi itu sendiri.
TINJAUAN TEORITIS PENGELOLAAN JARINGAN (NETWORKING MANAGEMENT) DALAM STUDI KEBIJAKAN PUBLIK Gedeona, Hendrikus Triwibawanto
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v10i3.15

Abstract

Dengan adanya sistem politik yang demokratis dan adanya kesadaran akan semakin kompleksnya suatu urusan ataumasalah publik, keterbatasan sumber daya dan ketidakmampuan rasionalitas manusia menimbulkan banyak organisasitermasuk negara menerapkan pendekatan jaringan dalam mengintervensi suatu urusan atau masalah publik. Haltersebut menginspirasi dan menjadi alasan penting bagi penulis untuk melakukan kajian teoritis mengenai jaringan danpengelolaan jaringan dalam studi kebijakan publik. Jaringan kebijakan (policy network) adalah suatu konsep yangmenekankan bahwa adanya pola hubungan/interaksi yang lebih kurang stabil antar aktor-aktor yang terlibat dan salingtergantung di sekitar masalah atau urusan publik tertentu. Sehingga dapat dikatakan bahwa kesuksesan dalammengintervensi masalah atau urusan publik tersebut sangat bergantung pada proses transaksi antar aktor, yang padahakekatnya adalah 'menghubung-hubungkan' aktor yang satu dengan aktor yang lain dalam rangka mencari titik temupendapat, kepentingan dan strategi untuk memecahkan masalah atau urusan publik tertentu guna mencapai tujuanbersama.Dengan banyaknya aktor yang terlibat dalam model jaringan seperti itu, maka dengan sendirinya kompleksitas dandinamika sangat mungkin untuk terjadi di dalamnya. Hal tersebut dimungkinkan karena aktor-aktor tersebut beradapada domain yang berbeda dan tidak memiliki pilihan-pilihan yang pasti (fixed preferences); aktor-aktor tersebutmemiliki persepsi dan solusi yang berbeda-beda dan dapat berubah setiap waktu; aktor-aktor tersebut memiliki tujuan,cara, sumber daya, kepentingan dan strategi tindakan yang berbeda-beda; dan aktor-aktor tersebut juga memiliki peranyang berbeda-beda (Kickert. et al,1999). Dengan kondisi tersebut, munculnya konflik-konflik tertentu dan konsekuensikonsekuensiyang tak terduga sangat mungkin pula untuk terjadi. Oleh karena itu, hal penting yang harus dilakukandalam jaringan semacam itu, menurut Rhodes (1990) adalah mengelola kompleksitas dan konsekuensi-konsekuensiyang tak terduga yang bakal muncul dalam jaringan tersebut, dengan cara memasukkan aspek manajemen (dalamKlinj;1996,96), yang kemudian lebih dikenal dengan terminalogi network management (pengelolaan jaringan).
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BERWAWASAN LINGKUNGAN: STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PENDEKATAN PARTISIPATIF Sufianti, Ely
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 1, No 2 (2004): Jurnal Ilmu Administrasi STIA LAN Bandung
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v1i2.194

Abstract

Up to now, the government efforts concerning the waste problem remain unsolved. To deal with, three parties involved, namely, government, society and private sector, should work simultaneously and support each other. What has been done by the local government by means of Environment Office or Local Corporate as the responsibility holder of local environment has not performed optimum results.  On the other hand, the society and private sector as the biggest contributors of concrete waste are potential to be involved in solve this environmental problem. Thus, the waste management will be effective when initiated from its source.
KONTRIBUSI KINERJA DOSEN DAN PELAYANAN ADMINISTRATIF TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA STIA LAN BANDUNG Setiawan, Budi Setiawan
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v11i1.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi kepuasan mahasiswa berdasrkan kepada kinerja dosen danpelayanan administratif di STIA-LAN Bandung, dengan menggunakan model pendekatan Analisis Jalur. Modeltersebut akan menggunakan Software SPSS yang secara luas sudah banyak digunakan dalam berbagai jenis penelitianpersepsi yang kemudian penulis kembangkan dengan menggunakan variabel independent kinerja dosen dan pelayananadministrative terhadap variabel dependent nya yaitu variabel Kepuasan Mahasiswa.Dalam penelitian ini digunakan metode pengumpulan data yaitu dengan menyebarkan angket/kuesioner kapadamahasiswa sesuai jumlah sampel yang terpilih dengan menggunakan teknik sampling Slovin. Kuesioner diberikankepada responden yaitu para mahasiswa tugas belajar dan izin belajar di STIA-LAN Bandung yang aktif mengikutiperkuliahan di STIA LAN Bandung. Isian kuesioner yang diterima kembali adalah sebanyak 92 (Sembilan puluh dua)buah dan yang layak untuk dianalisis datanya dengan menggunakan SPSS adalah berjumlah 85 (delapan puluh lima).Setelah dilakukan analisis terhadap 85 responden yang telah mengisi kuesioner dengan benar, maka diperolehsimpulan yaitu Pengaruh dari Kinerja Dosen terhadap Kepuasan Mahasiswa adalah sebesar 0,269. Pengaruh dariPelayanan Akademik terhadap Kepuasan Mahasiswa adalah sebesar 0,331. Korelasi antara Kinerja Dosen denganPelayanan Akademik adalah sebesar 0,458. Korelasi antara Kinerja Dosen dengan Kepuasan Mahasiswa adalah sebesar0,424. Pengaruh variabel lain diluar model (error) sebesar 0,34, diperoleh dengan menggunakan rumus ? = 1 ? R2 = 1-0,656 = 0.34.
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PERAN DAN ORIENTASI PEMERINTAH DAERAH DALAM RANGKA MENGOPTIMALKAN PENDAPATAN DAERAH (SURVEY PADA PEMERINTAH PROPINSI JAWA BARAT)1 Kustiawan2, Memen
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v3i1.439

Abstract

It is a study on Public Sector Accounting, i.e. examining the role and orientation of the local government in response to the encouraging and obstructive factors in optimizing the local revenue. The objectives of this research are to recognize: (1) the influence of the encouraging and obstructive factors upon the role and orientation the local government, (2) the influence of encouraging and obstructive factors upon the local revenue, (3) the role of the local government in enhancing the local revenue, and (4) the dominant componentsof encouraging and obstructive factors. The unit of analysis is the Local Government of West Java Province. The respondents for this research are the elements of analysis units, namely 31 service units of local revenue(UPPD) which are divided based on the regions spread all over West Java Province. On top of that, an interview is carried out with some decision makers of the local government (based on the organizational structures), namely: (1) the Secretariat of Local Government and (2) Local Service Department. In addition to the circulation of the questionnaire and interview, an observation is also conducted. Data analysis is conducted in two ways, namely the quantitative and qualitative approaches. Firstly, the quantitative approach consists of 2 methods, namely the path and correlation analysis. Secondly, the qualitative analysis is based on the theory and rationality and is used to accomplish the quantitative result of the analysis. The result of path and correlation analysis shows that: (1) the role and orientation of local government are positively influenced by encouraging factors (14,80%), and negatively by obstructive factors (8,20%); (2) the local revenue is positively influenced by encouraging factors (0,44%), and negatively influenced by obstructive factors (21,53%); (3) the localrevenue is positively influenced by the local government?s role and orientation (2,68%); (4) dominant components of encouraging factors are tax law and other laws pointed out by correlation coefficient at the value of 0,909, and the most dominant component at the obstructive factors is the collection cost marked by the correlation coefficient at the value of 0,743. This shows that the local government?s role and orientation play a part in raising the local revenue. Whereas, based on the qualitative analysis, the ratio of local revenueagainst the regional gross domestic product from 1999/2000 up to 2004 is around 0.28%- 0.93%. It shows that there is still a potential of local revenue which is yet to be realized by West Java Province.
REFORMASI BIROKRASI PEMERINTAHAN MENUJU GOOD GOVERNANCE DALAM PERSPEKTIF ADMINISTRASI PUBLIK Gedeona, Hendrikus Triwibawanto
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v7i2.325

Abstract

The concept of managing a good governmental bureaucracy for achieving good governance is not a new thing in Indonesia. Many scholars have analyzed and found determinant factors from different disciplines to generate bureaucratic changes. Thisarticle tries to investigate bureaucratic changes towards good governance from public administration science (a shift of paradigm). The shift of paradigm is then associated to the practical conditions in which corruption cases have been flourishing these days. This elaboration is aimed at developing bureaucratic capacity as one important element of governance, that is to create a goodgovernance.
MENUJU PERGURUAN TINGGI BERBASIS RISET DAN PENGANALISIS KEBIJAKAN Mulyadi, Dadi
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v12i1.232

Abstract

Tulisan dalam makalah ini merupakan kajian teoritis yang membahas tentang Menuju Perguruan Tinggi. Berbasis Riset dan Penganalisis Kebijakan. Dalam artikel ini menelaah mengenai pentingnya Riset dan. Penganalisis Kebijakan sebagai pilar dalam pengembangan Perguruan Tinggi Berbasis Riset. Oleh karena itu, salah satu peran yang harus dijalankan Perguruan Tinggi dalam melakasanakan Tridharma Perguruan Tinggi. salah satunya adalah kegiatan Riset yang harus mendapat dukungan dan perhatian dari pemerintah. Berkaitan dengan Penganalisis kebijakan publik dapat dipakai sebagai alat untuk memperbaiki pelaksanaan penyelenggaraan pemerintah secara lebih baik dengan memecahkan persoalanpersoalan masyarakat yang kompleks dan penuh intredepensi. Maka kemanfaatan dari analisis masalahkebijakan dalam kerangka pembuatan kebijakan publik selalu diperuntukan bagi kemaslahatan masyarakat dan negara.Dengan demikian ketika memperhatikan proses kebijakan ini suatu Penganalisis kebijakan dapat menghasilkan informasi yang tepat. Maka pengelolaan Riset dan Penganalisis Kebijakan di Peruguran Tinggisangat penting dalam mencapai perubahan dalam menuju Perguruan Tinggi Berbasis Riset.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 2 (2025): December 2025 Vol. 22 No. 1 (2025): June 2025 Vol. 21 No. 2 (2024): December 2024 Vol. 21 No. 1 (2024): June 2024 Vol. 20 No. 2 (2023): December 2023 Vol. 20 No. 1 (2023): June 2023 Vol. 19 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Admnistrasi Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 6, No 4 (2009): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 6, No 3 (2009): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 2, No 4 (2004): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 1, No 3 (2004): Jurnal Ilmu Administrasi Vol 1, No 2 (2004): Jurnal Ilmu Administrasi STIA LAN Bandung Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Ilmu Administrasi STIA LAN Bandung More Issue