cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpps@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Gedung CPD, Surabaya 60213, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains)
ISSN : 20891776     EISSN : 25491597     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jpps.v9n1
Core Subject : Science, Education,
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) is one of the research journals in the education field which includes science, physics, chemistry, and biology education. JPPS also contains articles that discuss the latest issues about education.
Articles 649 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN DI KELAS VII SMP Intannani Mustikasari; Endang Susantini; Wasis Wasis
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p931-933

Abstract

This research aims to produce the teaching materials based on  science cooperative Group Investigation model which is valid, practical, and effective to facilitate the students decision making skill. The development of teaching material used the 4-D model  and was implemented in 7th-B grade of SMPN 6 Surabaya in the first  semester of  2015/2016 by using the Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest Design. The data collection used validation, observation, quetionnaires, test, and documentation. The data analysis techniques used quantitative and qualitative descriptive analysis.The results of this research are:(1) Teaching material developed to be use consisted of Syllabus, Lesson Plan, Book, Student Worksheet and Test of student learning outcomes are valid; (2) The practicality of teaching material categorized in terms of: (a) The teaching materials categorized in  feasibility of lesson plan, (b) The legibility of the student book;(c) The constraints encountered obstacles during the implemantion and (3) The teaching material effectiveness in terms of: (a) Improving students learning decision making skill by getting gain score in medium category; (b) Improving students learning achievement by getting score in medium catagory; (c) The students give a positive responses toward teaching material and implementation of teaching material developed . Thus, teaching materials based on science cooperative Group Investigation model are valid, practical, and effective to facilitate the students scientific decision making skill in VII grade of Junior High School. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA model kooperatif tipe Group Investigation yang valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengambil keputusan. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D  dan diujicobakan di Kelas VII-B SMPN 6 Surabaya pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, angket, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi Silabus, RPP, Bahan Ajar Siswa, LKS, dan Lembar Penilaian berkategori valid; (2) Perangkat pembelajaran berkategori praktis ditinjau dari: (a) Keterlaksanaan RPP, (b) Keterbacaan bahan ajar siswa, (c) Kendala-kendala yang dijumpai selama proses KBM; serta (3) Perangkat pembelajaran telah efektif ditinjau dari: (a) Peningkatan nilai keterampilan siswa dalam mengambil keputusan siswa dengan perolehan skor n-gain pada kategori sedang, (b) Peningkatan nilai pengetahuan dengan perolehan skor n-gain pada kategori sedang, (c) Siswa merespon positif perangkat yang dikembangkan dan implementasinya. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA model kooperatif tipe Group Investigation yang digunakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengambil keputusan di kelas VII SMP
MELATIHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMAHAMAN KONSEP DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN Eddy Mufiannoor; M. Thamrin Hidayat; Soetjipto Soetjipto
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p934-941

Abstract

Teaching and learning process of natural science subjects includes aspects of: knowledge, skill, and thinking competence. Teachers did not implement the teaching activity which emphasize on thinking and conceptual understanding process because of limited time to make teaching and learning set which can train students creative thinking and conceptual understanding competence. This research aimed to produce teaching and learning set of natural science subject that is valid, practice, and effective to train creative thinking and conceptual understanding competence of junior high school students. This research was conducted to implement the teaching and learning set based on guided Inquiry. The target of this research was teaching and learning set. The design of this research is research and development research using Thiagarajans 4D model with one group pre-test post-test design. The data analysis technique used descriptive quantitative. Learning-based guided Inquiry was successful to train creative thinking and conceptual understanding competence. The result of creative thinking showed that the average score of pre-test was 42,61 and 83,19 of post-test with 0,70 of N-Gain, categorized as high level. The result of conceptual understanding (knowledge) showed that the average score of pre-test was 41,30 and 86,30 of post-test with 0,77 of N-Gain, categorized as high level. Based on the research result, it can be concluded that teaching and learning set of natural science subjects based guided Inquiry has been developed and it is valid, practice, and effective train students creative thinking and conceptual understanding competence. Proses pembelajaran IPA meliputi aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berpikir. Guru belum melaksanakan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir dan pemahaman konsep karena keterbatasan waktu dalam menyusun perangkat pembelajaran yang dapat melatihkan kemampuan berpikir kreatif dan pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA yang valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan kemampuan berpikir kreatif dan pemahaman konsep pada siswa SMP. Pembelajaran ini dilakukan dengan cara menerapkan perangkat pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing. Sasaran penelitian adalah perangkat pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D dari Thiagarajan dan desain ujicoba penelitian menggunakan one group pre-test post-test. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing berhasil melatihkan kemampuan berpikir kreatif dan pemahaman konsep. Hasil belajar tes berpikir kreatif, rata-rata persentase pretest sebesar 42,61 dan posttest 83,19 dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,70 dengan kategori tinggi. Hasil belajar pemahaman konsep siswa (aspek pengetahuan), rata-rata pretest sebesar 41,30 dan posttest 86,30 dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,77 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis data dan diskusi hasil serta temuan-temuan, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuri terbimbing yang telah dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan kemampuan berpikir kreatif  dan pemahaman konsep siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERINTEGRASI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII SMP Hanif Rafika Putri; Muslimin Ibrahim; Soetjipto Soetjipto
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p942-948

Abstract

Creative thinking required to be facilitated to students in order they are ready to face the challenge in the future which will be more complicated. The student need to motivated to think divergently, including aspects of originality (authentic, uniqueness idea), fluency (continuity of expressing idea), flexibility (capability to expressing different idea), and elaboration (giving explanation toward created idea). This research aimed to develop integrated science learning materials with scientific approach which feseable to facilitate creative thinking skill of grad VII junior high school. This research is development research, that is developing integrated science learning materials with subject Global Warming including (Syllabus, Lesson Plan, Student Work Sheet, Student Text Book, and creative thinking capability test), by using 4D development model. Target of this research is learning instrument which tested on 35 graders VII junior high school with plan One-Group Pretest-Posttest Design. Data analysis using descriptive qualitative resulting: (a) validation of learning instrument with category valid and very valid; (b) learning realization with good category; (c) positive student response; (d) student creative thinking capability is trained (posttest score 71 which meant creative with N-Gain 0.78). The indicators of creative thinking skill wich get the most significant increase are fluency and flexibility. Elaboration and originality are indicators which have a low increasing score between the pre test and post test. Its because the student mostly are not able to connect their own concept to make the idea clearer and they only focus on the ideas in the book, therefore almost all of their ideas are just the same. The conclusion of this research is that the integrated science learning instrument with subject of Global Warming is proper to be used to facilitate creative thinking skill. Kemampuan berpikir kreatif perlu dilatihkan kepada siswa agar mereka siap menghadapi tantangan pada masa mendatang yang semakin sulit. Siswa perlu didorong untuk berpikir divergen, yang mencakup aspek originality (keaslian, keunikan ide), fluency (kelancaran dalam mengungkapkan ide), flexibility (kemampuan mengungkapkan ide yang berbeda), dan elaboration (pemberian detail dan penjelasan pada ide yang dibuat). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran IPA terintegrasi dengan pendekatan saintifik yang layak untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa SMP kelas VII. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan, yakni mengembangkan perangkat pembelajaran IPA terintegrasi materi Pemanasan Global meliputi (silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Buku ajar Siswa (BAS), serta tes kemampuan berpikir kreatif), dengan menggunakan model pengembangan 4D. Sasaran penelitian adalah perangkat pembelajaran yang diuji cobakan pada 35 siswa SMP kelas VII dengan rancangan One-Group Pre test-Post test Design. Analisis data secara deskriptif kualitatif dengan hasil: (a) Validasi perangkat pembelajaran dengan kategori valid dan sangat valid; (b) Keterlaksanaan pembelajaran dengan kategori baik; (c) Respon siswa positif; (d) Kemampuan berpikir kreatif siswa secara umum terlatih (skor post test 71 yang berarti siswa mencapai kriteria kreatif dengan N-gain 0,78). Indikator kemampuan berpikir kreatif yang mengalami peningkatan paling signifikan antara pre test dan post test adalah aspek kelancaran (fluency) dan fleksibilitas (flexibility). Indikator elaborasi (elaboration) dan keaslian (originality) merupakan indikator yang memiliki peningkatan rendah antara pre test dan pos test, karena masih banyak siswa yang belum bisa menghubungkan konsep yang mereka miliki untuk memperjelas ide dan siswa terpaku oleh beberapa hal yang dijelaskan di buku siswa mengenai cara mengatasi permasalahan dalam materi pemanasan global, sehingga ide mereka banyak yang sama. Simpulan penelitian ini, bahwa perangkat pembelajaran IPA terintegrasi materi Pemanasan Global layak digunakan untuk melatihkan kemampuan berpikir kreatif.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA MODEL PROYEK UNTUK MELATIHKAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP MATERI GERAK BENDA Karlin Karlin; Wahono Widodo; Madlazim Madlazim
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p949-965

Abstract

This research aims to develop valid, practical, and effective science learning material using project learning model to facilitate creative thinking skills on object motion in junior high school. Design of the development are used follow 4D model desin. The learning kit being validated by experts are syllabus, lesson plan, student work sheet, handout, and creative thinking question. The objective of this research was to trial learning materials in 39 grade VIII students in SMPN 31 Surabaya with One Group Pretest Postes Design. The results were analyzed by descriptive quantitative and qualitative. The result were obtained shows that the developed learning materials are: (1) Validity of learning material valid category (3,58); (2) Practicality based on: a) Feasibility of instruction good category (3,9); b) Readability of worksheets and students book students stating that the content and appearance of worksheets and students book good category; (3) Effectiveness based on: a) Students activities high category (93%); b) Result of creative thinking students increased with medium category (N-Gain: 0,62), result of creative thinking students increased with medium category (N-Gain:0,674) in fluency thinking aspect, result of creative thinking students increased with high category (N-Gain:0,726) in flexible thinking aspect, result of creative thinking students increased with medium category (N-Gain:0,531) in original thinking aspect, and result of creative thinking students increased with medium category (N-Gain:0,530) in elaboration thinking aspect; c)The response of students very positively (92%). The conclusion of this research that science learning material developed base on project learning model valid, practical, and effective to facilitate students creative thinking in junior high school. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaranIPA model proyek yang valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan berpikir kreatif siswa SMP materi gerak benda. Rancangan pengembangan yang digunakan mengikuti rancanagn model 4D. Perangkat  pembelajaran yang dikembangkan meliputi Silabus, RPP, Handout siswa, LKP, dan Soal berpikir kreatif. Sasaran penelitian adalah perangkat pembelajaran yang diujicobakan pada 39 siswa kelas VIII SMPN 31 Surabaya dengan rancangan menggunakan One Group Pretest-Postest Design. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan: (1) Validitas perangkat kategori valid (3,58); (2) Kepraktisan perangkat yang meliputi: a) Keterlaksanaan baik (3,9); b)Keterbacaan Handout dan LKP baik; (3) Keefektifan perangkat pembelajaran yang meliputi: a) Aktivitas siswa dengan kategori tinggi (93%); b) Hasil berpikir kreatif siswa mengalami peningkatan dengan kategori sedang (N-Gain: 0,62), pada aspek berpikir lancar (fluent) mengalami peningkatan berkategori sedang (N-Gain: 0,674), berpikir luwes (flexible) mengalami peningkatan berkategori tinggi (N-Gain: 0.726), berpikir orisinal (original) mengalami peningkatan berkategori sedang (N-Gain: 0,531), dan berpikir terperinci (elaboration) mengalami peningkatan berkategori sedang (N-Gain: 0,530); c) Respon siswa terhadap perangkat dan model pembelajaran sangat positif (92%). Simpulan penelitian ini bahwa perangkat pembelajaran IPA model proyek valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan berpikir kreatif siswa SMP.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA MATERI KALOR MENGGUNAKAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Alfiana Rahmayani; Budi Jatmiko; Endang Susantini
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p957-961

Abstract

Science learning materials with learning cycle 7E were developed to improve students critical thinking ability as the life necessities in 21st century. The purposes of this research are developing suitable science learning materials and complying eligible criteria, those are valid, practice, and effective. The subjects of this research was science learning materials with learning cycle 7E were developed to improve students critical thinking ability which implemented in students of first grade on junior high school of SMP Bilingual Terpadu Krian in second semester of 2015-2016 academic seasons. Learning materials were developed by 4D model and tested by using one group pretest-posttest design. Data was collected by the assessments of expert based on the validity of materials by expert, implemented lesson plan by observer, written test to measure the students critical thinking ability, and questionnaire to measure the students response of interest. The collected data was analyzed by qualitative and quantitative methods. The results of this research are the learning materials using learning cycle 7E is eligible to improve the students critical thinking ability. The contemplations of it are validation of the instruments in a good category, book can be read easily, feasibility of instruction in a good category, students critical thinking increase, students activities in the learning processes in a good category, and students response is positive.The researchs result axplain that effectiveness of lesson plain use 7E phase is not down if work sheet and students book develop by 7E phase too. The suggestion that can be inform was using 7E phase to develop work sheet and students book so that studente activity more aimed and it make efficient of learnings time. Perangkat pembelajaran IPA menggunakan learning cycle 7E dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan kehidupan abad 21. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan perangkat yang layak dan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Subjek penelitian adalah perangkat pembelajaran IPA menggunakan ilearning cycle 7E yang diujicobakan pada siswa kelas VII SMP Bilingual Terpadu Krian pada semester ganjil tahun ajaran 2015-2016. Perangkat dikembangkan dengan model pengembangan 4D dan dilakukan ujicoba penerapan perangkat dengan one group pretest-posttest design. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penilaian validitas oleh pakar, penilaian keterbacaan BAS oleh siswa, pengamatan keterlaksanaan RPPdan aktivitas siswa selama pembelajaran oleh pengamat, tes tulis untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, dan angket respon yang diisi oleh siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Simpulan hasil penelitian adalah perangkat pembelajaran menggunakan learning cycle 7E dinyatakan layak untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis ditinjau dari perangkat yang valid, BAS mudah dipahami, RPP terlaksana baik, kendala pembelajaran ditemukan solusi, kemampuan berpikir kritis meningkat, aktivitas siswa baik, dan respon siswa baik positif. Implikasi penelitian adalah penerapan RPP dengan tahap 7E tidak menurunkan keefektifan ditengah dan akhir pembelajaran jika LKS dan BAS yang mendukung dikembangkan dengan tahap 7E juga. Saran yang diberikan adalah mengembangkan perangkat dengan tahap 7E tidak hanya berlaku untuk RPP, LKS dan BAS juga dikembangkan dengan tahap 7E agar kegiatan siswa lebih terarah sehingga lebih efisien dalam waktu.
DEVELOPING TEACHING MATERIALS USING 5E MODEL OF INSTRUCTION TO INCREASE STUDENTS HIGHER ORDER THINKING SKILLS Lilik Mutrofin; Mohamad Nur; Leny Yuanita
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p962-967

Abstract

The aims of this study were to develop teaching materials using 5E model of instruction to increase students higher order thinking skills and to describe their feasibility. The teaching materials (i.e. lesson plan, student worksheet, and higher order thinking skills test) were developed using 4-D model that was proposed by Thiagarajan, Semmel and Semmel. The subject of this study were the developed teaching materials that were tried out to undergraduate students of Biology Department, University of Muhamadiyah Surabaya (UMS) and undergraduate students of Chemistry Department, State University of Surabaya (UNESA). The developmental testing was designed using the one-group pretest and posttest design with three times replication. Additionally, each replication used about 15 undergraduate students. Data were collected using experts appraisal, observation, test, and questionnaire and analyzed quantitatively and descriptive qualitatively. The findings of this study indicated that the developed teaching materials were feasible. They were valid according to experts appraisal, and they were practice and effective to be implemented in the classroom. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar menggunakan model pembelajaran 5E untuk meningkatkan keterampilan berfikir tingkat tinggi siswa serta mendeskripsikan kelayakan bahan ajar tersebut. Bahan ajar dalam penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan  model 4-D yang diusulkan oleh Thiagarajan, Semmel dan Semmel. Subyek dalam penelitian ini adalah bahan ajar yang telah dikembangkan dan diuji cobakan kepada mahasiswa tahun pertama angkatan 2014 di Jurusan Biologi, Universitas Muhamadiyah Surabaya (UMS) dan di Jurusan Kimia, Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Desain penelitian yang digunakan ketika uji coba bahan ajar adalah one-group pretest and posttest dengan replikasi sebanyak tiga kali. Selain itu, untuk setiap replikasi menggunakan sekitar 15 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan penilaian ahli, observasi, tes, dan kuesioner serta dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penemuan penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan, yaitu valid menurut pendapat para ahli, praktis dan efektif ketika diuji cobakan di dalam kelas.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARA IPA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN STRATEGI TALKING CHIPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Lukluk Rahmawati; Budi Jatmiko; Raharjo Raharjo
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p968-974

Abstract

The purpose of this research to produce science learning material by using cooperative learning model STAD and talking chips strategy that valid, practical, and effective to improve learning outcomes of  junior high school students. The development of learning material use the 4D model and was tested at junior high school students class VIII A, VIII C, and VIII F with One Group Pretest-Posttest Design. The data collection used observation method, test, and quetionnaires. Descriptive data analysis of quantitative-qualitative results are: (1) Learning material on terms of a valid category of: (a) Validation of the instruments very good category (3,78), (b) Readability of book (92,9%) and worksheets (95,18%) are easier category for students; (2) Learning material on terms of practical category in: (a) Feasibility of instruction good category, (b) Obstacles for learning can be overcome; (3) The learning material effectiveness on terms of: (a) The response of students positively (96,3%), (b) Students activity is active category, (c) Students learning achievement increased the average of N-Gain 0,71 with high category. The analysis results of  statistic suggests that there is a difference between the learning outcomes before and after implementation of STAD cooperative models with talking chips strategy. The conclusion of this research that the model of cooperative learning STAD with talking chips strategy are eligible to improve learning achievement of junior high school students. The implications of this research are becoming students more daring to express opinions and be able to improve student learning outcomes of knowledge competence. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA model kooperatif tipe STAD dengan strategi talking chips yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4D dan diujicobakan pada siswa SMP kelas VIII A, VIII C, dan VIII F dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan angket. Analisis data secara deskriptif kuantitatif-kualitatif dengan hasil : (1) Kevalidan perangkat pembelajaran ditinjau dari: (a) Hasil validasi perangkat berkategori sangat valid (3,78), (b) Keterbacaan BAS (92,9%) dan LKS (95,18%) berkategori mudah dipahami oleh siswa; (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari: (a) Keterlaksanaan RPP berkategori baik, (b) kendala-kendala selama pembelajaran dapat diatasi; (3) Keefektifan ditinjau dari: (a) Respon siswa positif (96,3%), (b) Aktivitas siswa kategori aktif, (c) Hasil belajar siswa kompetensi pengetahuan meningkat dengan rata-rata N-Gain 0,71 berkategori tinggi. Hasil analisis uji statistik menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara sebelum dan sesudah penerapan model kooperatif tipe STAD dengan strategi talking chips. Simpulan penelitian ini, bahwa perangkat pembelajaran IPA model kooperatif tipe STAD dengan strategi talking chips yang dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP. Implikasi penelitian ini adalah siswa menjadi lebih berani mengemukakan pendapat dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kompetensi pengetahuan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PENDEKATAN KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA Mochammad Maulana Trianggono; Tjipto Prastowo; Soeparman Kardi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p975-982

Abstract

The aim of this research is to develop physics learning material using concept approach learning-based to improve student achievement. This research was held using Dick and Carey design model and tested in X grade of SMAN 4 Jember usingone-group pretest-posttest design. Data were analyzed using descriptive analysis quantitatively and qualitatively. Validation results showed that learning material is feasible to be implemented, including: (a) lesson plan, (b) student worksheet, (c) student book, (d) assessment sheet. The results of this research were analyzed and obtained: lesson plan was properly implemented, good student responses, all students interested in learning. Knowledge aspect include concept understanding and creative thinking skills were analyzed by N-gain showed high improvement. Conluded that, development of physics learning material based on concept approach is feasible to be implemented and it can improve the student achievement. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran fisika menggunakan strategi pembelajaran berbasis pendekatan konsep untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan penelitian model Dick dan Carey dan diujicobakan di kelas X SMAN 4 Jember dengan desain ujicoba menggunaka none group pretest-posttest design. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi perangkat pembelajaran menunjukkan perangkat pembelajaran layak untuk diimplementasikan,  meliputi: (a) RPP, (b) LKS, (c) Buku Siswa, (d) Instrumen Tes Hasil Belajar. Hasil penelitian ini dianalisis dan diperoleh beberapa temuan diantaranya: RPP terlaksana dengan baik, respon siswa sangat positif, semua siswa berminat dalam pembelajaran. Tes hasil belajar aspek pengetahuan yang meliputi pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kreatif dianalisis dengan N-Gain menunjukkan peningkatan yang tinggi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan,  disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI TERINTEGRASI IMTAQ PADA MATERI VERTEBRATA SESUAI KURIKULUM 2013 KELAS X SMA Novi Irmania; Rahardjo Rahardjo; Suyono Suyono
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p983-990

Abstract

The research aims is to develop biology teaching material integrated religious value on vertebrate subject which fulfill feasibility, readability and effectiveness.The design of the research use Fenrich Instructional Development Cycle Model contains six phase; planning, design, development, implementation, analysis, evaluation, and revision. On this development, the assessment was done by 2 biology lecturers, Islamic lecturer, and biology teacher. The objects of the study are 30 students of X SMA Amanatul Ummah Surabaya. The analysis result and discussion show the average score of feasibility counted by the 2 biology lectures, Islamic lecturer, and biology teacher toward the developed-handbook is 93,1% on the contains goodness, 95,8% on language goodness, and 85,1% on serving goodness component. The students give positive response toward the teaching material that has been developed. This teaching material have low degree or difficulty by 11,1%. The average percentage of readability is 95%. Reliability of teaching plan effectiveness is 98,51%.Based on analysis result, the conclusion is biology teaching material integrated religious value on vertebrate subject which fulfill feasibility, readability and effectiveness. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar biologi terintegrasi imtaq pada materi vertebrata yang memenuhi kelayakan, keterbacaan, dan keterlaksanaan. Penelitian ini menggunakan Model Siklus Pengembangan Instruksional Fenrich yang meliputi enam fase yaitu fase perencanaan, perancangan, pengembangan, implementasi, analisis, evaluasi dan revisi. Pada tahap pengembangan, dilakukan penilaian oleh 2 orang dosen biologi, dosen agama, dan guru biologi. Pengambilan data dilakukan kepada 30 siswa kelas X SMA Amanatul Ummah Surabaya. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan nilai rata-rata hasil telaah dua dosen biologi, dosen agama, dan guru biologi terhadap bahan ajar yang dikembangkan adalah sebesar 93,1% pada kelayakan isi, 95,8% pada kelayakan kebahasaan, dan 85,1% pada komponen kelayakan penyajian. Bahan ajar yang dikembangkan memiliki tingkat kesulitan yang sangat rendah yaitu sebesar 11,1%. Nilai rata-rata persentase tingkat keterbacaan bahan ajar adalah 95%. Reliabilitas instrumen keterlaksanaan RPP adalah 98,51%. Siswa merespon positif terhadap buku ajar yang dikembangkan.Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar biologi terintegrasi imtaq pada materi vertebrata memenuhi kelayakan, keterbacaan, dan keterlaksanaan.
DINAMIKA PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP PADA MATERI ENERGI NORMALIZED GAIN VERSUS NORMALIZED LOSS M. Arif Mahdiannur; Mohamad Nur; Z.A. Imam Supardi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p991-1000

Abstract

This article discusses about the dynamic of Junior High School students conceptual understanding on energy due to an intervention. The key indicators to see these dynamic of conceptual understanding, i.e. by comparing the normalized gain (N-gain) score with the normalized loss (L) score. This study employed a design experiment and conducted at SMPN 1 Tanah Grogot, Paser Regency, East Kalimantan in the First Semester Academic Year 2015/2016. Subject research were 30 students from the 7th grade. The data were obtained from results of students conceptual understanding tests about energy (pretest and posttest). The results of this study showed that: (1) students who got low N-gain score tend to have a loss; and generally N-gain > L, that mean the intervention could promote students to understand substantive concepts on energy topics. Based on these results despite some limitation, could be concluded that students conceptual understanding and students conception change influenced by the intervention and reinforced the conceptual change theory especially on the knowledge-as-elements perspectives. Artikel ini membahas mengenai dinamika pemahaman konsep siswa SMP pada materi energi akibat adanya intervensi. Indikator kunci untuk melihat dinamika pemahaman konsep tersebut, yaitu dengan membandingkan score normalized gain (N-gain) dengan score normalized loss (L). Studi ini menggunakan design experiment dan dilakukan di SMPN 1 Tanah Grogot, Kab. Paser, Kalimantan Timur pada Semester Ganjil Tahun Pembelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas VII. Data diperoleh dari hasil tes pemahaman konsep siswa tentang energi (pretest dan posttest). Hasil studi menunjukkan bahwa: (1) siswa yang memperoleh skor N-gain rendah akan cenderung mengalami loss; dan (2) secara umum N-gain > L, yang berarti intervensi dapat mengenalkan siswa untuk memahami konsep-konsep substantif pada topik energi. Berdasarkan hasil-hasil tersebut meskipun terdapat beberapa limitasi, dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep dan perubahan konsepsi siswa dipengaruhi oleh intervensi serta menguatkan teori perubahan konsep khususnya pada perspektif pengetahuan seperti elemen.