cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpps@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Gedung CPD, Surabaya 60213, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains)
ISSN : 20891776     EISSN : 25491597     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jpps.v9n1
Core Subject : Science, Education,
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) is one of the research journals in the education field which includes science, physics, chemistry, and biology education. JPPS also contains articles that discuss the latest issues about education.
Articles 649 Documents
THE EFFECT OF GREEN CHEMISTRY LABORATORY LEARNING ON PRE-SERVICE CHEMISTRY TEACHERS ENVIRONMENTAL VALUE ORIENTATIONS AND CREATIVE THINKING SKILL Arini Siti Wahyuningsih; Sri Poedjiastoeti; Suyono Suyono
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p848-858

Abstract

Environmental problems occured in Indonesia, as one of developing countries, are challenging for young generation. Their positive behavior and creative thinking skill need to be developed in addressing these issues. Therefore, Chemistry Department of State University of Surabaya has introduced Green Chemistry approach in General Chemistry course as an effort to educate and prepare the future chemistry teachers become more awareness and concerned on the environmental condition. This study was preceeded by the development stage to produce proper teaching materials. Hereafter, this paper investigated pre-service chemistry teachers environmental value orientations, creative thinking skill, and profile of creative attitude after the implementation of Green Chemistry laboratory learning. Research findings showed that most of their environmental value orientations shifted considerably becomes less egocentric, more homocentric and ecocentric. This positive change hopefully will affect their behavior toward the environment. Generally, their creative thinking skill also increased significantly with the most dominant creative attitude during learning process was curiosity. It can be concluded that the Green Chemistry course was a suitable context of environmental education to support the development of more positive environmental value orientations. Also, creative thinking skill of pre-service chemistry teachers increased in leading the conceptualization of sustainable environment. Permasalahan lingkungan yang terjadi di Indonesia sebagai salah satu negara berkembang menjadi tantangan generasi muda. Perilaku positif dan keterampilan berpikir kreatifnya perlu dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya mulai memperkenalkan pendekatan Green Chemistry di perkuliahan Kimia Dasar sebagai salah satu upaya untuk mendidik dan menyiapkan mahasiswa calon guru kimia agar mempunyai kesadaran dan kepedulian yang lebih baik terhadap kondisi lingkungan. Penelitian ini diawali dengan tahap pengembangan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang layak. Selanjutnya, penelitian ini menginvestigasi orientasi nilai lingkungan, keterampilan berpikir kreatif, dan profil sikap kreatif mahasiswa calon guru kimia setelah implementasi pembelajaran kimia berbasis laboratorium Green Chemistry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orientasi nilai lingkungan mahasiswa mengalami pergeseran secara signifikan menjadi kurang egosentris dan lebih homosentris dan ekosentris. Perubahan positif ini diharapkan dapat mempengaruhi perilakunya terhadap lingkungan. Secara umum, keterampilan berpikir kreatif mahasiswa juga meningkat secara signifikan dengan sikap kreatif yang paling dominan teramati selama proses pembelajaran adalah œcuriosity. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan Green Chemistry merupakan konteks pendidikan lingkungan yang tepat untuk mengembangkan orientasi nilai lingkungan yang lebih positif. Selain itu, keterampilan berpikir kreatif mahasiswa calon guru kimia juga meningkat dalam rangka konseptualisasi lingkungan yang berkelanjutan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBAHASA INGGRIS DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA MATERI KINGDOM JAMUR Medina Andini; Mohamad Nur; Yuni Sri Rahayu
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p859-866

Abstract

The purpose of this research is to develop biology - Fungi Kingdom learning material in English with process skill approach that applied in 10th grade students in Khadijah Senior High School. The development of this learning materials was conducted by using 4-D model that has 4 main stages. However, this research only carried out 3 out 4 stages which are define, design, and develop. Meanwhile the last stage, disseminate, was not carried out in this research. This research used one group pretest-posttest design with quantitative-descriptive analytical technique and using qualitative-descriptive analytical technique. The validation results of the learning materials: syllabus, lesson plan, worksheet, learning media, and assessments, are in very valid category. The average achievement of product learning objectives is 84%, the average achievement of process learning objectives in scientific drawing is 92%, the average achievement of integrated process skill learning objectives is 94%, the category achievement of presentation process learning objectives is 4,28 or the percentage is 85,6%, and the average achievement psychomotor objective is 100%. The class achievement for product assessment is 94,29%, class achievement for process assessment in scientific drawing is 100%, 88,57% for class achievement for integrated process skill, psychomotor assessment is 100%, and the average class achievement for presentation is 4,28 that shows good category. The students responds shows that 95% of the students like the component of the learning materials, 93,33% students state that the component of the learning materials are new, and 100% students like to learn using the learning materials. The student activities that dominate is the activity that focused on students, which are; the first meeting was observe the fungi structure, meanwhile in the second meeting the activity that dominate the learning process was discussion with the group, and in the third meeting the dominating activity was search in the internet. Based on the data obtained in this research, the learning materials that are developed are able to be used in learning activity. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran biologi berbahasa Inggris dengan pendekatan keterampilan proses sains pada materi Kingdom Jamur yang diujicobakan di kelas X SMA Khadijah Surabaya. Pengembangan perangkat pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model 4-D yang terdiri atas 4 tahapan. Pada penelitian ini tahapan yang dilakukan hanya meliputi 3 tahapan awal yaitu define, design, dan develop,  sedangkan tahap disseminate tidak dilakukan. Desain uji coba ini menggunakan one group pretest-posttest design dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu Silabus, RPP, Buku Siswa, LKS, Media Pembelajaran, dan Lembar Penilaian, berkategori sangat layak/valid. Rata-rata ketuntasan tujuan pembelajaran produk adalah 84%, tujuan pembelajaran proses menggambar ilmiah memiliki rata-rata ketuntasan 92%, dan ketuntasan tujuan pembelajaran proses terpadu adalah 94%, rata-rata ketuntasan tujuan pembelajaran proses presentasi adalah 4,28 atau sebesar 85,6% dengan kategori baik, dan ketuntasan tujuan pembelajaran psikomotor adalah 100%. Ketuntasan klasikal adalah 94,29% penilaian produk, 100% untuk penilaian proses menggambar ilmiah, 88,57% untuk penilaian proses terpadu, 100% untuk penilaian psikomotor, dan rata-rata nilai siswa untuk penilaian proses presentasi adalah 4,28 dengan kategori baik. Respon siswa menunjukkan bahwa 95% siswa menyukai komponen perangkat pembelajaran yang dikembangkan, 93,33 % menyatakan bahwa komponen perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah hal baru, dan 100% siswa menyatakan bahwa mereka menyukai pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Aktivitas siswa yang paling dominan adalah aktivitas yang berpusat pada siswa, diantaranya adalah pada pertemuan pertama adalah mengamati struktur tubuh jamur, sedangkan pada pertemuan kedua aktivitas yang paling dominan adalah berdiskusi kelompok, dan pada pertemuan ke tiga, aktivitas yang paling dominan adalah melakukan searching internet. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENUMBUHKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN SATU ATAP Eko Sulistyawan; Endang Susantini; Sifak Indana
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p867-873

Abstract

This research aims to produce a quality guided inquiry-based learning materials to foster learning interest and learning outcomes to the student of SMPN Satu Atap. The  quality was obtained by the description of validity, practicality and effectiveness of the learning material. This research is classified as development research, which develops the lesson plan, students worksheets, students textbook, assessment and questionnaires. The learning materials development use the design of 4-D models. The trial of developed learning materials was done to the students of 7B SMPN 4 Singosari Satu Atap by using one group pretest posttest design.  The validity of lesson plan, students worksheets, students textbook, assessment and questionnaires by two experts categorized as valid and feasible to be used with a little of revision. The implementation of lesson plans and guided inquiry learning phases categorized as good enough to phase I and II and good to phase II, IV and V. The effectiveness of application of guided inquiry-based learning materials have shown by increasing percentage of students learning interest from 44,55% to 84,20% and learning outcomes from 8% to 100%. Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing yang layak untuk menumbuhkan minat dan hasil belajar siswa SMPN Satu Atap. Kelayakan perangkat pembelajaran diperoleh dari deskripsi validitas, kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran.Penelitian ini tergolong penelitian pengembangan, yaitu mengembangkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Buku Ajar Siswa (BAS), instrumen penilaian dan angket minat belajar siswa. Pengembangan perangkat mengikuti rancangan model 4-D.  Perangkat  pembelajaran yang telah dikembangkan diuji coba pada siswa kelas 7B SMPN 4 Singosari Satu Atap dengan menggunakan rancangan one group pretest posttest design.Hasil validasi perangkat pembelajaran oleh dua orang pakar menunjukkan bahwa RPP, LKS, BAS, instrumen penilaian dan angket minat belajar berkategori valid dan layak digunakan dengan sedikit revisi. Kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP berkategori baik. Pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing terlaksana cukup baik pada fase I dan II (merumuskan pertanyaan dan hipotesis), serta terlaksana dengan baik pada fase III, IV dan V (merancang & melakukan percobaan, mengumpulkan & menganalisis data dan menarik kesimpulan). Keefektifan perangkat pembelajaran dapat diketahui dari tumbuhnya minat belajar siswa dari 44,55% menjadi 84,20%  serta peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dari 8% menjadi 100%.
PEMBELAJARAN SIKAP MELALU ANALOGI DALAM MENGAJARKAN BIOLOGI Eryuni Ramdhayani; Muslimin Ibrahim; Madlazim Madlazim
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p874-884

Abstract

Advances technology and communications take positive and negative impacts that could affect the attitudes and thoughts of students, so it is necessary to teach positive attitude to become a fortress, selector and controller. The problem can be solved by the innovation of learning by analogy to teach attitude. The aims this research are: (1) Describe the adherence study using analogy,(2) Describe achievment test of student attitude competency (the persistent attitude, the attitude of helping, loyalty  and discipline) as taught using analogy (3) Describe achievement test of students knowledge competency taught using the analogy, (4) Describe achievement test of students skills competency taught using the following analogy. (5) Describe the students respons after taught using analogy. To achieve these objectives have conducted result using replication class is the class XA and XB class. the number of respondents in this trial 33 students to a class XA and XB 32 SMA Darul Ulum Lamongan by using one group pretest-posttest design. Results of research indicate feasibility study of the two classes of replication done very well. The student  positive response/very strong on applied learning by teacher. The results of students' learning attitudes which consists of persistent attitude, the attitude of mutual help, loyalty and discipline to get good results because of the percentage of students are observed in accordance with accepted indicators are higher than what has not observed. Learning outcomes of cognitive in both classes of replication after learning by analogy with the average value obtained posttest all the students completed having reached the predicate ≥B-. Based on these results it can be concluded that teach biology through analogy can to teach attitude. Kemajuan teknologi dan komunikasi  membawa dampak positif dan negatif yang dapat mempengaruhi sikap dan pemikiran siswa, sehingga perlu membelajarkan sikap positif untuk menjadi benteng, selector dan pengontrol. Problem  tersebut dapat dipecahkan dengan adanya inovasi pembelajaran melalui analogi untuk mengajarkan sikap. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran biologi menggunakan analogi (2) Mendeskripsikan hasil belajar kompetensi sikap (sikap gigih, sikap tolong menolong, sikap rela berkorban dan sikap disiplin) siswa setelah diajarkan menggunakan analogi. (3) Mendeskripsikan hasil belajar kompetensi pengetahuan siswa setelah diajarkan menggunakan analogi. (4) Mendeskripsikan hasil belajar kompetensi keterampilan siswa setelah diajarkan menggunakan analogi (5) Mendeskripsikan respon siswa setelah diajarkan menggunakan analogi. Untuk mencapai tujuan tersebut telah dilakukan uji coba dengan menggunakan kelas replikasi yaitu kelas XA dan kelas XB. Jumlah responden dalam uji coba ini 33 siswa untuk kelas XA dan 32 XB SMA Darul Ulum Lamongan dengan menggunakan rancangan.penelitian One Group pretest-posttest Design. Data hasil penelitiaan ini menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran sikap menggunakan analogi pada kedua kelas replikasi terlaksana sangat baik. Siswa memberikan respon sangat kuat pada pembelajaran yang diterapkan guru. Hasil belajar sikap siswa yang terdiri dari sikap gigih, sikap tolong menolong, sikap rela berkorban dan sikap disiplin mendapatkan hasil yang baik karena persentase siswa yang teramati sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan yaitu lebih tinggi dibandingkan yang tidak teramati. Hasil belajar kognitif pada kedua kelas replikasi setelah dilakukan pembelajaran dengan analogi diperoleh rata-rata nilai posttest semua siswa tuntas karena telah mencapai predikat ≥B-. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa mengajarkan biologi melalui analogi dapat mengajarkan sikap siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERORIENTASI PENDEKATAN TASC (THINKING ACTIVELY IN SOCIAL CONTEKS) UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA Rani Asmara; Endang Susantini; Yuni Sri Rahayu
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p855-891

Abstract

Teaching and learning in school only emphasizes on the aspects of knowing and understanding. An aspect of the analysis, application, synthesis and evaluation is implemented very rarely so the teaching learning process lead to remembering aspect. This study aims to fasilitate students' creative thinking skills using a TASC oriented learning at 29 senior high school students at  X-MIA3 class using one-group pretest-posttest design.  The development of the teaching learning materials used  4D models. Based on the validators result the average rating 4,24, while validity og lesson plan the validators give an average 4,15 (feasible). The  validators also give the average value of materials students 4,25 (feasible). Data were analyzed qualitative descriptively in the implementation of lesson plan was in and test of student learning outcomes good results (with range 3,7-4). Tests of student learning outcomes with median 89,7. Creativel thinking skills of students showed an increase of the number of relevant answers. From the response of students, generally positive response the learning with TASC approach to facility students' creativel thinking skills.  Based on the result can be concluded that the TASC oriented learning  is feasible and can facilitate students' creativel thinking skills. Proses belajar mengajar di sekolah lebih banyak menekankan pada aspek mengetahui dan memahami. Aspek analisis, aplikasi, sintesis dan evaluasi jarang sekali dilakukan sehingga mengajarkan siswa dalam belajar hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk melatih keterampilan berpikir kreatif siswa menggunakan perangkat pembelajaran berorientasi pendekatan TASC dengan ujicoba pada 29 siswa SMA kelas X-MIA3 dengan rancangan one group pretest-posttest, pengembangan dengan model 4D. Berdasarkan hasil validasi RPP para validator memberikan nilai rata-rata 4,24, sedangkan validitas LKS rata-rata 4,15 dengan kategori layak untuk digunakan. Para validator memberikan nilai rata-rata bahan ajar siswa 4,25 dengan kategori layak digunakan. Data hasil keterlaksanaan pembelajaran  dan tes hasil belajar dianalisis dengan deskriptif kualitatif dengan hasil keterlaksanaan pembelajaran baik (dengan rentang 3,7- 4). Tes hasil belajar siswa mengalami peningkatan rata-rata skor 89,7. Keterampilan berpikir kreatif siswa menunjukkan adanya peningkatan dari jumlah jawaban yang relevan. Siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran TASC untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Simpulan peneliti bahwa perangkat pembelajaran berorientasi pendekatan TASC layak untuk digunakan dan dapat melatih keterampilan berpikir kreatif siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN TEKNIK MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP Erna Suhartini; Z. A. Imam Supardi; Rudiana Agustini
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p892-902

Abstract

The purpose of this research is producing physics learning material through guided inquiry model with Mind Mapping technique that valid, practical, and effective to improve comprehension of concept and creative thinking ability of student in junior high school. The development of learning material used the Kemp model and was try outed in class VII of SMP Al Azhar Syifa Budi Samarinda, second semester in academic year 2013/2014 with One-Group Pretest-Posttest Design. The data collection used observation method, test, and quetionnaires. The data analysis techniques used quantitative descriptive analysis. The results of this research are: 1) Learning material developed has a valid category; 2) The practicality of learning material in terms of a good category in feasibility of lesson plans and the students activities in accordance with steps of guided inquiry model with Mind Mapping technique; and 3) The learning material effectiveness in terms of: (a) Improving students comprehension of concept seen from the N-gain score with high category; (b) Improving creative thinking ability of student by getting the N-gain score with high category; and (c) The students responds toward material and implementation of learning are very positive. Its conclusion that the learning material through guided inquiry model with Mind Mapping technique are decent to improve comprehension of concept and creative thinking ability of student in junior high school. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran fisika model inkuiri terbimbing berbantuan teknik mind mapping  yang valid, praktis dan efektif (layak) untuk meningkatkan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model Kemp dan diujicobakan di kelas VII SMP Al Azhar Syifa Budi Samarinda semester genap tahun ajaran 2013/2014 dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Temuan hasil penelitian, yaitu: 1) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori valid; 2) Kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP berkategori baik dan aktivitas siswa sesuai dengan tahap-tahap pada model inkuiri terbimbing berbantuan teknik mind mapping; dan 3) Keefektifan perangkat pembelajaran ditinjau dari: (a) Peningkatan penguasaan konsep siswa yang terlihat dari N-gain dengan kategori tinggi; (b) Peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang terlihat dari N-gain dengan kategori tinggi;  dan (c) Respon siswa terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran sangat positif. Simpulan dari penelitian ini adalah perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing berbantuan teknik mind mapping yang dikembangkan layak untuk meningkatkan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SMP BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING Rohmatus Syafiah; Tukiran Tukiran; Fida Rachmadiarti
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p903-910

Abstract

This research aimed to describe the teaching materials feasibility of IPA based on scientific approach with guided inquiry learning model. This research had been done in three phases, that are creating the teaching materials, validating and doing  revision, and verifying them at learning activity in class with one group pretest-posttest design. Techniques for collecting data was conducted through questionnaires, validation, observation, and test. Techniques for analyzing data used descriptive qualitative. The result of research showed that (1) the feasibility of teaching materials based on scientific approach with guided inquiry learning model of IPA that consist of syllabus,  lesson plan, student book, student worksheet and  the learning outcome test gained 4.89; 4.72; 4.81; 4.79; and 4.51 respectively that are categorized as valid. (2) The implementation of this lesson plan at two meetings in VII-A and VII-B class is categorized as good with average minimal scores 4.00 and got 94% in minimal percentage of agreement aspect; (3) Working in a group was the most dominant student activity at two meetings at VII-A and VII-B classes with average frequency of two meetings, observed are 19 and 10 times (VII-A class), and 18 and 10 times (VII-B class); (4) The learning outcomes that can be analyzed by calculating classical masteries at the first and second meetings on multiple choice and essay are 95.5%; 100%; 91%; 95% (VII-A class); and 91%; 86%; 91%; and 91% (VII-B class) respectively, and (5) Students gave the positive response to the learning process using teaching materials of IPA based on scientific approach with guided inquiry model with average score to be 3.3 (VII-A class) and 3.4 (VII-B class). Based on the result of the analyzed data, it can be concluded that the teaching materials of IPA based on scientific approach with guided inquiry model which had been developed was feasible to be used. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran IPA SMP berbasis pendekatan saintifik dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap mengembangkan perangkat pembelajaran, tahap validasi dan revisi, dan tahap uji coba dalam pembelajaran di kelas dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data dengan angket, validasi, pengamatan, dan tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kelayakan perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, buku siswa, LKS, dan tes hasil belajar masing-masing diperoleh hasil 4,89; 4,72; 4,81; 4,79; dan 4,51 dengan kriteria valid. (2) Keterlaksanaan RPP pada dua pertemuan di kelas VII-A dan VII-B mendapatkan kriteria baik dengan skor rata-rata minimal 4,00 dan rata-rata persentase kesepakatan antara dua pengamat minimal 94%; (3) Frekuensi aktivitas siswa yang paling dominan pada dua pertemuan di kelas VII-A dan VII-B adalah bekerja dalam kelompok dengan frekuensi pengamatan rata-rata pada kedua pertemuan berturut-turut 19 dan 10 kali (kelas VII-A), dan 18 dan 10 kali (kelas VII-B) (4) Hasil belajar siswa yang dilihat dari  ketuntasan klasikal pada pertemuan pertama dan kedua pada soal PG dan uraian berturut-turut sebesar 95,5%; 100%; 91%; 95% (kelas VII-A); dan 91%; 86%; 91%; dan 91% (kelas VII-B), dan (5) Respon positif siswa terhadap pembelajaran IPA berbasis pendekatan saintifik dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan nilai rata-rata 3,3 (kelas VII-A) dan 3,4 (kelas VII-B). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran IPA berbasis pendekatan saintifik dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang telah dikembangkan layak untuk digunakan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERORIENTASI MODEL QUANTUM TEACHING PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP Mella Mutika Sari; Tjandra Kirana; Muslimin Ibrahim
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p911-919

Abstract

A research that has purpose to develop science learning material on pollution matter based on Quantum Teaching model to try student creative thinking skills had been done, it was done in two phase, namely learning material development phase with 4D model from Thiagarajan and try out on 30 junior high school students in class with pretest-posttest design. Data analysis with qualitative and quantitative descriptive. Validation analysis result of learning materials were valid with average of reliability 90,57%  and 80,95% in average of implementation reliability. Test of student achievement on knowledge competency was analyzed by N-Gain. It showed increasing (0,88), average of student skill competency was 3,86 (A-) and student attitude competency was excellent. Student creative thinking skills in the beginning of learning were  42,67% with fair category and in the closing of learning were 70,12% with creative category. Based on research result , it can be concluded that science learning materials on pollution matter based on Quantum Teaching model that had been developed were proper and can be used to try student creative thinking skill of junior high school. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran IPA  materi pencemaran lingkungan yang berorientasi model Quantum Teaching untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa, yang dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pengembangan perangkat pembelajaran dengan model 4-D dari Thiagarajan dan diuji coba pada 30 siswa SMP kelas VII dengan pretest-posttest design. Analisis data secara deskriptif kualitatif kuantitatif. Hasil analisis validasi perangkat pembelajaran valid dengan rata-rata reliabilitas 90,57% dan reliabilitas keterlaksanaan pembelajaran 80,95%. Tes hasil belajar siswa pada kompetensi pengetahuan dianalisis menggunakan N-Gain mengalami peningkatan (0,88), rata-rata kompetensi keterampilan siswa 3,86 (A-), dan kompetensi sikap siswa sangat baik. Kemampuan berpikir kreatif siswa pada awal pembelajaran sebesar 42,67% dengan kategori cukup kreatif dan di akhir pembelajaran sebesar 70,12% dengan kategori kreatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA pada materi pencemaran lingkungan berorientasi model Quantum Teaching yang dikembangkan layak dan dapat digunakan untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa SMP.
VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH PADA POKOK BAHASAN CERMIN Dir Indarmaji; Endang Susantini; Tjipto Prastowo
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p920-923

Abstract

This research aimed to produce science learning material guided inquiry base a feasible to practice problem solving skills on topic mirror. The learning material was tested to VIII grade students of SMPN 1 Sedati Sidoarjo of the academic year 2014/2015. This research was one which used 4-D model development that was modified 3D (dissemination stage is not done). The test device used one group pretest-posttest design. Result of the research showed validity of learning material well categorized and could be used in learning with few revisions resulted realibility in RPP assessment, worksheet, student learning result and problem solving skills as much as 98%, 98,70%, (95,80% and 98,60%), and 98,82%. Based on result, research discussion, could be summarized that guided inquiry based science learning material to practice problem solving skills on topic mirror is feasible to be used in learning. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing yang layak untuk melatihkan keterampilan memecahkan masalah pada pokok bahasan cermin. Perangkat pembelajaran tersebut diujikan pada siswa kelas VIII SMPN 1 Sedati Sidoarjo tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4-D yang dimodifikasi menjadi 3D (tahap desiminasi tidak dilakukan). Rancangan ujicoba perangkat menggunakan one group pretest-posttest design. Hasil penelitian menunjukkan validitas perangkat pembelajaran berkategori baik dan dapat digunakan dalam pembelajaran dengan sedikit revisi diperoleh reliabilitas penilaian RPP, LKS, hasil belajar siswa, dan keterampilan memecahkan masalah sebesar 98%, 98,70%, (95,80% dan 98,60%), dan 98,82. Berdasarkan hasil dan diskusi penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing untuk melatihkan keterampilan memecahkan masalah pada pokok bahasan cermin layak digunakan dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN PROTOTIPE BUKU GURU DAN BUKU SISWA IPA DENGAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KREATIVITAS ILMIAH SISWA SMP Saiyidah Mahtari; Mohamad Nur; Tukiran Tukiran
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p924-930

Abstract

The purpose of this research is to produce a prototype of teachers book and students book, that is  valid, practical, and effective to facilitate students scientific creativity. This research is conducted through three phases, namely define, design, and develop. Those prototypes are try out in  VII grade  SMPN 30 Surabaya academic year 2014/2015 with one-group pretest-posttest design. Data are colleted using observation method, tests, and questionnaires. Data are analyzed quantitatively and qualitatively. The results showed that 1) the prototype of teachers and students book are categorized valid; 2) Learning using the prototipe of teachers book looked at from the implementation of learning package categorized as practice and students activity in line with the steps of discovery learning; 3) The effectiveness of learning of the prototype of teachers book viewed from the increattement of students scientific creativity score according to paired sample pretest and posttest in significant < 0,05. Students response  to learning package and the implementation  is very positive. It can be concluded that the prototipe of teachers book and students book is valid, practice and effective to train students scientific creativity. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Prototipe Buku Guru dan buku siswa yang valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan kreativitas ilmiah siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan tiga tahap dari model 4-D (Four-D Model), yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan diujicobakan di kelas VII SMPN 30 Surabaya semester genap tahun ajaran 2014/2015 dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Prototipe Buku Guru dan buku siswa yang dikembangkan berkategori valid; 2) Pembelajaran menggunakan Prototipe Buku Guru ditinjau dari keterlaksanaan RPP berkategori praktis dan aktivitas siswa sesuai dengan tahap-tahap pada model penemuan terbimbing; dan 3) Keefektivan Prototipe Buku Guru pembelajaran ditinjau dari: Peningkatan kreativitas ilmiah siswa terlihat dari signifikansi menggunakan uji Paired Sample Test pretest dan posttest sig < 0.05 dan respon siswa terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran sangat positif. Prototipe Buku Guru dan buku siswa yang dikembangkan disimpulkan valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan kreativitas ilmiah siswa.