cover
Contact Name
Ari Khususmadewi
Contact Email
jurnalbikotetik@unesa.ac.id
Phone
+628563191981
Journal Mail Official
jurnalbikotetik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Bimbingan dan Konseling Gd. O3 lantai 1, Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya City, East Java 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik)
ISSN : -     EISSN : 25805827     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/bikotetik.v3n1
Bikotetik: This journal is for guidance and counseling practitioners (teacher, counselor, observer, etc), and academics. Access to unpaid journal (FREE) for both reader and author. Articles published for this journal may include research results, community service results in the area of Counseling and Guidance, and literacy studies in counseling guidance.
Articles 239 Documents
GAMBARAN SISTEM MANAJEMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH MENENGAH ATAS Nina Fitriyani Nina Fitriyani
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 2 (2019): Volume 3 Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n2.p67-71

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran system manajemen dalam bimbingan dan konseling sekolah menengah atas (SMA). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bentuk survey. Penulis  mengadakan survey ke beberapa SMA yang terdiri dari 2 Sekolah Menengah Atas Negeri dan 2 Sekolah menengah atas Swasta.. Instrumen yang digunakan menggunakan skala likert. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa audit program system manajemen dalam bimbingan dan konseling di SMA Negeri dan Swata dapat diketahui dari hasil penelitian bahwa: penilaian terhadap system manajemen dari keseluruhan sekolah termasuk dalam kategori baik dengan skor 65%. Hasil penelitian ini disarankan agar dinas pendidikan setempat supaya memberikan tindak lanjut terkait pelaksanaan dan audit penyusunan program bukan hanya dari program system manajemennya saja tetapi program bimbingan dan konseling komprehensif di sekolah menengah atas secara menyeluruh.
METODE BERCERITA SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN TRAUMA PASCA BENCANA PADA ANAK USIA DINI Isabella Hasiana
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 2 (2019): Volume 3 Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n2.p72-76

Abstract

Metode  bercerita adalah salah satu metode yang banyak digunakan dalam proses mendekati anak-anak yang menjadi korban bencana alam, terutama bagi mereka yang mengalami trauma seperti menangis, takut, kesehatan menurun dan sebagainya. Trauma pada setiap anak memiliki rentang waktu pemulihan yang berbeda, tergantung pada kondisi lingkungan yang berperan untuk membantu anak dalam memahami kejadian atau peristiwa  yang mereka alami. Subyek penelitian adalah tiga orang anak usia dini dengan rentang usia  4-5 tahun yang mengalami trauma pasca bencana alam dan significant order dalam hal ini yaitu relawan yang bertugas mendampingi anak.  Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian metode bercerita bagi anak yang mengalami trauma memiliki pengaruh dalam menghilangkan trauma yang dialami.
PENGGUNAAN KONSELING BERPASANGAN UNTUK MEMBANTU PESERTA DIDIK MENANGANI HAMBATAN INTERPERSONAL Eko Darminto
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 2 (2019): Volume 3 Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n2.p77-85

Abstract

Menjalin hubungan dengan orang lain sering disebut sebagai hubungan sosial atau hubungan intrpersonal merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Kebutuhan untuk menjalin hubungan sosial itu sendiri bisa bersumber dari kebutuhan-kebutuhan lain seperti kebutuhan untuk berteman atau kebutuhan untuk mendapatkan bantuan dan kerjasama orang lain dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tertentu. Meskipun menjalin hubungan sosial merupakan salah satu kebutuhan hidup utama dan dari entitasnya sebagai makhluk sosial setiap individu memiliki kemampuan bawaan untuk melakukannya, faktanya banyak individu yang mengalami hambatan. kegagalan dalam menjalin hubungan degan orang lain tak hanya menyebabkan manusia gagal dalam menbcapai tujuan-tujuannya tetapi juga beresiko mengalami gangguan psikososial seperti menarik diri, frustrasi, depresi, hingga melakukan tindakan-tindakan agresif. Bagi peserta didik, kegalan dalam menjalin hubungan sosial tak hanya menyebabkan ganguan psikososial namun juga berpotensi menyebabkan kegagalan akademik. Oleh karena itu lembaga pendidikan perlu memilii program-program guna memperkembangkan keterampilan membangun relasi sosial bagi peserta didik. Bimbingan dan konseling sekolah menjadi bagian integral dari sekolah yang memiliki peran penting dalam mengembangkan program ini. Artikel ini ingin mengetengahkan suatu gagasan konseptual tentang penggunaan Pair Counseling sebagai suatu metode bimbingan guna menangani berbagai bentuk hambatan dalam relasi sosial. Metode ini didasarkan pada teori pemahaman interpersonal dan memusatkan perhatian pada pengembangan kemauan dan kemampuan mengambil perspektif orang lain guna menanagani berbagai hambatan interpersonal.
PERILAKU MEMBOLOS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI ERA ROVOLUSI INDUTRI 4.0 Ririn Nopiarni; Hengki Yandri; Dosi Juliawati
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v4n1.p21-24

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi beberapa orang siswa yang menunjukkan perilaku membolos pada saat jam pembelajaran sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap perilaku membolos siswa SMA Negeri 3 Kota Sungai Penuh yang memasuki era revolusi indutri 4.0. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden penelitian sebanyak 30 orang, data dikumpulkan dengan skala perilaku membolos dan dianalisis menggunakan rumus persentase dan tingkat skor responden di analisis menggunakan rumus skor ideal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa perilaku membolos siswa SMA Negeri 3 Kota Sungai Penuh berada pada kategori kadang-kadang
Merdeka Belajar dalam Kendali Tata Tertib Sekolah Guna Membentuk Karakter Siswa Kelas X RPL 1 melalui Layanan Konseling Kelompok pada Semester Ganjil di SMK Negeri 6 Jember Tahun Pelajaran 2019/2020 Isnayah Isnayah
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v4n1.p25-28

Abstract

Kondisi pendidikan kita saat ini dapat digambarkan sebagai kelas tanpa guru. Anak-anak belajar ketika ada guru. Tapi langsung riuh ramai ketika guru meninggalkan kelas, Tujuan penelitian yaitu untuk  mengetahui apakah konseling kelompoh dapat menumbuhkan kemerdekaan belajar Siswa dalam kendali tata tertib Sekolah guna membentuk karakter Siswa, Subyek penelitian berjumlah 7 siswa Kelas X RPL 1 dengan metode pengumpulan datanya menggunakan angket, dokumentasi, dan observasi selanjutnya akan dianalisis menggunakan tindakan deskriptif kuantitatif dan analisis observasi,  Hasil penelitian pelaksanaan layanan konseling kelompok dapat menumbuhkan kemerdekaan belajar Siswa dalam kendali tata tertib Sekolah serta dapat membentuk karakter Siswa.
ANALISIS UPAYA PENINGKATAN HUBUNGAN SOSIAL ANTAR TEMAN SEBAYA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DI SMPN 26 SURABAYA Aisijah Hartati
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v4n1.p16-20

Abstract

Remaja sangat ingin diterima dan dipandang sebagai anggota kelompok teman sebaya, baik di sekolah maupun di luar sekolah, oleh karenanya mereka cenderung bertingkah laku seperti kelompok teman sebayanya. Berdasarkan kenyataan di lapangan yang diperoleh dari hasil wawancara dengan guru pembimbing dan observasi awal dapat diperoleh informasi bahwa di SMP Negeri 26 Surabaya terdapat siswa-siswa yang dapat menjalin hubungan sosial dengan baik dan ada siswa yang kurang dapat menjalin hubungan sosial dengan baik. Penelitian ini termasuk penelitian dengan desain pre-eksperiment yaitu penelitian ini belum memenuhi persyaratan seperti cara eksperimen yang dikatakan ilmiah mengikuti peraturan-peraturan tertentu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 26 Surabaya dan dengan teknik sampel purposive diambil 38 siswa yaitu kelas VIII A SMP Negeri 26 Surabaya yang memiliki kemampuan hubungan sosial rendah namun hal ini tidak menjadi suatu permasalahan yang fatal sehingga dapat ditangani menggunakan layanan bimbingan kelompok. Tingkat hubungan sosial antar teman sebaya siswa sebelum mendapatkan layanan bimbingan kelompok (treatment) tergolong dalam kategori tinggi atau baik. Tingkat hubungan sosial antar teman sebaya siswa setelah mendapat layanan bimbingan kelompok tergolong dalam kategori sangat tinggi atau sangat baik. Berdasarkan uji wilcoxon bahwa kondisi apost test terdapat peningkatan hubungan sosial antar teman sebaya setelah diberikan layanan bimbingan kelompok. Sehingga hubungan sosial antar teman sebaya dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok
PERAN KONSELOR DALAM KONSELING MULTIBUDAYA UNTUK MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER Khusnul Khowatim
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v4n1.p10-15

Abstract

Berbicara tentang konseling multikultural, tentunya terdapat kebudayaan yang beragam, dimana konselor dalam hal ini dituntut untuk memiliki kemampuan dalam melakukan konseling multikultural pada era saat ini. Salahsatu tema yang dibahas dalam artikel ini ialah perwujudan kesetaraan gender. Kesetaraan gender tentu sangat diperlukan agar tidak terdapat  ketimpangan antara kaum lelaki dan perempuan. Dalam artikel ini akan membahas tentang beberapa hal, yaitu diantaranya kompetensi yang harus dimiliki konselor pada saat ini untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam konteks multibudaya, konseling mmultikultural, situasi yang terjadi pada konseling multikultural, karakteristik konselor yang efektif secara multikultural, pengembangan diri konselor multikultural, kesetaraan gender, serta upaya yang dapat dilakukan konselor untuk dapat mewujudkan kesetaraan gender. Artikel ini ditulis berdasarkan kajian dari beberapa sumber referensi yang relefan dengan œPeran Konselor dalam Konseling Multibudaya untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender sehingga dapat menjadi referensi bagi para konselor masa kini untuk mewujudkan tujuan SDGs bertemakan kesadaran gender.
SIKAP KOMUNIKATIF œSI BANG KOIN DAYA ( SIKAP KEBANGSAAN DENGAN KONSELING LINTAS BUDAYA) SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI UNGGUL Eko Setyo Rini
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v4n1.p29-32

Abstract

Pendidikan karakter menjadi solusi masalah-masalah yang terjadi seperti kekerasan, disintegrasi bangsa yang berpangkal karena perbedaan latar belakang dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan diharapkan menjadi penggerak untuk membangun budi pekerti dalam kehidupan menumbuhkan sifat kebangsaan sebagai wahana pembentukan generasi unggul penguat persatuan bangsa. Peserta didik menjadi agen perajut sikap kebangsaan sebagai individu pengurai solusi dalam masalah perbedaan budaya. Bimbingan dan konseling, pendekatan lintas budaya sebagai penguatan sikap kebangsaan dalam wujud kegiatan komunikatif. Dalam konseling lintas budaya terlibat adanya relasi antara konselor dan konseli, artinya baik konselor maupun klien adalah manusia dengan karakteristiknya,kepribadiannya maupun budaya yang dibawa masing-masing. Dengan demikian relasi konseling tidak adanya perbedaan karakteristik (pribadi, nilai, moral, budaya) antara dirinya dengan kliennya, serta menghargai keunikan kliennya.Konseling lintas budaya mangakomodasi adanya perbedaan budaya. Kesadaran bersama bahwa Manusia Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan bangsa yang kesemuanya itu ditujukan untuk saling mengenal budaya, adat istiadat, cara beribadah sebagai modal sikap kebangsaan. Maka dari itu konseling dibutuhkan sebagai solusi atas permasalahan yang menghambat munculnya sikap kebangsaan.
Pengembangan Ranah Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Menggunakan Exploding Box QR Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Pemahaman Membaca Materi Bimbingan Konseling Kelompok Peserta Didik SMP Negeri 1 Madiun Eko Setyo Rini
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 4 No. 2 (2020): Volume 4 Nomor 2 November 2020
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v4n2.p36-40

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan ranah berfikir tingkat tinggi (HOTS) dengan menggunakan Exploding Box QR sebagai media pembelajaran interaktif pada pemahaman membaca materi bimbingan kelompok peserta didik Kelas VIIB SMP Negeri 1 Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019.Media baca interaktif exploding box QR merupakan suatu benda berbentuk kubus dikemas secara modern dimodifikasi menjadi tampilan 3D berisi ringkasan materi dalam bentuk scan barcode QR. Penggunaan media baca exploding box QR pada kegiatan bimbingan kelompok untuk mengubah cara membaca materi bimbingan kelompok yang semula dengan buku teks diganti menggunakan media baca exploding boxQR. Dampak penggunaan Media baca Interaktif exploding box QR adalah pemahaman materi dan kemampuan berpikir HOTS dari 32 peserta didik Kelas VIIB nilai rata-rata kelas pada pertemuan pertama dengan nilai 73,6. Pada pertemuan kedua hasil nilai rata-rata kelas naik menjadi 79,9. Sedangkan jumlah peserta didik tuntas pada pertemuan pertama 63,6% dan yang tidak tuntas sebesar 36,4%. Pada pertemuan kedua ketuntasan menjadi 28 peserta didik (87,5%) dan hanya 4 peserta didik yang belum mencapai tingkat pemahaman sesuai dengan rata rata.Dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas VIIB SMP Negeri 1 Madiun yang mengalami ketuntasan pemahaman materi bimbingan kelompok serta mampu mengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) bagi peserta didik kelas VIIB SMP Negeri 1 Madiun. Penggunaan media baca exploding boxQR juga memunculkan dampak pengiring peserta didik menjadi lebih gemar membaca.
Akulturasi Menjadi Poin Penting dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals Dewi Kumala Sari
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v4n1.p33-35

Abstract

Adanya pengaruh modernisasi perlahan-lahan telah menggeser budaya bangsa. Bahkan sebagian besar masyarkat menghilangkan kebudayaan yang telah diwariskan oleh leluhur kita. Akulturasi adalah kunci untuk mewujudkan tujuan dari sustainable developement goals terutama dalam memberantas kemiskinan dan kesenjangan dengan memadupadankan budaya bangsa dengan budaya luar secara seimbang ke dalam segala aspek.Maka untuk mewujudkan hal tersebut sudah sepatutnya jika kita menguatkan karakter bangsa dengan ragam budaya yang ada untuk kemudian dikembangkan dan diselaraskan dengan dinamika perkembangan global sebagai upaya pencapaian keberhasilan sustainable developement goals. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk menunjukkan bahwa akulturasi dapat menjadi poin penting yang dapat diterapkan di segala aspek yang berguna untuk mewujudkan sustainable developement goals.