cover
Contact Name
Ari Khususmadewi
Contact Email
jurnalbikotetik@unesa.ac.id
Phone
+628563191981
Journal Mail Official
jurnalbikotetik@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Bimbingan dan Konseling Gd. O3 lantai 1, Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya City, East Java 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik)
ISSN : -     EISSN : 25805827     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/bikotetik.v3n1
Bikotetik: This journal is for guidance and counseling practitioners (teacher, counselor, observer, etc), and academics. Access to unpaid journal (FREE) for both reader and author. Articles published for this journal may include research results, community service results in the area of Counseling and Guidance, and literacy studies in counseling guidance.
Articles 239 Documents
KONSELING INDIVIDU MELALUI CYBER COUNSELING TERHADAP PEMBENTUKAN KONSEP DIRI PESERTA DIDIK Sukoco Kw; M. Arif Budiman S.
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 1 (2019): Volume 3 Nomer 1 Mei 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n1.p6-10

Abstract

Low self-concept would interfere with the potential development of learners. Low self-concept can be expected to come from the lack of services for learners. individual counseling services program with the old patterns need to be changed using the model of individual counseling through cyber Counseling. The purpose of this study is to determine the service life of individuals through cyber counseling Counseling, Establishment of the concept of self-pesrta students through cyber Counseling and determine the effect of individual counseling through cyber Conseling towards the formation of self-concept. This type of research is descriptive correlational with non Experimental quantitative approach with product moment correlation analysis. Based on the analysis above, the value of r xy = 0.988. The results are then consulted with r table with the number of respondents N = 30 significant level of 5% turned out to be the value of r xy is bigger than r table is 0.988> 0.361. Individual counseling Counseling Against Cyber Formation Through Self Concept Students in Class XI SMAN 1 Ketanggungan Brebes "are accepted.
STIGMA GURU BIMBINGAN KONSELING (Mengubah Mainset Peserta Didik Terhadap Guru Bimbingan Konseling Melalui Keterampilan Komunikasi Interpersonal) Amalia Alvi; Mafufah Hastin
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 1 (2019): Volume 3 Nomer 1 Mei 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n1.p11-14

Abstract

The writing of this article aims to explain the importance of changing the mainset of students towards teachers guidance and counseling through interpersonal communication skills. Communication is very important for the continuity of counseling, because the quality of relationships can determine success in counseling. Interpersonal communication skills are indispenseble in counseling to make it easier to establish good relationships and can bridge studentss in problem solving all the obstacles and problems that are being faced and can eliminate the stigma that has been pinned on the  BK teacher.
RAGAM PROFESIONALISME GURU BIMBINGAN DAN KONSELING ZAMAN NOW M. Adi Putra Ap; Nurida Shofiria
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 1 (2019): Volume 3 Nomer 1 Mei 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n1.p15-24

Abstract

Teacher Guidance and Counseling in the present day must have a strong foundation of educational science, because the Counselor is one of the types of education personnel in the Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2003. In line with the recognition of government policy counselors in developing the quality of teacher Guidance and Counseling. Teacher certification policy is expected to be able to improve the quality of teacher professionalism Counseling Guidance / Counselor. However, teacher certification did not have a significant impact on improving the professionalism of teacher guidance and counseling, there are still many teachers who have low UKG Counseling / Counselor scores, there are still many Teachers Counseling Guidance / low quality quality counselors and the lack of scientific work contributions generated by teachers Counseling Guidance / Counselors Therefore, it is necessary to have various forms of professional improvement in Guidance and Counseling Teachers so as to increase the choice of Counseling / Counselor Guidance methods in developing Skills professionalism. In developing the professionalism of the Counseling / Counselor Guidance there are several methods, methods in the form of education and training and not education and training, and to realize a truly professional and competent teacher is not enough to follow the PLPG / PPG certification program, the government must have a program continued after the teacher Counseling / Counselor Guidance has a professional certificate to maintain and uplift knowledge according to the times, there are dimensions that must be fulfilled so that the professionalism is maintained, guarantees and always increases in accordance with the needs and demands that develop, among others, with Continuing Professionality Development). Facilitated Counseling / Counseling Teachers and routinely carrying out Continuous Professional Development will certainly show very significant results in the development of Counseling / Counseling Teacher Skills so as to add insight, skills and competencies in today's era.
PELATIHAN KONSELING KARIER CAREER INFORMATION PROCESSING (CIP) BAGI GURU BK SMP KOTA MOJOKERTO Denok Setia Wati; Budi Purwoko; Mochammad Nursalim; Titin Indah Pratiwi
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 1 (2019): Volume 3 Nomer 1 Mei 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n1.p35-39

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkankan kompetensi akademik dan kompetensi profesional guru Bimbingan dan Konseling tingkat SMP di Kota Mojokerto. Target yang adalah meningkatkanya pemahaman serta keterampilan memberikan layanan bimbingan dan konseling di bidang karier terutama dalam hal mendampingi siswa dalam program perencanaan individual. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode pengumpulan datanya adalah teknik wawancara dan angket terbuka. Subyek penelitian adalah 44 guru BK. Adapun teknik  analisis data yang digunakan adalah teknik prosentase. Kompetesi yang dilatihkan adalah softskills berupa pelayanan di bidang karier yag berorientasi pada pendekatan CIP..Metode yang digunakan dalam PKM adalah pelatihan kepada guru Bimbingan dan Konseling dalam waktu tertentu dengan menggunakan siklus Communication, Analysis, synthesis, Valuing, dan Execution (CASVE)  berfungsi sebagai suatu basis untuk membantu para konseli dengan pengambilan keputusan.  Hasil pelatihan dengan menggunakan instrument angket terbuka menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling sebesar 91%. Sedangkan untuk pelaksanaan pelatihan, pelatihan ini mendapatkan skor rata-rata 3,36 atau 84% atau masuk kategori sangat berguna dan 3,24 atau 81% memenuhi kriteria kepatutan. Sedangkan untuk peningkatan ketrampilan communication meningkat 88,24%,  Analysis 85,29 %, synthesis 91,18%, Valuing 91,18%, dan Execution 94,12%. 
MODIFIKASI PERILAKU MEROKOK MELALUI STRATEGI PERUBAHAN MINDSET REALITAS SEBAGAI PENOPANG MUTU PEMBELAJARAN Yang Gustida Aditya Jakti
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 1 (2019): Volume 3 Nomer 1 Mei 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n1.p25-29

Abstract

Salah satu permasalahan siswa yang cukup serius dalam dunia pendidikan saat ini adalah perilaku merokok. Selain menghambat peningkatan mutu pembelajaran dan merusak kesehatan, perilaku merokok merepresentasikan tingkat copying siswa terhadap lingkungan pergaulannya. Saat ini, perilaku merokok dilakukan oleh siswa sebagai cara instan untuk memperoleh pengakuan dan mengisi waktu luang. Penelitian ini ditujukan untuk memodifikasi perilaku merokok melalui strategi perubahan mindset realitas kepada siswa kelas IX F-J yang teridentifikasi sebagai perokok aktif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan tes yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian diberikan dalam bentuk konseling individu serta didukung layanan informasi. Berdasarkan data penelitian, perilaku merokok secara aktif dilakukan oleh 3 siswa. Perilaku merokok diawali keinginan coba-coba. Sebelum perlakuan, ketiga siswa merokok dalam sehari menghabiskan antara 1-5 batang. Setelah perlakuan, frekuensi merokok mulai berkurang secara bertahap hingga akhirnya menjadi 1 batang per dua hari. Ketiga siswa mampu memodifikasi perilaku merokok menjadi tidak merokok dalam waktu 3-5 bulan. Data penelitian juga menunjukkan terjadinya perilaku maladaptif ketiga siswa ketika di kelas yang menyebabkan pembelajaran tidak optimal. Setelah perlakuan diberikan, perilaku maladaptif menjadi berkurang dan terkontrol. Dengan demikian, strategi perubahan mindset realitas mampu memodifikasi perilaku merokok serta mampu menjadi penopang suksesnya proses pembelajaran.  Kata Kunci : modifikasi;  perilaku merokok;  perubahan mindset realitas;  mutu pembelajaran
KONSEP DIRI REMAJA DITINJAU DARI LATAR BELAKANG BUDAYA MANDAILING DAN BUDAYA MINANGKABAU SERTA IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING sukatno sukatno
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 1 (2019): Volume 3 Nomer 1 Mei 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n1.p30-34

Abstract

Budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Indonesia memiliki banyak keberagaman budaya, salah satunya adalah kebudayaan yang berkembang dikalangan remaja.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif artinya penelitian dilakukan secara mendalam serta menggunakan pendekatan deskriptif yang bermaksud untuk mendapatkan gambaran tentang konsep diri remaja pada budaya mandailing dan budaya minangkabau.Hasil penelitian adalah Orang Minang berpandangan bahwa hidup pada hakikatnya baik, karena itu tujuan hidup adalah berbuat kebaikan atau jasa, œhiduik bajaso, mati bapusako, mereka ibaratkan: gajah mati maninggakan gadiang, harimau mati maninggkan baling, manudia mati maninggakan namo. Pepatah itu mengisyaratkan bahwa hidup adalah menghasilkan, setiap orang harus bekerja dan produktif sewaktu ia hidup sehingga dapat meninggalkan sesuatu apabila telah meninggal. Sebagai individu orang Minang sangat egaliter, hal itu dinyatakan dalam ungkapan œduduk samo randah tagak samo tinggi. Ungkapan ini membuka kesempatan kepada setiap individu untuk mencari yang terbaik, karena setiap orang itu pada prinsipnya menpunyai hak yang sama dalam berinisiatif dan memutuskan sesuatu. Masyarakat mandailing  dikenal sebagai masyarakat yang memiliki sosial yang tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan  meninjau partisipasi masyarakat dalam menghadiri berbagai acara dan peristiwa yang terjadi di daerah pemukiman sukunya seperti menghadiri takjiah, mengadakan pengajian, menghadiri kemalangan (melayat), mengunjungi orang yang sedang sakit, dan sebagainya. Saran terhadap penelitian ini, penelitian ini akan lebih baik jika dikembangkan lagi secara mendalam mengenai dua latar belakang budaya yang sangat berbeda. Baik ditinjau dari sifat, karakteristik, adat-istiadat, suku dan kebiasaan hidup.Kata kunci : Budaya ; sosial ; pendekatan deskriptif
STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGUATKAN KESADARAN DISABILITAS DI SEKOLAH INKLUSI Bagus Rachmad Saputra
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 2 (2019): Volume 3 Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n2.p40-44

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan strategi yang tepat dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah inklusi dan (2) penguatan kesadaran disabilitas bagi guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan di sekolah inklusi. Metode penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka, kajian teori, atau studi literatur terkait dengan strategi layanan bimbingan dan konseling di sekolah inklusi serta penguatan pemahaman guru bimbingan dan konseling tentang kesadaran disabilitas di sekolah inklusi. Studi dilakukan dengan mencari sumber literatur yang relevan kemudian dibandingkan dengan literatur lain yang kemudian ditarik menjadi sebuah kesimpulan atau pemahaman terkait dengan tema yang ditulis. Hasil yang diharapkan dalam penulisan artikel ini adalah (1) strategi layanan bimbingan dan konseling yang dirasa tepat untuk diimplementasikan di sekolah inklusi dan (2) perlunya penguatan kesadaran disabilitas bagi guru bimbingan dan konseling di sekolah inklusi.Kata kunci: strategi, layanan, bimbingan dan konseling, kesadaran disabilitas                                                                 AbstractThis study aims to (1) develop appropriate strategies in providing guidance and counseling services in inclusive schools and (2) strengthening disability awareness for guidance and counseling teachers in providing services in inclusive schools. This research method is a literature study, theoretical study, or literature study related to the strategy of guidance and counseling services in inclusive schools and strengthening teachers' understanding of guidance and counseling about disability awareness in inclusive schools. The study was conducted by finding relevant sources of literature and then compared with other literature which was then drawn into a conclusion or understanding related to the theme written. The expected results in writing this article are (1) guidance and counseling service strategies that are deemed appropriate for implementation in inclusive schools and (2) the need to strengthen disability awareness for guidance and counseling teachers in inclusive schools.Keywords: strategy, service, guidance and counseling, disability awareness 
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MODEL PBL UNTUK MENGURANGI KEBIASAAN SISWA MEROKOK DI SMK NEGERI 12 SURABAYA Rika Hari Retnowati; Sri Sutriswati
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 2 (2019): Volume 3 Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n2.p45-49

Abstract

Era millennial merupakan era penuh tantangan bagi guru bimbingan konseling dalam menghadapi perilaku siswa yang beragam.  Perilaku siswa SMK yang paling muda kita temui yakni siswa yang telah terbiasa  dengan merokok, Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah implementasi bimbingan kelompok dengan metode Problem Based Learning dapat mengurangi kebiasaan merokok pada siswa. Subyek penelitian berjumlah 10 siswa Kelas XI jurusan Karya Kreatif Logam dan Perhiasan dengan metode pengumpulan datanya menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi yang selanjutnya akan dianalisis menggunakan tindakan deskriptif kuantitatif dan analisis observasi. Hasil penelitian pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan metode pembelajaran problem based learning dapat mengurangi kebiasaan siswa merokok.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA PANTI ASUHAN DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Kartikasari Widya
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 2 (2019): Volume 3 Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n2.p50-56

Abstract

Kemampuan komunikasi interpersonal sangat penting untuk kehidupan karena orang akan berhubungan dengan orang lain melalui komunikasi, kesuksesan dalam berkomunikasi interpersonal dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari diri seseorang yaitu konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep diri remaja dan kemampuan komunikasi interpersonal serta untuk menguji hubungan antara konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif  jenis deskriptif korelasional. Penelitian dilakukan terhadap Remaja Panti Asuhan di Kota Bengkulu dengan populasi sebanyak 103 remaja. Jumlah sampel penelitian sebanyak 82 remaja untuk pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup model skala Likert dengan validitas 0.873, reliabilitas 0,931 (konsep diri) dan validitas 0.825, reliabilitas 0.929 (kemampuan komunikasi interpersonal). Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa: (1) Konsep diri remaja berada pada kategori rendah. (2) Kemampuan komunikasi interpersonal berada pada kategori rendah dan (3) Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara konsep diri dan kemampuan komunikasi interpersonal remaja sebesar 0,304.
KONSEP DIRI PELAJAR YANG BERPROFESI SEBAGAI PESINDHEN SEKOLAH MENENGAH DI KOTA KEDIRI Abdul Mukhlis; Abdul Mukhlis
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 2 (2019): Volume 3 Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v3n2.p57-66

Abstract

Kediri memiliki budaya tradisional yang beragam, yaitu wayang kulit, ludruk, campursari, tayub dan semua kesenian tersebut tidak lepas dari seorang pesindhen. Di Kediri terdapat pesindhen muda yang masih duduk dibangku sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri pelajar yang berprofesi sebagai pesindhen dalam memaknai diri terhadap profesinya dan lingkungan sosial memaknai pelajar yang berprofesi sebagai pesindhen di Kota Kediri. Subjek penelitian ini adalah pelajar sekolah menengah yang berprofesi sebagai pesindhen di kota Kediri. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik fenomenologi. Teknik pengumpul data yaitu studi lapangan, observasi partisipan, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan menggunakan materi audio visual. Hasil penelitian ini yaitu menjadi pesindhen merupakan profesi yang unik, sulit untuk ditekuni, dan tidak semua orang mampu untuk menjadi seorang sindhen. Pesindhen pelajar ini menekuni profesinya berdasarkan kemauan diri pribadi serta adanya dorongan untuk belajar seni tradisional oleh karena itu mereka merasa senang, nyaman dan bangga dengan profesinya.  Lingkungan sosial memaknai profesi pesindhen sebagai profesi yang positif.