cover
Contact Name
Canthing
Contact Email
salimasdi@yahoo.com
Phone
+6281225870059
Journal Mail Official
salimasdi@yahoo.com
Editorial Address
Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta Jl. Garuda Mas No. 03, Pabelan, Solo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
SENI
ISSN : 23020644     EISSN : 23020644     DOI : seni
Core Subject : Art,
Jurnal chanting adalah jurnal berkala terbit 2 kali dalam setahun yang bertujuan untuk mewadahi dan mempublikasikan berbagai pengkajian dan konsep penciptaan desain, serta berbagai pemikiran tentang karya seni.
Articles 123 Documents
PENGARUH PERUBAHAN BUDAYA TERHADAP KONSEPSI INOVASI KARYA BATIK PADA MASYARAKAT PENGRAJIN BATIK DESA PUNGSARI KECAMATAN PLUPUH KABUPATEN SRAGEN Darwoto Darwoto
Canthing Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik is one of art form which is owned IndonesiaNation. In its development can not be separated fromthe influence of cultural change. Among of Batik creation is done by the batik painter who in fact theyare the farming society.Batik existing and developingat Pungsari village, Plupuh subdistrict, Sragen regency is one of batikwhich was born on the farming society. Batik in this area was born as a form of collective works basedon a concept and not a change in hereditary. As cultural products on the basis of its emergence as amajor manifestation of an embodiment of an agrarian society mired in economic terms, batik in thisarea was born and evolved into a vehicle for creative economy society that evolved into a new incomein the society.On the stage of its development as the influence of cultural change triggered the conception of thework as a form of innovation to maintain the product in the concept of marketing competition,defensing economy and improving the quality and quantity. This condition makes existence be able tocontinue surviving and developing well and also improving the society's economy. The other impactsis a change in the social construction of the form of order agrarian society to an industrial societyform.
PERANCANGAN VISUAL BUKU ILUSTRASI KOMIK KERONCONG D’GLADHEN DI SUKOHARJO Amri Ihsan Al Amin
Canthing Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik keroncong merupakan jenis, musik yang sejak dulu ada, awal musik keroncong di Indonesia pada tahun 1512 ketika Portugis datang menjajah Indonesia, mereka membawa music Fado yaitu lagu bangsa Portugis yang bernada minor. Lalu lama kelamaan, karena Portugis pergi dari Indonesia, pengaruh musik Fado tidak serta merta hilang, akan tetapi mulai sedikit digubah oleh orang Indonesia yang sekarang dikenal sebagai musik keroncong. pada Tahun 1880 keroncong mulai lahir kembali di Indonesia dan sudah divariasi oleh instrument tradisional.D'Gladhen adalah grup musik yang beranggotakan remaja penyuka jenis musik keroncong. Mereka sering menggubah lagu-lagu populer menjadi berirama keroncong klasik. Tujuan mereka ialah ingin melestarikan musik keroncong agar tidak lekang dimakan perkembangan jaman, dan memberi contoh bagi generasi muda Sukoharjo bahwa bermain musik keroncong juga kekinian.
NERDY LOOK IN HOLI Dyah Arum Mulya Nugraheni
Canthing Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini terinspirasi dari kebudayaan di India yaitu festival holi. Dimana festival holi diselenggarakan dengan penuh kegembiraan dan penuh warna. Festival holi menandakan awalnya musim semi. Holi adalah salah satu festival unik, yang dirayakan oleh masyarakat India. Festival holi identik atau ditandai dengan banyaknya warna yang meramaikan perayaan.Pemilihan festival holi sebagai sumber ide diwujudkan melalui aplikasi motif kain menggunakan teknik batik tulis pada motif busana yaitu motif gajah. Teknik pembuatan motif pada kain dengan menggunakan media malam dan pewarna tekstil. Berdasarkan pengamatan yang dijabarkan penulis diatas, penulis mengangkat unsur yang terdapat pada festival holi sebagai sumber ide rancangan busana casual yang digunakan pada acara yang terkonsep yaitu acara ulang tahun anak remaja wanita dengan usia 18-21 tahun. Dimana pada acara ulang tahun mengharuskan para tamu undangan untuk memakai busana yang sesuai dengan konsep yang telah ditentukan
TALAWANG Mangundhining Siwi Syahbani
Canthing Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan busana bertujuan untuk menciptakan rancangan busana pesta malam yang memadukan antara sumber ide dan fashion style yang telah dipilih. Sumber ide dari rancangan ini yaitu Talawang. Talawang adalah sebuah perisai dari suku dayak kalimantan. Talawang sendiri dituangkan untuk memberikan aplikasi dengan tehnik batik tulis. Untuk hiasannya sendiri memakai bordir dan payet.Sedangkan fashion style nya adalah Busana adat Kalimantan timur yaitu baju Ta’a. Jenis busana yang dipilih adalah busana pesta malam. Jadi, rancangan ini dikemas dengan warna dan mode eclectic style merupakan salah satu bagian dari trend forecasting 2019 yang dikeluaran oleh BE KRAF. Terinspirasi dari aplikasi interiornya merupakan komposisi desain modern dengan warisan tradisi. Bahan yang digunakan pada rancangan ini yaitu bahan satin bridal, furing SPTI.
ESTETIKA BENTUK KURSI TAMAN PADA KAWASAN CITY WALK KOTA SURAKARTA Henny Tri Hastuti Hasana
Canthing Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Scientific Journal with the title "Aesthetics of the Form of Park Chairs in the Surakarta City Walk Area," focuses on the subject matter regarding the shape of city park chairs on Jalan Slamet Riyadi Surakarta if examined aesthetically. The purpose of this study is to discuss and explain the shape of the Surakarta city park road chair which is studied by discussing aesthetics. The steps (methods) of research use quality research methods. The location of the study was conducted in the city walk area of Surakarta City. Data obtained through observation, interviews, and documents (archives). Data analysis uses interaction analysis and interpretation analysis. Conceptually, the form and structure of conclusions. The results showed the shape of the Surakarta city park road chair with structure as an aesthetic element. Garden street chair ornaments, as decorations that support the beauty of the chair shape. The motifs that form passive ornaments, this is independent of ornament ornaments as a symbolic meaning.
TRADING CARD GAME BHINNEKA TUNGGAL IKA SEBAGAI MEDIA EDUKASI CINTA TANAH AIR DI SD NEGERI JATI 3 KARANGANYAR Asto Adi Sugiharjanto
Canthing Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bhinneka Tunggal ika merupakan motto atau semboyan yang di gunakan oleh Bangsa Indonesia, bila diterjemahkan berbeda beda tetapi tetap satu. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara republik indonesia. Bhinneka Tunggal Ika seperti yg tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 dan dipertegas dalam Undang-Undang RI No 24 Tahun 2009 tentang bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan dengan tujuan: memperkukuh persatuan Indonesia, mendorong timbulnya kesadaran tentang pentingnya pergaulan demi persatuan dan kesatuan, meningkatkan identitas dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, danmeningkatkan nilai kegotongroyongan dan solidaritas. Tujuan penelitian ini jangka panjangnya guna menumbuhkan rasa cinta tanah air, hal ini perlu sekali ditanamkan cinta sejak dini pada usia anak sekolah dasar. Media permainan kartu yang dekat dengan dunia anak sekolah dasar guna mengenalkan tentang keberagaman nusantara baik ras, suku, seni dan budaya, kuliner, ragam destinasi wisata yang ada di Indonesia. Perkembangan dari pemainan kartu sekarang ini adalah Trading Card Game atau disingkat TCG yang merupakan permainan kartu yang menggunakan kartu berseri. Daya tarik TCG adalah kombinasi dari keinginan pemain untuk mengoleksi kart-kartu yang unik dan permainan yang merangsang pengaturan strategi dan pemahaman contens dari informasi yang di tampilkan pada kartu. Metode yang digunakan untuk memenuhi target adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif diskriptif, obyek-obyek wisata, macam kuliner, warisan-warisan budaya peninggalan sejarah sebagai obyek kajiannya, lewat studi pustaka, pengamatan, wawancara dan dipelajari kemudian diolah menjadi menarik sehingga dapat diaplikasikan pada produk kartu permainan yang diproduksi dengan cetak digital. Dengan menambahkan narasi atau informasi yang cukup mendetail namun singkat sehingga dapat memberikan pengetahuan pada generasi muda.Kata kunci : Bhinneka Tunggal Ika, Media, Trading Card game
BLUE LAVA IN COCKTAIL DRESS Dinantiar Avenza R
Canthing Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinantiar Avenza Rastaffara. 201530300187. 2018. Blue Lava In Coctail Tugas Akhir Desain Prodak Tekstil Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta. Kesadaran akan Industri Fashion yang berkembang pesat sejalan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang membuat Industri Fashion ditantang untuk menciptakan produk baru, serta penerapan teknologi AI (Artificial Intelligence) di dalam Adi Busana yang mampu menciptakan busana masa depan yang ramah lingkungan dan meningkatnya motif serta busana dengan corak moderen yang mengikis corak lokal.Merancang busana pesta dengan gaya moderen menggunakan tehnik moderen yang berkembang luas dikombinasikan dengan corak dan filosofi lokal yang Adi Luhung, menjadi media untuk melestarikan budaya serta mengenalkan budaya dan kekayaan lokal yang ada kepada generasi muda yang dapat digunakan dalam sebuah kesempatan atau acara pesta.Hasil akhir rancangan busana pesta dengan tema “Blue Lava In Coctail” diharapkan mampu menjadi inovasi baru dalam gaya berbusana yang artistic dan mampu menarik generasi muda untuk kembali menggunakan corak lokal dalam berbagai kesempatan. Harapan dari hasil akhir selain menarik minat generasi muda untuk kembali menggunakan corak lokal juga untuk menjembatani mereka tampil  unik dalam balutan busana artistik. Kata kunci : Lurik Peranakan biru, pattern magic, Fabric Manupulasion, dan Abstrac lava.
PERANCANGAN DESAIN STRUKTUR PADA TENUN BERTEMA MOTIF UKIRAN TORAJA YANG DI TERAPKAN PADA BUSANA PESTA Flavio Kwigo Yusan Pramista; Apika Nurani Sulistyati
Canthing Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber ide pembuatan karya ini adalah ukiran khas Tanah Toraja yaitu Pa’teddong. Pa’teddong berasal dari kata Tedong yang dalam bahasa Toraja berarti Kerbau.Ukiran ini mnyerupai seekor kerbau. Di Toraja , kerbau adalah binatang peliharaan yang utama.  Bagi masyarakat Toraja, kerbau mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai mas kawin, bahan pengolah sawah, alat transaksi jual beli masyarakat Toraja. Dan sebagaai korbaan persembahan kepada Dewa atau Leluhur.Kata kunci : Pa’teddong
WAYANG UKUR KARYA SUKASMAN STUDI EKPLORASI BENTUK Salim Salim
Canthing Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RINGKASANNaskah ini berjudul “Studi Karya Tentang Eksplorasi Formasi Ukuran” pada bentuk wayang kulit itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan Masalah yang dirumuskan, mereka adalah bagaimana penampilan ide Sukasman dalam berkreasi Wayang Ukur, bagaimana sosok membentuk dan bentuk Sunggingan dari wayang Ukur dan bagaimana makna simbolis dari bentuk Wayang Ukur adalah dalam penciptaan Sukasman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memahami bentuk Wayang Ukur dari Sukasman. Pendekatan yang digunakan adalah estetika untuk menggambarkan karya-karya Wayang Ukur dari Ciptaan Sukasman. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis interpretasi. Simbol teori Geerts di buku "The Interpretation Culture" digunakan secara struktural yang terdiri dari fase analisis tokoh, makna simbolik, dan fase kesimpulan. Selain melakukan analisis terhadap beberapa karya Wayang Ukur dari Penciptaan Sukasman. Akhirnya dapat dipahami bahwa hasil temuan dalam penelitian ini. Itulah keberadaan Wayang Ukur yang merupakan ciptaan baru wayang yang diciptakan oleh Sukasman sejak tahun 1974, dengan melakukan perubahan pada bentuk dan teknik kerajinan belajar yang menekankan pada bentuk yang jelas dari wayang kulit Purwa gagrag Yogyakarta dan Surakarta. Jika dilihat dari seni lukis dan sudut pandang pahatan, Sukasman mencari bentuk presentasi yang terus menerus baru untuk membangkitkan perasaan ketidakmungkinan untuk presentasi, ketidakmungkinan adalah estetika khusus baginya. Dalam menciptakan karya Wayang Ukur, Sukasman selalu peduli pada seni patung dan prinsip melukis, di antaranya adalah komposisi, warna, dan keseimbangan. Ia telah melakukan sekularisme wayang kulit pementasan wayang, karena Sukasman tidak hanya mendistorsi bentuk wayang kulit, tetapi juga mengubah pementasan wayang kulit. Sukasman telah menempatkan pesinden atau penyanyi yang menghadap penonton, panggung diatur dengan rasa seni melukis dan memahat, penempatan lampu dianggap oleh kilat, sehingga Kesan warna bisa diubah sesuai keinginan.  Kata Kunci : Wayang Ukur, creativity, changing.
PERANCANGAN MOTIF BATIK TULIS DENGAN TEMA KERARIFAN LOKAL GAMELAN JAWA DI DESA WIRUN KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO SEBAGAI UNSUR DESAIN PERMUKAAN PADA BUSANA PESTA BERGAYA BOHEMIAN Ojiezenia Della Deviana; Amin Sulistiyowati
Canthing Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Di wilayah Bekonang terdapat sebuah desa yang memiliki keunikan karena sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai pengrajin gamelan. Gamelan adalah seperangkat alat musik di Jawa yang terdiri dari berbagai ricikan atau waditra (instrumen) yang menghasilkan lagu atau gending. Desa Bekonang juga merupakan sentra kerajinan batik tulis. Membatik menjadi kegiatan sampingan bagi kaum pria dan wanita di desa tersebut. Dalam pembuatan karya Tugas Akhir ini, Penulis ingin memperkenalkan kearifan lokal Desa Bekonang berupa gamelan yang dituangkan melalui motif batik. Kata kunci : Kearifan Lokal Gamelan Jawa.

Page 5 of 13 | Total Record : 123