cover
Contact Name
Wardana
Contact Email
mediaagribisnis@umbuton.ac.id
Phone
+6282188541480
Journal Mail Official
mediaagribisnis@umbuton.ac.id
Editorial Address
Jl. Betoambari 36, Kota Baubau, Propinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Agribisnis
ISSN : 25278479     EISSN : 26862174     DOI : https://doi.org/10.35326/agribisnis.v3i2
Jurnal Media Agribisnis has a focus to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or review articles related to the agriculture fields. It is open access and peer-reviewed journal, published by Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Buton. The journal is a biannual which is published on May and November. Articles submitted might cover topical issues in Agricultural Feasibility Studies, Agribusiness Management, Agribusiness Strategy Management, Agribusiness Quality Development, Agricultural Development, Agricultural Policy, Agriculture Marketing, Food Security, Regional Development Planning, Agricultural and Environmental Microbiology, Agricultural Socioeconomics, Agroclimatology, and Agronomy.
Articles 213 Documents
Teknologi, Pendanaan dan Manfaat Limbah Ternak Menjadi Biogas di KPSP Setia Kawan, Pasuruan Ariyanto, Yudi
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.7206

Abstract

Dengan kebutuhan energi fosil yang meningkat dan ketersediaan yang semakin terbatas maka pada saat ini di butuhkan sumber energi alternatif yang terbarukan seperti biogas. Biogas berasal dari limbah organik, yaitu limbah ternak, pertanian, atau limbah sampah organik dari dapur rumah tangga dan lain lain. Biogas adalah hasil dari pengolahan limbah organik secara hampa udara atau proses fermentasi di dalam suatu reaktor biogas. KPSP Setia Kawan adalah koperasi peternakan sapi perah di Nongkojajar, Pasuruan telah berhasil mengolah limbah kotoran ternak sapi perahnya menjadi biogas. Penelitian ini menginformasikan secara singkat teknologi pengolahan limbah ternak sapi, potensi manfaat, prospek dan tantangan menjadi biogas di KPSP Setia Kawan Nongkojajar, Pasuruan.
Persepsi dan Tingkat Adopsi Budidaya Pertanian yang Baik Pada Sawi Hijau di Kelurahan Balearjosari Kota Malang Ignatia, Sari Perwita Rahmanti; Awuk, Melania
Media Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v9i1.7285

Abstract

Praktik pertanian di kawasan perkotaan memerlukan penerapan prinsip-prinsip Budidaya Pertanian yang Baik untuk menghasilkan produk pertanian yang bermutu dan aman dikonsumsi. Keberhasilan penerapan prinsip budidaya tersebut bergantung pada persepsi dan tingkat adopsi terhadap prinsip-prinsip tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan tingkat adopsi budidaya pertanian yang baik dalam budidaya sawi hijau (caisim) di Kelurahan Balearjosari, Kota Malang. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei terhadap ibu rumah tangga yang terlibat aktif dalam kegiatan budidaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert dan pilihan jawaban “ya” atau “tidak”, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia produktif (35–50 tahun) sebesar 54%, memiliki tingkat pendidikan sarjana sebanyak 50%, dan bekerja sebagai wirausaha kuliner sebanyak 43%. Tingkat persepsi terhadap prinsip budidaya pertanian yang baik berada dalam kategori tinggi atau positif dengan skor rata-rata 4,49, yang mencerminkan kesiapan secara kognitif dan afektif dalam menerima prinsip-prinsip pertanian yang baik. Tingkat adopsi prinsip-prinsip pertanian yang baik masih tergolong sedang (80%), yang mengindikasikan adanya kesenjangan antara pemahaman dan praktik. Kesenjangan ini disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap input produksi dan terbatasnya sumber daya yang dimiliki. Oleh karena itu, dukungan dalam bentuk pelatihan teknis dan fasilitasi sarana pendukung menjadi hal penting untuk meningkatkan adopsi praktik budidaya pertanian yang baik di kawasan pertanian perkotaan.
The Effect Of Access To Digital-Based Market Information On Sustainable Agriculture Decisions Inti, Ristani Widya; Mahdani, Hakkul Bahiz; Setiawan, Dharma; Widya, Surya Ari; Giawa, Trisman Jaya
Media Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v9i1.7301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses informasi pasar berbasis digital terhadap keputusan pertanian berkelanjutan pada petani di wilayah Surabaya Barat. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan teknik analisis regresi linier berganda terhadap tiga variabel independen: frekuensi akses informasi digital (X₁), jenis platform digital yang digunakan (X₂), dan tingkat pemahaman informasi digital (X₃), serta satu variabel dependen yaitu keputusan pertanian berkelanjutan (Y). Hasil uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pertanian berkelanjutan (F = 120,330; sig. = 0,000). Sementara itu, hasil uji t menunjukkan bahwa masing-masing variabel X₁ (sig. = 0,025), X₂ (sig. = 0,001), dan X₃ (sig. = 0,003) berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap variabel dependen. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,933 menunjukkan bahwa 93,3% variasi keputusan pertanian berkelanjutan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan akses dan pemahaman terhadap informasi digital memainkan peran penting dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan pentingnya penguatan literasi digital dan perluasan infrastruktur informasi digital di wilayah urban-agricultural sebagai bagian dari strategi pembangunan pertanian berkelanjutan.