cover
Contact Name
Wardana
Contact Email
mediaagribisnis@umbuton.ac.id
Phone
+6282188541480
Journal Mail Official
mediaagribisnis@umbuton.ac.id
Editorial Address
Jl. Betoambari 36, Kota Baubau, Propinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Agribisnis
ISSN : 25278479     EISSN : 26862174     DOI : https://doi.org/10.35326/agribisnis.v3i2
Jurnal Media Agribisnis has a focus to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or review articles related to the agriculture fields. It is open access and peer-reviewed journal, published by Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Buton. The journal is a biannual which is published on May and November. Articles submitted might cover topical issues in Agricultural Feasibility Studies, Agribusiness Management, Agribusiness Strategy Management, Agribusiness Quality Development, Agricultural Development, Agricultural Policy, Agriculture Marketing, Food Security, Regional Development Planning, Agricultural and Environmental Microbiology, Agricultural Socioeconomics, Agroclimatology, and Agronomy.
Articles 213 Documents
Strategi Pengembangan Industri Kecil Penggilingan Ikan di “Penggilingan Evi Tenggiri” Kota Bengkulu Gusriani, Ika; Koto, Hidayat; Intara, Yazid Ismi; Surawanto, Edi
Media Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i1.5284

Abstract

Tujuan penelitian yakni mengidentifikasi dan menganalisis keadaan internal dan eksternal yang memberikan dampak pada pengembangan industri kecil “Penggilingan Evi Tenggiri” serta memperoleh alternatif strategi dalam mengembangkan industri kecil ini. Hasil penelitian diperoleh faktor strategis yang paling berpengaruh dalam pengembangan usaha penggilingan ikan yaitu rencana pemasaran (kekuatan), target jumlah produksi (kelemahan), suplai bahan baku (peluang) dan musim tidak menangkap ikan (ancaman). Hasil analisis matriks IFE menggambarkan pemberian bobot dan rating menghasilkan skor kekuatan sebesar 1,58 dan skor kelemahan sebesar 1,23. Poin tersebut menunjukkan bahwa faktor kekuatan memiliki tingkat signifikansi yang lebih tinggi daripada faktor kelemahan. Sementara itu, pada faktor eksternal, skor peluang sebesar 1,47 dan skor ancaman sebesar 1,28 mengindikasikan faktor peluang yang dimiliki oleh usaha ini memiliki dampak yang lebih besar daripada faktor ancaman. Pertimbangan ini menempatkan alternatif strategi pengembangan usaha dalam kuadran I, sehingga strategi yang relevan untuk diadopsi adalah Strategi SO (Strengths-Opportunities). "Penggilingan Evi Tenggiri" dapat memaksimalkan bahan baku yang memadai untuk memanfaatkan peluang, hubungan kerja sama yang kuat dengan konsumen, penyedia bahan baku, dan pemerintah selain itu juga dapat meningkatkan rencana pemasaran dengan melancarkan promosi melalui berbagai media untuk meningkatkan daya saing dan penguasaan pasar, serta memaksimalkan saluran distribusi yang lebih luas.
Analisis Kelayakan Usaha Tani dan Penentuan Harga Pokok Produksi Ubi Kayu Zulkarnain, Zulkarnain; Supriyadi, Supriyadi; Isnaini, Soni; Maryati, Maryati; Rakhmiati, Rakhmiati; Puji Handayani, Etik Puji Handayani
Media Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i1.5292

Abstract

Usaha tani ubi kayu merupakan salah satu tanaman pangan strategis yang menunjang pereonomian nasional. Peningkatkan produksi ubi kayu tidak terlepas dari pengelolaan usaha tani secara efektif dan efisien, hal tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan yang dipengaruhi oleh indikator HPP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha tani dan harga pokok produksi (HPP) ubi kayu di Provinsi Lampung. Metode analisis penelitian yang digunakan adalah analisis pendapatan, R/C Ratio, BEP dan HPP. Penelitian dilakukan di Kecamatan Terusan Nyunyai dan Kecamatan Rumbia di Kabupaten Lampung Tengah. Jumlah sampel sebanyak 271 petani yang terdiri dari 130 petani di Kecamatan Nyunyai dan 141 di Kecamatan Rumbia. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelayakan usaha tani ubi kayu yang diukur bedasarkan analisis pendapatan diperoleh nilai pendapatan sebesar Rp. 21.640.964,98 per haktar per musim tanam dengan R/C ratio 2,09 dan BEP harga sebesar Rp. 637,31 serta BEP produksi sebanyak 1.0851,83 kg sehingga hasil kelayakan usaha tani ubi kayu layak untuk terus dikembangkan. Kemudian, nilai HPP ubi kayu didapatkan sebesar Rp. 663,33/kg yang artinya petani ubi kayu harus menjual ubi kayu diatas HPP supaya petani ubi kayu mendapatkan keuntungan.
Elemen Modal Sosial Anggota Kelompok Tani Padi di Desa Duren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang Siandoi, Ovin; Prihtanti, Tinjung Mary
Media Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i1.5323

Abstract

Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah sentra padi sawah di Provinsi Jawa Tengah. Kelompok tani Marsudi Tani 2 di Desa Duren Kecamatan Tengaran kurang aktif sejak adanya Covid-19 di tahun 2020 yang terjadi di Indonesia. Kurang aktifnya tersebut menyebabkan peran kelompok tani Marsudi Tani 2 tidak optimal antara lain peran untuk mempermudah mendapatkan input usaha tani padi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat elemen modal sosial petani padi pada anggota kelompok tani Marsudi Tani 2. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 41 petani padi. Teknik analisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat elemen kepercayaan, partisipasi, dan norma dari anggota kelompok tani Marsudi Tani 2 di Desa Duren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang menunjukkan kategori sangat tinggi sedangkan variabel jejaring pada kategori tinggi.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Memilih Usahatani Tomat di Desa Compang Dari Kecamatan Rahong Utara Jandu, Inosensius Harmin; Payong, Polikarpus; Piran, Ronaldus Don; Sudirman, Paulus Every
Media Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i1.5324

Abstract

Sektor pertanian merupakan komponen penting dari ekonomi nasional dan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pertanian seharusnya menjadi pendorong ekonomi nasional. Subsektor pertanian hortikultura memiliki kemampuan untuk meningkatkan pendapatan petani, karena dibutuhkan oleh hampir semua orang dan salah satu komoditas yang sangat menguntungkan. Faktor ekonomi terdiri dari pendapatan, jumlah tanggungan dalam keluarga, luas lahan, sarana dan prasarana, pengeluaran, dan harga jual. Penelitian ini menggunakan metode survei, dan pengumpulan data dilakukan dengan mengajukan pertanyaan atau wawancara dalam bentuk kuisioner. Penelitian ini melibatkan 45 petani tomat. Metode analisis yang digunakan untuk menganalisis variabel independen yakni lama usahatani, luas lahan, harga, pendapatan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menujukan dari tiga variable yang ukur luas lahan dan pendapatan memiliki pengaruh signifikasi terhadap keputusan petani dalam memilih usahatani tomat, sedangkan untuk harga tidak memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan petani dalam memilih usahatani. Untuk lama berusahatani yang paling domianan adalah petani lama Bertani 10-20, sehingga akan berdampak pada semakin memperkuat keputusan petani dalam memilih usahatani tomat.
Hubungan Karakteristik Kewirausahaan Dengan Kinerja UMKM Kampung Singkong Kelurahan Ledok Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga Elisabeth, Amanda Cornelia Fifa; Sunaryanto, Lasmono Tri Sunaryanto
Media Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i1.5327

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis karakteristik kewirausahaan dan mengetahui Kepemilikan karakteristik kewirausahaan dalam menjalankan UMKM memiliki peranan penting untuk mencermikan kinerja yang dijalankan. Terdapat kemungkinan bahwa seseorang dengan karakteristik kewirausahaan yang tinggi akan memiliki kemampuan dalam mengelola usahanya dengan baik. Tujuan dari penelitian ini: 1) menganalisis karakteristik kewirausahaan; 2) mengetahui hubungan antara karakteristik kewirausahaan dengan kinerja UMKM di Kampung Singkong, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 30 pemilik UMKM. Teknik analisis menggunakan korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan: 1) percaya diri, berani mengambil risiko, kepemimpinan, kerja keras, orientasi pada masa depan berada pada kategori sangat baik, sedangkan kinerja berada pada kategori baik; 2) terdapat hubungan signifikan dan positif antara percaya diri, kepemimpinan, kerja keras, orientasi pada masa depan dengan kinerja UMKM, sedangkan berani mengambil risiko tidak berhubungan dengan kinerja UMKM. Hubungan positif berarti jika karakteristik kewirausahaan meningkat, maka akan meningkatkan kinerja UMKM.
Peran Kelompok Wanita Tani (Kwt) “Cahaya” Terhadap Program Ketahanan Pangan Keluarga Desa Balongkrai, Kelurahan Pulorejo, Kota Mojokerto Utomo, Budi; Kusumawati, Nur Farida; Ambal Ikka, Ni Dewi; Hafidz, Muhammad Annur
Media Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i1.5372

Abstract

Meningkatkan keterlibatan perempuan dalam berbagai peran, termasuk sebagai penerima dan pemrakarsa kegiatan, serta konsumen produk pertanian, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka, serta meningkatkan inisiatif ketahanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan fungsi anggota KWT dan menjelaskan unsur-unsur yang memfasilitasi atau menghambat partisipasi mereka dalam program food yard berkelanjutan di Lingkungan Balongkrai, Desa Pulorejo, Kota Mojokerto. Temuan penelitian menunjukkan bahwa anggota KWT mengambil peran proaktif dalam operasional KWT Cahaya. Kegiatan yang dilakukan meliputi: jasa keuangan seperti simpan pinjam, bakti sosial, peternakan unggas, pemanfaatan lahan kosong, dan pengolahan hasil pertanian. Temuan penelitian memberikan kesimpulan sebagai berikut: Fungsi utama anggota KWT dalam program P2l adalah memberikan bantuan dan dukungan. Tujuan dari Program Pendampingan adalah untuk memberikan pelatihan kepada anggota KWT Cahaya, akses terhadap pekarangan, dan pendampingan dalam pengolahan hasil pertanian. Selain komponen ekonomi, kegiatan di KWT memberikan peluang berharga bagi para anggotanya untuk mengembangkan keahlian mereka di bidang pertanian dan peternakan. Studi ini mengidentifikasi variabel sosial dan ekonomi sebagai penghambat kesejahteraan keluarga. Unsur pendukung tersebut antara lain bantuan pemerintah dan hasil program, dukungan instansi terkait, serta dukungan dari seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung operasional di KWT Cahaya.
Strategi Pengembangan Pangsa Pasar Tanaman Hias Crassula Ovata Di Cv. Cahaya Barokah Kota Mojokerto Kusumawati, Nur Farida; Utomo, Budi; Aditya, Dipa; Rizqi, Muhammad Zulfa
Media Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i1.5374

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan yang dihasilkan oleh industri tanaman hias dan mengetahui posisi kuadran bisnis tanaman hias Crassula Ovata CV. Cahaya Barokah dalam Analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif. Analisis penerimaan menunjukkan bahwa keseluruhan pendapatan perusahaan penanaman Crassula ovata pada bulan tersebut adalah sebesar Rp. 2.265.000. Setelah dikurangi total pengeluaran sebesar Rp. 674.111, maka penghasilan bersih bulan tersebut dihitung sebesar Rp. 1.950.889. Akibatnya, perusahaan menghasilkan keuntungan bulanan sebesar Rp. 1.950.889 atau mungkin lebih. Analisis EFAS IFAS menghasilkan skor positif sebesar 0,50 untuk total faktor kekuatan dan peluang, dan skor negatif sebesar -0,46 untuk selisih total faktor kelemahan dan ancaman. Posisi kuadran CV.Cahaya Barokah terletak pada kuadran kedua, khusus menerapkan strategi diversifikasi dengan mengidentifikasi pendekatan ST (kekuatan dan ancaman). Strategi ini melibatkan peningkatan jangkauan barang atau jasa yang ditawarkan oleh CV. Cahaya Barokah bertujuan untuk mempromosikan tanaman hias Crasula ovata agar semakin dikenal masyarakat, tidak hanya di daerah tertentu tetapi di seluruh Indonesia secara keseluruhan.
Analisis Pendapatan Petani Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Di Kelurahan Busoa, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan Purnamasari, Wa Ode Dian; Sirza, La Ode Muhammad Junaidin; Bone, Abdul Hadi; Hamar, Bahtiar; Sitania, Yusti
Media Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i1.6328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan pembudidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) di Desa Busoa, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret dan April 2024. Populasi penelitian terdiri dari total 102 orang yang terlibat dalam budidaya rumput laut. Metode pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu dengan memilih 10% dari seluruh populasi. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 10 orang. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif, dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembudidaya rumput laut Eucheuma cottonii di Desa Busoa, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan melakukan upaya-upaya untuk menekan biaya dalam rangka memaksimalkan keuntungan. Hal ini terlihat dari rata-rata total biaya sebesar Rp. 3.812.616 dan rata-rata penerimaan sebesar Rp. 7.600.000, sehingga menghasilkan rata-rata keuntungan bersih sebesar Rp. 3.787.484.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Cabai Rawit Pasar Mardika Di Kota Ambon Hamrin, Hamrin; Thenu, S.F.W; Kembauw , Esther
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.5158

Abstract

Cabai termasuk komoditas hortikultura penting di Indonesia yang di konsumsi oleh sebagian besar penduduk tanpa memperhatikan tingkat sosial. Kenaikan harga berhubungan pada aktivitas pemasaran. Jika dibandingkan pada harga di daerah konsumen, harga cabai di daerah produsen lebih rendah. Sebagian faktor dengan berpengaruh yakni faktor angkutan, rendahnya daya tahan cabai, juga daya beli masyarakat secara rendah. Penyelidikan ini tujuannya guna menganalisis faktor dengan berpengaruh pada harga cabai rawit di Pasar Mardika Kota Ambon dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Mardika, Kota Ambon. Hasil dari penyelidikan ini ialah terdapat 3 variabel yang ada pengaruh positif juga signifikan pada harga cabai rawit di Pasar Mardika yaitu cabai kriting (X1), transportasi (X3), dan cuaca (X4) sedangkan untuk 2 variabel yang berpengaruh negatif dan tidak signifikan yaitu penawaran (X2) dan kebijakan pemerintah (X5).
Efisiensi Pemasaran Kopi Robusta Kelompok Tani Manunggal VI Di Desa Bedono Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang Utomo, Bayu Aji; Yuliawati, Yuliawati
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.6469

Abstract

Perbedaan harga jual kopi robusta di tingkat petani di Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang disebabkan oleh saluran pemasaran yang tidak efisien dan tingginya biaya pemasaran. Petani berharap mendapatkan farmer’s share yang lebih besar, namun realisasinya lebih rendah akibat besarnya biaya pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, harga jual dan biaya pemasaran, serta menganalisis efisiensi pemasaran kopi robusta di Kelompok Tani Manunggal VI. Sampel diambil menggunakan purposive sampling untuk 25 petani dan snowball sampling untuk delapan lembaga pemasaran. Data diperoleh melalui survei dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan saluran pemasaran, harga, dan biaya pemasaran. Efisiensi pemasaran dianalisis menggunakan farmer’s share, margin pemasaran, rasio keuntungan atas biaya pemasaran, dan indeks efisiensi pemasaran metode Shepherd. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat saluran pemasaran kopi robusta dari petani ke konsumen akhir. Harga kopi robusta di tingkat petani berkisar antara Rp37.250/kg hingga Rp50.333/kg, sedangkan di tingkat konsumen akhir mencapai Rp160.000/kg hingga Rp165.000/kg. Total biaya pemasaran mencapai 36,94% hingga 43,96%. Efisiensi pemasaran ditunjukkan oleh farmer's share yang rendah, yaitu berkisar antara 23,28% hingga 30,50%, sementara margin pemasaran mencapai 69,50% hingga 76,72%. Rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran berkisar dari 0,71 hingga 1,01, dan indeks efisiensi pemasaran metode Shepherd berada di rentang 1,27 hingga 1,71. Saluran pemasaran paling efisien adalah saluran I, karena keduanya memenuhi ≥ 2 indikator efisiensi. Petani dapat memilih untuk menggunakan saluran pemasaran I guna mendapatkan keuntungan yang sepadan dari tingkat petani hingga konsumen akhir.