Jurnal Ilmiah Islamic Resources
Jurnal Ilmiah Islamic Resources, published by Universitas Muslim Indonesia. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, and many more. The journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute.
Thus, Indonesian and non-Indonesian scholars have enriched the studies published in the journal. Although not from the beginning Jurnal Ilmiah Islamic Resources presents highly qualified scholarly articles, improvement—in terms format, style, and academic quality—never ceases. Now with articles written in Arabic and English and with the fair procedure of peer-review, Al-Jamiah continues publishing researches and studies pertinent to Islamic studies with various dimensions and approaches.
Jurnal Ilmiah Islamic Resources, published twice a year, always places Islam and Muslim in the central focus of academic inquiry and invites any comprehensive observation of Islam as a theological belief and a system of society and Muslims as those who practice the religion with their many facets. This journal, serving as a forum for the study of Islam in Indonesia and other parts of the world within its local and challenging global context, supports focused studies of particular theme and interdisciplinary studies. Jurnal Ilmiah Islamic Resources has become a medium of diffusion and exchange of ideas and research findings, so much so that researchers, writers, and readers from various traditions of learning have interacted in the scholarly manner.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 18, No 1 (2021): Juni"
:
9 Documents
clear
INTEGRASI KEILMUAN DALAM PANDANGAN ISLAM
Maryam Ismail
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/jiir.v18i1.123
Pada dasarnya integrasi bertujuan untuk pengembangan antara sains dan Islam seiring dan sejalan bergandengan meraih kemajuan untuk memberikan kehidupan manusia bahagia, tentram, damai, dan makmur dalam tatanan kemajuan ilmu pengetahuan dan kecerdasan spritual. Integrasi yang dimaksudkan bukan mencampur adukkan hingga menghilanghkan entensitas masing-masing lalu lebur dalam satu kesatuan kemudian melahirkan identitas tertentu. Tetapi yang dimaksudkan adalah saling menerima dan memberi kontribusi sejalan dan tidak dipertentangkan, melainkan saling melengkapi, dalam memenuhi kebutuhan manusia, karena keduanya dapat mengantar manusia menikmati kehidupannya lahir dan bathin bukan hanya di dunia melainkan sampai di akhir nanti. Sains sangat dibutuhkan ajaran Islam dalam melakukan ibadah dan amal shaleh, tanpa sains ajaran agama sulit diterapkan secara kaffah. Terutama diera globalisasi dewasa ini. Ajaran Islam harus berteman dengan sains untuk mewujudkan tujuannya sama dengan sains butuh dikawal oleh ajaran Islam dalam pemanfaatannya sesuai dengan tujuan filosufinya. Sains bersumber dari hasil nalar manusia, pemanfaatannya sangat besar ketika dikawal oleh ketaqwaan, tetapi sehebat apapun sains disaat lepas dari kendali iman bisa membawa pada kehancuran. Tidak benar kalau dikatakan ajaran Islam menghambat kemajuan sains justru sebaliknya sains akan melaju perkembangannya berbarengan denga ajaran Islam terbukti dengan kemajuan Islam dimasa silam yang mampu membangun peradaban dunia.
BLASPHEMY IN THE PERSPECTIVE OF THE QUR’AN (Term-Term Penistaan Agama Perspektif Al-Qur’an)
Wahyudin Wahyudin
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/jiir.v18i1.119
Diskursus dan perbincangan tentang penistaan agama masih terus bergulir seiring masih marak dan seringnya kasus-kasus penistaan agama terjadi dan bermunculan dengan berbagai bentuk dan polanya yang telah mengusik kehidupan beragama bahkan cenderung menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yang mengkaji makna penistaan agama melalui term-term yang terdapat di dalam al-Qur’an sehingga nampak jelas bagaimana wawasan al-Qur’an tentang penistaan agama dengan menggunakan metode tafsir tematik (maudhui). Tulisan pada bagian pertama ini membahas dua hal yaitu: pengertian penistaan agama secara umum dan dalam perspektif ulama dan kajian ontologi penistaan agama lewat elaborasi term-term yang bermakna penistaaan agama dalam al-Qur’an. Hasil kajian menunjukan bahwa pengertian dan pemaknaan tentang penistaan agama cukup variatif namun dapat ditemukan satu kesimpulan bahwa penistaan agama adalah segala bentuk perilaku baik perkataan maupun perbuatan yang dilakukan dengan sengaja yang bersifat merendahkan, menghina, menodai dan memperolok-olok, melecehkan ajaran agama dan hal-hal yang dianggap sakral dalam agama, menambah atau mengurangi ajaran agama yang pokok (ushuli). Di dalam al-Qur’an ditemukan term-term yang bermakna penistaan terhadap agama yaitu al-istihza/huzuwan, al-sakhar, al-la’ab, al-aza, al-sabb, al-lamz, al-ta’an fi al-din yang dijelaskan dalam berbagai ayat di dalam al-Qur’an dan seluruh ayat-ayat tersebut mencela perbuatan penistaan agama dan perilaku ini tergolong sebagai kejahatan dan tindak kriminal (jarimah) yang dapat dikenakan sanksi/hukuman.
SYI’AH IMAMIYAH (Studi tentang persamaan dan perbedaannya dengan Ahlu Sunnah wa al-Jamaah)
Mursalin Ilyas;
Abdul Ghany
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/jiir.v18i1.122
Penelitian ini adalah suatu studi tentnag Syi’ah Imamiyah dilihat dalam persamaan dan perbedaannya dengan ahlusunnah wa al-Jama’ah. Persamaan dan perbedaan yang akan dibahas yaitu prinsipnya yang menyangkut kepemimpinan. Prinsip Syi’ah dalam hal ini mereka masukkan sebagai salah satu rukun iman yang tidak bisa diabaikan sebgaimna rukun-rukun lainnya. Sikap dan pandangan Syi’ah Imamiyah dalam masalah ini dilihat dari segi persamaannya dengan Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah sangat sedikit, namun kalua dilihat dari segi perbedaannya didapatkan perbedaan yang sangat mencolok. Masalah ini sangat urgen ditampilkan untuk menjaga agar kaum muslimin terhindar dari paham-paham yang ekstrim seperti yang dikenal dengan istilah fundamentalisme yang sebagian besar berasal dari sikap kaum Syi’ah, begitu pula untuk menajaga agar akidah umat islam tetap berpijak pada sumber azazinya.
Integrasi Keilmuan dalam Pandangan Islam
Ismail, Maryam
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/jiir.v18i1.124
Pada dasarnya integrasi bertujuan untuk pengembangan antara sains dan Islam seiring dan sejalan bergandengan meraih kemajuan untuk memberikan kehidupan manusia bahagia, tentram, damai, dan makmur dalam tatanan kemajuan ilmu pengetahuan dan kecerdasan spritual. Integrasi yang dimaksudkan bukan mencampur adukkan hingga menghilanghkan entensitas masing-masing lalu lebur dalam satu kesatuan kemudian melahirkan identitas tertentu. Tetapi yang dimaksudkan adalah saling menerima dan memberi kontribusi sejalan dan tidak dipertentangkan, melainkan saling melengkapi, dalam memenuhi kebutuhan manusia, karena keduanya dapat mengantar  manusia menikmati kehidupannya lahir dan bathin bukan hanya di dunia melainkan sampai di akhir nanti. Sains sangat dibutuhkan ajaran Islam dalam melakukan ibadah dan amal shaleh, tanpa sains ajaran agama sulit diterapkan secara kaffah. Terutama diera globalisasi dewasa ini. Ajaran Islam harus berteman dengan sains untuk mewujudkan tujuannya sama dengan sains butuh dikawal oleh ajaran Islam dalam pemanfaatannya sesuai dengan tujuan filosufinya. Sains bersumber dari hasil nalar manusia, pemanfaatannya sangat besar ketika dikawal oleh ketaqwaan, tetapi sehebat apapun sains disaat lepas dari kendali iman bisa membawa pada kehancuran. Tidak benar kalau dikatakan ajaran Islam menghambat kemajuan sains justru sebaliknya sains akan melaju perkembangannya berbarengan denga ajaran Islam terbukti dengan kemajuan Islam dimasa silam yang mampu membangun peradaban dunia
PENGINTEGRASIAN NILAI-NILAI MAJA LABO DAHU DALAM MEMBANGUN KARAKTER RELIGIUSITAS PESERTA DIDIK
Rahman, Arif;
Malik, Abdul;
Martini, Martini
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/jiir.v18i1.125
Penelitian dalam skripsi ini bersifat bersifat penelitian kualitatif deskriptif yang dimana dalam proses pengumpulan datanya terbagi menjadi dua tahap, yakni data primer yang dimana data yang di hasilkan dari wawancara mendalam terhadap narasumber yang dapat di percaya dan memperkuat pengumpulan data. Sedanngkan data sekunder yakni berupa dokumen-dokumen grafis atau catatan dan benda-benda lain yang dapat mempertajam data primer. Adapun teknik pengumpulan datanya yakni menerapkan tekhnik sampling porsive yakni wawancara tatap muka terhadap informal yang bisa menyajikan data yang akurat mengenai penelitian. di kaitkan dengan hasil pengamatan dan dokumentasi sehingga data di analisis dengan menerapkan kondensasi data atau penyajian data lalu di tarik sebuah kesimpulan yang menghasilakan sebuah pengamatan sesuai dengan kebutuhan penelitian. sehingga harapan dari pada pengamatan ini yakni untuk mengukur bagaimana penerapan nilai-nilai maja labo dahu peserta didik pada kegiatan pembelajaran dan bagaimana ahklak religiusitas peserta didik dari model penerapan nilai-nilai maja labo dahu pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Sape. Dari hasil penelitian setelah dilakukan pengolahan data, pengamatan langsung dan verifikasi data, lalu ditarik kesimpulan bahwa penerapan nilai-nilai maja labo dahu pada kegiatan pembelajaran masih sangat tidak efekti, dikarenakan masih banyaknya ditemukan peserta didik yang melakukan pelanggaran di luar dari pada norma sebagai seorang pelajar, yakni di temukanyahasil kertas contekan ketika ulangan mid semester berlangsung, tak hanya itu, bahkan peserta didik sering kehilangan barang-barang elektronik di dalam kelas seperti handpone, laptop dan sebagainya. Padahal guru-guru di SMAN 1 Sape senantiasi memberikan bimbingan dan arahan kepada peserta didik, namun masih saja di temukan beberapa peserta didik yang masih melakukan pelanggaran.Â
Penerapan Metode Integratif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik
Negsi, Ratika;
Hakim, Ahmad;
Fitriani, Eka
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/jiir.v18i1.126
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dengan jelas penerapan Metode Integratif dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Kab. Gowa. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas dengan cara mengevaluasi masalah proses pembelajaran dalam kelas dengan metode yang komprehensif dengan tujuan menyelesaikan persoalan dan mengambil beragam aksi yang telah diencanakan pada kondisi actual dan menganalisis metode perbaikkan dan dampaknya. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah Observasi, Wawancara, Tes dan Dokumentasi. Penelitian ini dilakukan berdasarkan alur penelitian metode Kemmis dan Mc Taggar yang dimana metode tersebut terdapat 2 siklus yang setiap siklus mempunyai empat tahap yaitu, planning, action, observasi, dan reflection. Dari hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti dimana menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik pada proses pembelajaran PAI tentang materi “Proses Penciptaan Manusi pada Surah Al-Mukminun ayat 12-14†dengan materi tentang “Proses Pembentukkan/ Perkembangan Manusia dalam rahimâ€, Berdasarkan hasil dari tes Pra Siklus, Siklus I serta dalam Siklus II. Hal ini terlihat dari hasil belajar peserta didik 11% pada Pra Siklus, meningkat menjadi 54% pada Siklus I, kembali meningkat menjadi 89% di Siklus II. Berlandaskan pada apa yang dijelaskan di atas, dengan ini biasa dipahami bahwasanya penelitian tentang Penerapan Metode Integratif bisa meningkatkan Hasil Belajar pesertadidik pada bisang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas IX SMP Pesantren Putri Yatama Mandiri Kab. Gowa.
Manajemen Pembinaan Majelis Taklim Assakinah Melalui Pelatihan Penyelenggaraan Jenazahdi Kel. Allepolea Kec. Lau Kab. Maros
Surani, Surani;
Assagaf, Abdul Rauf
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/jiir.v18i1.134
Pengabdian kepada masyarakat salah satu tujuannya adalah untuk memberikan wawasan dan membekali pengetahuan serta kemampuan dalam hal keterampilan kepada masyarakat yang bertempat di Kelurahan Allepolea khususnya para anggota Majelis Taklim Assakinah dengan memberikan kegiatan dalam bentuk Manajemen Pembinaan melalui Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah, sehingga diharapkan dapat menambah pengetahuan, wawasan dan tentunya bernilai sosial di masyarakat serta bernilai ibadah disisi Allah SWT. Sasaran pengabdian kepada masyarakat adalah Pengurus dan anggota Majelis Taklim Kelurahan Allepolea Kabupaten Maros dengan menggunakan dua metode yakni teori dan praktikum tentang Penyelenggaraan Jenazah. Adapun pelaksanaannya dilakukan dengan pelatihan menggunakan metode ceramah / presentasi dan tanya jawab, serta dilanjutkan dengan metode praktikum bagi para peserta pelatihan yakni anggota Majelis Taklim Assakinah. Dengan pelatihan penyelenggaraan Jenazah ini diharapkan para pengurus dan anggota Majelis Taklim dapat mandiri dalam pengurusan jenazah dan tidak lagi kesulitan untuk mencari dan memanggil tenaga dari luar dengan mengeluarkan biaya transpor yang tidak sedikit.
IKHTILA>F AL-MUFASSIRI>N
Akhmad Bazith
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/jiir.v18i1.120
Redaksi ayat-ayat al-Qur’an, tidak dapat dijangkau maksudnya secara pasti, kecuali oleh pemilik redaksi tersebut sebagaimana setiap redaksi yang diucapkan atau ditulis. Hal inilah yang kemudian dapat menimbulkan keanekaragaman dalam penafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Karena al-Qur’an menggunakan pola kalimat haqi>qah dan maja>z, tasri>h dan kina>yah serta i’ja>z dan itna>b sebagaimana dikenal dalam ungkapan-ungkapan bahasa Arab. Hanya saja al-Qur’an memiliki kelebihan-kelebihan sesuai dengan kandungan maknanya yang luhur dan tak ada bandingannya dan sebagai mu’jizat dari Allah swt.Kajian ini bertujuan mengkaji sebab-sebab perbedaan yang terjadi di kalangan ahli tafsir dalam menafsirkan al-Qur’an. Dalam kajian ini membahas tentang pengertian ikhtilaf disertai bentuk-bentuk perbedaan, serta sebab-sebab umum dan khusus yang menjadi perbedaan di kalangan ulama tafsir dengan uraian dari ulama-ulama tafsir yang disertai beberapa contoh.
PESONA HIJRAH AL-RASUL SEBAGAI ASAS PERADABAN JIHAD DAN SISTEM PENANGGALAN ISLAM
Abd. Samad Baso
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 18, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/jiir.v18i1.121
Hijratul Rasul adalah simbol keyakinan yang membara dan simbol perbedaan antara yang hak dan yang batil. Hijratul Rasul terlaksana dengan batil karena nabi dan sahabatnya memiliki pengetahuan yang komperhensif, yaitu: (a) tahu fiqh dan tahu dakwah; (b) tahu jihad dan tahu sabar. Oleh karena itu, orang yang memiliki paham yang salah atau salah paham hanya tahu memvonis kafir atau Islam tanpa adanya upaya membujuk orang kafir dengan melalui proses dakwah. Miss standing ini menjadikan agama sebagai tujuan bahkan menjadikan agama sebagai Tuhan. Oleh karena itu, makna jihad yang benar harus sesuai visi-misi Hijratul Rasul sebagai langkah strategis dalam perjuangan. Karena itu hijrah sangat diresponi oleh Al-Qur’an dalam QS. Al-Nisa/100 dan dengan itu pula sehingg nama Hijriyah dijadikan nama dalam sistem penanggalan Islam yang di dalamnya tercakup berbagai dinamika dalam membangun peradaban kemanusiaan universal.