cover
Contact Name
Desy Ayu Krisna M
Contact Email
kdesyayu@gmail.com
Phone
+6281542316447
Journal Mail Official
kdesyayu@gmail.com
Editorial Address
Dalem Mangkubumen KT III/237, Kraton
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Arsitektur Pendapa
ISSN : 18580335     EISSN : 27155560     DOI : 1037631
Core Subject : Engineering,
Topik yang dapat dipublis dalam jurnal ini mencakup teoritisi, sejarah, filosofi, spiritual, kerajaan, bangsawan, kampung, perdesaan, cagar budaya (heritage), kawasan, lanskap (landscape), dan budaya arsitektur Jawa Mataram, arsitektur lokal Indonesia dan hal-hal seputar ilmu arsitektur pada umumnya baik teoritik, rancang bangun maupun teknologi.
Articles 126 Documents
Akulturasi rumah jawa pada arsitektur tata ruang Gereja Kristus Raja Baciro dan Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Yogyakarta Krismiyanto, Yoseph Dwikora
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 8 No. 1 (2025): Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v8i1.1811

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Pusat Kebudayaan Jawa memiliki banyak peninggalan budaya dan sejarah, terutama dalam arsitektur. Di antaranya adalah gereja Katolik dengan beragam gaya arsitektur, seperti gaya Indische, gaya Jawa, dan gaya modern. Kajian ini melihat akulturasi budaya Jawa terhadap Gereja Katolik Kristus Raja Baciro dan Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Yogyakarta. Akulturasi yang adalah pemaduan budaya luar pada budaya lokal sehingga diterima tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing faktanya sudah terjadi dalam asitektur bangunan Gereja Katolik. Hasil kajian ini akan memberikan wawasan bagi pengembangan budaya Jawa serta arsitektur Gereja Katolik di Yogyakarta, serta pentingnya menghargai dan memahami akulturasi budaya dalam konteks kearifan lokal. Kajian akulturasi ini selain pada kasus bangunan Gereja Kristus Raja Baciro dan Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran juga terjadi pada beberapa gereja yang lain di Yogyakarta. Gereja Katolik Kristus Raja Baciro dan Gereja HKTY Ganjuran memadukan arsitektur Gereja Katolik dan Arsitektur Rumah Jawa pada bentuk bangunan, dan tata ruang.
Optimalisasi pencahayaan alami dalam rumah tinggal di kompleks perumahan perkotaan dengan lahan terbatas Wiraguna, Sidi Ahyar
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v8i2.1432

Abstract

Optimalisasi pencahayaan alami pada rumah tinggal di kompleks perumahan perkotaan dengan lahan terbatas menjadi tantangan signifikan seiring dengan pertumbuhan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi desain arsitektural yang efektif untuk meningkatkan penetrasi dan distribusi pencahayaan alami, sekaligus menjawab bagaimana keterbatasan lahan dan kepadatan bangunan mempengaruhi akses terhadap pencahayaan alami. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali data dari studi pustaka, jurnal bereputasi, dan wawancara dengan ahli untuk mengidentifikasi teknik desain yang dapat mengoptimalkan pencahayaan alami dalam kondisi lahan yang terbatas. Analisis menunjukkan bahwa orientasi bangunan yang strategis, desain jendela efektif, penggunaan material reflektif, dan integrasi elemen arsitektural seperti light shelves dan skylights, dapat secara signifikan meningkatkan akses pencahayaan alami. Penelitian ini berkontribusi pada bidang arsitektur dengan menyediakan solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan kesehatan penghuni tetapi juga efisiensi energi bangunan. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya perancang dan arsitek untuk memanfaatkan setiap peluang desain dalam menghadapi keterbatasan fisik lingkungan perkotaan, menunjukkan adaptasi desain yang mampu memenuhi kebutuhan pencahayaan alami sambil mengakui pentingnya keberlanjutan dan efisiensi energi. Saran untuk penelitian mendatang termasuk eksplorasi lebih lanjut terhadap penerapan teknologi canggih dalam material bangunan dan sistem kontrol pencahayaan otomatis untuk peningkatan efisiensi pencahayaan alami.
Harmoni struktur sebagai elemen estetika pada studi rancang Stadion mini Teluk Bayur Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Hestin Mulyandari; Ningsih, Sri Rahayu
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v8i2.1860

Abstract

Stadion mini Teluk Bayur yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur digunakan pertama kali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim tahun 2022, kemudian setelah Porprov menjadi terbengkalai akibat minimnya minat beraktivitas di stadion tersebut, sehingga diperlukan evaluasi dan strategi berupa studi rancang ulang Stadion mini Teluk Bayur bertujuan untuk menghidupkan aktivitas secara rutin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksplorasi yaitu untuk menggali fenomena yang belum banyak diketahui pada kontekstual site stadion dengan menggunakan dasar 5W+H (what, who, when, where, why and how). Penelitian ini menggunakan variabel independen: analisis site, pengaturan visual struktur, pemilihan material struktur, proporsi dan skala, tektonik struktur, hubungan struktur dengan fungsi ruang serta harmoni struktur dan keindahan bangunan terhadap site. Hasil penelitian ini berupa harmoni struktur dan estetika dalam perancangan stadion mini Teluk Bayur, menjadi elemen utama dalam menciptakan keindahan bangunan, dengan memperhatikan komposisi bentuk dan struktur bangunan, ritme, keseimbangan dan memasukkan identitas lokal yang menyatukan aspek teknis dan estetis. Kesimpulan temuan sekaligus saran untuk penelitian selanjutnya, perlu dilakukan eksplorasi pemilihan material struktur dengan mengintegrasikan unsur lokalitas harapannya akan meningkatkan daya tarik stadion dengan berbagai fasilitas olahraga dan kegiatan non olah raga yang representatif, yang tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan mempertahankan budaya atau lokalitas daerah.
Melestarikan nilai, merancang masa depan Kawasan Kraton Yogyakarta Prabasmara, Padmana Grady; Iskandar, Doddy Aditya
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v8i2.2029

Abstract

Maraknya perkembangan kota diikuti dengan semakin tingginya perubahan karakteristik kawasan perkotaan. Perubahan kawasan kota, terutama yang memiliki nilai sejarah yang tinggi, ditandai tidak hanya oleh perubahan tetenger fisik namun juga adanya perubahan persepsi dan pilihan bentuk pemanfaatan atas bangunan ataupun kelompok bangunan yang ada di kawasan tersebut. Dengan menggunakan telaah literatur dan amatan lapangan atas Kawasan Kraton Yogyakarta menunjukkan bagaimana proses perubahan tersebut terjadi dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhinya.
Perancangan Convention Center di tepi Danau Toba dengan pendekatan arsitektur kontemporer Freike E. Kawatu, Kristian Sinaga, Felly F. Warouw
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v9i1.1916

Abstract

Pertumbuhan pariwisata Danau Toba yang terus meningkat, diperlukan fasilitas pendukung yang dapat melayani berbagai acara lokal, nasional, dan internasional. Convention Center adalah salah satunya, yang berfungsi sebagai ruang pertemuan dengan berbagai tujuan. Ini dapat mengadakan seminar, pameran, acara budaya, bahkan acara kenegaraan. Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur kontemporer untuk membuat bangunan yang fungsional dan akan menjadi ikon baru di tepi Danau Toba. Metode ini memungkinkan untuk mengeksplorasi bentuk yang dinamis, terbuka, dan selaras dengan alam sekitar sambil mempertahankan prinsip-prinsip lokal. Selain itu, melakukannya dengan mengadaptasi filosofi Batak ke dalam budaya mereka. Kesan ringan, terbuka, dan ramah lingkungan diberikan oleh elemen transparansi dan struktur kontemporer. Bangunan ini dirancang untuk menyatu dengan lanskap dan memaksimalkan pemandangan alam yang menenangkan dengan menghadap langsung ke danau. Dengan desain ini, Convention Center diharapkan dapat memperkuat identitas Danau Toba sebagai destinasi unggulan dengan berfungsi sebagai pusat kegiatan, promosi budaya, dan daya tarik wisata.
The reactivation of socio-cultural spaces through tactical ruralism at Padepokan Sekar Jagad: Reaktivasi ruang sosial budaya melalui tactical ruralism di Padepokan Sekar Jagad Suryandono, Alexander Rani
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v9i1.2103

Abstract

Paper ini memaparkan potensi tactical ruralism untuk revitalisasi kehidupan sosial budaya pedesaan melalui intervensi ruang berbasis komunitas di Mutihan, Yogyakarta, Indonesia. Revitalisasi diawali kompleks bangunan yang digunakan kelompok tari Sekar Jagad, ruang yang berfungsi sebagai simpul budaya yang menghubungkan warisan, identitas, dan perdagangan sehari-hari. Fokus berpusat pada Joglo yang didesain ulang oleh SASO Architects. Joglo asli dibawa dari Kabupaten Gunung Kidul oleh Holcim Foundation untuk digunakan sebagai tempat latihan tari. Paper ini mengungkap proses pembongkaran dan perakitan Joglo, yang melibatkan komunitas, tidak hanya penduduk lokal tetapi juga mahasiswa internasional. Selama upacara pembukaan, pasar malam muncul di daerah sekitar Joglo. Pasar tersebut mencontohkan suatu bentuk tactical ruralism yang menegaskan kembali peran pedesaan terhadap pengaruh perkotaan yang meluas. Dengan menggunakan eksplorasi spesifik lokasi dan dokumentasi visual, penelitian ini mengungkapkan bagaimana kegiatan yang bersifat sementara tersebut berfungsi sebagai katalisator untuk penguatan budaya dan keberlanjutan ekonomi lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa tactical ruralism, ketika berakar pada infrastruktur budaya seperti Sekar Jagad, dapat menawarkan model yang tangguh untuk pembentukan tempat dan sirkularitas. Pendekatan ini berkontribusi pada diskusi tentang perencanaan desentralisasi, otonomi pedesaan, dan reklamasi ruang budaya melalui strategi-strategi taktis yang lunak.This study investigates the potential of tactical ruralism for revitalizing rural socio-cultural life through community-driven interventions in Mutihan, Yogyakarta, Indonesia. Anchored by the building complex of Sekar Jagad dance group, the site serves as a node linking culture, identity, and everyday commerce. The focus centers on redesigned Joglo by SASO Architects. The original Joglo was brought from Gunung Kidul regency by Holcim Foundation to be used for Sekar Jagad’s dance practice, semi outdoor area. This paper also revealed the process of disassemble and assemble process of the Joglo itself, which involved communities, not only locals but also international students. During the opening ceremony, a night market emerged in surrounding area. The market exemplifies a form of tactical ruralism reasserting rural within the expanding periphery of urban influence. Using site-specific exploration and visual documentation, this research reveals how such ephemeral yet consistent activities serve as catalysts for cultural reinforcement and local economic sustainability. The findings suggest that tactical ruralism, when rooted in cultural infrastructure like Sekar Jagad, can offer a resilient model for place-making and circularity. This approach contributes to discussions on decentralized planning, rural autonomy, and the reclamation of cultural space through soft, tactical strategies.

Page 13 of 13 | Total Record : 126