cover
Contact Name
nanang
Contact Email
jtiee@umg.ac.id
Phone
+6285329377772
Journal Mail Official
jtiee@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
JTIEE (Journal of Teaching in Elementary Education)
ISSN : 2620665X     EISSN : 25992716     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/jtiee.v1i1.265
This journal facilitates teachers and researchers to publish their articles based on research, review, and practice. Topics for the articles published by this journal are teaching media, strategies, models, plans, evaluations and technologies especially in elementary education
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2017): JTIEE" : 6 Documents clear
Optimalisasi Peran Guru Kelas Sebagai Konselor Siswa di Sekolah Dasar Ismail Marzuki
JUSEDA Vol 1 No 1 (2017): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.061 KB) | DOI: 10.30587/jtiee.v1i1.110

Abstract

Kegiatan bimbingan-konseling (BK) penting karena tidak menutup kemungkinan ada siswa yang mengalami permasalahan dalam belajar. Melalui kegiatan ini diharapkan masalah tersebut dapat diurai sehingga tugas perkembangannya bisa tercapai dengan optimal. Berbeda dengan di sekolah menengah yang kegiatannya ditangani guru khusus, di sekolah dasar kegiatan BK merupakan tugas dan tanggung jawab guru kelas. Realitas lapangan menunjukan bahwa peran ini masih belum optimal. Oleh karena itu perlu upaya dari berbagai pihak untuk memikirkan dan membantu menyelesaikan masalah ini. Salah satu upaya itu adalah melaksanakan pelatihan atau workshop terhadap para guru seperti yang dilakukan tim dosen PGSD UMG. Penelitian ini adalah penelitian tindakan (action reaserch), dengan subjek guru-guru SD Muhammadiyah 01 (SDM 01) Benjeng Gresik. Penelitian melibatkan tiga dosen dan seorang mahasiswa sebagai narasumber dan observer. Ada tiga kegiatan dalam analisis ini yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan positif pada guru SDM 01 Benjeng terhadap kegiatan BK di sekolah setalah diadakan pelatihan. Perubahan itu berupa meningkatnya wawasan guru mengenai materi pelatihan yakni, urgensi, ruang lingkup, prosedur, dan strategi kegiatan BK. Perubahan lainnya adalah para guru telah mampu membuat administrasi perencanaan, pelaksanaan, penilaian, hingga administrasi pelaporan kegiatan BK dengan baik.
Pengintegrasian Nilai-Nilai Karakter Dalam Pembelajaran Ahmad Susanto
JUSEDA Vol 1 No 1 (2017): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.412 KB) | DOI: 10.30587/jtiee.v1i1.111

Abstract

Era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), khususnya teknologi informasi, serta pasar bebas, APTA memberikan tantangan yang luar biasa bagi ekstensi dan kontinuitas generasi bangsa. Demikian pula terhadap peradaban manusia, termasuk para pelajar semakin lama semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki dan Islami. Menyikapi perkembangan tersebut, sekolah diharapkan dapat mempersiapkan peserta didiknya untuk mampu bersaing pada pasar bebas dan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang islami, mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajarannya.
Pendekatan Saintifik (Scientific Approach) Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Versi 2016 Lulu Anggi Rhosalia
JUSEDA Vol 1 No 1 (2017): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.943 KB) | DOI: 10.30587/jtiee.v1i1.112

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk membahas tentang pendekatan Saintifik (Scientific Approach) dalam pembelajaran tematik terpadu Kurikulum 2013 versi 2016. Adapun proses pembelajaran menggunakan pendekatan Saintifik terdiri atas lima pengalaman belajar pokok (5M) yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Penerapan kelima proses pembelajaran tersebut bertujuan untuk mewujudkan kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pendekatan Saintifik sebenarnya sudah mulai digunakan dalam kegiatan pembelajaran Kurikulum 2013 yang diimplementasikan tahun akademik 2013/2014. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh penulis dari Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) (2016:13) sebagian guru menganggap bahwa metode pembelajaran dengan proses berpikir 5 M (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi atau mencoba, mengasosiasi, mengomunikasikan) bersifat prosedural dan mekanistik. Selain itu sebagian guru juga menganggap bahwa pendekatan saintifik sebagai satu-satunya pendekatan dalam pembelajaran di semua mata pelajaran. Sehingga penerapan Pendekatan Saintifik ini dianggap sulit diterapkan dan membelenggu ruang kreatif para guru. Ternyata setelah Kurikulum 2013 direvisi dan diterapkan kembali pada tahun akademik 2016/2017 para guru masih dianjurkan untuk menggunakan Pendekatan Saintifik untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, pembahasan tentang Pendekatan Saintifik dalam artikel ini diharapkan dapat membantu para guru maupun akademisi lain untuk memahaminya.
Penerapan Metode Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Sifat-Sifat Cahaya Kelas V SDN Jati Kecamatan Soko Sri Cacik; Aizatul Muvidah
JUSEDA Vol 1 No 1 (2017): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.128 KB) | DOI: 10.30587/jtiee.v1i1.113

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di SDN Jati, diketahui bahwa proses pembelajaran khususnya di kelas V SDN Jati masih kurang efektif. Siswa mengalami kesulitan menerima pelajaran IPA pada materi sifat-sifat cahaya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penyampaian materi hanya menggunakan metode ceramah, sehingga hasil belajar siswa masih di bawah KKM. Oleh karena itu peneliti menerapkan metode inquiry untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Jati. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dibatasi dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Jati yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data melalui tes hasil belajar dengan menggunakan instrumen lembar tes hasil belajar. Indikator keberhasilan penelitian diukur dari ketuntasan individual dan klasikal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase ketuntasan klasikal meningkat dari 30% pada prapenelitian menjadi 55% pada siklus 1 dan 80% pada siklus 2. Kendala yang ditemui dalam pelaksanan penelitian adalah guru dan siswa di SDN Jati belum terbiasa menggunakan metode inquiry.
Penerapan Model PBL (Problem Based Learning) Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Materi Energi Bunyi Kelas IV Semester II di SDN I Sedayulawas Brondong Lamongan Tahun Pelajaran 2015/2016 Anggun Winata
JUSEDA Vol 1 No 1 (2017): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.608 KB) | DOI: 10.30587/jtiee.v1i1.109

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas IV SDN I Sedayulawas Brondong Lamongan adalah rendahnya hasil belajar yang ditandai dengan rendahnya nilai tes hasil belajar siswa.Sebagian besar siswa kelas IV belum bisa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).Proses pembelajaran dapat berhasil jika didukung oleh model pembelajaran yang tepat. Salah satunya melalui model pembelajaran PBL (Problem Based Learning). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui peningkatan hasil belajar, aktivitas,dan respon siswamelalui penerapan model PBL (Problem Based Learning) pada mata pelajaran IPA materi energi bunyi kelas IV semester II di SDN I Sedayulawas Brondong Lamongan tahun pelajaran 2015/2016.Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen pembelajaran meliputi silabus, RPP, lembar kerja siswa, lembar evaluasi, lembar observasi pengajar,lembar observasi siswa dan angket.Peningkatan aktivitas siswa melalui penerapan model PBL pada mata pelajaran IPA materi energi bunyi kelas IV semester II di SDN I Sedayulawas Brondong Lamongan pada siklus I yang dapat diamati oleh observer sebesar 75% dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 100%.
Pengembangan Buku Ajar Subtema Aku Bangga Dengan Daerah Tempat Tinggalku Melalui Strategi PQ4R Dengan Pembelajaran Langsung di Kelas IV SD Mega Puspita Sari
JUSEDA Vol 1 No 1 (2017): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.955 KB) | DOI: 10.30587/jtiee.v1i1.265

Abstract

Penelitian pengembangan ini adalah penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan buku ajar tematik integratif (BATI) yang sangat berkualitas dan layak untuk digunakan pada siswa kelas IV SD. Model pengembangan perangkat yang digunakan adalah model pengembangan 4-D dengan tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Subjek dalam penelitian ini adalah buku ajar yang diujicobakan pada 20 siswa SDN Pasi kelas IV.Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar unsur ketepatan isi mendapatkan nilai rata-rata 95% sehingga dapat dikatakan buku ajar yang dikembangkan berkategori sangat berkualitas.Unsur ketepatan penyajian mendapatkan nilai rata-rata 96% sehingga dapat dikatakan buku ajar yang dikembangkan berkategori sangat berkualitas.Unsur ketepatan kebahasaan mendapatkan nilai rata-rata 91% sehingga dapat dikatakan buku ajar yang dikembangkan berkategori sangat berkualitas.Unsur ketepatan kegrafikan mendapatkan nilai rata-rata 95% sehingga dapat dikatakan buku ajar yang dikembangkan berkategori sangat berkualitas.Selain itu, buku siswa layak untuk diimplementasikan, meliputi setiap pertemuan aktivitas siswa sangat baik. Hasil belajar siswa meningkat dari pretest semua siswa tidak tuntas sedangkan pada postest semua siswa tuntas dan ketuntasan siswa secara klasikal mencapai 100%. Berdasarkan hasil dan diskusi penelitian, disimpulkan bahwa buku ajar yang dikembangkan sangat berkualitas berdasarkan aspek isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan, sehingga layak untuk diterapkan pada siswa SD

Page 1 of 1 | Total Record : 6