cover
Contact Name
Jaka Rukmana
Contact Email
jakarukmana@unpas.ac.id
Phone
+6281394080506
Journal Mail Official
jakarukmana@unpas.ac.id
Editorial Address
Jalan Dr. Setiabudi, No. 193, Bandung. Gedung C Lantai 1 Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, UNPAS.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ)
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 23561742     EISSN : 26151405     DOI : https://dx.doi.org/10.23969/pftj
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) adalah majalah ilmiah berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dalam bidang Teknologi Pangan. PFTJ diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan suatu penemuan atau inovasi ilmiah tentang Teknologi Pangan kepada para praktisi yang bergerak dalam bidang industri pangan maupun yang bergerak dalam bidang pendidikan.
Articles 148 Documents
PENGARUH PERBANDINGAN AIR REBUSAN IKAN BANDENG PRESTO DENGAN GULA AREN TERHADAP KARAKTERISTIK SAUS IKAN Nana Sutisna Achyadi
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 8 No 1 (2021): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v8i1.3898

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh rasio kaldu bandeng presto dengan gula aren terhadap karakteristik kecap ikan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan industri pangan tentang pemanfaatan dan diversifikasi pangan lokal olahan dengan bahan baku bandeng presto. Stok bandeng presto kaya akan protein, karbohidrat dan lemak sehingga dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan nilai ekonomis dari kaldu bandeng presto dengan gula aren, serta memberikan alternatif pilihan untuk memanfaatkan kaldu bandeng presto yaitu masih dapat diterima secara organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor dan enam ulangan. Penelitian ini menggunakan faktor tunggal yaitu rasio kaldu bandeng presto dengan gula aren yang terdiri dari 4 taraf yaitu (2: 3), (1: 1), (3: 2) dan (3: 1). Respon kimiawi pada kecap ikan meliputi kandungan karbohidrat, kandungan protein, kandungan lemak, dan kandungan air. Respon fisik kecap meliputi viskositas dan total padatan terlarut. Uji organoleptik dilakukan berdasarkan tingkat kesukaan panelis dengan metode hedonik meliputi warna, rasa, dan aroma sebagai respon uji Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan stok bandeng presto dengan gula aren berpengaruh nyata terhadap karakteristik kecap ikan yang meliputi rasa, aroma, karbohidrat, protein, lemak, air, viskositas, dan total padatan terlarut. Namun, itu tidak terlalu mempengaruhi warnanya.
PENGARUH JENIS MEDIA KULTUR TERHADAP KONSENTRASI BIOMASSA Nannochloropsis sp. Nabila Marthia
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 7 No 3 (2020): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v7i3.3190

Abstract

This study aims was to determine the effect of media type on biomass concentration and chlorophyll content in Nannochloropsis sp. and determine the best type of media for the highest chlorophyll production in this microalgae. The variables observed were the optimum growth and harvest time for Nannochloropsis sp., biomass concentration, and chlorophyll content from biomass extraction. The results showed that the wet biomass concentration value of Nannochloropsis sp. is 10.98 g / L for Walne media, and 5.10 g / L for Guillard media. Chlorophyll content extracted from dry biomass in microalgae Nannochloropsis sp. with Walne culture media was higher than Guillard media with a total chlorophyll of 353.045 µg / mL. So that the best chlorophyll production is cultivation using Walne culture media.
PEMISAHAN KAFEIN DENGAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) TERHADAP 4 JENIS BIJI KOPI ROBUSTA Nabila Marthia
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 8 No 2 (2021): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v8i2.4172

Abstract

Penelitian ini untuk melakukan isolasi terhadap kafein dari biji kopi Robusta yang berasal dari 4 daerah di Jawa Barat dengan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dan menentukan kadar kafein tertinggi dari kopi-kopi tersebut. Variabel yang diamati antara lain jenis pelarut dan kadar kafein hasil ekstraksi kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rendemen tertinggi berdasarkan berat kering kafein diperoleh ekstrak dengan pelarut diklorometana sebesar 0,48-0,86%. Proses isolasi kafein dinilai berhasil dari hasil pengujian KLT dan GC-MS. Hasil pengujian kadar kafein menunjukkan kadar kafein tertinggi dimiliki oleh biji kopi Robusta Gunung Halu sebesar 2,29% dengan ekstraksi menggunakan diklorometana.
ANALISIS BUNGA TELANG ( Clitoria ternatea ) DENGAN VARIASI Ph METODE LIQUID CHROMATOGRAPH-TANDEM MASS SPECTROMETRY (LC-MS/MS) Sumartini Sumartini
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 7 No 2 (2020): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v7i2.2983

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pH optimum dan kandungan senyawa aktif pada bunga telang ( Clitoria ternatea ). Manfaat dari penelitian adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas mengenai kandungan bunga telang sehingga dapat di maksimalkan penggunaan nya. Penelitian ini meliputi penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan dilakukan analisis aktivitas antioksidan pada ekstrak bunga telang kering dengan berbagai pH yaitu 4, 5 dan 6 untuk menentukan aktivitas antioksidan terkuat. Pada penelitian utama digunakan instrument LC-MS/MS unttuk mengetahui kandungan senyawa apa yang ada dalam ekstrak bunga telang. Hasil penelitian pendahuluan yaitu aktivitas antioksidan terkuat pada ekstrak bunga telang kering pH 6 dengan aktivitas antioksidan sebesar 344,17 ppm. Hasil penelitian utama ekstrak bunga telang memiliki 12 antosianin 18 flavonol dan 11 flavon
PENAMBAHAN KOLAGEN SISIK DAN TULANG IKAN GURAMI (Osphronemus goramy) PADA MINUMAN JUS JAMBU BIJI (Psidium guajava) Willy Pranata Widjaja
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 8 No 1 (2021): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v8i1.3899

Abstract

Telah dilakukan penentuan penambahan kolagen yang berasal dari tulang dan sisik ikan gurami kedalam minuman jus jambu biji merah serta karakteristik pada minuman jus jambu biji merah berkolagen berdasarkan sifat kimia, sifat fisik serta organoleptik. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan faktorial 5x5 dalam rancangan acak kelompok (RAK) satu faktorial dengan ulangan sebanyak 5 kali, dimana faktornya meliputi : konsentrasi kolagen yang ditambahkan (A), yaitu a1 (1%), a2 (1,5%), a3 (2%), a4 (2,5%), a5 (3%). Respon analisis yang dilakukan meliputi respon organoleptik (rasa, aroma dan warna), respon fisik (viskositas) dan respon kimia (kadar protein dan kadar Vitamin C). Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa konsentrasi kolagen yang ditambahkan kedalam minuman jus jambu biji merah berpengaruh terhadap respon rasa, aroma, viskositas, protein dan Vitamin C dari minuman jus jambu biji merah. Konsentrasi kolagen yang ditambahkan kedalam minuman jus jambu biji merah tidak berpengaruh terhadap warna minuman.
NILAI NUTRIENT DAN PERSEN AKG FOOD BARS BERBAHAN TEPUNG GARUT DAN PISANG Nurul Azizah Choiriyah
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 7 No 3 (2020): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v7i3.3232

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui efek perbandingan tepung garut dan buah pisang kepok terhadap nilai nutrient dan Angka Kecukupan Gizi (AKG) food bars. Perlakuan yang digunakan dalam pembuatan food bars yaitu tepung garut:pisang= 50:125 g (S1), perlakuan tepung garut:pisang= 75:100 g (S2) dan perlakuan tepung garut:pisang= 100:75 g (S3). Proses pembuatan food bars dilakukan dengan pencampuran margarin, gula dan garam hingga terbentuk foam, kemudian penambahan tepung garut, tepung terigu dan puree pisang kepok. Selanjutnya, pengulenan adonan, pencetakan dan pemanggangan 180oC dengan waktu 30 menit. Parameter yang dianalisis yaitu nilai nutrient dan persen Angka Kecukupan Gizi (AKG). Desain penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap, analisis data menggunakan ANOVA one way dengan uji lanjut DMRT α < 0,05. Kadar air yang dihasilkan sebesar 9,66 %- 11,09 %. Kadar protein ketiga food bars sekitar 6,32-6,58 %. Kadar karbohidrat ketiga food bars sebesar 61,84 %-64,56 %. Kadar lemak produk antara 10,23-10,76 %. Nilai energi produk food bars yang dihasilkan antara 363,29 kcal/100 g-373,59 kcal/100 g. Takaran saji produk food bars per sajian adalah 60 gram. sampel S1, S2, S3 masing-masing dapat memenuhi kebutuhan energi harian sebesar 10,42; 10,14 dan 10,33 % per sajian. Food bars S1, S2 dan S3 dapat memenuhi kebutuhan protein harian masing-masing sebesar 6,33; 6,33 dan 6,67 % per sajian. Food bars S1, S2 dan S3 dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat harian sebesar 11,92; 11,42 dan 11,82 % per sajian. Food bars S1, S2 dan S3 dapat memenuhi kebutuhan lemak harian sebesar 8,96; 9,70 dan 9,42 % per sajian. Keywords: pisang kepok, tepung garut, food bars, Angka Kecukupan Gizi
ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS RANDANG DAGING DENGAN MENGUNAKAN RESEP STANDAR DI KABUPATEN AGAM Elida Elida; Wirnelis Syarif; Yolanda Intan Sari
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 8 No 2 (2021): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v8i2.4196

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kualitas randang daging dengan mengunakan resep yang telah di standarkan di empat nagari yang ada di kabupaten Agam. Resep yang digunakan yaitu resep yang didapatkan di Nagari Sungai Tanang, Tabek Panjang, Baso dan Duo Koto. Jenis penelitian adalah metode campuran. Informan penelitian adalah Bundo Kanduang, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara dan dokumentasi kemudian dilanjutkan dengan eksperimen. Hasil penelitian yaitu kualitas randang yang ada di empat nagari Kabupaten Agam memiliki perbedaan pada setiap kualitasnya yang dilihat dari aspek bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa.
APLIKASI FOAM-MAT FREEZE-DRYING UNTUK PRESERVASI KOMPONEN BIOAKTIF BUAH DAN INGREDIENT PANGAN FUNGSIONAL: REVIEW Sandi Darniadi; Sandro Pangidoan Siahaan
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 7 No 2 (2020): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v7i2.2995

Abstract

Foam-mat freeze-drying merupakan metode pengeringan yang relatif baru dalam pengembangan produk pangan, khususnya produk olahan buah, dan preservasi komponen bioaktif pada buah. Metode ini merupakan kombinasi foam-mat drying (pengeringan busa) dan freeze drying (pengeringan beku). Aplikasi foam-mat freeze-drying memerlukan bahan hidrokoloid dan protein sebagai foam stabilizer dan foaming agent. Kondisi pengeringan dengan metode foam-mat freeze-drying yaitu suhu sangat rendah di bawah titik beku dan kondisi udara vakum, sehingga komponen bioaktif yang sangat sensitif terhadap temperatur tinggi dan oksidasi seperti: vitamin C, antosianin, senyawa fenolik, tidak mengalami penurunan yang cepat. Selain itu, metode foam-mat freeze drying mampu menghasilkan produk akhir yang memiliki karakteristik yang baik seperti warna, rasa, dan aroma seperti buah segar, tekstur renyah, struktur poros, kadar air dan aktivitas air rendah, serta dapat digunakan sebagai ingredient untuk pangan fungsional. Secara umum, foam-mat freeze-drying merupakan metode pengeringan yang tepat dalam mempertahankan komponen bioaktif pada buah, menghasilkan produk akhir dengan karakteristik fisiko-kimia dan sensori yang baik, dan produk akhir bermanfaat sebagai ingredient pangan fungsional yang diharapkan mampu meningkatkan kesehatan manusia.
PENDUGAAN MASA SIMPAN TAHU DENGAN PENAMBAHAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT PISANG Myra Wardati Sari
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 8 No 1 (2021): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v8i1.3347

Abstract

Indonesia adalah negara tropis yang banyak menghasilkan tanaman pangan, termasuk kedelai. Kadar protein yang tinggi dan kemudahan untuk diolah menjadikan variasi olahan makanan kedelai beragam, tahu merupakan yang popular diantaranya. Namun sayangnya, tahu memiliki masa simpan yang rendah. Hal ini mengakibatkan oknum-oknum tak bertanggung jawab menggunakan pengawet non makanan untuk memperpanjang masa simpan tahu selama proses pemasaran. Oleh karena itu dibutuhkan pengawet alami yang murah dalam proses pembuatan tahu. Ekstrak kulit pisang yang mengandung senyawa antioksidan alami diharapkan mampu memperpanjang umur simpan tahu dan meningkatkan nilai jualnya. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya, yaitu perendaman tahu dalam larutan ekstrak kulit pisang dan pembuatan tahu dengan penambahan ekstrak kulit pisang sebagai anti oksidan. Tahapan dalam peneltiian ini adalah: 1) membuat ekstrak kulit pisang melalui metode maserasi dengan pelarut senyawa alkohol; 2) membuat tahu dengan penambahan ekstrak kulit pisang dengan variasi konsentrasi 2% dan 4%; 3) membuat tahu polos (tanpa penambahan ekstrak kulit pisang) dan merendamnya dalam larutan ekstrak kulit pisang dengan variasi konsnetrasi 2% dan 4%; 4) dilakukan uji mikrobiologi angka lempeng total (ALT). Hasil pengujian ALT yang diperoleh menunjukkan semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulit pisang, pertumbuhan bakterinya semakin rendah. Hasil terbaik nampak pada variasi “pencampuran” dengan pelarut maserasi metanol dan konsentrasi antioksidan ekstrak kulit pisang sebesar 4% didapatkan 2,9×102 koloni/gram di hari keempat penyimpanan. Jika dilakukan ekstrapolasi kurva untuk pendugaan masa simpan secara kasar, hanya ditinjau dari faktor pertumbuhan bakteri, dan dibandingkan dengan batas maksimum cemaran mikroba dalam makanan, nilai tersebut memiliki masa simpan 75 hari.
PENDUGAAN UMUR SIMPAN IKAN ASAP MENGGUNAKAN JENIS ASAP TEMPURUNG KELAPA DAN JENIS IKAN AIR TAWAR Asep Dedy Sutrisno; Wildan Qoharisma Salam
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 7 No 2 (2020): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (PFTJ)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v7i2.2981

Abstract

The purpose of this research was to find out the shelf life of smoked fish produced from different types of freshwater fish, namely bawal fish, tawes fish and nilem fish using different types of coconut shell smoke, first grade liquid smoke, second grade liquid smoke and direct smoke.This research was conducted using Arrhenius Method on smoked fish using different coconut shell smoke and different freshwater fish species and stored at 25oC for 6 days. The responses in this research is organoleptic response (color, texture, flavour), microbiological response (Total Plate Count) and H2S test and Indol test. The method of this research consists of a preliminary research conducted to obtain a panelist acceptance limit on smoked fish products. The main research was conducted to find out the shelf life of smoked fish using different types of coconut shell smoke with different freshwater fish using microbial parameters also analyzed H2S test and Indol test to determine the overall quality degradation in smoked fish. Based on the parameters of total microbes treated using Arrhenius method, the shelf life of smoked fish was 5.75 days for bawal with garde 1 liquid smoke, 5.91 days for bawal with grade 2 liquid smoke and 3.97 days for bawal with smoke directly. For tawes with grade 1 liquid smoke that is 6.33 days, 3.90 days for tawes with grade 2 liquid smoke and 4.45 for tawes with direct smoke. Nilem fish with grade 1 liquid smoke is 5.72 days, 6.09 days for nilem with grade 2 liquid smoke and 4.25 day for nilem with direct smoke.

Page 9 of 15 | Total Record : 148