cover
Contact Name
Niswatun Hasanah
Contact Email
jipiiaiqgresik@gmail.com
Phone
+6285643629009
Journal Mail Official
jipiiaiqgresik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Bungah No. 1 Telp/Fax. (031) 3949500 Bungah Gresik.
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
ISSN : 20883048     EISSN : 25809229     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
The focus of JIPI Elementary School Teacher Education includes all aspects of scientific discussions about education at madrasah or school, educational innovations, and educational ideas covering: 1) research article, 2) conceptual idea, 3) review of the literature, and 4) practical experience.
Articles 181 Documents
ANALISIS PENYEBAB SISWA/I SEKOLAH ISLAM MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE SEKOLAH UMUM NEGERI Nadila Dwi Puspita, Fina Fianita, Endah Sindangkasih Purnaman dan Syelvira Maharani Dewi
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 20 No 1 (2022): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v20i1.3937

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia yaitu sekitar 87% dari keseluruhan populasi. Hal ini didukung dengan banyaknya institusi pendidikan islami seperti pesantren, pondok, madrasah, surau, dayah, dan sekolah Islam. Sekolah Islam dinilai menjadi bentuk paling modern karena berdiri di bawah naungan yayasan swasta, sehingga memiliki fasilitas dan pelayanan yang jauh lebih baik daripada sekolah negeri yang dibiayai pemerintah. Sekolah Islam juga lebih dilirik Muslim menengah ke atas yang menginginkan anaknya bersekolah di tempat yang bermutu tinggi dengan lingkungan yang islami. Hal ini dikarenakan biaya administrasi sekolah Islam yang cukup mahal dibanding sekolah umum. Berbeda dengan sekolah Islam swasta yang pemasukannya baik itu dari donatur yayasan dan biaya yang ditanggung kepada peserta didiknya, sekolah negeri mendapatkan bantuan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) sehingga sekolah negeri pun umumnya bebas biaya. Meskipun dengan dana yang terbatas, sekolah umum negeri tetap menjadi pilihan utama siswa ketika mendaftar sekolah, dikarenakan banyak keuntungan yang akan didapat dibandingkan di sekolah swasta. Penelitian ini ditulis untuk melihat penyebab siswa/i yang pernah menimba ilmu di sekolah Islam swasta namun memilih untuk melanjutkan studinya di sekolah umum negeri. Selain itu juga, kekurangan dan kelebihan apa saja yang dirasakan siswa setelah pindah ke sekolah umum negeri yang dinaungi pemerintah tersebut. Kata Kunci: sekolah Islam, sekolah swasta, sekolah umum negeri
TEORI OPERANT CONDITIONING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DAN BAHASA ARAB Moh. Maghfur
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 20 No 1 (2022): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v20i1.3938

Abstract

Penguatan positif (positive reinforcement) adalah suatu rangsangan atau stimulus yang diberikan untuk memperkuat kemungkinan munculnya suatu perilaku yang baik sehingga respons menjadi meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung. Sebagai contoh, seorang anak yang pada dasarnya memiliki sifat pemalu diminta oleh guru maju ke depan kelas untuk menceritakan sebuah gambar yang dibuat oleh anak itu sendiri. Setelah anak tersebut membacakan cerita, guru memberikan pujian kepada anak tersebut dan teman-teman sekelasnya bertepuk tangan. Ketika hal tersebut berlangsung berulang-ulang, maka pada akhirnya anak tersebut menjadi lebih berani untuk maju ke depan kelas, bahkan kemungkinan sifat pemalunya akan hilang. Motivasi adalah perubahan energy dalam diri(pribadi) seseorang yang ditandai denagn timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Didalam perumusan ini kita dapayt lihat, bahwa ada tiga unsure yang saling berkaitan. Kata Kunc: Operant, Conditing, Bahasa inggris, bahasa arab
MANAJEMEN GURU SERTIFIKASI Moh. Maghfur, Sunarto dan Farikhul Anwar
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v20i2.3997

Abstract

Upaya menjamin mutu guru agar tetap memenuhi standar kompetensi, diperlukan adanya suatu mekanisme yang memadai. Penjaminan mutu guru ini perlu dikembangkan berdasarkan pengkajian yang komprehensif untuk menghasilkan landasan konseptual dan empirik, melalui sistem sertifikasi. Kompetensi guru diperlukan dalam rangka mengembangkan dan mendemonstrasikan perilaku pendidikan, bukan sekedar mempelajari keterampilan-keterampilan mengajar tertentu, tetapi merupakan penggabungan dan aplikasi suatu keterampilan dan pengetahuan yang saling bertautan dalam bentuk perilaku nyata. Perilaku pendidikan tersebut harus ditunjang oleh aspek-aspek lain seperti bahan yang dikuasai, teori-teori kependidikan, serta kemampuan mengambil keputusan yang situasional berdasarkan nilai, sikap, dan kepribadian. Dengan demikian, Lembaga Pendididkan Guru, yang dulu dikenal dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) harus membekali lulusannya dengan perangkat kompetensi yang diperlukan sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang akan diemban para lulusan dan sesuai perkembangan masyarakat dan kebutuhan zaman yang senantiasa berubah. Kata kunci: manajemen, sertifikasi, dan guru
PERSPEKTIF WEBER TENTANG ETOS KERJA DALAM THE PROTESTANT ETHIC AND THE SPIRIT OF CAPITAISM Muttaqin Khabibullah
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v20i2.3999

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang biografi dan karya Max Weber, serta mengkaji gagasan Max Weber tentang etos kerja dalam The Protestant Ethic and The Spirit of Capitaism. Kajian ini menghasilkan pemahaman bahwa, pertama, Weber merupakan salah seorang akademisi yang memiliki kemampuan intelektual yang generalis. Sebab melalui sejarah intelektual, karya dan aktivitas sosialpolitiknya dapat membuktikan bahwa Weber merupakan filosof yang telah menjelajahi berbagai aspek kehidupan intelektual; Kedua, gagasan besar Weber tentang etos kerja dalam The Protestant Ethic and The Spirit of Capitaism terletak pada gagasannya yang menjadikan Etika agama Protestan menjadi semangat ekonomi kapitalisme. Kata Kunci: Max Weber, Etos Kerja, The Protestan Ethic, The Spirit of Capitalism.
KUALITAS LAYANAN PENDIDIKAN Ainul Khalim
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v20i2.4000

Abstract

Manajemen pendidikan merupakan suatu system pengelolahan dan penataan sumber daya pendidikan, seperti tenaga kependidikan, peserta didik ,masyarakat, kurikulum, dana(keuangan) sarana dan prasarana pendidikan, tata laksana dan lingkungan pendidikan. Komponen-komponen tersebut perlu dikelola dan ditata sebaik-baiknya agar tercipta keserasian hubungan antar faktor sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal. Untuk mencapai hasil yan maksimal layanan pendidikan wajib melakukan 4 fungsi manajemen yaitu : perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan.dimana masyarakat ikut serta dalam menjalankan 4 fungsi manajemen tersebut, keikut sertaan masyarakat merupakan wujud dari manajemen berbasis sekolah yang mulai diterapkan pada tahun 2004. Dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (MBS) sekolah wajib mengikut sertakan masyarakat dalam pengelolahannya dan pengelolah sekolah dilakukan dalam kerangka kebijakan nasional. Manajemen pendidikan merupakan suatu system pengelolahan dan penataan sumber daya pendidikan, seperti tenaga kependidikan, peserta didik ,masyarakat, kurikulum, dana(keuangan) sarana dan prasarana pendidikan, tata laksana dan lingkungan pendidikan. Komponen-komponen tersebut perlu dikelola dan ditata sebaik-baiknya agar tercipta keserasian hubungan antar faktor sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal. Untuk mencapai hasil yan maksimal layanan pendidikan wajib melakukan 4 fungsi manajemen yaitu : perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan.dimana masyarakat ikut serta dalam menjalankan 4 fungsi manajemen tersebut, keikut sertaan masyarakat merupakan wujud dari manajemen berbasis sekolah yang mulai diterapkan pada tahun 2004. Dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (MBS) sekolah wajib mengikut sertakan masyarakat dalam pengelolahannya dan pengelolah sekolah dilakukan dalam kerangka kebijakan nasional. Kata kunci: Kualitas, Layanan dan Pendidikan
MANAJEMEN KOMITE SEKOLAH Qomaruddin Qomaruddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v20i2.4001

Abstract

Untuk menampung dan menyalurkan partisipasi masyarakat, komite sekolah sebagai perwakilan dari masyarakat dan orang tua siswa memiliki tugas dan tanggung jawab mengawasi jalannya sekolah. Adapun tujuan dibentuknya Komite Sekolah antara lain meliputi: pertama, mewadahi dan menyalurkan aspirasi serta prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan dan program pendidikan. Kedua, meningkatkan tanggung jawab dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam peyelenggraan pendidikan. Ketiga, menciptakan suasana dan kondisi yang transparan, akuntabel dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Kata kunci: manajemen, komite dan sekolah
MANAJEMEN PROFESIONAL GURU Alimin, Sunarto, dan Farikhul Anwar
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v20i2.4003

Abstract

Secara konseptual, unjuk kerja guru menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Johson, sebagaimana yang dikutip oleh Martinis Yamin mencakup tiga aspek, yaitu: (a) kemampuan profesional, (b) kemampuan sosial, dan (c) kemampuan personal (pribadi). Menyadari akan pentingnya profesonalisme dalam pendidikan, maka Ahmad tafsir mendefinisikan bahwa profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang profesional. Kata Kunci: manajemen, profesional dan guru
An Analysis of Seventh Grade Students' English-Speaking Difficulties Ahmad Thoyyib Shofi dan Fina Rizqiyyatul Hikmah
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v20i2.4004

Abstract

Among the four language skills, speaking ability is one of the most crucial. It is believed to be an indicator of competency in a language. (Zulaikah, 2019) considers the speaking skill to be the most important of the four language abilities, and EFL students should master it. Sadly, most students learning English as a foreign language are good at reading and writing, but they have difficulty in speaking (Karim, 2020). Hence, this research was to analyse the difficulty of speaking English. This research used a qualitative-descriptive research design. A total of 22 seventh-grade students were purposively selected and participated in this research. The researcher used two instruments to gather data: tests and questionnaires. The findings show that the speaking difficulties faced by the students are classified into two types: psychological and linguistic. Psychological difficulty includes a lack of motivation, a lack of confidence, hesitancy and fear of being wrong when speaking, and the perception that speaking English is difficult. Linguistic difficulty includes a lack of vocabulary, pronunciation errors, and poor grammar proficiency. Besides, students were also affected by the following factors when they tried to speak English: First, 41% are inhibition; 23% are nothing to say; 18% speak Javanese; 14% prefer silence; and 4% have poor listening ability. Keywords: Speaking difficulty, Factors affecting speaking fluency.
TOTALITAS KINERJA GURU MENUJU GURU PROFESIONAL Achmad Syarofuddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v20i2.4005

Abstract

Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan di sekolah sekaligus memegang tugas dan fungsi ganda, yaitu sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Sebagai pengajar guru hendaknya mampu menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru diharapkan dapat membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri. kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya standar kinerja guru itu berhubungan dengan kualitas guru atau kinerja guru dalam menjalankan tugasnya seperti Bekerja dengan siswa secara individual, Persiapan dan perencanaan pembelajaran, Pendayagunaan media pembelajaran, Melibatkan siswa dalam berbagai pengalaman belajar, Kepemimpinan yang aktif dari guru, Oleh karena itu penulis membatsi penulisan dengan membuat rumusan masalah 1. Apa pengertian profesi guru. 2. Apa pengertian kinerja guru. 3. Bagaimana kinerja guru yang professional. 4. Apa saja faktor - faktor yang mempengaruhi kinerja guru. Kata Kunci: Totalitas, Kinerja, Guru dan Profesional
HARUN NASUTION'S THOUGHTS ON THE CONCEPT OF RENEWAL OF ISLAMIC EDUCATION Usan dan Helmi Aziz
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2022): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v20i2.4006

Abstract

This paper aims to examine the thoughts of Harun Nasution through the goals of education, educators, students, curriculum, methods, and implications for the Islamic education system in Indonesia which is expected to develop the potential of students and form good morals so that later they will be useful for the community so that they can be used as role models by intellectual generations. next. The method used is a qualitative approach with the type of literature review and secondary data sources in the form of books and journals. The conclusions in this study and examples in the purpose of Harun Nasution's Is Islamic education being to form pious people, educators must be able to set good for students, students must study moral and scientific education, the Curriculum must contain Fiqh or Islamic law, Islamic history, and Islamic faith, and its implications for Islamic education in Indonesia is to experience significant progress if the ultimate goal is to become a servant of Allah, Muttaqin Man, Khalifah of Allah fil Al-Ardh, Prosperous Man in the World and the Hereafter. Keywords: Harun Nasution, Islamic Education, Thought

Page 10 of 19 | Total Record : 181