cover
Contact Name
Niswatun Hasanah
Contact Email
jipiiaiqgresik@gmail.com
Phone
+6285643629009
Journal Mail Official
jipiiaiqgresik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Bungah No. 1 Telp/Fax. (031) 3949500 Bungah Gresik.
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
ISSN : 20883048     EISSN : 25809229     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
The focus of JIPI Elementary School Teacher Education includes all aspects of scientific discussions about education at madrasah or school, educational innovations, and educational ideas covering: 1) research article, 2) conceptual idea, 3) review of the literature, and 4) practical experience.
Articles 181 Documents
KONSEP PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF AL-GHAZALI Rifdatul Maula
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i1.3644

Abstract

Abstract In this study, the author will explore the concept of education of al-Ghazali which he is a famous Muslim scholar both among the Islamic world and among the western world. He is also one of the most famous Muslim philosophers in the field of education. Al-Ghazali not only as a philosopher, but also as a teacher and the enforcers of truth when the decadence of morality and religion of his time. The thought of the concept of Islamic education of al-Ghazali when viewed from the way grouping, looks like a separate thought with each other, but organically the grouping is the subjects that are interconnected. The contribution he gave in the field of Islamic education is through a number of essays he composed like the science of fiqh, tasawwuf, adab, and other sciences from the results of his thinkers. The contribution has been able to deliver to the benefit of the people who depth, and can be used as a reference for the next generation. So, should the knowledge of the concept of Islamic education in the perspective of al-Ghazali need to be studied more deeply for both educators and learners, in order to take more benefit from the concept of Islamic education initiated by him. Keywords: Concept, Islamic Education, Al-Ghazali Abstrak Pada kajian ini, penulis akan mengupas tentang konsep pendidikan islam perspektif al-Ghazali yang mana beliau adalah seorang ilmuwan muslim terkenal baik dikalangan dunia islam maupun dikalangan dunia barat. Beliau juga adalah salah satu dari filosuf muslim terkenal yang berkiprah dalam bidang pendidikan. Bukan hanya sebagai filosuf, al-Ghazali juga sebagai seorang guru serta penegak kebenaran ketika terjadi dekadensi moral dan agama pada masanya. Pemikiran konsep pendidikan islam al- Ghazali jika ditinjau dari cara pengelompokannya, tampak seperti pemikiran yang terpisah anata satu dengan yang lainnya, akan tetapi secara organik pengelompokan tersebut merupakan subyek-subyek yang saling berhubungan. Adapun Kontribusi yang beliau berikan dalam bidang pendidikan islam adalah melalui sejumlah karangan-karangan yang beliau susun seperti ilmu fiqh, tasawwuf, adab, dan ilmu- ilmu lain dari buah hasil pemikiranya. Kontribusi tersebut telah dapat menghantarkan kepada kemanfaatan bagi orang-orang yang mendalaminya, serta dapat digunakan sebagai rujukan bagi generasi sesudahnya. Sehingga seyogianya pengetahuan tentang konsep pendidikan islam perspektif al-Ghazali perlu dikaji lebih mendalam lagi baik bagi para pendidik maupun peserta didik, agar dapat mengambil lebih banyak manfaaat dari konsep pendidikan islam yang digagas oleh beliau. Kata kunci: Konsep, Pendidikan Islam, Al-Ghazali
ANALISA MATERI QUR’AN HADIS MADRASAH ALIYAH DENGAN PENDEKATAN INTERDIPISPLINER Muhammad Mahbub
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i1.3645

Abstract

Curriculum is a set of plans and arrangements regarding objectives, content and materials and methods used in the learning and assessment process to achieve certain desired goals. Al Qur'an and Hadith as an integral part of the Religious Education curriculum at Madrasah Aliyah if learning is carried out effectively and meaningfully, it is hoped that students will be able to solve their religious problems in the community, students will become part of the solution, not the problem. However, the reality that is currently developing is that many Madrasah Aliyah graduates do not have integrity and independence in their religion, belief and religion, which actually becomes a problem for other people, even other groups. So this is where it is necessary to redesign teaching materials as media that provide knowledge, skills and attitudes to students, not only using interpretive analysis as the basis for the conception of the material, but also connecting with other disciplines, synergizing with socio-cultural, political, economic and even religious teachings. other materials that intersect with the material, so that the concept of the material being taught becomes very close to the environment and students' needs. On this basis, the analysis of teaching materials absolutely must use an interdisciplinary approach in unraveling the concept of the verse text side by side with the content of the analysis in the meaning of the verse text. Keywords: al Quran-Hadith, material conception, interdisciplinary
PEMIKIRAN FILOSOFIS AL-FARABI TENTANG PENDIDIKAN ISLAM RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN PESANTREN Lutfi Hakim
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i2.3750

Abstract

Education is a media to obtain values, knowledge and practical skills for individuals in a certain period and culture whose final purpose is to lead those individuals to perfection. According to al-Farabi, a human being was created to achieve perfection. Meanwhile, the highest perfection is happiness. As stated by al-Farabi, perfect humans are those who have known the virtue theoretically and practiced it in practical life. Education must be able to create ideal humans who are capable to embody knowledge in the reality of life. For now, the most appropriate educational model as proposed by al-Farabi is Pesantren or Islamic boarding school education. Keywords: Al-Farabi, Education, Character, Islamic Boarding School.
PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013 Ainul Khalim
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i2.3751

Abstract

Pendekatan saintifik menerapkan 5 langkah pembelajaran yang dimulai dari mencermati lewat pengamatan (mengamati) untuk mendapatkan data awal, lalu memunculkan pertanyaan (menanya) sebagai dasar untuk melengkapi data yang dibutuhkan (mendorong tumbuhnya rasa ingin tahu yang lebih jauh), melakukan eksplorasi dalam rangka menjawab sejumlah pertanyaan sehingga diperoleh data yang lebih lengkap, melakukan analisis melalui proses asosiasi dengan mengaitkan antara satu fakta dengan fakta lain. Oleh karena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Sekolah harus mampu menerima nilai-nilai politik, budaya, moral, adat, ajaran agama, ataupun nilai-nilai lainnya yang dikehendaki. Proses perebutan pengaruh tersebut dapat dilakukakan melalui lembaga-lembaga sosial masyarakat, termasuk lembaga pendidikan.Sekolah hanyalah salah satu dari subsistem pendidikan lembaga pendidikan itu sesungguhnya identik dengan jaringan-jaringan kemasyarakatan. Kata Kunci: Saintifik, Kurikulum
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN Alimin Alimin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i2.3752

Abstract

Ada hubungan antara proses dan pendidikan yang bermutu. Agar proses tersebut tidak salah arah, mutu atau dalam arti hasil output harus dirumuskan oleh sekolah terlebih dahulu, dan memiliki tujuan jelas yang ingin dicapai setiap tahun dalam jangka waktu tertentu. Berbagai input dan proses selalu mengacu pada mutu hasil output yang ingin dicapai. Sekolah harus mampu menerima nilai-nilai politik, budaya, moral, adat, ajaran agama, ataupun nilai-nilai lainnya yang dikehendaki. Proses perebutan pengaruh tersebut dapat dilakukakan melalui lembaga-lembaga sosial masyarakat, termasuk lembaga pendidikan melalui proses pendidikan dan pembelajaran sebagai inti bisnisnya. Pada proses pendidikan dan pembelajaran itulah terjadi aktivitas kemanusiaan dan pemanusiaan sejati. Sekolah hanyalah salah satu dari subsistem pendidikan lembaga pendidikan itu sesungguhnya identik dengan jaringan-jaringan kemasyarakatan. Kata kunci: Manajemen, Mutu, Pendidikan
MEMPERKUAT PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MENURUT AL-QUR’AN DAN AL-HADITS Thoyyib Mas'udi
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i2.3753

Abstract

Pendidikan multikultural memiliki empat makna, yakni pengajaran tentang keragaman budaya sebuah pendekatan asimilasi kultural, pengajaran tentang berbagai pendekatan dalam tata hubungan sosial, pengajaran untuk memajukan pluralisme tanpa membedakan strata sosial dalam masyarakat, dan pengajaran tentang refleksi keragaman untuk meningkatkan pluralisme dan kesamaan. Masyarakat Indonesia masih terpecah menjadi lima lapisan, yaitu lapisan masyarakat ultramodern yang tinggal di kota-kota besar, lapisan masyarakat modern di kota-kota, lapisan masyarakat urban yang jumlahnya terbesar, lapisan masyarakat tradisional di desa-desa, dan lapisan masyarakat terbelakang yang hidup di zaman batu. lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter. Kata Kunci: Multikultural, Pendidikan Karakter
KOMPENTENSI PEDAGOGIK GURU Moh. Maghfur
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i2.3754

Abstract

Kecerdasan intelektual anak dapat dilihat dari kemampuan memecahkan masalah, intelegensi verbal, dan intelegensi praktis yang dijelaskan sebagai, Kemampuan memecahkan masalah kemampuan memecahkan masalah yaitu mampu menunjukkan pengetahuan mengenai masalah yang dihadapi, mengambil keputusan tepat, menyelesaikan masalah secara optimal, menunjukkan fikiran jernih. Intelegensi Verbal Intelegensiverbal yaitu kosa kata baik, membaca dengan penuh pemahaman, ingin tahu secara intelektual, menunjukkan keingintahuan. Intelegensi Praktis Intelegensi praktis yaitu tahu situasi, tahu cara mencapai tujuan, sadar terhadap dunia sekelilingnya, menujukkan minat terhadap dunia luar. lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter. sekolah harus mampu menerima nilai-nilai politik, budaya, moral, adat, ajaran agama, ataupun nilai-nilai lainnya yang dikehendaki. Proses perebutan pengaruh tersebut dapat dilakukakan melalui lembaga-lembaga sosial masyarakat, termasuk lembaga pendidikan. Kata kunci: Kompetensi, Pedagogik
MANAJEMEN PENDIDIKAN ONLAINE BERBASIS ZOOM CLOUD MEETING Qomaruddin Qomaruddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i2.3755

Abstract

Media audio visual merupakan media pembelajaran yang sudah modern yaitu dimana kita bisa mendengar sambil melihat gambar seperti halnya kita menonton televisi, media ini juga dapat menambah minat belajar pada siswa. Media ini juga memiliki dua perangkat yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras adalah alat yang memproses perangkat lunak ke dalam tampilan gambar, sedangkan perangkat lunak adalah kepingan disk yang berisi rekaman atau data. Pembelajaran online atau E-learning dianggap sebagai paradigma baru dalam proses pembelajarn karena dapat dilakukan cara yang sangat mudah tanpa harus bertatap muka di suatu ruang kelas dan hanya mengandalkan sebuah aplikasi berbasis koneksi internet maka proses pemebelajaran dapat berlangsung. E-learning juga lebih muda untuk diserap artinya menggunakan fasilitas multimedia yang berupa suatu gambar, teks, animasi, suara, dan juga video. Namun pesesrta didik mungkin dapat bisa frustasi apabila tidak dapat mengakses grafik, gambar, serta video dikarenakan peralatan (software dan hardware) yang tidak memadai. Kata kunci: Manajemen, Pendidikan, Zoom
ANALISIS KRITIS PEMIKIRAN SUNNAH NON TASYRI’IYAH YUSUF AL-QORDHOWI Moh. Syafi'i
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i2.3756

Abstract

Kecenderungan menggenerelesasi sunnah sebagai syariat sangatlah marak di kalangan kaum Muslim, sehingga hadits yang terumuskan dari sunnah yang hidup saat itu mempunyai harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi, yang mana akan sulit untuk membedakan mana hadits yang bersifat mutlak atau hadits yang bersifat nisbi. Pemikiran Yusuf Al Qordhowi dalam pembagian sunnah ini dianggap terpengaruh oleh orang-orang barat dengan maksud ingin memegang kendali atas seluruh masalah sekuler dan membiarkan umat Islam bebas melaksanakan masalah keagamaan mereka. Oleh sebab itu Penulis akan memaparkan tentang Problematika sunnah non tasyriiyah, dan implikasi pemikiran Yusuf Al Qordhowi terhadap hukum fiqih. Kata Kunci: Sunnah Non Tasyriiyah, Pemikiran Yusuf Al Qordhowi
URGENSI KETELADANAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK MENURUT ABDULLAH NASHIH ULWAN DALAM KITAB TARBIYAH AL-AULAD FI AL-ISLAM (STUDI ERA PANDEMI COVID-19) Anis Nur Lailiyah dan Lauwahatul Izzah
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2021): Desember
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jipi.v19i2.3757

Abstract

This study discusses the urgency of exemplariness parents in childrens education according to Abdullah Nasih Ulwan in the book of Tarbiyah al-Aulad fi al-Islam (study of the covid-19 pandemic era). This study aims to determine the urgency of exemplary parents in children's education according to Abdullah Nashih Alwan in the book Tarbiyah al-Aulad fi al-Islam and to find out how important the example of parents in children's education in the covid-19 pandemic era. The type of this research is qualitative research with library method. Primary data sources in the form of the book Tarbiyatul Aulad fil Islam and secondary data sources that serve as auxiliary tools in this research in the form of the book Arrasul al-Muallim, the book Manhaj at-Tabiyah An-Nabawiyah lit-Tifl, and the book Athfalul Muslimin Kaifa Rabba Humun Nabiyul Amin. The data collection technique uses the documentation method while the data analysis technique uses a descriptive method with a content analysis technique approach. The results of this study state that: 1) According to Abdullah Nashih Alwan in his book Tarbiyah al-Aulad fi al-Islam, examplariness parents in childrens education is very important; 2) Exemplariness parents are needed in childrens education in the era of the covid-19 pandemic. Keyword: exemplariness parents, childrens education, and covid-19 pandemic

Page 8 of 19 | Total Record : 181