cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 229 Documents
LOA: Volume 12, Nomor 1, Juni 2017 LOA COVER DEPAN
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 12, No 1 (2017): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2574.476 KB)

Abstract

STRATEGI BUDAYA TOPENG BETAWI: STUDI KASUS NYI MEH, MAESTRO TOPENG BETAWI Kiftiawati, Mursalim
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i1.2335

Abstract

Abstrak Topeng Betawi merupakan kesenian tradisional Betawi yang hingga tahun 1970-an sangat terkenal di masyarakat. Pada tahun 2000-an, kesenian ini redup bahkan terancam punah. Masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi yang dilakukan seniman topeng Betawi dalam mempertahankan kesenian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan sejumlah strategi budaya yang dilakukan untuk mempertahankan kesenian tradisional. Metode penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian lapangan, meliputi wawancara dan observasi lapangan terhadap Nyi Meh, maestro topeng Betawi tahun 1970-an. Penelitian ini merujuk pada teori antropologi budaya yang dikemukakan Koentjaraningrat, Keesing, Malinowski, Ranjabar, Alwasilah, Sendjaja, dan Yunus. Temuan penting penelitian ini adalah idealisme Nyi Meh dalam berkesenian dan melestarikan teater topeng Betawi membawanya pada sejumlah strategi dan sikap dalam menghadapi penghargaan yang tidak memadai dari masyarakat ataupun lembaga pengayom. Hasil penelitian lapangan ini melengkapi tesis Yvone Tri Yoga Hoesodoningsih dan disertasi Ninuk Kleden-Probonegoro mengenai Nyi Meh sebagai kembang (primadona/maestro) topeng Betawi. Kata kunci: topeng Betawi, strategi budaya, pemertahan budaya AbstractBetawi mask is a Betawi traditional art that until the 1970s was very popular in the community. In the 2000s, this art was dim and even threatened with extinction. The problem of this research is how the strategy used by Betawi mask artists in maintaining the art. The purpose of this study is to formulate a number of cultural strategies undertaken to maintain traditional arts. The method of research conducted by the author is field research including interviews and field observations of Nyi Meh, maestro Betawi mask in the 1970s. This research refers to the cultural anthropology theory proposed by Koentjaraningrat, Keesing, Malinowski, Ranjabar, Alwasilah, Sendjaja, and Yunus. An important finding obtained from this research is Nyi Meh's idealism in performing arts and preserving Betawi mask theater led to a number of strategies and attitudes in the face of inadequate appreciation from the public or the protecting institutions. The results of this field study complement the Yvone Tri Yoga Hoesodoningsih thesis and Ninuk Kleden-Probonegoro's dissertation about Nyi Meh as a Betawi mask flower (excellent/maestro). Keywords: Betawi mask, cultural stategy, cultural maintanance
LOA, Volume 15, Nomor 1, Juni 2020 LOA, COVER DEPAN
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

VARIASI BAHASA SLANG DALAM TALKSHOW “HITAM PUTIH” TRANS7 Elen Inderasari, Rahmadani Linda Fadillah, Pasiyah Tahe
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i1.2253

Abstract

                                                          Abstrak Bahasa slang menjadi salah satu bahasa yang sangat populer di media sosial. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa slang dalam acara talkshow “Hitam putih” di Trans7. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang hasilnya berupa pendeskripsian kata-kata. Sumber data berwujud percakapan dalam acara Talkshow “Hitam Putih”. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknis analisis data dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu proses mencari data, mengelola data, dan menyajikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahasa slang dengan klasifikasi: (a) penggunaan bahasa gaul, seperti loe, gua, baper, okey, viral, akting, pres, dan hoax; (b) penggunaan kosa kata tidak beraturan, seperti baper, mager, kepo, unyu, dan narsis; (c) penggunaan partikel, seperti lo/loh, dong, eh, an, kok, ndak, ya, lah, dan ah; (d) penggunaan istilah bahasa asing, seperti thanks, vity, video, exspor, import, dan stand; serta (e) penggunaan bahasa daerah, seperti sampean, tiada, sopo, inyong, kie, teh, dan mangga. Fungsi yang berbeda-beda dalam tindak komunikasi digunakan untuk mencari jati diri, mengungkapkan ekspresi diri, metalingual, dan emosi serta untuk menunjukkan eksistensi sebagai kaum cendekia atau terpelajar kepada masyarakat luas.Kata kunci: bahasa slang, talkshow, hitam putih, Trans7                                          AbstractSlang is one of the most popular languages in social media. The purpose of this study is to describe the use of slang in "Hitam and Putih" talkshow on Trans7. It is descriptive qualitative. Data sources are conversations in "Hitam and Putih" Talkshow. It uses refer and note techniques. The data analysis is carried out in three stages, namely, the process of finding data, managing data, and presenting data. The results show the use of (a) slang words, like loe, gua, baper, okey, viral, akting, pres, and hoax; (b) irregular vocabulary, like baper, mager, kepo, unyu , and narsis; (c) particles, like lo/loh, dong, eh, an, kok, ndak, ya, lah, and ah; (d) foreign language terms, like thanks, vity, video, export, import, and stand; (e) local languages, like sampean, tiada, sopo, inyong, kie, teh, and mangga. Different functions of communication are also used in order to look for identity, express self-expression, metalingual, and emotion, and show the existence as scholars to the community.Keywords: slang, talkshow, hitam putih, talkshow, Trans7
IDEOLOGI SASTRA ANAK HABIB SANG PENDEKAR BUMI MELAYU Titih Nursugiharti
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i1.2371

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ideologi dan teknik penyajiannya dalam struktur sastra anak, Habib Sang Pendekar Bumi Melayu. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa satuan teks bertema ideologi yang bersumber dari buku tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kajian pustaka dan teknik catat. Instrumen pengumpulan data adalah peneliti sendiri dengan menggunakan kartu data. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan membaca intensif dan mencatat data di kartu data. Metode analisis data dilakukan dengan identifikasi dan klasifikasi satuan teks, interpretasi dan inferensi setiap unit teks secara tekstual, kontekstual, dan/atau intertekstual. Penelitian dilakukan di Bengkulu pada Januari sampai dengan April 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis ideologi yang disajikan dalam sastra anak yang diteliti adalah ideologi politeis, monoteis, dan nasionalis. Ketiga ideologi tersebut diperkenalkan dalam struktur teks secara bertahap sesuai dengan perkembangan usia dan peran tokoh utama melalui konteks pendidikan  dalam keluarga, masyarakat, dan sekolah.  Kata kunci: ideologi, sastra anak, politeis, monoteis, nasionalis AbstractThe purpose of this study is to describe the ideology and presentation techniques in the structure of the children's literature, Habib, The Fighter Of Melayu Earth. This research method is descriptive qualitative. The data of this research are ideology-themed text units, sourced from the book. The technique of data collection is done by literature review and note taking techniques. The data collection instrument was a researcher, using data cards. Data collection procedures are done by intensive reading and recording data on a data card. The method of data analysis is carried out by the identification and classification of text units, interpretation and inference of each text unit in textual, contextual, and/or intertextual terms. The research was conducted in Bengkulu in January to April 2020. The results of this study showed that the types of ideologies presented in this children's story are polytheist, monotheistic and nationalist ideologies. These three ideologies were introduced in the text structure gradually according to the development of age and the role of the main characters through the context of education in the family, community, and school. Keywords: ideology, children's literature, polytheists, monotheists, nationalists
LOA, Volume 15, Nomor 1, Juni 2020 LOA, COVER BELAKANG
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR TRADISONAL NAMLEA Maryam Henaulu, Karim, Risman Iye, Yulismayanti, Taufik
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i1.2170

Abstract

 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan alih kode, campur kode, dan faktor penyebab terjadinya campur kode penjual dan pembeli di pasar tradisional Namlea. Penelitian ini adalah penelitian deskkritif kualitatif, yakni penelitian yang dilakukan semata-mata hanya berdasarkan pada fakta yang ada atau fenomena yang secara empiris hidup pada penuturnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik pustaka adalah teknik yang menggunakan sumber-sumber tertulis untuk menunjang data peneliti. Data yang telah diklasifikasi dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tiga macam alih kode penjual dan pembeli di pasar tradisional Namlea yakni: 1) Alih kode yang dilakukan penutur; 2) Alih kode dilakukan oleh mitra tutur; dan 3) Alih kode yang dituturkan oleh penutur ketiga. Kemudian faktor penyebab terjadinya campur kode adalah campur kode penyisipan kata dan campur kode penyisipan frasa. Kata Kunci: alih kode, campur kode, pasar, Namlea  AbstractThis study aims to describe the code experts and code mix and the factors that cause the mixing of seller and buyer codes in the traditional namlea market. This research is a qualitative descriptive study, a research conducted solely based on facts or phenomena that empirically live on the speaker. Data collection techniques used were library, refer and note technique. Library technique is a technique that uses written sources to support researchers' data. The data that has been classified is analyzed descriptively qualitatively. The results showed three types of code switching of sellers and buyers in the traditional namlea market, namely: 1) Code switching by the speaker; 2) Code switching is done by the speech partner; and 3) Code switching spoken by the third speaker. then Factors that cause code mixing are mixed word insertion codes and mixed phrase insertion codes. Keywords: code transfer, mix code, market, Namlea
KAJIAN MOTIF CERITA KEPAHLAWANAN MONAQ DAN DALUNG DAYAK BENUAQ, TUNJUNG, DAN RENTENUKNG Aquari Mustikawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i1.2366

Abstract

AbstrakPenelitian ini berusaha mengungkap  motif dalam cerita kepahlawanan Monaq dan Dalung Dayak Benuaq, Tonyooi, dan Rentenukng. Motif-motif tersebut diambil dari tiga versi cerita Monaq dan Dalung, yaitu versi Benuaq Sekolaq Darat, versi Benuaq Siluq Ngurai, dan versi Rentenukng Tunjung. Masalah penelitian ini adalah apa saja motif dalam cerita kepahlawanan Monaq dan Dalung dalam tiga versi dan bagaimana persebaran cerita di wilayah Kutai Barat? Untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan digunakan metode historis komparatis yang berasal dari mazhab Finlandia. Metode ini bekerja dengan mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan membandingkan beberapa versi cerita Monaq dan Dalung. Dengan menggunakan teori indeks motif Thompson, penelitian ini menganalisis kesamaan motif dan persebaran cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan motif dalam tiga versi cerita kepahlawanan Monaq dan Dalung. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketiga versi cerita tersebut termasuk dalam cerita monogenesis, yaitu cerita yang berasal dari satu tempat. Kata kunci: motif, historis komparatif, versi, persebaran, monogenesis                                                           AbstractThis study attempts to reveal the types and motives in the heroic story of Monaq and Dalung. The  motifs were taken from three versions of the Monaq and Dalung stories, namely the Benuaq Sekolaq Darat version, the Benuaq Siluq Ngurai version, and the Rentenukng Tunjung version. The  problem of this research is what are the motives in the heroic story of Monaq and Dalung in three versions? To  solve problems and achieve goals, historical comparative methods from the Finnish mazhab are used. This  method works by collecting, processing, analyzing, and comparing several versions of the Monaq and Dalung stories. By using Thompson's motive index theory, this study analyzes the similarity of motifs and the distribution of stories. The  results showed that there were eight motifs in three versions of the heroic story of Monaq and Dalung. From  the results of the study it can be concluded that the three versions of the story are included in the story of monogenesis, which is a story originating from one place. Keywords: motifs, historical comparative, version, distribution, monogenesis    
STRUKTUR, BENTUK, DAN ISI PERIBAHASA BAHASA KUTAI Suindah Sari
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i1.1835

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur, bentuk, dan isi peribahasa bahasa Kutai. Masalah penelitian yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu (1) struktur peribahasa bahasa Kutai, (2) bentuk peribahasa bahasa Kutai, dan (3) isi peribahasa bahasa Kutai. Untuk memecahkan masalah tersebut digunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peribahasa bahasa Kutai berstruktur frasa (frasa nomina, frasa verba, dan frasa adjektiva), klausa (klausa verbal dan klausa adjektival), dan kalimat (kalimat tunggal, kalimat majemuk setara, dan kalimat majemuk bertingkat). Peribahasa bahasa Kutai berdasarkan bentuknya terdiri atas ungkapan, pepatah/bidal, pemeo/semboyan, dan perumpamaan. Berdasarkan isinya, peribahasa bahasa Kutai berisi sifat/tindakan baik, sifat/tindakan buruk, nasihat, peringatan, dan sindiran. Kata kunci: peribahasa, bahasa Kutai, struktur, bentuk, isi AbstractThe purpose of this research is to describe structures, forms, and contents of Kutai proverbs. The research discusses about 1) the structure of Kutai proverbs, (2) forms of Kutai proverbs, and (3) contents of Kutai proverbs. It is qualitative and descriptive as well. The results show that Kutai proverbs contain of phrases (noun phrases, verb phrases, and adjective phrases), clauses (verbal clauses and adjective clauses), and sentences (single sentences, equivalent compound sentences, and multilevel compound sentences). Kutai proverbs based on its form consist of idioms, proverbs, motto, and parables. According to its contents, Kutai proverbs contain good deeds, bad deeds, advises, warnings, and satires. Keywords: proverbs, Kutai language, structure, form, content  
HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA TEMA PAHLAWANKU MENGGUNAKAN REWARD KELAS IV SDN 024 SAMARINDA UTARA Hani Subakti, Laurensius Padan
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i1.2297

Abstract

                                                            AbstrakPenelitian tindakan kelas (PTK) ini memiliki tujuan mengetahui hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 024 Samarinda Utara. Dalam penelitian ini telah terjadi peningkatan yang signifikan pada hasil belajar bahasa Indonesia tema pahlawanku dengan menggunakan reward pada kelas IV SDN 024 Samarinda Utara. Penelitian ini sudah dilaksanakan sebanyak dua siklus. Tahap pelaksanaan setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil akhir penelitian menunjukan bahwa pada siklus I hasil belajar siswa dengan nilai tes rata-rata 69,5 dengan persentase ketuntasan 60% dan persentase tidak tuntas, yaitu 40%. Sementara itu, pada siklus II hasil belajar siswa dengan nilai tes rata-rata 81,3 meningkat dengan persentase ketuntasan 86,7% dan persentase tidak tuntas hanya 13,3%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi reward dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia tema pahlawanku pada siswa kelas IV SDN 024 Samarinda Utara. Kata kunci: hasil belajar, bahasa Indonesia, tema pahlawanku, reward AbstractThis class action research (CAR) has the purpose of knowing the outcome of learning outcomes of grade IV students in SDN 024 North Samarinda. In this study there has been a significant increase in the results of the Indonesian language learning hero theme by using the reward on class IV SDN 024 North Samarinda. This research has been implemented by two cycles. The implementation stage of each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques using observation, tests, interviews, and documentation. The final result of the study showed that the students study results with an average test value of 69.5 with a percentage of 60% and an incomplete percentage of 40%. While in the cycle II students study results with an average test value of 81.3 increased with a percentage of 86.7%, the percentage was not completed by only 13.3%. Based on the results of the study, it can be concluded that the reward strategy can improve the outcome of learning Indonesian theme heroes in grade IV students SDN 024 North Samarinda. Keywords: learning results, bahasa Indonesia, my hero theme, reward