cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 229 Documents
KLAUSA RELATIF DALAM NOVEL BÉNTANG HARIRING KARYA DIAN HENDRAYANA Sondari, Dea; Sudaryat, Yayat; Hernawan, Hernawan; Nurhuda, Denny Adrian; Rahmah, Firda Aulia
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 2 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i2.8401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, struktur, dan fungsi klausa relatif dalam novel Béntang Hariring karya Dian Hendrayana. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik studi pustaka dan dianalisis menggunakan analisis unsur langsung. Sumber data adalah novel Béntang Hariring. Hasil penelitian menemukan 68 klausa relatif yang terbagi menjadi klausa relatif restriktif dan non-restriktif. Struktur klausa relatif ditemukan dalam bentuk lengkap, yaitu konjungsi (a)nu + klausa tunggal, serta bentuk tidak lengkap, yaitu konjungsi (a)nu + S ± O ± Pel ± K. Fungsi klausa relatif terbagi menjadi lima, yaitu subjek, objek, pelengkap, aksis, dan aksis atributif. Kesimpulannya, klausa relatif dalam novel Béntang Hariring dapat dianalisis dari aspek bentuk, struktur, dan fungsi, dan penelitian ini membuka peluang untuk studi lebih lanjut mengenai klausa relatif dalam bahasa Sunda. Kata-kata Kunci: klausa relatif, novel Béntang Hariring, sintaksis Abstract This study aims to describe the form, structure, and function of relative clauses in the novel Béntang Hariring by Dian Hendrayana. The study uses a qualitative descriptive method. Data were collected through literature study techniques and analyzed using direct element analysis. The data source is the novel Béntang Hariring. The results of the study found 68 relative clauses divided into restrictive and non-restrictive relative clauses. The structure of the relative clauses was found in complete form, namely the conjunction (a)nu + single clause, as well as incomplete form, namely the conjunction (a)nu + S ± O ± Pel ± K. The function of the relative clause is divided into five, namely subject, object, complement, axis, and attributive axis. In conclusion, the relative clauses in the novel Béntang Hariring can be analyzed from the aspects of form, structure, and function, and this study opens opportunities for further studies on relative clauses in Sundanese.
PRINSIP KERJASAMA DALAM KUMPULAN CERITA TEU TULUS PAÉH NUNDUTAN KARYA KI UMBARA: KAJIAN PRAGMATIK Juliwandina, Innasa; Suherman, Agus; Leonita, Leonita
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 2 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i2.8403

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan obrolan yang termasuk ke dalam prinsip kerjasama (kooperatif), maksim-maksim obrolan, dan tingkat kesesuaian obrolan kerjasama yang ada di dalam buku kumpulan cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik studi pustaka dengan instrumen kartu data digital. Sumber data dalam penelitian ini, adalah obrolan-obrolan yang ada di dalam kumpulan cerita Teu Tulus Paéh Nundutan karya Ki Umbara. Hasil dari penelitian ini, yaitu (1) ada 429 data obrolan yang termasuk ke dalam prinsip kerjasama (kooperatif); (2) maksim obrolan kerjasama didominasi oleh maksim kesesuaian atau relevansi; dan (3) data omongannya kebanyakan mematuhi prinsip kerjasama. Berdasarkan hasil analisis, data obrolan yang ada di dalam buku tersebut kebanyakan mematuhi dan obrolannya mengandung harti ‘kesesuaian’, karena obrolan atau informasi yang disampaikan oleh pembicara patuh terhadap salah satu maksim obrolan kerjasama, serta sesuai dengan permasalahan yang sedang diceritakan. Kata Kunci: cerita karya ki umbara, pragmatik, prinsip kerjasama Abstract This study aims to describe the chats that belong to the principle of cooperation (cooperative), the maxims of the chats, and the level of conformity of the cooperative chats in the story collection book. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. The data were collected using a literature study technique with a digital data card instrument. The data source for this research is the chats in the story collection "Teu Tulus Paéh Nundutan" by Ki Umbara. The results of this study, namely (1) there are 429 chat data included in the principle of cooperation (cooperative); (2) the maxim of appropriateness or relevance dominates the maxims of cooperative chat; and (3) the chat data mostly comply with the principle of cooperation. Based on the results of the analysis, the chat data in the book mostly complies, and the chat contains harti 'suitability', because the chat or information conveyed by the speaker complies with one of the maxims of cooperative chat, and is in accordance with the problem being told.
KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA PADA TOKOH DALAM NASKAH DRAMA “HAK PETO” DAN KAITANNYA DENGAN EMOSI Putri, Andini Primadani; Rahmah, Intan; Dadi, Dadi
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 2 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i2.7153

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konflik psikis tokoh Ukar dalam naskah drama “Hak Peto” karya Bode Riswandi. Ilmu kajian yang dipakai dalam penelitian ini adalah psikologi sastra. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan klasifikasi emosi tokoh yang terdapat dalam naskah. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah naskah drama yang berjudul “Hak Peto” karya Bode Riswandi. Penelitian ini terfokus pada analisis tiga aspek menurut Sigmund Freud, yaitu id, ego, dan superego yang kemudian dikaitkan dengan emosi. Hasil penelitian ini yaitu Ukar memiliki aspek id, ego, dan superego. Aspek id pada diri Ukar adalah jujur, lugu, keinginan untuk dipercaya oleh orang lain, dan keingintahuan mengenai sesuatu. Aspek ego pada diri Ukar yaitu bersikap sok tahu dan menafsirkan suatu istilah yang belum ia ketahui dengan sesuai pemahamannya sendiri. Aspek superego pada diri Ukar adalah dalam aturan, manusia harus bertanya mengenai sesuatu yang tidak ia ketahui dengan baik. Kata-kata Kunci: psikologi sastra, naskah drama, emosi Abstract This research aims to describe the psychological conflict of the character Ukar in the drama script "Hak Peto" by Bode Riswandi. The study science used in this research is literary psychology. The aim of this research is to describe the classification of characters' emotions contained in the script. The method used is descriptive qualitative. The data source for this research is the drama script entitled "Hak Peto" by Bode Riswandi. This research focuses on analyzing three aspects according to Sigmund Freud, namely the id, ego and superego which are then linked to emotional. The results of this research are that Ukar has aspects of id, ego and superego. The id aspect of Ukar is honesty, innocence, the desire to be trusted by others, and curiosity about something. The ego aspect of Ukar is acting like he knows something and interpreting terms he doesn't know according to his own understanding. The superego aspect of Ukar is that according to the rules, humans must ask about something they don't know well.
KAJIAN STRUKTURAL DAN PSIKOLOGI HUMANISTIK DALAM NASKAH DRAMA GÉNJLONG KARATON KARYA DIAN HENDRAYANA Nugraha, Asep Suhendar; Koswara, Dedi; Isnendes, Retty; Rahmat, Wahyudi
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 20, No 1 (2025): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v20i1.8402

Abstract

Abstrak Penelitian ini didasari oleh pentingnya meneliti ilmu kejiwaan dalam naskah drama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur cerita drama, struktur naskah drama, dan psikologi humanistik yang terkandung dalam naskah drama Génjlong Karaton karya Dian Hendrayana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif-kualitatif, tekniknya studi pustaka. Hasil dalam penelitian ini yaitu secara struktur cerita terbilang lengkap karena semua aspek tergambar jelas dalam naskah dramanya. Secara struktur naskah terbilang tidak lengkap karena ada beberapa aspek yang tidak tergambar dalam naskah dramanya yaitu prolog, aside, dan epilog. Sedangkan lima tingkatan kebutuhan manusia semuanya tergambar jelas dalam naskah drama “Génjlong Karaton” karya Dian Hendrayana. Kata-kata Kunci: kajian struktural; naskah drama; psikologi humanis Abstract This research is based on the importance of examining psychology in drama scripts. This research aims to find out the structure of the drama story, the structure of the drama script, and the humanistic psychology contained in the drama script “Génjlong Karaton” by Dian Hendrayana. The method used in this research is descriptive-qualitative; the technique is a literature study. The results in this study are that the story structure is fairly complete because all aspects can be found in the script. Structurally, the drama script is incomplete because there are several aspects that are not reflected in the drama script, namely the prologue, the aside, and the epilogue. The five levels of human needs are clearly depicted in the drama script “Génjlong Karaton” by Dian Hendrayana.
PROSES MORFOLOGIS PADA JUDUL BERITA DI MAJALAH SWANTARA EDISI SEPTEMBER 2024 Amelia, Intan Ayu; Zaki, Reza Muamar; Mulyaningsih, Indrya
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 19, No 2 (2024): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v19i2.8405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses morfologis berupa afiksasi, reduplikasi, dan komposisi yang terdapat pada judul berita di majalah Swantara edisi September 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ialah judul berita yang terdapat dalam majalah Swantara edisi September 2024. Data yang diambil berupa kata yang mengalami proses morfologis pada judul berita di majalah tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh sebanyak 55 data proses morfologis. Dari 55 data proses morfologis tersebut dikelompokkan menjadi afiksasi sebanyak 49 data, reduplikasi sebanyak satu data, dan komposisi sebanyak lima data. Afiksasi dikelompokkan menjadi afiksasi jenis prefiks sebanyak 19 data, afiksasi jenis infiks sebanyak satu data, afiksasi jenis sufiks sebanyak sembilan data, dan afiksasi jenis konfiks sebanyak 20 data. Oleh karena itu, proses morfologis yang paling banyak digunakan pada judul berita di majalah Swantara edisi September 2024 yaitu bentuk afiksasi. Kata-kata Kunci: proses morfologis, judul berita, majalah Abstract This study aims to analyze the morphological processes in the form of affixation, reduplication, and composition contained in the news titles in the September 2024 edition of Swantara magazine. This study uses a qualitative descriptive approach. The data source in this study is the news titles contained in the September 2024 edition of Swantara magazine. The data taken are words that undergo morphological processes in the news titles in the magazine. Based on the results of the study, 55 morphological process data were obtained. Of the 55 morphological process data, they are grouped into 49 affixations, one reduplication, and five compositions. Affixation is grouped into 19 prefix affixations, one infix affix affixation, nine suffix affixation, and 20 confix affix affixes. Therefore, the morphological process most frequently used in the news titles in the September 2024 edition of Swantara magazine is the form of affixation. Keywords: morphological processes, news title, magazine
KESALAHAN BERBAHASA TATARAN FONOLOGI DALAM KETERAMPILAN BERBICARA PEMELAJAR BIPA DI UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON Octavia, Sisca; Mujtaba, Sultan Tirta
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 20, No 1 (2025): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v20i1.8406

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis kesalahan berbahasa pada kajian fonologi bagi penutur asing bahasa Indonesa dalam proses pemerolehan bahasa Indonesia dan juga mengetahui ketepatan dalam menggunakan bahasa Indonesia. Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada kajian fonologi yang terjadi sehingga faktor apa saja yang dapat menimbulkan kekeliruan dalam pelafalan pada penutur asing, bukan hanya penutur asing saja yang sering melakukan kesalahan dalam pelafalan berbahasa Indonesia, tujuan lainnya agar mengetahui ketepatan pelafalan yang baik dan benar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa tuturan pemelajar BIPA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebanyak 4 mahasiswa baru yang di antaranya berasal dari Thailand, Sudan, dan 2 berasal dari Filipina. Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan 23 kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh pemelajar BIPA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mulai dari perubahan fonem dan juga penghilangan fonem. Kata-kata Kunci: BIPA; fonologi; kesalahan berbahasa Abstract This research analyzes language errors in phonological studies for foreign speakers of Indonesian in the process of acquiring Indonesian and also determines accuracy in using Indonesian. The aim of the research was to analyze and describe language errors in phonological studies that occur so that what factors can cause errors in pronunciation in foreign speakers, it is not only foreign speakers who often make errors in pronunciation in Indonesian, another aim is to find out the accuracy of good pronunciation and true. The research method used in this research is a qualitative descriptive research method. The data source is the speech of BIPA UIN Cyber Syekh Nurjati Cirebon students as many as 4 new students, including those from Thailand, Sudan, and 2 from the Philippines. Based on the results of the research, the author found 23 language errors made by BIPA students at UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, starting from changing phonemes and also omitting phoneme.
THE USE OF TRADITIONAL GAME LAYANGAN SENDAREN AS A MEDIUM FOR LANGUAGE AND LITERATURE LEARNING TO ENHANCE LINGUISTIC SKILLS AND CULTURAL AWARENESS AT MI PLUS NURUL HUDA Bhatti, Muhammad Safdar; Amalia, Anisa Nurul; Fahmi, Ahmad Zulfi; Ahyani, Hisam; Mutmainah, Naeli
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 20, No 1 (2025): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v20i1.8383

Abstract

This study explores the implementation of the traditional game layangan sendaren as a medium for language and literature learning at MI Plus Nurul Huda, an Islamic elementary school in Banjar City, Indonesia. The research focuses on three main problems: how the game is applied in the learning process, its impact on students’ language skills—especially vocabulary and oral literary expressions—and its role in preserving and enhancing students’ awareness of local Sundanese culture. Employing a qualitative ethnopedagogical approach, data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and learning activity documentation. The findings reveal that layangan sendaren effectively increases student engagement, enriches vocabulary, and improves oral literary skills such as rhymes, metaphors, and proverbs. Additionally, the game plays a significant role in fostering cultural identity and appreciation by connecting students with their Sundanese heritage. This study suggests that integrating traditional cultural elements into language and literature education can enhance linguistic competence while promoting cultural preservation and character development in primary education contexts. Keywords: Traditional game, Language learning, Oral literature, Cultural awareness, Ethnopedagogy Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi implementasi permainan tradisional layangan sendaren sebagai media pembelajaran bahasa dan sastra di MI Plus Nurul Huda, sebuah sekolah dasar Islam di Kota Banjar, Indonesia. Penelitian ini berfokus pada tiga permasalahan utama: bagaimana permainan ini diterapkan dalam proses pembelajaran, dampaknya terhadap keterampilan berbahasa siswa—terutama kosakata dan ekspresi sastra lisan—dan perannya dalam melestarikan dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap budaya Sunda lokal. Dengan menggunakan pendekatan etnopedagogis kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa layangan sendaren efektif meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya kosakata, dan mengembangkan keterampilan sastra lisan seperti rima, metafora, dan peribahasa. Selain itu, permainan ini memainkan peran penting dalam menumbuhkan identitas dan apresiasi budaya dengan menghubungkan siswa dengan warisan Sunda mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan unsur-unsur budaya tradisional ke dalam pendidikan bahasa dan sastra dapat meningkatkan kompetensi linguistik sekaligus mendorong pelestarian budaya dan pengembangan karakter dalam konteks pendidikan dasar. Kata-kata Kunci: Permainan tradisional, Pembelajaran bahasa, Sastra lisan, Kesadaran budaya, Etnopedagogi
ANALISIS KESESUAIAN HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) PENILAIAN SUMATIF AKHIR TAHUN PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X SMA Leonita, Leonita; Sari, Esti Swatika; Suryaman, Maman
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 20, No 1 (2025): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v20i1.8404

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian penilaian sumatif akhir tahun dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X berdasarkan kategori Higher Order Thinking Skills (HOTS) di SMA Edu Global School Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Data yang diperoleh bersumber dari penilaian sumatif akhir tahun pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMA Edu Global School Cirebon tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan proses analisis soal secara kualitatif dengan ketentuan taksonomi bloom menggunakan kata kerja operasional (KKO), memfokuskan pada dimensi proses kognitif, setelah itu hasil dari analisis data deskripsi sesuai dengan hasil temuan. Berdasarkan hasil dan analisis pembahasan. Soal PSAT yang diujikan pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X SMA Edu Global School Cirebon ini sudah termasuk dalam kategori High Order Thinking Skills (HOTS). Namun, diperlukan bagi guru untuk menambah kreatifitas bentuk soal sesuai dengan level kognitif pada High Order Thinking Skills (HOTS) yakni C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi) dan C6 (mencipta) agar dapat menyajikan soal-soal HOTS pada penilaian hasil belajar siswa khususnya PSAT. perlu dipertimbangkan agar dapat menambah variasi level kognitif dan melengkapi sesuai dengan taksonomi bloom. Temuan ini dapat berguna untuk memberikan rekomendasi praktis dalam perbaikan instrumen penilaian di masa depan, serta menjadi dasar bagi pengembangan pelatihan guru yang lebih terarah pada perancangan soal-soal HOTS yang efektif dan relevan. Kata-kata Kunci: asesmen sumatif; kemampuan berpikir tingkat tinggi; pembelajaran Bahasa Indonesia Abstract This study aims to describe the suitability of the end-of-year summative assessment in Indonesian language learning in Class X based on the Higher Order Thinking Skill (HOTS) category at SMA Edu Global School. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study. The data obtained came from the end-of-year summative assessment in the Indonesian language subject of class X SMA Edu Global School Cirebon in the 2024/2025 academic year. The data collection technique used observation and documentation. The data analysis technique used a qualitative question analysis process with the provisions of Bloom's taxonomy using operational verbs (KKO), focusing on the dimensions of the cognitive process, after which the results of the descriptive data analysis were in accordance with the findings. Based on the results and analysis of the discussion, it is necessary for teachers to increase the creativity of the form of questions according to the cognitive level in High Order Thinking Skills (HOTS), namely C4 (analyzing), C5 (evaluating) and C6 (creating) in order to be able to present HOTS questions in the assessment of student learning outcomes, especially PSAT. The PSAT questions tested on the Indonesian language subject for class X of SMA Edu Global School Cirebon are included in the High Order Thinking Skills (HOTS) category. However, it is necessary to consider adding variations in cognitive levels and completing them according to Bloom's taxonomy. These findings can be useful for providing practical recommendations for improving assessment instruments in the future, as well as being the basis for developing more focused teacher training on designing effective and relevant HOTS questions.
REVITALIZING TRADITIONAL METAL CRAFTS: A KNOWLEDGE TRANSFER EMPOWERING SUSTAINABILITY THROUGH BIOMIMICRY DESIGN Ahmad, Syed Mohd Faisal Syed; Khairi, Hanif; Legino, Rafeah
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 20, No 1 (2025): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v20i1.8429

Abstract

This paper aims to empower biomimicry design through knowledge transfer for the sustainability of traditional Malay metal crafts, particularly in Malaysia. Recent studies have highlighted a regression in the acceptance and practice of cherished local skills, focusing on the dying art of metalware and jewellery. The primary objective of this project is to ensure the continued practice of metalsmithing by seamlessly integrating traditional craftsmanship with contemporary technological trends by implementing a comprehensive knowledge transfer targeting Malaysia's youth. The concept of "moditional" encapsulates the transition of these traditional practices into modern production methodologies. The core idea behind "moditional" is to expose and educate the local communities in Malaysia on appreciating traditional and modern local craft design. This initiative aligns with the Sustainable Development Goals, explicitly targeting quality education, economic growth, and creating decent work opportunities for all communities. The overarching goal of the knowledge transfer is to facilitate the transfer of skills, experiences, and best practices in computer-aided design (CAD), computer-aided machines (CAM), and craftsmanship. This program encompasses the responsible handling of precious materials, 3D data visualization, prototyping, machining, and hands-on craftsmanship. Through tacit knowledge, it is anticipated that the art of national heritage crafts will thrive and preserve traditional culture in metalware and jewellery. Abstrak Makalah ini bertujuan untuk memberdayakan desain biomimikri melalui transfer pengetahuan untuk keberlanjutan kerajinan logam tradisional Melayu, khususnya di Malaysia. Studi terbaru telah menyoroti kemunduran dalam penerimaan dan praktik keterampilan lokal yang dihargai, dengan fokus pada seni perkakas logam dan perhiasan yang mulai punah. Tujuan utama proyek ini adalah untuk memastikan keberlangsungan praktik pengerjaan logam dengan mengintegrasikan keahlian tradisional dengan tren teknologi kontemporer secara mulus melalui transfer pengetahuan komprehensif yang menyasar generasi muda Malaysia. Konsep "modional" merangkum transisi praktik tradisional ini ke dalam metodologi produksi modern. Inti gagasan di balik "modional" adalah untuk mengekspos dan mengedukasi masyarakat lokal di Malaysia tentang apresiasi desain kerajinan lokal tradisional dan modern. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang secara eksplisit menargetkan pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja layak bagi seluruh masyarakat. Tujuan utama transfer pengetahuan ini adalah untuk memfasilitasi transfer keterampilan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam desain berbantuan komputer (CAD), mesin berbantuan komputer (CAM), dan keterampilan kerajinan. Program ini mencakup penanganan material berharga secara bertanggung jawab, visualisasi data 3D, pembuatan prototipe, pemesinan, dan keterampilan kerajinan tangan. Melalui pengetahuan tacit, diharapkan seni kerajinan warisan nasional akan berkembang dan melestarikan budaya tradisional dalam bidang logam dan perhiasan. Kata-kata Kunci: Biomimikri; Kerajinan Tradisional Melayu; Kerajinan Logam; Teknologi; Transfer Pengetahuan