cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 229 Documents
Daftar Isi, Pengantar Redaksi, Abstrak LOA, Volume 15, Nomor 2, Desember 2020
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 2 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LITERASI BUDAYA: MEMAHAMI LOKALITAS PEREMPUAN BALI DARI KUMPULAN CERPEN SAGRA Yessy Hermawati; N. Yeffa Afnita Apriliyani
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 2 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i2.2339

Abstract

Salah satu cara memahamibudaya yaitu melalui kegiatan literasi. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara membaca dan memaknai teks sastra. Tulisan ini membahas literasi budaya melalui pembacaan teks sastra yaitu cerpen tentang lokalitas perempuan. Lokalitas dalam hal ini merujuk pada unsur-unsur budaya baik tradisi maupun populer yang membentuk kehidupan perempuan. Adapun teks cerpen yang akan dibahas yaitu kumpulan cerpen karya Oka Rusmini (2017) yang berjudul Sagra. Teori yang digunakan dalam penelaahan teks cerpen yaitu teori Literasi dan lokalitas. Metode yang digunakan yaitu metode kajian pustaka dengan cara membaca, menandai dan menganalisis teks-teks dalam cerpen yang menunjukan lokalitas perempuan yang berlatar budaya Bali. Pembahasan makalah ini menunjukan bahwa perempuan Bali dengan latar kehidupan budaya yang masih menganut sistem kasta membentuk identitas dan lokalitas perempuan yang khas dibandingkan latar budaya lainnya di Indonesia. Pengaruh Agama Hindu, adat dan kuasa Patriaki masih kental memengaruhi lokalitas perempuan Bali dan teks cerpen Sagra. 
TEMA DAN NILAI MORAL DALAM EMPAT CERITA PENDEK TERBITAN SURAT KABAR MANUNTUNG DI KALIMANTAN TIMUR Yudianti Herawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3591

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur cerita dalam empat cerpen  terbitan surat kabar harian Manuntung periode 1988 terkait dengan tema dan nilai moral. Masalah dalam penelitian ini meliputi (1) bagaimana bentuk indentifikasi cerita dalam keempat cerpen yang terbit di Manuntung, (2) bagaimanakah tema dalam keempat cerpen yang terbit di Manuntung, dan (3) bagaimana pula nilai-nilai moral dalam keempat cerpen yang terbit di Manuntung. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan memanfaatkan teknik deskripsi, sedangkan teori yang digunakan adalah pendekatan intrinsik. Teknik analitik juga digunakan untuk menentukan makna isi cerita dalam cerpen-cerpen tersebut sebagai objek penelitian. Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa tema dalam keempat cerita pendek terbitan surat kabar Manuntung periode 1988 di Kalimantan Timur memiliki perwatakan dan karakteristik penceritaan yang berbeda, sedangkan nilai moral dalam cerpen-cerpen itu sebagai cerminan kehidupan yang dialami masyarakat dengan latar, waktu, dan lingkungan tertentu yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa di lingkungan sosial dan budaya di Kalimantan Timur. Kata kunci: intrinsik, nilai, moral, sosial, budaya AbstractThe purpose of this study was to describe the structure of the story in the four short stories published by the 1988 Manuntung daily newspaper related to moral themes and values. The problems in this study include (1) what are the forms of story identification in the four short stories published in Manuntung, (2) what are the themes in the four short stories published in Manuntung, and (3) what are the moral values in the four short stories published in Manuntung. This research is qualitative by utilizing descriptive techniques, while the theory used is an intrinsic approach. Analytical techniques are also used to determine the meaning of the story content in the short stories as the object of research. The results of this study indicate that the themes in the four short stories published by the Manuntung newspaper in the 1988 period in East Kalimantan have different narrative characteristics and characteristics, while the moral values in the short stories reflect the life experienced by the community with a certain background, time and environment the background for the occurrence of events in the social and cultural environment of East Kalimantan.   Key words: intrinsic, value, moral, social, culture
KONTEKS EKSTERNAL VIRTUAL DALAM PRAGMATIK SIBER R. Kunjana Rahardi
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 2 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i2.2347

Abstract

Pragmatik sebagai cabang ilmu bahasa paling muda perlu terus-menerus didukung pertumbuhan dan perkembangannya. Kreativitas dan inovasi dalam menemukan persoalan dan fenomena pragmatik yang layak untuk diteliti dengan perspektif pragmatik perlu terus ditumbuhkan dan dibangkitkan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan manifestasi pergeseran satu aspek penting dalam pragmatic siber, yakni konteks virtual. Rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah wujud pergeseran konteks dalam perspektif pragmatik siber? Data penelitian ini adalah elemen dan fungsi konteks yang membentuk konteks virtual itu yang hadir bersama dengan tuturannya. Data dikumpulkan dan disajikan dengan menggunakan metode simak. Metode simak diterapkan dengan melaksanakan penyimakan terhadap data dan sumber data sehingga diperoleh data yang benar-benar siap dianalisis. Sebelum dianalisis, data tersebut ditriangulasi untuk memperoleh validitas data. Triangulasi dilaksanakan dengan menerapkan triangulasi teori, yakni dengan cara mengonfirmasikan data yang telah ditemukan tersebut dengan teori yang ada. Selain itu, data juga ditriangulasi pakar, yakni dengan pakar sejawat yang memang memiliki kompetensi dan kepakaran pragmatik dan konteks pragmatik. Data yang telah terkumpul kemudian diklasifikasi dan ditipikasi sehingga ditemukan manifestasi data yang benar-benar siap dikenakan metode dan teknik analisis. Metode analisis yang diterapkan adalah metode padan, khususnya padan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat wujud-wujud pergeseran pada lima elemen konteks. Kelima wujud pergeseran tersebut disampaikan sebagai berikut: (1) penutur, mitra tutur, dan pelibat tutur lain; (2) setting suasana, waktu, dan tempat; (3) maksud dan tujuan; (4) saluran dan peranti tuturan; (5) genre dan laras tuturan. Penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan pragmatik di Indonesia khususnya, sehingga ke depan ilmu pragmatik berkembang jauh lebih baik di negeri ini. Kata Kunci: konteks eksternal konvensional; konteks eksternal virtual; pragmatik siber
LOA, Volume 16, Nomor 1, Juni 2021 LOA COVER BELAKANG
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LOA, Volume 15, Nomor 2, Desember 2020 LOA COVER BELAKANG
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 2 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TEMA PERCINTAAN DALAM TIGA CERITA PENDEK TERBITAN SURAT KABAR MANUNTUNG DI KALIMANTAN TIMUR (PERIODE 1988—1989) Yudianti Herawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 2 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i2.2791

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur cerita dalam tiga cerpen  terbitan surat kabar harian Manuntung periode 1988—1989 yang difokuskan pada tema percintaan dan gejala sosial kultural. Masalah dalam penelitian ini meliputi (1) bagaimana bentuk struktur cerita dalam ketiga cerpen yang terbit di Manuntung, (2) bagaimanakah tema percintaan dalam ketiga cerpen yang terbit di Manuntung, dan (3) bagaimana pula gejala sosial kultural dalam ketiga cerpen yang terbit di Manuntung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, sedangkan penerapan teori menggunakan struktural intrinsik. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data-data cerpen yang diperoleh dari surat kabar Manuntung. Selain itu, teknik analitik juga digunakan untuk menentukan makna isi cerita dalam cerpen-cerpen tersebut sebagai objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tema percintaan yang digambarkan pengarang dalam ketiga cerpen yang terbit Manuntung peiode 1988—1989 memiliki karakteristik yang berbeda yang mengisahkan sepenggal kehidupan tokoh dengan berbagai pertikaian, peristiwa yang mengharukan dan menyenangkan, serta mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan oleh tokoh-tokoh dalam ketiga cerpen tersebut. Kata kunci: struktur, intrinsik, percintaan, sosial, kulturalAbstractThe purpose of this study is to describe the structure of the story in three short stories published by Manuntung daily newspapers in the period 1988--1989 which focuses on the theme of romance and socio-cultural phenomena. It discusses about (1) the structure of the story, (2) the theme of love, and (3) the socio-cultural symptoms in Manuntung’s three short stories. This study uses descriptive-qualitative methods and intrinsic structural theory. Descriptive analysis technique is used to describe the short story data. Analytical techniques are also used to determine the meaning of the story content in those short stories as the object of the research. The results of this study indicate that the theme of love described by the authors in Manuntung’s three short stories in the period 1988-1989 has different characteristics. They tell a moment of a character's life, like conflicts, touching moments, and happy times. They also contain impressions that are remembered by the characters in those three short stories. Keywords: structure, intrinsic, romance, social, cultural 
RELASI MAKNA ANTARKLAUSA DALAM KALIMAT MAJEMUK BAHASA TONYOOI RELATIONSHIPS IN THE MEANING OF INTERKLAUSA IN A ADVANCED SENTENCE TONYOOI LANGUAGE Nurul Masfufah
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3495

Abstract

AbstrakKajian terhadap bahasa Tonyooi sampai saat ini masih tergolong minim, khususnya kajian mikrolinguistiknya. Pada tataran sintaksis, termasuk di dalamnya relasi makna antarklausa belum banyak disentuh oleh para peneliti dan pemerhati bahasa Tonyooi.  Oleh karena itu, tulisan ini akan mengkaji atau mendeskripsikan relasi makna antarklausa dalam kalimat majemuk bahasa Tonyooi. Kajian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data berasal dari wacana tulis dan lisan yang menggunakan kalimat majemuk. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi (studi pustaka) dan wawancara dengan teknik simak dan catat. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan, yaitu teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh beberapa simpulan, yaitu Berdasarkan relasi antarklausanya, kalimat majemuk bahasa Tonyooi dibedakan atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Dalam kalimat majemuk setara ditemukan tiga relasi makna, yaitu makna penjumlahan,  pemilihan, dan pertentangan. Sementara itu, dalam kalimat majemuk bertingkat setidaknya memiliki sepuluh relasi makna antarklausa, yaitu makna kesyaratan, tujuan, penyebaban, hasil atau akibat, perbandingan, sangkalan, cara, alat, kewaktuan, dan atributif.  Konjungtor yang digunakan untuk menjalin hubungan antarklausa cukup variatif. Namun, jumlahnya tidak sebanyak dalam bahasa Melayu Kutai ataupun dalam bahasa Indonesia.Kata kunci: relasi makna, klausa, kalimat majemuk, bahasa Tonyooi AbstractThe study of the Tonyooi language is still relatively minimal, especially its microlinguistic studies. At the syntactic level, including the meaning relation between clauses, has not been touched by many researchers and observers of the Tonyooi language. Therefore, this paper will examine or describe the meaning relations between clauses in compound sentences in Tonyooi. This study uses a descriptive method. Sources of data come from written and oral discourses that use compound sentences. The data was collected using the documentation method (literature study) and interviews with the observation and note-taking technique. Meanwhile, the data analysis technique used is descriptive analysis technique. Based on the results of the study, several conclusions were obtained, namely based on the relation between the clauses, the Tonyooi language compound sentences are differentiated into equivalent compound sentences and multilevel compound sentences. In an equivalent compound sentence, three meaning relations are found, namely the meaning of addition, selection, and contradiction. Meanwhile, in multilevel compound sentences there are at least ten interlausal meaning relations, namely the meaning of requirements, goals, causes, results or consequences, comparisons, denials, means, tools, timing, and attributes. The conjunctor used to establish the relationship between clauses is quite varied. However, the numbers are not as high as in Kutai Malay or in Indonesian.Key words: meaning relation, clause, compound sentence, Tonyooi language
PENGUNGKAPAN IDENTITAS MENTERI PADA MATERI KOMEDI PENTAS DRAMA "PRESTASI TANPA KORUPSI" Pandu Pratama Putra
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 2 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i2.2238

Abstract

Komedi memiliki peran penting di dalam kehidupan. Kehadirannya merupakan salah satu cara sederhana untuk membuat komunikasi antar manusia menjadi lebih lancar. Komedi juga menjadi milik semua orang di dunia. Tidak ada batasan pihak yang boleh dan tidak boleh berkomedi. Pemerintah juga dapat memanfaatkan komedi sebagai alat mendekatkan diri pada masyarakat, seperti yang dilakukan oleh tiga menteri pada pentas drama Prestasi Tanpa Korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pembangunan komedi yang dilakukan oleh menteri pada pentas drama Prestasi Tanpa Korupsi. Pengungkapan identitas pada komedi menggunakan teori praanggapan atau presupposisi yang dimiliki oleh ilmu pragmatik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menelaah data rekaman pentas drama Prestasi Tanpa Korupsi. Penelitian ini mengungkapkan hasil berupa komedi yang dibangun dari identitas ketiga menteri. Komedi dibangun secara sederhana dan dapat diimitasi oleh masyarakat yang awam dalam dunia komedi.
TOKOH NYI POHACI SANGHYANG SRI DALAM WAWACAN SULANJANA DAN CARITA PANTUN SRI SADANA: TINJAUAN INTERTEKSTUALITAS JULIA KRISTEVA Evi Fuji Fauziyah; Ade Kosasih
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3523

Abstract

Penelitian ini akan membandingkan cerita, tokoh, dan peristiwa antara teks dalam naskah Wawacan Sulanjana dan teks dalam Carita Pantun Sri Sadana. Kedua teks tersebut memiliki bentuk berbeda yaitu yang satu teks tertulis dan yang satu teks yang dituturkan secara lisan. Adapun teori yang digunakan yaitu teori intertekstualitas yang dikemukakan oleh Julia Kristeva. Secara genre, Wawacan Sulanjana dan Carita Pantun Sri Sadana bisa dikategorikan sebagai puisi. Disinyalir Wawacan Sulanjana menjadi salah satu bentuk transformasi dari Carita Pantun Sri Sadana. Adapun untuk membuktikan transformasi dan hipogram maka digunakan teori intertekstualitas Julia Kristeva. Berdasarkan hasil analisis maka didapatkan kesimpulan bahwa tema dalam kedua teks tersebut memiliki satu kesamaan yaitu tentang kehidupan masyarakat agraris di tanah Sunda. Adapun yang menjadi objek cerita yaitu seorang tokoh bernama Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Setelah dibandingkan, ada sedikit perbedaan urutan peristiwa dalam cerita dan adanya tokoh-tokoh lain yang menyertai cerita di dalam teks Carita Pantun Sri Sadana, tidak disertakan dalam cerita Wawacan Sulanjana. AbstractThis research will compare the stories, chadacters, and events in the text between the Wawacan Sulanjana manuscript and the text in the Carita Pantun Sri Sadana. The two texts have different forms, one is a written text and one is oral text. The theory used is the intertextuality theory proposed by Julia Kristeva. In genre, Wawacan Sulanjana and Carita Pantun Sri Sadana can be categorized as poetry. It is pointed out that Wawacan Sulanjana is a form of transformation of Carita Pantun Sri Sadana. As for proving the transformation and hypogram, Julia Kristeva's theory of intertextuality is used. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the themes in the two texts have one thing in common, namely about the life of agrarian communities in Sundanese land. The story is based on one of the character, namely Nyi Pohaci Sanghyang Sri. After comparison, there is a slight different in the sequence of the events, and there are several characters who told in the Carita Pantun Sri Sadana were not involved in the Wawacan Sulanjana.