cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 229 Documents
KEPASRAHAN HIDUP TOKOH DALAM CERPEN "TUJUAN: NEGERI SENJA" KARYA SENO GUMIRA DAN CERPEN "SEHARI MENUNGGU MAUT" KARYA ERNEST HAMINGWAY Rika Istianingrum, Yunita Suryani, N Yeffa Afnita A, Siti Umi Hanik
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i1.2336

Abstract

Abstrak Kepasrahan merupakan salah satu bentuk dari eksistensi hidup manusia. Seperti pada tokoh dalam cerpen “Tujuan: Negeri Senja” karya Seno Gumira Ajidarma dan cerpen “Sehari Menunggu Maut” karya Ernest Hamingway yang memilih pasrah dalam memandang kematian. Tujuan penelitian dalam artikel ini untuk memberikan deskripsi perbedaan dan persamaan mengenai makna kepasrahan yang dialami seorang tokoh dalam cerpen “Tujuan: Negeri Senja” karya Seno Gumira Ajidarma dan cerpen “Sehari Menunggu Maut” karya Ernest Hamingway. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis komparatif dengan teori psikologi sastra. Teknik pengumpulan data adalah studi pustaka dengan sumber data berupa cerpen “Tujuan: Negeri Senja” karya Seno Gumira Ajidarma dan cerpen “Sehari Menunggu Maut” karya Ernest Hamingway. Teknik analisis dengan deskriptif interpretatif. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pada kedua cerpen tersebut terdapat persamaan tema cerita yaitu kematian. Perbedaanya terletak pada karakter tokoh dalam memaknai kepasrahan dengan sikap merelakan, menerima, mengatasi sesuatu, dan melakukan tindakan. Kata-kata kunci: eksistensi, kepasrahan, tokoh, cerita pendek  AbstractSurrender is one form of existence of human life. As in the characters in the short story “Tujuan: Negeri Senja” by Seno Gumira Ajidarma and the short story “Sehari Menunggu Maut” by Ernest Hamingway who chose resignation in looking at death. The purpose of the research in this article is to provide a description of the differences and similarities regarding the meaning of surrender experienced by a character in the short story “Tujuan: Negeri Senja” by Seno Gumira Ajidarma and the short story “Sehari Menunggu Maut” by Ernest Hamingway. The method used is descriptive method with comparative analysis with literary psychology theory. Data collection techniques are literature study with data sources in the form of short stories “Tujuan: Negeri Senja” by Seno Gumira Ajidarma and the short story “Sehari Menunggu Maut” by Ernest Hamingway. Analytical techniques with interpretive descriptive. The results found in this study are in the two short stories there are similarities in the theme of the story that is death. The difference lies in the character's character in interpreting surrender by giving up, accepting, organizing something, and taking action. Keywords: existence, surrender, character, short stories
Daftar Isi, Pengantar Redaksi, Abstrak LOA, Volume 15, Nomor 1, Juni 2020
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 1 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 4 TAHUN DALAM TAHAPAN PENGEMBANGAN SINTAKSIS Dantia Ayu Ningtiyas
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3477

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk memaparkan pemerolehan bahasa pertama pada anak melalui apa yang ia simak. Tujuan dari penelitian ini yaitu menjelaskan bagaimana pemerolehan bahasa pertama dan bagaimana anak usia 4 tahun sudah dalam tahap pengembangan sintaksis. Dalam penelitian ini menggunakan survey dengan metode penelitian deskriptif kualitatif  yaitu menggambarkan dan mendeskripsikan pemerolehan bahasa pertama melalui pengembangan sintaksis pada usia 4 tahun. Data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan hasil dari observasi lapangan dan wawancara dengan seorang anak laki-laki yang bernama Rizki Ramadhani yang tinggal di Klaten, Jawa Tengah. Usianya sudah menginjak 4 tahun yang berarti Rizki dalam tahapan banyak kata dan dalam tataran kebahasaan Rizki dalam tahap pemerolehan sintaksis. Hasil dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada Rizki, anak usia 4 tahun mampu membuat kalimat-kalimat sederhana, kalimat tanya, dan kalimat suruh.
FRASA DAN KLAUSA PEMBANGUN DALAM NOVEL DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1991 KARYA PIDI BAIQ Moh. Syaiful Huda
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.2658

Abstract

Abstrak Penggunaan bahasa Indonesia menjadi sangat populer di era sekarang ini. Berbagai majalah, koran, surat kabar, buku, artikel maupun jurnal ilmiah tidak lepas dari penggunaan bahasa Indonesia. Banyaknya penggunaan bahasa Indonesia diberbagai media tersebut tentunya sangat menguntungkan bagi masyarakat untuk lebih mengenal bahasa Indonesia.  Mengenalkan bahasa Indonesia yang baik dan benar tentunya juga menjadi keharusan agar masyarakat tidak salah menafsirkan informasi di dalamnya. Memahami struktur bahasa tentunya mempermudah pembaca memahami makna yang ingin disampaikan dari setiap kalimatnya. Frasa dan klausa merupakan salah satu struktur pembangun kalimat. Penggunaan frasa dan klausa tidak bisa dipisahkan dalam tatanan bahasa yang baik dan benar. Novel saat ini sangat diminati oleh banyak masyarakat di Indonesia, selain karena ceritanya yang sering membawa kita dalam imajinasi penulis, penggunaan bahasa dalam novel juga cendrung menarik. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji frasa dan klausa yang terdapat dalam novel Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 Karya Pidi Baiq.Keyword: Bahasa Indonesia, Frasa dan   klausa, Novel. AbstractThe use of Indonesian has become very popular in this era. Various magazines, newspapers, newspapers, books, articles and scientific journals can not be separated from the use of Indonesian. The many uses of Indonesian in various media are certainly very beneficial for the public to get to know Indonesian better. Introducing good and correct Indonesian language is certainly also a must so that people do not misinterpret the information in it. Understanding the structure of language certainly makes it easier for readers to understand the meaning to be conveyed from each sentence. Phrases and clauses are one of the structure of sentence builders. The use of phrases and clauses cannot be separated in a good and correct language order. The novel is currently in great demand by many people in Indonesia, aside from the story that often brings us into the imagination of the writer, the use of language in the novel is also likely to be interesting. Therefore, this study examines the phrases and clauses contained in the novel He Is My Self in 1991 by Pidi Baiq.Keyword: Indonesia Languange, Frase and Klause, Novel.
KRITIK SOSIAL DALAM TIGA CERPEN DI KORAN MANUNTUNG TAHUN 1980-AN DI KALIMANTAN TIMUR Dwi Hariyanto
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 2 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i2.2799

Abstract

AbstrakPengkajian ini memaparkan gambaran kritik sosial dalam tiga cerpen yang dimuat dalam koran di Kalimantan Timur pada tahun 1980-an, yaitu  “Nomer”, “Suatu Sore di Pinggiran Desa”, dan “Tatkala Takbir Menggema”. Fenomena sosial di masyarakat dalam cerpen yang dimuat dalam media cetak berbentuk koran ini layak diungkapkan. Pengungkapan  fenomena sosial dalam tiga cerpen tersebut sangat diperlukan untuk melihat kondisi sosial masyarakat di tahun 1980-an karena pada tahun-tahun tersebut dapat dikatakan sebagai awal kemunculan  karya sastra berbentuk cerpen dalam media cetak berbentuk koran di Kalimantan Timur. Metode kualitatif digunakan penulis untuk mengungkapkan gambaran sosial yang terjadi pada tahun 1980-an di Kalimantan Timur. Pendekatan sosiologi sastra digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan masalah sosial dalam tiga cerpen ini. Namun, sebagai pijakan awal, penulis akan memanfaatkan struktural untuk mengungkapkan salah satu unsur intrinsik yang terdapat dalam karya cerpen yang dibahas. Gambaran masalah sosial yang terdapat dalam tiga cerpen di atas adalah masalah kemiskinan, disorganisasi dalam keluarga, disorganisasi keluarga, generasi muda dalam masyarakat modern, pelanggaran terhadap norma masyarakat, kependudukan, lingkungan hidup, dan birokrasi. Kata kunci: kaltim, kritik sosial, koran, cerpen Abstract This study presents a picture of social criticism in three short stories published in newspapers in East Kalimantan in the 1980s, namely "Nomer", "Suatu Sore di Pinggiran Desa", and "Tatkala Takbir Menggema". Social phenomena in the society in those short stories are worth disclosing. It is necessary to see the social conditions in the society in the 1980s. It can be considered to be the beginning of literary works in the form of short stories in print media of newspapers in East Kalimantan. The author uses qualitative methods to reveal the social picture in the 1980s in East Kalimantan. It also uses the sociological approaches to literature to show social problems in these three short stories. However, as a starting point, the writer will use the structure to reveal one of the intrinsic elements in the short stories. Social problems in those short stories are poverty, disorganization in the family, family disorganization, young people in modern society, violations of social norms, demography, environment, and bureaucracy. Keywords: East Kalimantan, social criticism, newspaper, short stories  
LOA, Volume 16, Nomor 1, Juni 2021 LOA COVER DEPAN
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LOA, Volume 15, Nomor 2, Desember 2020 LOA COVER DEPAN
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 2 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI GOOGLE CLASSROOM DI MASA PANDEMI Layla Lusia Ningrum; Suparmin Suparmin; Titik Sudiatmi; Ita Retnowati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3082

Abstract

During the covid 19 pandemic, all students ranging from elementary school to student level are required to do learning through online. This policy provided by the Ministry of Education is intended to keep students learning safely at home in the midst of the Covid-19 pandemic and to ensure students continue to receive lessons during the pandemic. One application that is widely used during online learning today is google classroom. the author wants to research the effectiveness of Indonesian language learning through google classroom during the pandemic. If viewed through data, it can be concluded that there is an increase in student attendance and learning outcomes. With this can also be concluded that online learning through google classroom has effectiveness and can be used as an alternative learning during the pandemic.
RESEPSI SASTRA MAHASISWA TERHADAP PUISI ANTIKORUPSI DALAM ANTOLOGI PUISI MENOLAK KORUPSI 6 Andi Wicaksono
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 2 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i2.2656

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang resepsi sastra mahasiswa terhadap puisi antikorupsi yang dimuat di dalam Antologi Puisi Menolak Korupsi 6: Membedah Korupsi Kepala Daerah. Prosedur penelitian yang digunakan untuk melihat aspek resepsi estetik ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan resepsi sastra secara eksperimental. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa resepsi sastra mahasiswa terhadap puisi antikorupsi yang dimuat di dalam buku antologi puisi tersebut secara garis besar sudah sesuai dengan maksud penulisan dan penerbitannya. Adapun tolok ukur kesesuaian resepsi estetis tersebut dilihat dari aspek pemahamannya, kelayakan karya yang dimuat sebagai puisi yang baik, sikap responden terhadap ide-ide yang disampaikan dalam puisi, penentuan sasaran pembacanya, serta peran antologi puisi dan gerakan sastrawan menolak korupsi terhadap pemberantasan korupsi.Kata Kunci: resepsi sastra, mahasiswa, puisi, antikorupsiAbstractThe purpose of this article is to describe and explain about the literary reception of students about anticorruption poems contained in Antologi Puisi Menolak Korupsi 6: Membedah Korupsi Kepala Daerah. The research procedure used to look at this aesthetic reception aspect is a qualitative descriptive method. The approach used in this study is an experimental reception approach. Based on the analysis that has been done, the results are obtained that the students' literary reception on anticorruption poems contained in the poetry anthology book is broadly following the purpose of their writing and publication. The aesthetical appropriateness benchmarks are seen from the aspect of understanding, the appropriateness of works published as good poetry, the respondent's attitude to the ideas expressed in poetry, the determination of the target audience, and the anthology role of poetry and the literary movement against corruption.Keywords: literary reception, students, poetry, anti-corruption
Daftar Isi, Pengantar Redaksi, Abstrak LOA, Volume 16, Juni 2021
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract