cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 229 Documents
MELACAK JAKARTA DARI 1950-AN SAMPAI DENGAN 1970-AN DALAM KARYA SASTRA Erli Yetti; Erlis Nur Mujiningsih
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3562

Abstract

AbstrakArtikel ini ditulis dengan tujuan melakukan pelacakan wilayah Jakarta dalam karya Bukan Pasar Malam, Keajaiban di Pasar Senen, Matias Akankari, dan Ali Topan Anak Jalanan. Pelacakan wilayah di dalam karya sastra ini menjadi penting untuk melengkapi pembuatan peta yang dilakukan oleh kartograf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teori yang digunakan adalah sosiologi sastra dan kartografi. Hasil penelitian yang didapatkan adalah wilayah-wilayah yang digambarkan dalam 4 karya sastra yang dibahas pada tahun 1950-an sampai 1960-an adalah wilayah Jakarta Pusat. Wilayah ini digambarkan sebagai sebuah tempat yang padat penduduknya, juga pusat peradaban atau pusat kebudayaan, secara khusus Pasar Senen. Jakarta pada masa itu merupakan kota yang ramai dan sudah penuh dengan debu, tetapi masih dikelilingi oleh dusun dan wilayah persawahan. Pada tahun 1970-an kondisi Jakarta sudah mulai berubah. Kota satelit Kebayoran Baru dikenal sebagai wilayah orang “gedongan”. Beberapa tempat wisata juga sudah ada yakni Bina Ria dan Taman Ria Senayan. Namun, ada yang menarik sejak tahun 1950-an sampai 1970-an kehidupan malam di kota Jakarta sudah ramai.Kata kunci: Jakarta, Kartografi, Jakarta Pusat, Kebayoran Baru AbstractIt aims to track literary works of Bukan Pasar Malam, Keajaiban di Pasar Senen, Matias Akankari, And Ali Topan Anak Jalanan in Jakarta. This tracing is important in order to complete the map-making by cartographers. It is qualitative research. The theories used are sociology of literature and cartography. The result reveals that Central Jakarta was the areas described in those four literary works in the 1950s to the 1960s. It was described as a densely populated place, as well as a center of civilization or cultural center, especially Pasar Senen. Jakarta at that time was a busy city and full of dust, but it was still surrounded by villages and rice fields. In the 1970s Jakarta had begun to change. The satellite city of Kebayoran Baru was known as the area of “gedongan” people. There were several tourist attractions, namely Bina Ria and Taman Ria Senayan. There was an interesting fact about the busy night life in Jakarta since the 1950s to the 1970s.Keywords: Jakarta, cartography, Central Jakarta, Kebayoran Baru.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA ANAK "DOA UNTUK AMANG KANI" KARYA SITI MAKIAH Jahdiah Jahdiah
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 2 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i2.2206

Abstract

Cerita anak  termasuk dalam sastra anak yang disajikan khusus untuk anak-anak. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan tentang nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerita anak Doa untuk Amang. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter apa saja yang ada dalam cerita anak Doa untuk Amang  Kani dan indikator apa saja yang ada dalam setiap nilai pendidikan karakter tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat. Hasil analisis data bahwa dalam cerita anak Doa untuk Amang Kani terdapat lima nilai pendidikan karakter, yaitu (1) Keimanan dan ketakwaan, (2) Kejujuran. (3) Kecerdasan (4) Ketangguhan. (5) Kepedulian. Kelima nilai pendidikan karakter tersebut masing-masing mempunyai indikator.
PEMANFAATAN APLIKASI WHATSAPP PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK TUNAS BANGSA TAWANGSARI DENGAN METODE DARING Dafit Exfarudin; Putri Ramadaningrum; Suparmin Suparmin; Sarwini Sarwini
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan whatsapp pada pembelajaran bahasa indonesia di smk tunas bangsa tawangsari dengan metode daring . Kegiatan mengajar biasanya dilakukan secara tatap muka, namun setelah terjadi pandemi ini, Sekolah Menengah Kejuruan Tunas Bangsa Tawangsari melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Dalam artikel ini penulis menggunakan strategi subjektif yang berbeda. Dengan memanfaatkan strategi grafis subjektif dalam eksplorasi ini, objek objektif fundamental yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Tunas Bangsa Tawangsari. Sehingga menghasilkan fakta bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SMK Tunas Bangsa Tawangsari dengan menggunakan aplikasi WhatsApp sangat efektif dan efisien untuk pembelajaran secara online. Seorang guru dapat menyampaikan materi melalui berbagai fitur yang disediakan oleh WhatsApp dengan berbagai fungsi dalam satu aplikasi.
ANALISIS TINDAK TUTUR PADA BACAAN BUKU TEMATIK KELAS 5 TEMA 9 SUBTEMA 4 Novita Putri Amalia; Aninditya Sri Nugraheni
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 15, No 2 (2020): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v15i2.2579

Abstract

Tindak tutur merupakan suatu ujaran untuk menyatakan maksud dan tujuan pembicara agar diketahui oleh pendengarnya. Tindak tutur memiliki bentuk yang bervariasi untuk menyatakan suatu tujuan. Setiap individu memiliki berbagai macam tindak tutur yang memiliki maksud dan tujuan tersendiri. Makna dari tindak tutur dapat dipahami berdasarkan penggunaan bahasa, dan juga aspek-aspek komunikasi. Terdapat tiga macam tindak tutur yaitu tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi.
INTERPRETASI KARAKTER HEWAN DALAM FABEL: KAJIAN HERMENEUTIKA Hasnawati Nasution
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i2.3825

Abstract

AbstrakFabel merupakan cerita yang diperankan oleh hewan, tetapi karakteristik hewan tersebut adalah sifat manusia. Cerita fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral. Sifat hewan tesebut juga berkaitan dengan bentuk fisik dan sifat hewan tersebut di alamnya. Penelitian ini bertujuan mengiterpretasikan karakter yang diperankan hewan dalam fabel dengan sifat sesungguhnya pada hewan tesebut. Kajian interpretasi pada fabel ini menggunakan toeri hermeneutika Gadamer yang menggabungkan dialektis dan histori. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat dismpulkan bahwa ada hubungan dan persamaan antara karakter hewan di dalam fabel dengan sifat manusia yang diperankannya dalam cerita tersebut. Hewan buas memerankan karakter manusia yang kuat dan berkuasa bahkan terkadang menyakiti hewan yang lemah. Hewan kecil seperti kancil memerankan sifat dan karakter manusia yang cerdik yang terkadang sifat cerdiknya yang dapat mengalahkan hewan yang kuat. Oleh karena itu, karakter hewan disesuaikan dengan karakter manusia yang diperankannya. Hewan buas sebagai metafor manusia yang jahat dan hewan kecil dan cerdik sebagai metafor masyarakat biasa yang cerdas. AbstractFables are stories that are played by animals, but the characteristics of these animals are human nature. Fable stories are often called moral stories because the messages in fable stories are closely related to morals. The nature of the animal is also related to the physical form and nature of the animal in its nature. This study aims to interpret the characters played by animals in the fable with the real characteristics of these animals. The interpretation of this fable uses Gadamer's hermeneutic theory which combines dialectical and historical. Based on the analysis carried out, it can be concluded that there are relationships and similarities between the animal characters in the fable and the human nature they play in the story. Wild animals portray human characters who are strong and powerful, sometimes even hurting weak animals. Small animals such as the mouse deer portray the nature and character of a clever human who sometimes can beat strong animals.  
ANALISIS FRASA ENDOSENTRIK PADA OPINI "STOP MELODRAMA" SURAT KABAR MEDIA INDONESIA EDISI 21 SEPTEMBER 2020 Nadia Indah Ratnafuri; Asep Purwo Yudi Utomo
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i2.3276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan frasa endosentrik pada Opini "Stop Melodrama" Surat Kabar Elektronik Media Indonesia Edisi 21 September 2020. Pendeskripsian tersebut meliputi, bentuk frasa endosentrik, pola frasa endosentrik. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini bersumber pada Opini "Stop Melodrama" Surat Kabar Elektronik Media Indonesia Edisi 21 September 2020. Seluruh frasa endosentrik yang terdapat dalam Opini "Stop Melodrama" Surat Kabar Elektronik Media Indonesia Edisi 21 September 2020 merupakan objek penelitian dalam penelitian ini. Teknik pustaka, membaca, dan mencatat yang dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah  frasa memiliki jenis yang beragam didalamnya. Dalam penelitian ini menganalisis jenis frasa endosentrik. Dan ditemukan frasa endosentrik didalamnya yaitu frasa endosentrik atributif, dan farsa endosentrik apositif. Penelitian ini bermanfaat dalam pengembangan teori sintaksis tentang frasa khususnya frasa endosentrik, dan penelitian ini menjadikan mahasiswa ataupun masyarakat biasa dapat menambah pengetahuan tentang frasa endosentrik.Kata kunci : frasa endosentrik, bentuk, pola.
MEMAHAMI PANDANGAN EKOLOGI KORRIE LAYUN RAMPAN MELALUI TIGA CERITA PENDEK DALAM ANTOLOGI RIAM Aquari Mustikawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i2.4089

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengungkapkan pandangan ekologi Korrie Layun Rampan sebagai pengarang tiga cerita pendek, yaitu "Teluk Par", Sungai Nyuatan", dan "Madu Lomuq" yang terdapat dalam Antologi Riam. Pandangan tersebut meliputi gambaran dan cara-cara hidup masyarakat berhubungan dengan alam. Masalah yang difokuskan dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan ekologi Korrie yang terdapat dalam ketiga cerita pendek tersebut? Metode kualitatif digunakan untuk memecahkan masalah, yaitu dengan cara mendeskripsikan gambaran alam dan cara-cara ekologi masyarakat dalam kehidupan mereka. Dengan menggunakan teori ekokritik sastra, tulisan ini menganalisis pandangan-pandangan Korrie yang terbagi dalam kajian pastoral, apokaliptik, dan etika lingkungan. Hasil penelitian membuktikan/menunjukkan bahwa terdapat  kajian ekologi ssatra yang ditemukan dalam ketiga cerita pendek tersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Korrie Layun Rampan adalah pengarang yang memiliki konsep ekologi dalan karya-karyanya.                                                                                         Kata kunci: pandangan, ekologi, Korrie, cerpen  Abstract This study reveals the ecological view of Korrie Layun Rampan as the author of three short stories, of "Teluk Par", Sungai Nyuatan", and "Madu Lomuq" from the Riam Anthology. These views include the description and ways of life of the community in relation to nature. The problem of  this research is how Korrie's ecological views are contained in the three short stories? Qualitative methods are used to solve the problem, by describing the picture of nature and the ecological ways of society in their lives. Using literary ecocritic theory, this paper analyzes Korrie's views are divided into pastoral, apocalyptic, and environmental studies. The results of the research prove/show that there is a literary ecology study found in the three short stories. From the results of the study it can be concluded that Korrie Layun Rampan is an author who has an ecological concept in his works. Keywords: views, ecology, Korrie, shorstories    
LOA, Volume 16, Nomor 2, Desember 2021 LOA COVER DEPAN
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RELASI MAKNA LEKSIKAL LIRIK LAGU KESENIAN RODAD SEKARWANGI BOYOLALI Diah Iskafatmawati Saputri; Wihadi Admojo
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i2.2694

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas mengenai relasi makna leksikal lirik lagu pada kesenian rodad sekarwangi  yang terletak di desa Kendelban, Kecamatam Kemusu Kabupaten Boyolali. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori dari I Dewa Putu Wijana dan Josh Daniel Parera. Pengumpulan data diperoleh dari dokumentasi dan  diperkuat dengan wawancara serta observasi. Analisis data dilakukan dengan (1) mengumpulkan data dari lirik lagu kesenian rodad, (2) melakukan klasifikasi dari data yang termasuk ke dalam bagian relasi makna leksikal, (3) menyajikan data dalam bentuk tabel dan analisis, kemudian (4) menyimpulkan temuan data. Hasil penelitian menunjukkan, dalam lirik lagu kesenian rodad terdapat relasi makna leksikal berupa, antonimi 12 data, sinonimi 32 data makna denotasi sebanyak 72 data dan konotasi 13 data. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa makna denotasi dominan guna mengetahu makna secara kongkrit sehingga merepresentasikan budaya masyarakat, agama masyarakat, kondisi bahasa, proses pembentukan kata dan penuturan yang berbeda. Kata kunci: semantik, relasi makna, rodad AbstractThis study discusses the relation of the lexical meaning of song lyrics in the Sekarwangi rodad art located in Kendelban village, Kemamatu Kemusu, Boyolali Regency. The type of research used is descriptive qualitative. The theory used is the theory of I Dewa Putu Wijana and Josh Daniel Parera. Data collection was obtained from documentation and strengthened by interviews and observations. Data analysis was performed by (1) collecting data from the lyrics of the rodad song, (2) classifying data included in the lexical meaning relation, (3) presenting data in tabular form and analysis, then (4) summarizing the data findings. The results showed, in the lyrics of the rodad art song there is a relation of lexical meaning in the form, antimony 12 data, synonym 32 data meaning denotation as much as 72 data and connotation of 13 data. So it can be concluded, that the meaning of the dominant denotation in order to find out the meaning concretely so that it represents the culture of the community, the religion of the people, the condition of the language, the process of word formation and different speech. Keywords: semantics, lexical relation, rodad  
Susunan Redaksi, Daftar Isi, Pengantar Redaksi, Abstrak, Petunjuk Penulisan LOA, Volume 16, Nomor 2, Desember 2021
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract