cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 229 Documents
PARAS CANTIK PEMBAWA PETAKA DALAM CERITA RAKYAT SUMATRA SELATAN: PUTRI PINANG MASAK Ery Agus Kurnianto
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i2.3835

Abstract

Secara umum memiliki wajah cantik adalah idaman bagi perempuan. Hal tersebut disebabkan kecantikan menjadi pesona atau daya tarik tersendiri bagi kaum perempuan untuk mendapatkan perhatian dari laki-laki. Namun berbeda dengan tokoh perempuan yang terdapat dalam cerita rakyat Putri Pinang Masak. Bagi tokoh perempuan dalam cerita rakyat tersebut cantik telah membawa petaka. Berparas cantik memiliki konsekuensi yang sangat besar karena harus menerima penderitaan akibat kecantikan yang dimilikinya. Hal yang menarik minat untuk mengkaji cerita rakyat tersebut adalah terepresentasinya teks mendekonstruksi tentang wacana perempuan mengenai kecantikan yang dianggap sebagai anugerah tak ternilai dan membawa kebahagiaan bagi pemilikinya. Selain itu, sepengetahuan penulis belum ada kajian yang membahas tentang cerita rakyat tersebut yang terkait dengan masalah kecantikan. Penelitian ini adalah penelitain deskriptif. Peneliti akan mendeskripsikan bagaimana tokoh mengalami penderitaan lahir dan batin akibat kecantikan yang dimilikinya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan objektif. Data primer penelitian ini adalah cerita rakyat yang berasal dari Desa Senuro, Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecantikan yang dimiliki oleh tokoh perempuan mengakibatkan penderitaan yang luar biasa. Penderitaan tersebut disebabkan perempuan dijadikan objek dalam hal pengamatan, objek kekerasan seksual, dan objek kekuasaan serta kesewenang-wenangan. Kata kunci: cantik, petaka, cerita rakyat
DERET VOKAL DAN DERET KONSONAN DALAM BAHASA TUNJUNG (TONYOOI) Nur Bety
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i2.4131

Abstract

AbstrakPenelitian ini menelaah struktur fonotaktik fonem di dalam deret vokal dan deret konsonan bahasa Tunjung (Tonyooi). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan data yang diperoleh pada struktur fonotaktik fonem di dalam deret vokal bahasa Tunjung (Tonyooi) ditemukan 20 jenis deret vokal, yaitu /a.u/, /a.o/, /a.e/, /a.i/, /i.a/, /i.u/, /i.i/, /i.e/, /i.o/, /u.o/, /u.e/, /u.a/, /u.i/, /e.o/, /e.a/, /e.u/, /o,u/, /o.i/, /o.a/, dan /o.e/. Deret vokal dalam bahasa Tunjung (Tonyooi) dapat ditemukan pada posisi awal, tengah, dan akhir sebuah kata. Adapun deret konsonan dalam bahasa Tunjung (Tonyooi) ditemukan pada posisi awal, tengah, dan akhir. Bunyi-bunyi konsonan yang berderet, yaitu /h.t/, /k.b/, /k.k/, /kng.g/, /l.d/, /l.g/, /m.b/, /m.k/, /m.p/, /n.c/, /n.d/, /n.j/, /n.s/, /n.t/, /ng.k/, /r.b/, /r.c/, /r.d/, /r.j/, /r.k/, /r.m/, /r.ng/, /r.p/, /r.s/, /r.t/, /r.w/, /s.b/, /s.k/, /s.l/, /s.p/, /t.r/. Kata kunci: deret vokal, deret konsonan, dan bahasa Tunjung (Tonyooi) AbstractThis study examines the phonotactic structure of phonemes in the vowel and consonant series of Tunjung (Tonyooi) language. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Based on the data obtained on the phonotactic structure of the phonemes in the Tunjung (Tonyooi) language vowel series, 20 types of vowel series were found, namely/au/, /ao/, /ae/, /ai/, /ia/, /iu/, /ii/, /ie/, /io/, /uo/, /ue/, /ua/, /ui /, /eo/, /ea/, /eu/, /o,u/, /oi/, /oa/, and /oe/. Vowel series in Tunjung language (Tonyooi) can be found at the beginning, middle, and end of a word. The consonant series in the Tunjung language (Tonyooi) are found in the initial, middle, and final positions. Consonant sounds that line up, namely /ht/, /kb/, /kk/, /kng.g/, /ld/, /lg/, /mb/, /mk/, /mp/, /nc/, /nd/, /nj/, /ns/, /nt/, /ng.k/, /rb/, /rc/, /rd/, /rj/, /rk/, /rm/, /r.ng /, /rp/, /rs/, /rt/, /rw/, /sb/, /sk/, /sl/, /sp/, /tr/.  Keywords: vowel series, consonant series, and Tunjung language (Tonyooi)  
LOA, Volume 16, Nomor 2, Desember 2021 LOA COVER BELAKANG
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GEJALA SOSIAL PADA TIGA CERPEN KALIMANTAN TIMUR TAHUN 1980-AN Diyan Kurniawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i2.4072

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala sosial yang terdapat dalam tiga cerpen Kalimantan Timur tahun 1980-an. Ketiga cepen tersebut berjudul “Kembali ke Desa”, Surat dari Kekasih”, dan “Keping Hati Menguak Badai”. Dengan teori sosiologi sastra, penelitian ini menganalisis berbagai gejala sosial yang terjadi dalam relasi tokoh dengan lingkungannya. Analisis menunjukkan bahwa gejala sosial yang terjadi pada ketiga cerpen tersebut berupa tokoh yang melakukan pertahanan eksistensinya dengan bermigrasi ke luar daerahnya. Di daerah baru tersebut tokoh mengalami konflik-konflik selama melakukan pertahanan eksistensi. Konflik-konflik yang terjadi menimbulkan tokoh mengambil keputusan untuk kembali ke daerahnya. Selain konflik-konflik, terdapat pula nilai-nilai sosial yang ditampilkan dalam relasi antarindividu. Nilai-nilai tersebut yaitu solidaritas dan empati. Analisis juga menunjukkan pula terdapat tujuan tokoh melakukan pertahanan eksistensi ke luar daerahnya bukan hanya untuk meningkatkan status ekokonomi dirinya, melainkan untuk kembali dan membangun daerahnya yang belum mengalami kemajuan. Tiga cerpen Kalimantan Timur tahun 1980-an menunjukkan gejala sosial manusia melalui pergulatan pertahanan eksitensi di luar daerahnya.Kata kunci: fenomena sosial, eksistensi, migrasiAbstract This study aims to determine the social phenomena in three East Kalimantan short stories in the 1980s. Those are “Kembali ke Desa”, “Surat dari  Kekasih”, and “Keping Hati Menguak Badai”. Using the theory of literature sociology, this research analyzes various social phenomena in characters’ relationship with their environment. The analysis shows that the social phenomena in those short stories are characters who defend their existence by migrating from his or her place.In their new environment, the characters experience conflicts while fighting for their existence. Those conflicts make them return to their old place. In addition, there are also social values portrayed in relationships between individuals, solidarity and empathy. The analysis also reveals that there is a purpose in defending their existence away from their home, not only to improve their economic status, but also to return and make their environment a better place. Those three short stories  show social phenomena through the struggle of defending existence away from their environment. Keywords: social phenomena, existence, migra
KESANTUNAN BERBAHASA SANTRI WANITA DALAM KOMUNIKASI DI PESANTREN Eka Susylowati; Rahmat Wisudawanto
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 2 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i2.3494

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk  maksim kesantunan berbahasa santri wanita di lingkungan Pesantren Modern Islam Assalaam dan Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki di Kabupaten Sukoharjo. Data dalam penelitian ini adalah tuturan santri wanita yang mengandung kesantunan dalam situasi formal dan informal di lingkungan Pesantren Modern Islam Assalaam dan Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki di Kabupaten Sukoharjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa maksim kesantunan yang digunakan oleh santri wanita dalam berinteriksi adalah (1)  maksim kebijaksanaan (taxt maxim), (2) maksim kemurahan (generosity maxim), (3) maksim penerimaan (approbation maxim), (4) maksim kerendahatian (modesty maxim), (5) maksim kesepakatan (agreement maxim), (6) maksim kesimpatian (sympathy maxim), (7) maksim permintaan maaf (obligation of S to O maxim), (8) maksim pemberian maaf (obligation of O to S maxim) , (9) maksim perasaan (feeling recitence maxim), (10)  maksim berpendapat dan bersikap diam (opinion Reticente maxim).Kata kunci:  kesantunan berbahasa, santri wanita, pesantren AbstractThis study aims to describe the maxims used by female students in the Islamic Modern Boarding School of Assalaam and Islamic Boarding School Al-Mukmin Ngruki in Sukoharjo Regency. The data are the utterances that contain politeness of female students in formal and informal situations. The result indicates that female student use several maxims in interacting, namely (1) taxt maxim, (2) generosity maxim, (3) approbation maxim, (4) modesty maxim, 5) agreement maxim, (6) sympathy maxim, (7) obligation of S to O maxim, (8) obligation of O to S maxim , (9) feeling recitence maxim, (10)  opinion Reticente maxim. Keywords: language politenss, female student, Islamic boarding school   
LOA, Volume 17, No. 1, Juni 2022 LOA COVER DEPAN
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 1 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KESALAHAN FONOLOGI PADA PROGRAM ACARA KICK ANDY DI STASIUN TELEVISI METRO TV Nur Irwansyah; Rossy Safira; Siti Farida Lamalinga
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 1 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i1.4591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan fonologi pada program acara Kick Andy di stasiun televisi Metro TV. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua tuturan yang diucapkan oleh pembawa acara dan narasumber pada 4 episode dalam program acara Kick Andy di stasiun televisi Metro TV. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis dan menyimpulkan data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ditemukan kesalahan fonologi dalam bentuk asimilasi, modifikasi vokal, aferesis, sinkop, apokop, diftongisasi, monoftongisasi, epetensis dan paragog. Kesalahan fonologi pada semua tuturan dalam 4 episode program acara Kick Andy di stasiun televisi Metro TV ditemukan berturut-turut yaitu sebanyak 164, 254, 378, dan 352. Kesalahan fonologi yang paling sering ditemukan adalah aferesis dengan total sebanyak 473.
Redaksi, Daftar Isi, Pengantar Redaksi, Abstrak, Petunjuk Penulisan LOA Volume 17, No. 1, Juni 2022
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 1 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONSEP JIHAD DALAM HIKAYAT SAMAUN: SEBUAH TINJAUAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Muhamad Ahnafi Naufal; Asep Yudha Wirajaya
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 1 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i1.2871

Abstract

Naskah sebagai salah satu sumber historis sarat akan pengajaran-pengajaran di dalamnya. Selain memuat berbagai ajaran yang penting, naskah juga mengandung nilai-nilai yang masih relevan dengan kehidupan di masa sekarang ini. Salah satu naskah tersebut adalah Hikayat Samaun (selanjutnya disingkat HS) yang tersimpan dalam koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan nomor kode inventarisasi W 92. HS adalah salah satu naskah yang transisi periode Hindu ke Islam, yang berkisah tentang tokoh kepahlawanan. Artinya, pada periode transisi tersebut, identitas tokoh yang beralih kiblat dari India ke Timur Tengah. Hal itu terlihat melalui penggunaan entitas nama. Ternyata, selain memuat nilai-nilai moral, HS juga mengandung ajaran berjihad. Jihad disini mempunyai arti, yaitu usaha yang sungguh-sungguh untuk melawan tidak hanya orang kafir, tetapi juga melawan nasfu dan syahwat yang diharamkan oleh Islam. Tentu saja, fenomena tersebut menarik untuk diamati dan dilihat dari perspektif semiotik.Pada kajian kali ini, HS akan ditinjau dengan pendekatan semiotik Roland Barthes. Dengan demikian, akan dapat diungkap tanda-tanda yang digunakan untuk menjelaskan konsep jihad tersebut.Kata kunci: Naskah, Hikayat Samaun, Jihad, Semiotik, dan Roland Barthes
BENTUK DAN STRUKTUR KATA MONOSILABEL DALAM BAHASA WEHEA DI KALIMANTAN TIMUR Nurul Masfufah
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 1 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i1.4592

Abstract

AbstrakBahasa Wehea yang ada di Kalimantan Timur memiliki keunikan sistem fonotaktiknya, yaitu pada bentuk dan struktur kata monosilabel. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan bentuk dan struktur kata monosilabel dalam bahasa Wehea. Pengumpulan data menggunakan metode dokumen dengan teknik baca dan catat. Sumber dokumen berupa data tulis yang berisi data penyusunan kamus bahasa Wehea. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan kajian fonotaktik. Pada tahap analisis data, penelitian ini  menggunakan teknik analisis deskriptif dengan model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh beberapa simpulan, yaitu ada tujuh klasifikasi bentuk kata monosilabel berdasarkan daerah artikulasi fonem yang mengawalinya, yaitu vokal, konsonan hambat, konsonan afrikatif, konsonan frikatif, konsonan nasal, konsonan lateral, dan semivokal. Berdasarkan keterbukaannya, ada tiga klasifikasi, yaitu terbuka di posisi awal, terbuka di posisi akhir, dan tertutup. Struktur atau struktur suku kata monosilabel dalam bahasa Wehea  ada lima, yaitu VK, KV, KVK, KKV, KKVK. Kaidah kata monosilabel tersebut memberikan salah satu ciri khas atau keunikan bahasa Wehea.