cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 229 Documents
LOA, Volume 17, No. 1, Juni 2022 LOA COVER BELAKANG
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 1 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TEMA DAN NILAI MAKNA LIMA CERITA PENDEK DALAM TERBITAN MANUNTUNG DI KALIMANTAN TIMUR (PERIODE 1989) Yudianti Herawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 1 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i1.4672

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur intrinsik pada lima cerpen terbitan Manuntung periode 1989 yang berkaitan dengan tema dan nilai makna. Masalah dalam penelitian ini diharapkan mampu menganalisis struktur cerita dalam ketujuh cerpen terbitan Manuntung periode 1989. Permasalahan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut (1) bagaimana bentuk ringkasan cerita kelima cerpen yang terbit di Manuntung, (2) bagaimanakah tema kelima cerpen yang terbit di Manuntung, dan (3) bagaimana pula nilai makna kelima cerpen yang terbit di Manuntung. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan memanfaatkan teknik deskripsi, sedangkan teori yang digunakan adalah struktur intrinsik. Teknik analitik juga digunakan untuk menentukan nilai makna dalam cerpen-cerpen itu sebagai objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema dalam kelima cerpen terbitan Manuntung periode 1989 di Kalimantan Timur (1) memiliki keragaman tema, alur, dan karakteristik tokoh yang berbeda dan dibangun berdasarkan struktur intrinsik, (2) nilai makna yang berkembang dalam ketujuh cerpen itu adalah realitas sosial yang dialami oleh masyarakat pada umumnya dengan latar dan waktu yang terjadi di lingkungan pengarang. Kata kunci: cerpen, struktur, intrinsik, nilai, makna 
NILAI MORAL DALAM NOVEL KAMI (BUKAN) SARJANA KERTAS KARYA J.S KHAIREN: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA SERTA RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH ALIYAH Nurul Mutiah Romadhani; Ika Martanti Mulyawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 1 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i1.4588

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan yang muncul pada novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui nilai moral yang terkandung dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen dengan tinjauan sosiologi sastra, (2) untuk mengetahui relevansi novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen dengan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X MA.Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakan atau bisa disebut library research. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan mendeskripsikan nilai moral yang muncul dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen dengan tinjauan sosiologi sastra. Selain itu, juga untuk mendeskripsikan relevansi novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia kelas X MA. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya JS Khieren, terbitan PT Bukune Kreatif Cipta, memiliki 355 halaman dan diterbitkan pada 2019 dan sumber buku referensi, jurnal, skripsi, tesis, maupun artikel yang mendukung dan menunjang permasalahan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak dan teknik catat. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini mengguakan teknik triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teknik analisis data interakif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat (1) Hasil dari penelitian ini ditemukan 5 nilai moral yang muncul dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen, diantaranya adalah nilai moral tanggung jawab terdiri dari 1 data, kasih sayang terdiri dari 1 data, peduli terdiri dari 1 data, religius terdiri dari 1 data, pantang menyerah terdiri dari 1 data (2) Novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya JS Khairen sangat relevan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di MA yang sesuai dengan kurikulum 2013 kelas X semester genap, yaitu dengan materi sastra, tepatnya KD 3.18 Menganalisis isi dari minimal satu buku fiksi dan satu buku nonfiksi yang sudah dibaca. Sehingga novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya JS Khairen tersebut sangat relevan untuk dijadikan sebagai penunjang pembelajaran Bahasa Indonesia. Kata kunci: Nilai Moral, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Novel.
PELINDUNGAN PENYU DI PULAU DURAI DALAM NOVEL TENTANG KITA KARYA WIWIK WALUYO (SEBUAH TINJAUAN EKOKRITIK SASTRA) Arina Mana Sikana; Elen Inderasari
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 1 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i1.3852

Abstract

Kerusakan lingkungan semakin hari semakin meluas. Untuk itu, perlu adanya upaya pelestarian yang harus dilakukan. Upaya tersebut bisa dilakukan secara langsung, namun melalui sastra upaya tersebut juga dapat dilakukan. Salah satunya dengan menciptakan karya sastra yang bertemakan cinta akan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk upaya pelindungan penyu di Pulai Durai dalam novel Tentang Kita karya Wiwik Waluyo. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan atau library research. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif dengan pendekatan ekokritik sastra. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Tentang Kita karya Wiwik Waluyo terbitan tahun 2018. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah baca dan catat. Teknik keabsahan data yang digunakan ialah triangulasi teori, sedangkan teknik adalisis data menggunakan teknik analisis data interaktif, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian mengenai upaya pelindungan penyu di Pulau Durai dalam novel Tentang Kita karya Wiwik Waluyo ditemukan adanya upaya pelindungan penyu berdasarkan prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam berupa: (a) semua makhluk hidup mempunyai hak untuk dilindungi, (b) semua makhluk hidup mempunyai hak untuk dipelihara, (c) semua mahkluk hidup mempunyai hak untuk tidak disakiti, dan (d) perlindungan dan pemeliharaan terhadap semua makhluk hidup dilakukan tanpa mengharapkan balasan.
KESANTUNAN TUTUR SISWA KELAS XII SMA VETERAN 1 SUKOHARJO TERHADAP GURU MELALUI MEDIA WHATSAPP Shafira Kiemas Widatama; Indah Surya Ningrum; NFN Sukarno; NFN Sukirno
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 1 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i1.4512

Abstract

Penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana sikap siswa dalam bertutur di media whatsapp kepada guru. Mengingat, begitu banyaknya atau beberapa siswa yang mulai perlahan terkisisnya sikap sopan santun di dalam media whatsapp. kerena terlalu lama berdiam diri di rumah dan mungkin kurang adanya perhatian dari orang tua dalam memperhatikan tuturan anak. hal itu juga dapat mempengaruhi sikap kesantunan tutur seorang anak kepada orang lain/guru/masyarakat di dalam lingkungannya.
ANALISIS UNSUR SOSIOPSIKOLOGIS SASTRA PUISI “LAGU MURAM PEDALAMAN” KARYA HABOLHASAN ASYARI Dwi Hariyanto
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 1 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i1.4678

Abstract

 AbstrakKarya sastra berupa puisi lahir dari lingkungan sosial masyarakat. Pengarang menggali ide-idenya dari lingkungan sosialnya. Berdasarkan hal tersebut maka masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah unsur sosio-psikologis sastra pada  puisi “Lagu Muram Pedalaman” Karya Habolhasan Asyari. Tujuan pada kajian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan unsur sosio-psikologi sastra puisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Lagu Muram Pedalaman” Karya Habolhasan Asyari bertemakan kehidupan masyarakat pedalaman yang tersisih di kampung sendiri. Puisi ini mengungkapkan eksploitasi sumber daya alam dan hilangnya  tradisi dan budaya masyarakat. Sikap Penyair yang menonjol adalah kepedulian terhadap lingkungan dan kepedulian terhadap tradisi dan budaya tradisional. Di samping itu,  ketidaksetujuan dengan eksploitasi sumber daya alam yang mengakibatkan kerusakan ladang dan sumber kehidupan mereka.Kata Kunci : Puisi, Sosio-Psikologi Sastra  AbstractLiterary works, in the form of poetry, are products of social environment. Authors explore ideas from their environment. This research discusses about socio-psychological aspects of literature and aims to identify and describe those in "Lagu Muram Pedalaman" poem by Habolhasan Asyari. It is a descriptive qualitative research. Conclusions are that the poem of "Lagu Muram Pedalaman" is about the life of rural people who are frozen out in their own environment. This poem depicts the exploitation of natural resources and the loss of community traditions and culture. The poet's prominent attitude concerns for the environment, traditions, and traditional culture. In addition, disagreement of the natural resources’ exploitation brings about destruction of the field and source of employment.Keywords: poetry, socio-psychological literature
PERSEPSI URGENSI INKLUSI ASPEK-ASPEK MULTIMODALITAS DALAM DESAIN MODEL PEMBELAJARAN PRAGMATIK EDUKASIONAL R. Kunjana Rahardi
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.4641

Abstract

 Abstrak Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan persepsi urgensi inklusi komponen-komponen multimodalitas dengan berbagai aspeknya ke dalam desin model pembelajaran pragmatik edukasional. Data penelitian kuantitatif berwujud angka-angka yang ditunjukkan dalam persentase atas respons pernyataan-pernyataan yang diberikan. Data jenis ini diperoleh dengan cara mendistribukan instrumen kuesioner melalui ‘google form’ kepada responden yang pernah mendapatkan perkuliahan pragmatik edukasional. Data kualitatif penelitian ini berupa aspek-aspek komponen konteks yang membentuk multimodalitas dan mencakup aspek linguistik, visual, spasial, gestural, dan aural. Metode pengumpulan data jenis kedua adalah metode simak dengan teknik baca dan catat khususnya untuk mendapatkan data kualitatif penelitian ini. Selanjutnya, data yang telah terkumpul diklasifikasi dan ditipifikasi serta dianalisis untuk mendapatkan angka-angka persentase persepsi urgensi inklusi dimensi-dimensi multimodalitas dalam desain model pembelajaran pragmatik edukasional. Metode analisis isi diterapkan untuk memberikan pemaknaan pada temuan-temuan angka kuantitatif berupa persentase persepsi urgensi tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi inklusi aspek-aspek multimodalitas meliputi aspek linguistik, visual, gestural, spasial, dan aural memiliki angka persentase yang sangat tinggi. Setiap aspek dipersepsi responden dengan angka persentasi setuju dan sangat setuju yang mendekati 100%. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa inklusi dimensi-dimensi multimodalitas dengan segala aspeknya urgen untuk dilakukan dalam pembelajaran pragmatik edukasional. Kata-kata kunci: Persepsi urgensi, dimensi-dimensi multimodalitas, pragmatik edukasional            AbstractThe purpose of this research is to describe the perception of the urgency of including multimodality components with various aspects into the design of educational pragmatic learning models. Quantitative research data are in the form of numbers that are shown in percentages of the responses to the statements given. This type of data was obtained by distributing a questionnaire instrument through the 'google form' to respondents who had received educational pragmatics lectures. The qualitative data of this study is in the form of aspects of the cybertext context components that form multimodalities which include linguistic, visual, spatial, gestural, and aural aspects. The second type of data collection method is the reading method with between the line reading and note-taking techniques, especially to obtain qualitative data for this study. Furthermore, the data that has been collected is classified and typified and analyzed to get the percentage figures for the perception of the urgency of inclusion in the multimodality dimensions of educational pragmatic learning model design. The content analysis method is applied to give meaning to the findings of the quantitative figures in the form of the percentage of the perception of urgency. The results of this study indicate that the perception of inclusion of multimodality aspects including linguistic, visual, gestural, spatial, and aural aspects has a very high percentage. Each aspect is perceived by respondents with a percentage agree and strongly agree close to 100%. Thus, it can be emphasized that the inclusion of multimodality dimensions with all its aspects is urgent to do in designing educational pragmatics learning.. Keywords: Perception of urgency, multimodality dimensions, educational pragmatics
ANALISIS PROSES KREATIF PENGARANG SUNDA GODI SUWARNA MELALUI WAWANCARA KHUSUS DALAM JURNAL DANGIANG Taufik Rahayu
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.5206

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana proses kreatif pengarang Sunda Godi Suwarna yang bersumber dari wawancara khusus pengarang dengan Jurnal Dangiang dengan judul tulisan "Menolak Tradisi Bertolak dari Tradisi". Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode deskriptik interpretatif dan kecukupan referensial untuk mengetahui bagaimana proses kreatif pengarang. Adapun tahap-tahap dalam penelitian ini adalah tahap pengumpulan data, tahap analisis, dan penarikan simpulan yang menjadi faktor pendorong proses kreatif pengarang.Hasil penelitiannya, dalam proses kreatifnya Godi banyak memanfaatkan folklor, dongeng, cerita rakyat, dan cerita wayang dalam proses kepangarangannya, disaat yang sama pengarang antara menolak dan memanfaatkan nilai-nilai tradisi sebagai bagian dari proses kreatifnya. Di lingkungan sastra Sunda Godi adalah pembaharu dari aliran realis menuju surealis. Godi adalah pengarang yang teguh dan konsisten menulis dalam bahasa Sunda sebagai upaya ia yang ikut menjaga hidup kesusastraan Sunda.  AbstractThis article aims to reveal how the creative process of the Sundanese author Godi Suwarna comes from the author's special interview with the Dangiang Journal with the title "Rejecting Tradition from Tradition". The method used in this research is an interpretive descriptive method and referential adequacy to find out how the author's creative process is. The stages in this research are the data collection stage, the analysis stage, and drawing conclusions which are the driving factors for the author's creative process. The results of his research, in his creative process, Godi uses folklore, fairy tales, folklore, and wayang stories in his writing process, at the same time the author refuses and uses traditional values as part of his creative process. In Sundanese literature, Godi is a reformer from the realist to the surrealist school. Godi is a steadfast and consistent writer who writes in Sundanese as an effort to help preserve Sundanese literature. 
KRITIK SOSIAL DALAM WEB SERIES CINTA FISABILILLAH KARYA FILM MAKER MUSLIM DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH ALIYAH Nur Fitriani; Endang Rahmawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.3635

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan yang muncul pada web seriesCinta Fisabilillah karya Film Maker Muslim. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kritik sosial yang muncul dalam web series Cinta Fisabilillah karya Film Maker Muslim dengan tinjauan sosiologi sastra, (2) untuk mengetahui relevansi web series Cinta Fisabilillah karya Film Maker Muslim terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di MA. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian studi pustaka. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan mendeskripsikankritik sosial yang muncul dalam web series Cinta Fisabilillah karya Film Maker Muslim dengan tinjauan sosiologi sastra. Selain itu, juga untuk mendeskripsikan relevansi web series Cinta Fisabilillah karya Film Maker Muslim terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di MA. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah web series Cinta Fisabilillahkarya Film Maker Muslim dan sumber buku referensi, jurnal, skripsi, tesis, maupun artikel yang mendukung dan menunjang permasalahan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini mengguakan teknik triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teknik analisis data interakif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat (1) 7 kritik sosial yang muncul dalam web series Cinta Fisabilillah, diantaranya adalah kebudayaan terdiri dari 2 data, agama terdiri dari 2 data, ketimpangan gender terdiri dari 1 data, konflik sosial terdiri dari 2 data, kemiskinan terdiri dari 1 data, kejahatan terdiri dari 1 data, dan pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat terdiri dari 1 data, (2) relevan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di MA kelas XI semester genap, yaitu dengan materi sastra, tepatnya KD 3.19 Menganalisis isi dan kebahasaan drama atau film yang dibaca atau ditonton. Sehingga drama atau film tersebut sangat relevan untuk dijadikan sebagai penunjang pembelajaran Bahasa Indonesia.
KONSEP GENDER MASYARAKAT BENUAQ DALAM CERITA RAKYAT: SEBUAH TINJAUAN FUNGSIONALISME STRUKTURAL Aquari Mustikawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.5148

Abstract

Tulisan ini menggambarkan konsep gender masyarakat Benuaq dalam cerita rakyatnya, yaitu “Bullu”, “Putri Inuinang jadi Ratu”, “Ayus dan Siluq Berpisah Selama-lamanya”, dan “Belietn Siluq. Masalah yang difokuskan dalam tulisan ini adalah bagaimana konsep gender masyarakat Dayak Benuaq dalam cerita rakyatnya? Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis konten untuk mengupas konsep gender dalam cerita rakyat. Teori sosial yang beraliran feminism, yaitu fungsionalisme struktural digunakan dalam tulisan ini untuk menggambarkan konsep gender masyarakat Benuaq. Hasil tulisan menunjukkan bahwa konsep gender yang dianut masyarakat Benuaq meliputi peran sosial yang egaliter atau sama antar laki-laki dan peremapuan dan peran kultural yang menempatkan laki-laki dan perempuan sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembagian peran sosial antara laki-laki dan perempuan masyarakat Benuaq tidak ditentukan secara pasti. Secara kultural, laki-laki dan perempuan Benuaq sama-sama mendapat kedudukan yang penting dalam masyarakatnya.Kata kunci: gender, fungsionalis, struktural, Benuaq