cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS ASMAUL HUSNA UNTUK MENINGKATKAN NILAI-NILAI RELIGIUS Herwina Bahar; Imam Mutjaba; nFN Ismah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.847 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v20i1.180

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menanamkan nilai-nilai religius yang menyangkut konseptentang ketuhanan, ibadah, dan moral sejak usia dini sehingga mampu membentuk religiusitas anak yang mengakarsecara kuat dan mempunyai pengaruh sepanjang hidup. Penelitian ini mendeskripsikan penerapan model pembelajarantematik berbasis asmaul husna untuk meningkatkan nilai-nilai religius pada anak usia dini di TK Lab School FakultasIlmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatanpenelitian tindakan kelas (classroom action research) yang diterapkan melalui tiga siklus tindakan. Teknik pengumpulandatanya diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkanbahwa penerapan model pembelajaran tematik berbasis asmaul husna sangat efektif untuk meningkatkan nilai-nilaireligius pada anak usia dini. Efektivitas penerapan model tersebut dapat dilihat pada beberapa perubahan positif, baikyang terjadi pada guru maupun yang terjadi pada diri peserta didik, terutama perubahan pada peningkatan nilai-nilaireligius dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menginspirasi pihak-pihak terkait sepertiTaman Kanak-Kanak Islam untuk dapat menerapkan model pembelajaran tematik berbasis asmaul husna. Selain itu,model pembelajaran tematik berbasis asmaul husna dapat menjadi salah satu model pembelajaran yang menunjangkeberhasilan pendidikan karakter yang islami.
PERINTISAN MODEL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI TIK DI DAERAH TERDEPAN, TERLUAR, TERTINGGAL, DAN PERBATASAN Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.628 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.459

Abstract

Learning process at the schools in frontier, outer, left, and border (3TP) areas has not commonly been touched with Information and Communication Technology (ICT). It is because the schools have no power access, limited learning sources, and limited teachers with ICT competencies. The applied learning approach is still conventional. In 2015, integrated learning model pilotting was started in 10 schools (5 Elementary Schools, and 5 Junior High Schools) spread in 5 provinces. The focus of this study is how the schools in 3TP areas – with their limited capacity – can initiate an ICTintegrated learning model. The objective is to describe how teachers in the schools of 3TP areas conduct ICTintegrated learning model pilloting. The result of this study is that the teachers firstly learn and map the digital learning content available, integrate them in their Teaching Action Plan (RPP), condition the students to learn the contents that will be discussed in the class, apply the ICT-integrated learning model, and finally evaluate the whole implementation process to improve it. Kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah di daerah terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP) pada umumnya belum tersentuh teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Hal ini karena sekolah belum memiliki sumber tenaga listrik, sumber belajarnya terbatas, dan guru yang memiliki kemampuan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran juga terbatas. Metode pembelajaran yang diterapkan guru masih yang bersifat konvensional. Pada tahun 2015, perintisan penerapan model pembelajaran terintegrasi dimulai dengan memilih 10 sekolah (5 SD dan 5 SMP) yang tersebar di 5 provinsi. Masalah yang menjadi fokus pembahasan di dalam tulisan ini adalah bagaimana sekolah-sekolah di daerah 3TP yang kondisinya serba terbatas dapat memulai penerapan model pembelajaran terintegrasi TIK. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana para guru di sekolah-sekolah daerah 3TP melaksanakan perintisan penerapan model pembelajaran terintegrasi TIK. Kesimpulan hasil kajian adalah bahwa guru terlebih dahulu mempelajari dan memetakan konten pembelajaran digital yang tersedia dan yang dicari sendiri, mengintegrasikannya ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), mempersiapkan peserta didik untuk mempelajari konten yang akan dibahas di kelas, menerapkan model pembelajaran terintegrasi TIK, dan akhirnya melakukan evaluasi keterlaksanaan model pembelajaran sebagai upaya guru menyempurnakan model.
Efektivitas Media Pembelajaran Matematika Berbasis Software Maple Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Aljabar Pada Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Bali Drs. I Ketut Darma, M.Pd. Drs. I Ketut Darma, M.Pd.,
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.155 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.84

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian adalah, untuk mengetahuai: 1) perbedaan hasil belajar matematika pada mahasiswa yang diajar dengan berbantuan media berbasis Maple dengan mahasiswa yang diajar tanpa bantuan media berbasis Maple, dan 2) perbedaan hasil belajar matematika pada mahasiswa yang diajar berbantuan media berbasis Maple dengan mahasiswa yang diajar tanpa berbatuan media berbasis Maple setelah diadakan pengendalian terhadap variabel bakat skolastik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan The Posttest-Only Control Group Design melibatkan sample sebanyak 100 orang mahasiswa Politeknik Negeri Bali, diambil secara random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dan tes bakat skolastik. Data dianalisis secara statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu analisis kovariansi (anakova). Hasil analisis data menunjukan bahwa: 1) hasil belajar matematika pada kelompok diajar menggunakan bantuan media pembelajaran berbasis Maple secara signifikan lebih tinggi daripada hasil belajar kelompok yang diajar dengan tanpa bantuan media berbasis Maple. Pembelajaran dengan menggunakan bantuan media pembelajaran berbasis Maple secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar matematika, 2) setelah dilakukan pengendalian variabel bakat skolastik rata-rata skor hasil belajar matematika mahasiswa diajar menggunakan menggunakan bantuan media pembelajaran berbasis Maple secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang diajar tanpa menggunakan bantuan media berbasis Maple. Media pembelajaran berbasis Maple pada pembelajaran matematika tetap berpengaruh terhadap hasil belajar matematika walaupun pengaruh variabel bakat skolastik telah dikendalikan. Media pembelajaran berbasis Maple efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika mahasiswa Politeknik Negeri Bali. Media pembelajaran berbasis Maple dapat digunakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan Efvetivitas pembelajaran Matematika di Politeknik. Kata kunci : Media Pembelajaran, Maple, Hasil Belajar Matematika, Politeknik.Abstract: The aim of this research was to find out: 1) the math learning output differences between students taught with assistance of maple based media and those taught without assistance of maple based media, and 2) the math learning output differences between students taught with assistance of maple based media and those taught without assistance of maple based media after conducting control of scholastic talent variable. This research was a pseudo experimental enquiry used the posttest-only control group design involving samples of 100 students of Bali State Polytechnics that taken randomly. Data were collected using learning output test and scholastic talent test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistic which was covariance analysis. The data analysis showed that: 1) the math learning output of the groups touched with maple-based learning media was significantly higher than of those without assistance of maple-based media. Learning through maple-based media assistance had significant influence to the math learning output, 2) after controlling the scholastic talent variable the average score of math learning output of students taught with assistance of Maple-based media was significantly higher than the score of students taught without assistance of Maple-based media. Maple-based learning media in math learning remained influential to the math learning output even though the influence of scholastic talent variables had been controlled. Maple-based learning media was effective in increasing the mat learning output of students of Bali State Polytechnic. Maplebased learning media can be used as an effort to increase the effectiveness of Math learning in Polytechnic.Keywords: Learning media, maple, math learning output, polytechnic
FLIPPED CLASSROOM MATERIAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT TECHNOPRENEUR SISWA SMK Ali Basyah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.288 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.320

Abstract

Abstrak: Kemajuan negara dicapai dari seberapa besar lulusan pendidikannya dapat menghasilkan wirausaha. Apabila lebih dari 4% lulusan dapat menjadi wirausaha maka kemajuan negara mudah dicapai. SMK memiliki aims pada lulusannya yang dikenal dengan BMW yaitu bekerja, melanjutkan dan berwirausaha. Kelas wirausaha Multimedia diharapkan meningkatkan minat dan kemampuan siswa terjun dalam wirausaha khususnya technopreneur. Minat siswa SMK setelah lulus hampir 65% ingin bekerja, 33% ingin melanjutkan, hanya 2% siswa yang berminat berwirausaha terutama yang berlatar belakang keluarga pengusaha. Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan pada Kurilkulum 2013 revisi 2017 ini menerapkan program Kelas Terbalik (Flipped Classroom) untuk menumbuhkan semangat berwirausaha yang maksimal. Studi pada tahun 2017 didapatkan bahwa minat awal siswa berwirausaha hanya 3%, pada semester ganjil dapat tumbuh hingga mencapai 30% sedangkan diakhir semester genap (kelulusan) berdasarkan penelusuran minat terjun dalam technopreneur mencapai 55%. Dengan rincian 34% murni berwirausaha baru, 12% melanjutkan usaha keluarga dan melanjutkan studi, 54% berwirausaha sambil melanjutkan studi. Kesimpulan dari studi ini adalah melalui Flipped Classroom Material dapat menumbuhkan minat berwirausaha pada siswa Kelas XII Multimedia SMK Negeri 1 Mojokerto.
Kumpulan Abstrak Redaksi Teknodik
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.71 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.116

Abstract

MAKSIMALISASI TUJUAN PEDAGOGIS DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASIBambang IndriyantoPusat Penelitian Kebijakan, Balitbang Kemdikbud Komplek Kemdikbud, Gedung E lantai 19.E-mail: bambang.indriyanto14@gmail.com Abstrak:Kebutuhan teknologi pada saat ini untuk mendukung proses pedagogis untuk mencapai hasil pendidikan yang maksimum tidak bisa dihindari. Namun keberadaan TIK tidak boleh menggantikan tujuan pedagogis. Keberadaaan TIK adalah sarana yang memfasilitasi pencaaian tujuan pendidikan secara maksimal. Berdasarkan pada argumentasi itu, tujuan tulisan ini untuk mengidentifikasi keselarasann antara peran TIK dalam proses pedagogis untuk mencapai hasil pendidikan secara maksimum. Untuk menjawab tujuan tersebut, pembahasan ada tulisan ini akan terdiri dari dua bagian. Bagian Pertama mengetengahkan tentang sifat dari ranah pedagogis, dan bagian kedua tentang peran TIK.Kata kunci: pedagogi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, utilitas, kurikulum Abstract:Nowadays, the needs for Information and Communication Technology (ICT) to support pedagogical process to achieve maximum education outcomes is inevitable. Nevertheless, the existence of ICT should not fully replace pedagogical objectives. On the contrary, it should play a role as a “facilitator” to support the achievement of maximum education outcomes. Based on those arguments, the objective of this article is to identify a complementary role of ICT to achieve maximum education outcomes. In doing so, this article consists of two parts; the first part discusses the nature of pedagogical domains while the second, discusses specifically about the roles of ICT.Key words: pedagogy, Information and Communication Technology, utility, curriculum
KINERJA KEPALA SEKOLAH DI ERA GLOBALISASI Ade Cahyana
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.826 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i2.404

Abstract

School headmasters in the globalization era play important roles to improve the quality of education in schools. They are educators, managers, administrators, supervisors, leaders, innovators, and motivators. Because of their important roles, they must have six competences, that are to develop, communicate and apply their schools’ vision; to create conducive educational environment; to use their schools’ resources to create conducive educational environment; to work together with students’ parents and society; to be good role models; and to affect wider social and political environment. The competences must be able to measure and may support effective leadership
PENDIDIKAN JARAK JAUH JENJANG MENENGAH SEBAGAI ALTERNATIF PENUNJANG PENDIDIKAN MENENGAH UNIVERSAL DISTANCE EDUCATION ON SECONDARY EDUCATION LEVEL AS THE ALTERNATIF SUPPORT FOR UNIVERSAL SECONDARY EDUCATION Jaka Warsihna
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.411 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i4.582

Abstract

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan kebudayaan telah mencanangkan Pendidikan Menengah Universal (PMU). Program ini dalam rangka mendorong partisipasi masyarakat untuk pendidikan sampai pada tingkat atas (12 tahun), sehingga angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) di pendidikan menengah meningkat secara signifikan. Salah satu sistem pendidikan yang sangat dimungkinkan untuk mewadahi PMU yakni Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk pendidikan menengah. Kelebihan PJJ yaitu kemudahan untuk dibuka dan mudah pula ditutup sesuai dengan kebutuhan, karena sistem ini tidak memerlukan gedung baru, guru baru, dan tenaga administrasi baru. PJJ diyakini memiliki fungsi dalam mendukung peningkatan akses, pemerataan, peningkatan mutu, dan layanan anak yang belajar mandiri. Proses pembelajaran PJJ lebih banyak mengandalkan pemanfaatan TIK dengan metode blended learing. Kelebihan PJJ yaitu peserta didik dapat mengontrol kapan dan di mana mereka belajar, serta dimungkinkan sambil bekerja. The government through the Ministry of Education and Culture has launched the Universal Secondary Education (PMU) program. The program encourages community participation in achieving the compulsory education to the higher level 12 years, so that the gross enrollment ratio (GER ) and net enrollment ratio ( NER ) on secondary education could be increased significantly. One of the educational system that is possible to accommodate PMU is Distance Education ( PJJ ) for secondary education. Some of PJJ advantages are easy to open and closed as needed, because this system does not require a new building, new teachers, and new administrative staff. PJJ is believed to have a function in supporting the increased accessibility, equity, quality improvement, and independent learning child services. PJJ learning process relies more on the use of ICT in blended learning method. Other adventages of PJJ are learners can control when and where they learn, as well as possible to be done while working .
KAJIAN LEARNING CONTENT MANAGEMENT SYSTEMS (LCMS) DALAM KERANGKA DISAIN PEMBELAJARAN Dewi Salma Prawiradilaga
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.051 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.438

Abstract

The article is about a descriptive finding on the function of an LCMS used by the official website of the Department of Curriculum and Educational Technology, Faculty of Education, State University of Jakarta, www.courses.web-bali.net. Based on the observation, there are some principles that may be applied in uploading course content. They are topic analysis and message design principles which should intensively be applied during developing and structuring learning objects in a learning path. Chunk is the main concept in content development. Regarding copyright issue, all parties should respect to those who write or produce creative works accessible through online.
PENGARUH PENERAPAN PENILAIAN PORTOFOLIO ONLINE WEB BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA TINGKAT SMA Denis Irawan I Made Astra Fauzi Bakri
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.77 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan penilaian portofolio online web based learning terhadap hasil belajar fisika siswa tingkat SMA dalam pembelajaran fisika. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Depok kelas X pada bulan Januari - Februari 2012. Adapun yang menjadi sampel penelitian ini adalah siswa kelas X-4 dan X–5 yang masing-masing terdiri dari 40 siswa. Variabel bebas pada penelitian ini adalah penerapan penilaian portofolio online web based learning, dan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika. Untuk mengukur variabel terikat digunakan instrumen berupa soal pilihan ganda dengan 5 pilihan sebanyak 25 soal. Sebelum soal digunakan pada kelas eksperimen dan kontrol, terlebih dahulu soal tes tersebut diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas menggunakan korelasi produk moment dan uji signifikansi, sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha. Kelas eksperimen diberikan perlakuan penerapan penilaian portofolio online web based learning dalam proses pembelajaran fisika, sedangkan kelas kontrol menerapkan portofolio online dengan penilaian berupa komentar dalam proses pembelajaran fisika. Pengujian normalitas menggunakan uji Chi Kuadrat yang menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal. Uji homogenitas menggunakan uji-F menunjukkan bahwa sampel bersifat homogen. Pada pengujian hipotesis digunakan uji parametrik (uji-t) dengan taraf sifnifikan ? = 0,05. Dari hasil pengujian diperoleh nilai thitung = 3, 74 dan ttabel = 1,667, thitung > ttabel sehingga diperoleh kesimpulan bahwa penerapan penilaian portofolio online web based learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa SMA pada pembelajaran fisika.
E-SABAK (TABLET) UNTUK PEMBELAJARAN DI INDONESIA jaka warsihna; siti mutmainah; ita utari
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.264 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.171

Abstract

Abstrak:Pemanfaatan tablet (e-Sabak) untuk pembelajaran di Indonesia dirintis oleh Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2011. Namun demikian, kebijakan ini baru direalisasikan pada tahun 2015. Pemanfaatan e-Sabak difokuskan pada pembelajaran di Sekolah Dasar khususnya di daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan (3T). Pembahasan tentang penggunaan tablet untuk pembelajaran di Indonesia masih terbatas. Kajian ini ingin membahas: (1) manfaat e-Sabak untuk pembelajaran; (2) kesiapan anak Indonesia, khususnya siswa SD di daerah 3T, untuk menggunakan e-Sabak dalam pembelajaran; dan (3) persiapan sekolah dalam pemanfaatan e-Sabak untuk pembelajaran. Hasil kajian menyatakan bahwa tablet (e-Sabak) untuk pembelajaran dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran, sumber pembelajaran, sarana interaksi pembelajaran, pengelolaan sistem pembelajaran, dan alat penilaian pembelajaran. Saat ini, tablet hanya akan digunakan sebagai sumber pembelajaran menggantikan buku. Anak Indonesia sudah siap untuk menggunakan e-Sabak dalam pembelajaran mereka. Kesiapan sekolah untuk melakukan pembelajaran dengan tablet perlu mendapatkan dukungan kebijakan yang konsisten dari pusat hingga sekolah, pelatihan guru dan siswa, penambahan infrastruktur (listrik, internet/intranet, LCD projector, komputer/laptop, dan lain sebagainya), serta penyiapan konten pembelajaran yang sesuai.Kata Kunci: Tablet (e-Sabak), belajar, pembelajaran di IndonesiaAbstract:The use of e-Sabak for learning in Indonesia was initiated by the Government, through the Ministry of Education and Culture, in 2011. However, this policy has just been realized in 2015. The use of e-Sabak will be focused on learning in elementary schools, especially those located in remote, left, and forefront areas (3T). Studies on tablet usage (e-Sabak) for learning in Indonesia are still limited. This study tries to explore the following issues: (1) The benefis of e-Sabak for learning; (2) The readiness of Indonesian children, especially the students of elementary schools in remote, left, and forefront areas to use e-Sabak in their learning; and (3) the preparations that should be made by schools before utilizing e-Sabak for learning. The result of the study shows that e-Sabak can be used as a learning tool, a learning resource, a medium of learning interaction, a learning system management, and a learning evaluation tool. Currently, e-Sabak is only used as a learning resource replacing books. Indonesian children have been ready to utilize e-Sabak tablet for their learning. Schools’ readiness in utilizing e-Sabak in their teaching-learning process should be supported by relevant and consistent policies from the central government up to schools, teacher as well as student trainings, infrastructure provision (electricity, internet/intranet, LCD projectors, computers/laptops, and so on), and relevant learning content provisions.Key Words: Tablet (e-Sabak), learning, education in Indonesia

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue