cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
PEMANFAATAN LABORATORIUM MAYA VERSI ANDROID UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SUDUT Raden Roro Martiningsih
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v0i2.414

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman peserta didik dalam materi sudut di kelas VIII E SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. Hal ini disebabkan guru kurang tepat dalam memilih media pembelajaran yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep sudut menggunakan laboratorium maya versi android. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus, di mana setiap siklus diawali dengan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VIII E SMP Muhammadiyah 1 Surabaya tahun pelajaran 2018/2019 dengan jumlah peserta didik 36 orang. Data dalam penelitian ini berupa penilaian proses yang diperoleh dari peserta didik dalam beraktivitas dan penilaian pada akhir siklus. Kemudian, data dianalisis untuk memperoleh gambaran tentang berhasil tidaknya pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dalam memahami konsep sudut setelah belajar menggunakan laboratorium maya versi android pada siklus pertama dengan teman sebangku dan laboratorium maya versi android secara individu pada siklus kedua. Indikasi peningkatan hasil belajar didasarkan pada perolehan nilai pada siklus pertama dan siklus kedua. The background of this research is the less mastery of Grade VIII E Junior High School students of Muhammadiyah 1 Surabaya on Mathematical concept of angle. It is caused by the selection of learning media to be used in the classroom. The objective of this research is to improve the students’ understanding on mathematical concept of anglesby using virtual laboratory of android version. This research isconducted in two cycles and each cycle begins with planning, action, observation, and reflection. The sample of this research is 36 students of Grade VIII E Junior High School students of Muhammadiyah 1 Surabaya in 2018/2019 school year.The data collected in this study is based on the process assessment obtained from the students learning activities and assessment at the end of each cycle. Then, the data is analyzed to obtain an overview of the success or failure of the learning that has been conducted. The result shows that there is an increase in the students’ learning achievement inunderstanding the mathematical concept of angles after having learned the use of (1) virtual laboratory of android version in the first cycle with peer; and (2) virtual laboratory of android version individually in the second cycle. The indicatoion of learning achievement increase is based on the scores at the first and second cycles.
PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN: KEARAH PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK Rahmi Rivalina; Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v0i2.690

Abstract

Penulisan artikel ini didasarkan atas masalah “Apakah kegiatan pembelajaran sehari-hari sudah berfokus pada peserta didik”? Manakala kita amati pelaksanaan kegiatan pembelajaran sehari-hari di dalam kelas, maka dapatlah dikatakan bahwa sebagian guru masih cenderung melaksanakan kegiatan pembelajaran secara konvensional dengan menerapkan metode ceramah dan mencatat (talk and chalk). Jika demikian kondisinya, maka dapatlah dikatakan bahwa sebagian pelaksanaan kegiatan pembelajaran masih cenderung berfokus atau berpusat pada guru. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di mana TIK tidak hanya memengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari tetapi juga secara bertahap telah memengaruhi kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Sekalipun pada kenyataannya, belum semua sekolah dan juga belum semua guru memanfaatkan TIK dalam membelajarkan peserta didiknya. Dengan kemajuan TIK yang secara bertahap masuk ke dalam kelas, maka guru pun secara bertahap mulai terkondisi menerapkan pemanfaatan TIK di dalam kegiatan pembelajaran. Artinya, guru mulai tergugah untuk membagi perannya sebagai sumber belajar dengan TIK. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menyajikan hasil kajian tentang kecenderungan guru yang mengarah pada penerapan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik yang diawali dengan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Metoda yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai hasil penelitian dan pengembangan, jurnal ilmiah, prosiding pertemuan ilmiah, dan publikasi lainnya yang relevan. Kemudian, hasil kajian disajikan secara deskriptif berupa artikel ilmiah, yaitu yang berupa kecenderungan guru yang mengarah pada penerapan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sewaktu mereka memulai pemanfataan TIK dalam membelajarkan peserta didiknya. The writing of this article is based on the problem “Has the daily teaching-learning activity been focused on the students” (has a students-focused learning been put into practice)?  If we carefully observe the daily teaching-learning activity in the classrooms, we could say that some teachers still tend to conduct it conventionally by applying the lecturing learning method and make notes (lecturing method and make notes). In such a condition, the conducted teaching-learning activity tends to be focused or centered on the presence of teacher in the class. In line with the development of the information and communication technology (ICT) in which ICT doesn’t only influence the various aspects of daily life but also influences the teacing-learning activity in the class. Eventhough in fact, not all schools as well as teachers have already utilized ICT in making students learn. Bringing ICT to be utilized in the classroom by teachers, in fact, the teacher simultenously and gradually tends to share his/her role with ICT as learning resources. This article aims at presenting the result of analyzing teacher’s tendency in starting utilizing ICT in learning and at the same time also tends to develop the students-centered learning model. The method used in writing this article is a literature study by reviewing various results of research and development, scientific journals, proceedings of scientific meetings, and other relevant publications. Then, the result of this literature study is descriptively presented in an article containing the teachers’ tendency in implementing the students-centered learning model when they start utilizing ICT in learning.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS STEM PADA PEMBELAJARAN FISIKA SIAPKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK Maulana Maulana
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v0i2.678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah-langkah dalam penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbasis STEM; (2) mendeskripsikan hasil belajar Fisika peserta didik dengan menggunakan model PjBL berbasis STEM; dan (3) menguraikan dampak positif dari penerapan model PjBL berbasis STEM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 April sampai dengan 20 Mei 2019 pada pembelajaran Fisika di kelas X Peminatan IPA SMAN 9 Tebo, Jambi. Pengumpulan data dengan metode teknik tes, observasi, dokumentasi dan penilaian proyek/produk. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar fisika peserta didik pada aspek kognitif mengalami peningkatan yang cukup baik, dari rata-rata 58.00 menjadi ratarata 77.16, di mana rata-rata hasil belajarnya mencapai nilai KKM (65). Rata-rata hasil belajar pada ranah sikap memperoleh predikat sangat baik. Sedangkan rata-rata hasil belajar peserta didik pada aspek keterampilan memperoleh nilai 82.13. Dengan demikian, pendekatan STEM dapat menunjukkan kepada peserta didik bagaimana konsep, prinsip, sains, teknologi, teknik, dan matematika digunakan secara terintegrasi untuk mengembangkan produk, proses, dan sistem yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Penerapan Model PjBL berbasis STEM ini memerlukan persiapan yang cukup lama. Oleh karena itu, guru sebaiknya dapat merancang pembelajaran dengan langkah-langkah yang tepat sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. The objectives of this research are to describe: (1) the steps in applying the STEM-based Project Based Learning model; (2) the physic learning outcomes of the students who apply STEM-based Project Based Learning models; and (3) the positive impacts of the STEM-based Project Based Learning model implementation. This research applies a quantitative approach with quantitative descriptive analysis method. This research was carried out on April 15th to May 20th 2019 in the physic learning process of X Peminatan IPA at SMAN 9 Tebo, Jambi. Data collection is conducted by using test, observation, documentation, and project/product assessment techniques. Data analysis is conducted by using descriptive analysis. The result shows that students’ physic learning achievement on cognitive aspect increase quite well, from an average of 58.00 to an average of 77.16, while the average learning outcomes reaches the KKM value (65). The students’ average learning outcomes on the attitude aspect gets a very good category. On the other hand, the students’ average learning outcomes on the the skill aspect reaches the value of 82.13. Therefore, STEM approach can show the students how concept, principle, Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) are used integratedly to develop product, process, and system that are beneficial for human. The Implementation of STEM-based Project Based Learning requires a long time to preparation. Therefore, teachers should design a learning process with appropriate steps so that the implementation can go well as it has been planned
DAMPAK BIMTEK DARING PEMBATIK LEVEL DUA TERHADAP KEMAMPUAN TIK GURU PROVINSI JAWA TIMUR Raden Roro Martiningsih
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i1.378

Abstract

Duta Rumah Belajar merupakan perpanjangan tangan Pustekkom, yang kini bernama Pusdatin, dalam menyosialisasikan Portal Rumah Belajar kepada guru sehingga guru perlu menjaring Duta Rumah Belajar Tahun 2018 melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) yang dilaksanakan tahun 2018 secara daring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak Bimtek PembaTIK Level 2 yang diikuti oleh peserta dari Jawa Timur. Bagaimanaupaya peserta Bimtek menyelesaikan tugasnya? Apa manfaat Bimtek bagi peserta? Apa hambatan yang dialami peserta selama Bimtek berlangsung? Bagaimana  solusi pemecahan masalahnya? Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan online survey. Responden dalam penelitian ini adalah 240 pendidik yang menjadi peserta Bimtek Daring PembaTIK Level 2. Data diperoleh dari online survey, observasi, dan wawancara 76 guru dinyatakan lulus. Dampak Bimtek Daring bagi peserta adalah memudahkan guru untuk mengikuti pelatihan. Mereka dapat mengikuti pelatihan dari mana saja, kapan saja, dan tentunya dengan biaya yang lebih murah. Hambatan yang dialami peserta adalah rasa tidak percaya diri. Mereka khawatir bersaing dengan guru lain yang lebih hebat. Selain itu, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas peserta Bimtek Daring PembaTIK Level 2 juga merupakan pemicu peserta menjadi tidak aktif. Hambatan tersebut diatasi dengan komunikasi yang baik antara peserta dan fasilitator. Ambassador of Rumah Belajar is an extension of Pustekkom, which is now named Pusdatin, in socializing the Rumah Belajar Portal to teachers, so it is necessary to capture the Ambassador of Rumah Belajar in 2018 through Online Technical Training. The objective of this study is to describe the impact of Level 2 of PembaTIK Online Technical Training in 2018 in East Java: How the participants do their assignments; What benefit they can get from the Online Technical Training; What obstacles they face during the training; and How they solve the obstacles. This study is a descriptive study with online survey. The respondents of this study are 240 teachers who participate in PembaTIK Online Technical Training of Level Two. The data is acquired from online survey, observation, and interview. Seventy- six teachers are declared to pass the training. The impact of PembaTIK Online Technical Training is that the participants find it easier for them to attend a training. They do not have to come to Pusdatin. They can attend a training from anywhere, at any time, and with lower budget. The obstacles that the participants face is that they are unconfident to compete with other teachers. Besides, the lack of infrastructure that can support the participants’ activities in PEMBATIK Online Technical Training of Level Two is also an obstacle that contribute to the participants’ inactivity. The obstacle is solved by performing good communication between the participants and the facilitators.
Tantangan dan Peluang Produk-produk Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran Di Era Digital Bambang Warsita
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v24i2.673

Abstract

Abstrak: Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) memiliki peran strategis dalam pembelajaran era digital sekarang. Permasalahannya adalah 1) apa produk-produk yang harus di hasilkan profesi PTP di era digital? dan 2) bagaimana pemanfaatan dan penerapan produk PTP dalam pembelajaran di era digital? Tujuan kajian ini untuk mendiskripsikan berbagai produk-produk yang harus dihasilkan profesi pengembang teknologi pembelajaran, dan pemanfaatan atau penerapan produk tersebut dalam kegiatan pembelajaran di era digital sekarang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) yaitu menggunakan berbagai literatur dari hasil kajian dan penelitian mengenai produk-produk PTP. Hasil penelitian menunjukkan profesi PTP telah menghasilakan produk-produk berupa; 1) model pembelajaran inovatif berbasis TIK, 2) konten pembelajaran dengan berbagai jenis media, dan 3) aplikasi e-pembelajaran. Kesimpulannya produk-produk profesi PTP ini ditunggu dan dibutuhkan dalam menunjang terselenggaranya proses pembelajaran era digital di berbagai jenis, jenjang dan jalur pendidikan di Indonesia. Sarannya profesi PTP harus selalu meningkatkan kompetensi teknis, dan kreatif inovatif untuk menghasilkan produknya sesuai dengan tuntutan era digital sekarang.
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO “SMART ENGLSIH TODAY” UNTUK SISWA SMP DI DAERAH PINGGIRAN YOGYAKARTA Suparti - Suparti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v24i2.521

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah cenderung mengabaikan pengajaran listening (menyimak) dibandingkan keterampilan berbahasa lainnya. Padahal keterampilan ini sangat diperlukan sebagai kunci penguasaan keterampilan berbahasa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alternatif media audio pembelajaran bahasa Inggris untuk keterampilan menyimak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan belajar. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini terkait dengan rendahnya kemampuan menyimak yang dikuasai siswa dan keterbatasan bahan belajar bahasa Inggris untuk pembelajaran listening yang sesuai dengan kurikulum 2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitan ini adalah pendekatan model ADDIE yang meliputi lima tahapan yaitu analisis, desain, produksi, implemensi, dan evaluasi. Setelah melalui tahap analisis kebutuhan dan analisis kurikulum, desain model ditentukan dan diberi nama Smart English Today (SET). Tahap berikutnya yaitu penyusunan rancangan media yang diikuti dengan proses produksi yang meliputi penyusunan GBIM JM, penulisan naskah dan bahan penyerta, serta produksi program. Hasil pengembangan produksi selanjutnya diimplementasikan pada siswa SMPN 5 Ngawen, Gunungkidul. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa SET layak dipergunakan sebagai bahan belajar bahasa Inggris untuk meningkatkan keterampilan menyimak. Namun, dalam pengembangannya hendaknya perlu diperhatikan dari sisi pengemasan program, durasi, dan tingkat kesulitan materi.English learning at school tends to ignore listening skill teaching, compared to other language skills. In fact, listening skill is highly necessary as key factors to other language skill mastery. The objective of this research is to develop an audio media alternative of English learning for lsitening skill that can be utilized learning material. The problems of this research are related with students’ low listening skill and limited English learning material for listening skill being in line with 2013 curriculum. The approach of this research is ADDIE model approach, consisting of five steps, i.e. analyzing, designing, developing, implementing, and evaluating. After passing through need and curriculum analysis, model design is determined and named Smart English Today (SET). The next step is development comprising of GBIM JM writing, script and companion book writing, and program production. The SET product is, then, implemented to students of SMPN 5 Ngawen, Gunung Kidul. The evaluation result shows that SET is feasible to be utilized as English learning material to enhance students’ listening skill. However, in developing this model, we should consider program packaging, duration, and difficulty levels of the materials.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF MENGGUNAKAN APLIKASI GEOGEBRA PADA MATERI LINGKARAN Rosid Tamami
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i1.649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang valid, menarik, dan efektif menggunakan aplikasi GeoGebra pada materi lingkaran. Bahan ajar ini disusun dengan sistematika berupa materi, contoh soal, lembar kerja, dan tes uji kompetensi. Aplikasi GeoGebra dipilih karena mudah digunakan dan mempunyai fitur yang lengkap untuk dapat memvisualkan konsep-konsep matematika dan tidak berbayar (freeware).GeoGebra juga dapat menjadi alat bantu dalam proses menyusun konsep matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian dan Pengembangan (research and development) dengan tahapan penelitian pengembangan mengikuti model 4D dari Thiagarajan yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Model 4D ini diadaptasi menjadi 4P yaitu Pendefinisan, Perencanaan, Pengembangan, dan Penyebaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 8A sebagai kelas kontrol dan kelas 8B sebagai kelas ekperimen dengan jumlah siswa 55. Hasil analisis validitas bahan ajar oleh 3 validator menunjukkan nilai 3,42 dengan kriteria baik. Keefektivan bahan ajar terindikasikan dari hasil belajar siswa yang mengalami kenaikan dari nilai pre-test dan post-test, untuk kelas ekperimen sebesar 14,82 % dan untuk kelas kontrol sebesar 8,73 %. Nilai gain ternormalisasi kelas ekperimen sebesar 0,36 dengan kategori “Sedang”, untuk kelas kontrol sebesar 0,20 kategori “Rendah”. Kemenarikan bahan ajar terindikasikan dari angket respon siswa, sebesar 78,57% memberi respon sangat positif, 21,43% memberi respon positif, dan 0% memberi respon tidak positif. Dengan demikian, didapat produk akhir bahan ajar GeoGebra yang valid, praktis, menarik, dan efektif.The objective of this research is to develop a valid, interesting, and effective learning material by using GeoGebra applicationon the material of circle. The outline of this learning material arrangement is consisting of Material, Sample Questions, Working Sheet, and Competency Test.GeoGebra application is chosen because it is easy to use and has complete features to visualize mathematical concepts. Besides, it is free (freeware). GeoGebra can also be a tool in the process of compiling mathematical concepts. The research method used is Researchand Development (R and D) method with the Thiagarajan’s 4D research and development steps, i.e. Define, Design, Develop, and Disseminate. In Bahasa Indonesia, the 4D is adapted to be 4P, i.e.Pendefinisian, Perencanaan, Pengembangan, and Penyebaran. The subject of this research is the students of class 8A as the control class and class 8B as the experimental class with the total number of 55 students. The result of learning material validity analysis by 3 validators indicates the score of 3.42, wich belongs to the category of “Good”. The effectiveness of the learning material is indicated by the increase of students’ learning outcomes shown by their pre-test and post-test (the increase is 14,82% in experimental class, and 8,70% in control class). The normalized gain value for the experimental class is 0.36 with the category of “Medium”, for the control class it is 0.20, with the category of “Low”. The attractiveness of learning material is indicated by the result of students’ response questionnaire (78,57% of highly positive response, 21,43% of positive response, 0% of negative response). Therefore, we can get a valid, practical, interesting, and effective final learning material. 
PEMANFAATAN LABORATORIUM MAYA: PELUANG DAN TANTANGAN ahmad ardius kidan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v24i2.679

Abstract

Pembelajaran sains disekolah-sekolah telah berubah. Ada kemungkinan pembelajaran sains akan kehilangan makna menjadi sebuah pembelajaran sastra. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti secara terbatas di sekolah terhadap guru-guru yang mengampu mata pelajaran sains, hanya 20% yang melaksanakan kegiatan praktikum; sedangkan 80% sisanya menyampaikan materi pembelajaran tanpa praktikum.Untuk mengatasi kendala ketiadaan perangkat laboratorium, kegiatan praktikum dapat dilakukan melalui Laboratorium Maya yang tersedia di Portal Rumah Belajar. Tujuan penelitian/kajian ini adalah untuk mengetahui peluang dan tantangan dari pemanfaatan Laboratorium Maya dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Metode yang digunakan adalah studi literaturmengenai konsep dan teori melalui berbagai dokumen dan literatur yang tersedia. Data didapat dari sumber primer dansekunder. Data dan informasi dianalisis melalui teknik analisis isi dan disajikan secara deskriptif. Penelitian mengungkapkan bahwa pemanfaatan Laboratorium Mayabisa mengatasi berbagai masalah yang dihadapi sekolah, seperti kegiatan praktikum untuk pembelajaran sains. Peluang pemanfaatan Laboratorium Maya antara lain mampu mengatasi berbagai keterbatasan yang berkaitan dengan waktu, kondisi geografis maupun ekonomis. Selain itu, Laboratorium Mayadapatmeningkatkan kualitas eksperimen, efektifitas pembelajaran, keamanan, dan keselamatan.Kemungkinan tantangan pemanfaatan Laboratorium Maya antara lain meliputi ketersediaan perangkat komputer untuk kepentingan praktikum di sekolah, penguasaan guru dan siswa di bidang pengoperasian perangkat (penguasaan keterampilan motorik), ketersediaan sumber tenaga listrik, dan kesediaan/inisiatif guru untuk berinovasi memanfaatkan TIK di dalam aktivitas pembelajaran. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa Laboratorium Mayasangat menjanjikan atau berpeluang untuk diterapkan pada kegiatan praktikum di sekolah. Tantangannya adalah kesediaan guru untuk berkontribusi memperkaya ketersediaan materi praktikum pada Laboratorium Maya yang terdapat pada Portal Rumah Belajar. Science learning in schools has been changing. There is a possibility that science learning will lose its essential meaning, turning into a literature learning. Based on the result of the researcher’s limited observation on science teachers at the school, only 20% of them carry out practicum, while the remaining 80% of them deliver learning materials without any practicum. To overcome the constraints of inavailability of laboratory equipment, practicum can be carried out through the Laboratorium Maya (Virtual Laboratory) which is available in the portal of Rumah Belajar. The objective of this study is to study the opportunities and challenges of utilizing Laboratorium Maya in the teaching-learning process. The method applied in this study is literature study on concepts and theories through a variety of available documents and literature. Data are obtained from primary and secondary sources. Data and information are analyzed through content analysis techniques and presented descriptively. The study reveals that the use of Laboratorium Maya can overcome various problems faced by schools, such as practicum for science learning. Opportunities for the use of Laboratorium Maya are able to overcome various constraints related to time, geographical as well as economic conditions. Besides, Laboratorium Maya can improve the quality of experiments, learning effectiveness, security, and safety. Possible challenges for the use of Laboratorium Maya are the availability of computers for practicum purposes in schools, the teachers and students’ computer operating skill, the availability of power sources, and the willingness/ initiative of teachers to innovate in utilizing ICT for learning activities. The result of the data analysis shows that Laboratorium Maya is very promising, or in other words, it offers opportunities to be utilized in practicum in schools. The challenge is the teachers’ willingness to contribute to the availability of practicum materials in Laboratorium Maya in the portal of Rumah Belajar.
FLIPPED CLASSROOM: SEKOLAH TANPA PEKERJAAN RUMAH NFN Mujiono
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i1.457

Abstract

Pekerjaan rumah yang dibawa pulang oleh para siswa selama ini masih berupa soal-soal akademik. Sesampainya di rumah tidak sedikit siswa merasa kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Minimnya waktu belajar disekolah dan kondisi orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan serta seringkali tidak memahami konten atau materi pelajaran menjadi salah satu faktor permasalahan yang dihadapi oleh siswa. Meskipun pemerintah menganjurkan untuk tidak membebankan pekerjaan rumah kepada siswa, akan tetapi kenyataan di lapangan guru-guru masih memberikan soal-soal akamedik sebagai tugas yang harus dikerjakan siswa selama di rumah. Sudah seharusnya guru-guru mempertimbangkan bahwa setiap siswa merupakan pribadi yang unik dengan beragam karakter dan kemampuan. Masing-masing siswa memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda, sehingga tidak cukup bila hanya mengandalkan waktu belajar di dalam kelas. Perlu kiranya guru-guru mengembangkan dan menggunakan model-model pembelajaran yang inovatif, untuk mengakomodasi beragam karakter dan kemampuan masing-masing siswa. Tujuan makalah ini memberikan alternatif model pembelajaran yang tidak membebankan pekerjaan rumah kepada siswa. Melalui model pembelajaran Flipped Classroom, pembelajaran dilakukan dengan cara membalik apa yang secara tradisional dilakukan di kelas sekarang dilakukan di rumah, dan yang secara tradisional dilakukan sebagai pekerjaan rumah sekarang diselesaikan di kelas.
OPTIMASI KETERAMPILAN DIGITAL WRITING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Eka Lutfiyatun
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v24i2.719

Abstract

Pembelajaran di era revolusi industri 4.0 bertujuan untuk meningkatan literasi digital. Salah satunya adalah kompetensi menulis di media digital atau digital writing. Tugas-tugas sekolah pun sudah mulai beralih ke penugasan konten di media digital. Permasalahannya adalah bagaimana menumbuhkan dan mengembangkan minat dan kreativitas serta meningkatkan kompetensi menulis peserta didik menulis di media digital. Tujuan kajian ini adalah mendeskripsikan bagaimana optimasi kompetensi menulis di media digital. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah analisis deskriptif atau kajian literatur yang menghasilkan data deskriptif dari berbagai hasil penelitian tentang pengalaman guru dalam optimasi kompetensi menulis peserta didik di media digital. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pengalaman para pendidik di kelas dalam menggunakan berbagai media penunjang latihan digital writing melalui Edmodo, Wattpad, Blog, dan Wordpress untuk membuat konten berupa ulasan, essai, dan tanggapan dapat menumbuhkan dan mengembangkan sikap kreatif dan produktif peserta didik sehingga dapat meningkatkan kompetensi dalam menulis di media digital. Selain itu, menurut peserta didik, menulis di media digital lebih menyenangkan dan dapat dilakukan lebih efektif, serta menumbuhkan minat menulis. Namun, pelaksanaannya menuntut peserta didik untuk aktif dan pendidik berperan sebagai fasilitator. Sarannya adalah bahwa para pendidik harus selalu menggali potensi peserta didik dengan memanfaatkan berbagai media digital yang ada.Learning in 4.0 industrial revolution era has objective of improving students’ digital literacies. One of the literacies is writing skill in digital media or digital writing. Students’ assignment has been being shifted into digital media. The problem is how to foster and develop students’ interest as well as creativity, and improve their digital writing skill. The objective of this study is to describe how to optimize students’ digital writing skill. The applied method in this study is descriptive analysis or literary review resulting in descriptive data from various researches on teachers’ classical experience in optimizing students’ digital writing skill. The result shows that the teachers’ classical experience in utilizing various media such as Edmodo, Wattpad, Blog, and Wordpress to drill students’ digital writing skill through review, essay, and response can foster and develop students’ productivity and creativity so that it can improve their digital writing skill. Besides, according to the students, writing in digital media is more exciting and effective. It can also foster students’ writing interest. However, it requires students’ active role, and the teacher becomes the facilitator. The recommendation is that the teachers should continuously dig students’ potential capacity by utilizing various available digital media.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue